
Kebetulan di dalam sana ada beberapa bangkar yang tersusun berjejer dengan penghalang tirai. Suci di baringkan tepat di sebelah bangkar Elsa bahhkan tirai yang jadi pembatas dibuka oleh sang suster karena Elsa juga mau melihat Suci. Sang dokter berusaha mengecek semua kondisi Suci, yang membuat Elsa semakin penasaran.
“Ini ada apa, Mas? Kenapa Mbak Suci pingsan?” tanya Elsa dengan segala ke kepoannya.
“Sepertinya dia kaget, saat mengetahui jika kamu sedang mengandung” ucap Dimas sambil menatap ke arah bangkar Suci.
“Me-mengandung? Ma-maksudmu a-aku hamil, Mas? Serius? Bagaimana bisa?” saut Elsa dengan wajah paniknya.
Bagaimana Elsa tidak panik, orang saat di periksa dia masih pingsan dan setelah bangun ia malah mendapat kejutan seperti ini. Dimas yang mendengar itu pun langsung melontarkan beberapa pertanyaan pada Elsa penuh tanda tanya.
“Ya, kata dokter kamu sedang hamil muda cuma aku belum tahu berapa bulan atau minggunya karena Suci sudah keburu pingsan. Tapi kenapa saat mendengar kehamilmu sendiri, wajahmu seperti ketakutan dan juga tidak percaya? Apa kamu menyesal telah mengandung anakku?”
“Ti-tidak Mas, bukan begitu maksudku. Aku cuma kaget saja dengan kehamilan pertamaku ini. Lagian juga ini kan yang kamu impikan selama ini, jadi kenapa aku harus menyesal telah mengandung buah hati kita? Justru aku bahagia loh Mas, nungkin ini adalah jalan Allah untuk kita agar segera bersatu” saut Elsa
“Ya sudah, kamu istirahat dulu. Saat ini keadaanmu juga lagi lemas, jadi jaga anak kita baik-baik. Aku akan segera menikahimu dalam waktu dekat, dan juga aku akan segera membicarakan ini pada Suci beserta keluargaku” ucap Dimas sambil satu tangannya mengelus kepala Elsa dan satunya lagi mengelus perut Elsa yang masih terlihat rata.
Elsa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, namun di dalam hati kecilnya Elsa merasa ada yang janggal dari kehamilannya ini.
“Astaga, kenapa bisa hamil sih!! Dasar bod*doh kau Elsa. Sudah tahu kamu sangat tidak suka dengan suara tangisan anak kecil, tapi sekarang? Kamu malah mengandungnya cih...” gumam Elsa di dalam hatinya.
Di sela-sela Elsa mengoceh tanpa suara, ia teringat dengan sesuatu. Sedangkan Dimas yang sudah selesai dengan pembicaraannya pada Elsa, kemudian kembali mendekati Suci.
“Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan?” tanya Dimas dengan panik.
Sang dokter yang mendengar kata istri pun di buat terkejut, jika istri dari Dimas adalah Suci lalu Elsa siapa? Itulah yang ada di pikiran sang dokter saat ini.
“Ma-maaf Tuan, jika Nyonya ini istri Tuan lalu wanita itu? Apakah adik Tuan? Atau adik dari istri Tuan?” tanya sang dokter yang membuat Dimas kesal.
__ADS_1
Bahwasanya Dimas hanya menanyakan bagaimana keadaan Suci, bukan malah sang dokter yang menjadi kepo dengan urusannya.
“Tugasmu hanyalah memeriksa pasien, bukan mengetahui semua kehidupan pasien mengerti!” tegas Dimas dengan nada marah.
“Ma-maaf Tuan, saya salah. Untuk keadaan Nyonya ini, dia hanya mengalami shock ringan saja kemungkinan sebentar lagi juga akan sadar. Namun jika untuk Nyonya yang satunya, dia harus di rawat beberapa hari di sini karena ia mengalami dehidrasi dan juga janinnya sedikit lemah. Jika besok atau 3 hari ke depan sudah mulai membaik, maka dia akan bisa segera pulang”
Sang dokter menjelaskan semuanya kepada Dimas, dan juga Elsa yang masih melihat ke arah Suci.
“Ckk! Dasar ratu drama, cuma dengar aku hamil saja sampai pingsan begitu. Kenapa, kaget ya? Makanya jadi cewek tuh jangan lemah. Sudah fisiknya lemah, rahim juga ikutan lemah pula haha...” celetuk Elsa di dalam hatinya sambil tersenyum licik.
Tak lama Suci pun tersadar, ia sedikit mengerjapkan matanya dan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Sang dokter yang melihat itu pun segera kembali memeriksa keadaan Suci, untuk memastikan jika semuanya baik-baik saja.
Setelah selesai sang Dokter tersenyum menatap Suci lalu ia berkata, “Nyonya baik-baik saja, dan semuanya pun tidak ada masalah. Mungkin karena Nyonya tadi mengalami shock ringan jadi membuat ia langsung pingsan”
“Syukurlah, kamu baik-baik saja sayang” ucap Dimas sambil mengusap kepala Suci dan mencium keningnya dan seketika pula hati Elsa mulai membara.
“Cihh... Lihat saja nanti kau, Suci! Aku akan membuatmu menderita dan dengan perlahan aku akan membuat Dimas selalu berpihak padaku. Sekarang adalah waktunya permainan di mulai haha..." gumam Elsa di dalam hatinya.
Hati, jiwa dan juga mental Suci sudah sangat hancur. Namun karena kebo*dohan akan cinta tulusnya membuat Suci malah bertahan. Sang dokter pun menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian ia menjelaskan semuanya.
“Ya, benar sekali Nyonya. Saat ini Nyonya Elsa sedang hamil dengan usia kandungan memasuki 1 bulan. Keadaan Nyonya Elsa juga baik begitu pun janinnya, hanya saja ia harus di rawat untuk beberapa hari karena janinnya sedikit lemah”
Suci yang mendengar itu pun berusaha sekuat tenaga menahan air mata yang akan luruh, namun sayangnya ia tidak sekuat itu. Bahkan air matanya sudah berjatuhan membasahi pipinya.
“Alhamdulillah, selamat ya Sa... Mas... Semoga dengan adanya dia di dalam kehidupan kalian bisa membuat kalian sadar. Sadar jika awalan yang di mulai dengan cara tidak baik, pasti hasilnya pun tidak akan baik tapi aku tetap berdoa yang terbaik buat kalian semua”
Suci tersenyum dalam keadaan air mata yang terus menetes itu membuat Dimas langsung memeluknya dan juga meneteskan air mata. Dimas tahu jika ia bersalah, tapi ia tidak bisa mengelak lagi jika ia sangat mencintai kedua wanita di hadapannya.
__ADS_1
Sedangkan sang dokter dan suster segera keluar dari ruangan agar bisa memberi ruang untuk mereka berbicara. Namun tidak dengan Elsa, ia tersenyum bahagia melihat penderitaan yang ada di diri Suci saat ini.
Karena kepintarannya Elsa dalam bersandiwara, akhirnya Elsa terbangun dan mau mendekati Suci. Seketika Suci mengangkat tangannya sedikit untuk memberikan aba-aba agar Elsa tidak turun dari ranjangnya.
“Maafkan aku jika aku selalu menyakitimu, tapi aku sudah tidak bisa lagi menyembunyikan ini semua. Apa lagi saat ini Elsa telah mengandung anakku, dan aku tidak bisa jika harus melepaskan salah satu dari kalian” ucap Dimas sambil memeluk Suci.
Suci tetap tersenyum di atas penderitaannya sendiri, lalu ia mencoba untuk melepaskan pelukan Dimas.
“Sudahlah Mas, nasi sudah menjadi bubur jadi tidak akan bisa kembali menjadi nasi atau pun beras. Nikmati saja apa yang sudah Allah berikan, aku ikhlas menerima semua ini. Mungkin dengan adanya anak itu rumah tangga kita bisa jauh lebih baik lagi kedepannya” ucap Suci.
“Mbak hiks... Maafkan aku karena telah mengkhianati persahabatan kita, maaf hiks... Aku menyesal, bagaimana jika anak ini sudah lahir lalu aku titipkan pada kalian dan aku segera pergi dari kehidupan kalian hiks... Aku malu Mbak hiks...” ujar si tukang drama, yang tidak lain tidak bukan adalah Elsa.
Dimas yang mendengar itu pun langsung menatap Elsa, dan segera mendekatinya sambil membuatnya tenang.
“Tidak... Kalian tidak boleh ada yang pergi dariku, mau Suci atau pun Elsa. Kalian tetap akan menjadi istriku, aku tidak mau kehilangan salah satu dari kalian” ucap Dimas sambil mengelus kepala Elsa yang sudah menangis tidak karuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
__ADS_1
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻