
Awalnya Dimas biasa saja, cuman ketika Elsa menyinggung dan menjelekkan nama Suci entah dari mana Iblis di dalam diri Dimas langsung muncul yang kini benar-benar tidak tertahan lagi.
Tanpa di sadari Dimas sudah berdiri tepat di depan Elsa dan melihat betapa bahagianya Elsa menertawakan sahabat kecilnya sendiri. Seperti tidak ada beban dan dosa yang dipikul olehnya, hingga Dimas langsung memberikan satu tamparan cantik mendarat di pipi mulus Elsa.
Plaaaaakk!!....
Elsa tersungkur di lantai dengan sudut bibir yang kini sudah mengeluarkan cairan merah, benar-benar persis saat Suci pernah ada di posisi ini. Kemudian Elsa memegang pipinya, lalu menoleh dengan tatapan tajam, merah dan juga penuh amarah.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah menjelekan Suci!! Asal kau tahu saja, dia itu jauh lebih baik darimu PAHAM!! Bahkan sampai detik ini aku baru sadar jika aku telah salah dalam memilih seorang istri. Sehingga aku menjadi orang yang sangat bod*doh karena aku memilih wanita yang salah!"
"Apa jangan-jangan ini semua rencanamu dari awal untuk bisa merayuku, lalu merusak rumah tanggaku dengan Suci kemudian kau dengan bebasnya bisa menguasi semua hartaku. BENAR BEGITU?!!"
"Atau jangan-jangan apa yang dikatakan Suci benar adanya, jika Baby Diva itu bukanlah anak kandungku? Karena sedari dia lahir sampai saat ini kau tidak pernah mengurusnya sedikit pun, kau malah asyik menghamburkan uang dan mementingkan penampilanmu sendiri tanpa kau pernah berpikir jika Mamah semakin hari semakin tua untuk bisa mengurus cucunya"
"Belum lagi sudah hampir 2 tahun, aku seperti merasa tidak adanya ikatan batin kepada Baby Diva. Aku hanya merasakan hubungan kami hanya sekedar antara Ayah dan anak saja. Tidak benar-benar seperti orang tua kandung kepada anaknya yang memiliki kedekatan yang sangat erat!"
"Atau bisa juga di saat kau izin padaku untuk keluar rumah berkumpul dengan teman-temanmu itu, tapi nyatanya kau malah bersenang-senang dengan pria lain dan dengan gratisnya dia menjelajahi tubuhmu yang cantik itu? Iyaaa!!!"
Dimas berbicara dengan nada yang sangat tinggi hingga Elsa yang mendengarnya pun menjadi panas, lalu beranjak dan berdiri tepat di depan Dimas hingga mata mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan amarah.
Kemudian...
Plaaaakkkkkkk!..
__ADS_1
Satu tamparan lolos dari tangan Elsa yang membuat Dimas hanya sedikit membuang wajahnya lalu melirik Elsa dengan senyum devilnya sambil menjilat sudut bibirnya.
"Itu balasan dari apa yang kau katakan barusan padaku, DIMAS!! Camkan baik-baik kalau aku ini bukanlah wanita murahan seperti Suci yang belum melakukan proses perceraian sudah mendapat gandengan baru. Mungkin saja selama kau tidak ada di rumah dia selalu menjelajahi tubuhnya dengan pria lain, mana kita tahu?"
"Dan masalah uang, kenapa dia tidak menghabiskannya itu salah dia sendiri. Siapa tahu dia mendapatkan uang yang lebih dari pria simpanannya makannya dia tidak menggunakan uang dari suaminya, belum lagi dia kan mandul jadi dia bisa dengan bebasnya masuk sana masuk sini tanpa khawatir jika dia akan mengandung anak yang bukan dari suaminya!"
"Keliatannya saja dia polos, lugu, baik hahaha.. tapi dibelakangmu dialah yang ada main dengan Tuan Arsya. Kau itu terlalu bod*doh jadi pria Dimas, bahkan kau sudah di butakan oleh ke sok suciannya itu!"
"Cobalah kau pikir baik-baik Mas, mana ada wanita yang sangat mencintai suaminya lalu di talak dengan waktu singkat sudah memutuskan untuk menikah lagi? Bahkan proses persidangan saja belum selesai, namun dengan lantangnya dia mengatakan semua itu. Apa kau lupa?"
"Wanita yang begitu kau anggap wanita paling baik dariku? Hahaha.. cihh, ketahuan banget jika selama ini dia ada main di belakangmu! Ya, patut di acungin jempol sih dengan semua taktiknya yang ternyata dia merupakan pemain handal hanya bermodalkan wajah sok polosnya itu dia bisa memikat pria kaya raya seperti Tuan Arsya. Namanya saja Suci, tapi kelakuannya jauh dari kata Suci!! Cihh.. memalukan"
Elsa mengoceh dengan nada remehnya hingga berhasil membuat Dimas bungkam seribu bahasa, awalnya Dimas ingin sekali merobek mulut istrinya itu. Tetapi saat mendengar kalimat yang Elsa katakan membuat Dimas menjadi kepikiran, karena selama ini dia tidak pernah berpikir sejauh itu.
Rintikan air mata mulai menetes dari kedua mata Dimas, saat merasakan hatinya yang begitu hancur. Sedikit pun Dimas tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu pada Suci, tetapi berkat ucapan Elsa? Dia telah berhasil mempermainkan emosi Dimas.
Elsa berdiri menatap Dimas dengan kedua tangan dilipat di dada, lalu sudut bibir yang terluka mulai menyungging ke atas dengan artian jika dia telah berhasil. Pria sebod*doh Dimas memang sangat gampang untuk di pengaruhi agar bisa membalikan keadaan.
"Huhhh.. untungnya dia pria yang bod*doh!! Jadi, dengan mudahnya aku bisa menghasutnya supaya Dimas selalu berpikir bahwa Suci yang salah atas semuanya. Lagian juga sampai detik ini aku masih belum yakin apakah Baby Diva itu anak Dimas atau anak Fajar"
"Arghhh.. sudahlah mau anak siapa pun, yang penting Dimas tidak akan pernah tahu ini. Yang mereka tahu kalau Baby Diva itu adalah anaknya dan cucu dari keluarga ini. Lagian juga sampai kapan pun mereka tidak akan tahu, jika tidak melakukan tes DNA hahah.. Dasar keluarga bod*doh!!" Gumam Elsa di dalam hati.
Lalu Elsa pergi ke depan kaca cermin besarnya sambil mengobatin luka yang ada di sudut bibirnya dengan terus melirik Dimas dari kaca, yang mana Dimas masih tetap dengan pikirannya terhadap Suci.
__ADS_1
...*...
...*...
Dikamar Papah Angga
Papah Angga tertawa terpingkal-pingkal saat menatap layar ponselnya yang mana di sana terdapat video Baby Kay yang sangat lucu, dan sudah mulai belajar makan buah-buahan hingga terlihat betapa lucunya di saat Baby Kay sedang mencicipi buah jeruk yang rasanya sedikit asam.
Ekspresi wajah Baby Kay benar-benar membuat Papah Angga sangat gemas dan tidak bisa mengontrol tawanya, sampai saat Mamah Mita yang baru selesai menidurkan Baby Diva masuk ke kamarnya lalu langsung melihat suaminya tertawa begitu senang membuat diri menaruh curiga yang sangat besar.
"Ya begitulah jika seorang pria sudah memiliki SELINGKUHAN, pasti setiap hari akan terlihat sangat bahagia saat mendapat kabar dari wanita KESAYANGANNYA" Sindir keras Mamah Mita dengan lirikan maut dari matanya sambil melongos pergi ke arah kamar mandi.
Sedangkan Papah Angga hanya melirik sekilas dan kembali menatap ponselnya sambil berjaga-jaga agar Mamah Mita tidak sampai melihatnya. Kemudian Mamah Mita kembali keluar dan masih menatap Papah Angga dengan keadaan yang tetap tersenyum.
"Cihhh.. udah tua masih aja enggak ada pikiran. Malu kali sama umur udah bau tanah masih sempet-sempetnya godain bini orang! Kemarin masih jadi istri Dimas pura-pura di anggap anak tahunya main belakang. Dan sekarang? Udah jadi bini orang pun masih di gangguin hahah.. Dasar receh!!"
Mamah Minta terus menyindir Papah Angga sambil berjalan keluar kamar, yang cuman di tatap lirikan oleh Papah Angga tanpa berkata sepatah kata pun lantaran Papah Angga sudah sangat jengah menghadapi istrinya yang tidak bisa menghargainya.
"Enggak yang pria, enggak yang wanita. Sama-sama tidak ada otak!! Belum aja mereka kena karma karena telah mengkhianati istri dan suaminya di belakang, semoga aja pria bangkotan seperti dia cepat setruk terus mati sekalian!"
"Belum lagi yang cewek juga kalau ketahuan pasti akan langsung di cerain lagi tuh sama lakinya, agar kapok hidup di jalanan jadi gembel noh di kolong jembatan. Syukur-syukur kalau dia jadi korban mutilasi para perampok, malah lebih bagus lagi biar sekalian pada mati. Dari pada cuman bisanya jadi SAMPAH MASYARAKAT mending pada musna aja, SEKALIAN!"
Mamah Mita berbicara di dalam hatinya sambil kembali ke kamar Baby Diva dan menemaninya tidur. Apa lagi sudah hampir beberapa bulan ini Mamah Mita lebih sering tidur di kamar Baby Diva lantaran Mamah Mita sudah tidak kuat lagi melihat kelakuan Papah Angga yang selalu tertawa sendiri saat menatap layar ponselnya.
__ADS_1
Sehingga membuat Mamah Mita merasa dikhianati oleh Papah Angga, padahal kenyataannya Papah Angga tertawa akibat video Baby Kay yang selalu di kirimkan oleh Suci agar mereka tetap mengetahui perkembangan Baby Kay meskipun hanya dari sebuah video.