
“Lalu kamu, Bi! Jika kamu masih ingin bekerja di sini, maka jangan pernah ikut campur urusan kami bahkan sampai mengadu kepada Dimas atau pun suamiku, paham!!!” ancam Mamah Mita yang membuat Bi Tin terdiam tak berkutik selain mencoba membuat Suci agar merasa tenang.
“Dahlah, Mah. Mending kita makan di luar saja sekalian jalan-jalan mumpung aku tidak ada kelas kuliah hari ini. Dari pada di rumah gerah, panas melihat pemandangan di depan kita yang selalu menguras tenaga serta emosi saja” sindir Vina.
“Benar juga, lagian buat apa kita meladeni dia seperti ini. Pasti juga sebentar lagi akan mengadu sama suaminya, jika itu sampai terjadi maka aku akan pastikan rumah tangga kalian akan hancur seketika” ancam Mamah Mita dengan keseriusannya.
Vita langsung menggandeng tangan sang Mamah untuk membawanya pergi dari sana agar bisa bersiap-siap untuk pergi mencari kesenangan.
Bi Tin dan Suci hanya bisa saling memeluk satu sama lain sambil menangis menumpahkan rasa kesedihan nereka bersama-sama. Namun Bi Tin yang melihat darah di tangan Suci semakin banyak membuat ia langsung membantu Suci untuk duduk di kursi, kemudian Bi Tin sedikit berlari mencari tempat P3K.
Lalu, dengan perlahan Bi Tin mengobati tangan Suci penuh kehati-hatian hingga membuatnya sampai selalu meniup-niupkan lukanya Suci agar tidak terlalu perih. Meskipun lukanya tidak cukup lebar, tapi sangat dalam.
Bahkan saat di obati pun belingnya masih setia menancap di tangan Suci, jadi Bi Tin harus berhati-hati untuk melepaskannya. Bi Tin bisa merasakan betapa sakitnya tangan Suci saat ini tapi yang Bi Tin heran, kenapa Suci tidak menjerit bahkan meringis kesakitan? Dia hanya terus menatap lurus sambil menangis.
Kemudian, Bi Tin sadar jika rasa sakit fisik tidaklah sebanding dengan rasa sakit yang ada di dalam hati Suci saat ini. Bi Tin yang memang tidak memiliki ikatan darah kepada Suci, tapi dia sudah menganggap Suci sebagai anaknya jadi apa yang Suci rasakan Bi Tin selalu bisa ikut merasakan apa lagi perlakuan mereka benar-benar sudah keterlaluan.
Tapi, apalah daya. Bi Tin hanya seorang pembantu, jika ia melawan maka ia harus siap kehilangan pekerjaannya yang cukup lama ini. Apa lagi Bi Tin tidak memiliki keluarga satu pun jadi ia masih mikir berulang kali untuk melawan majikannya.
Saat sudah selesai di obati, Bi Tin segera membawa Suci untuk beristirahat di kamarnya agar bisa menenangkan dirinya yang saat ini terlihat sangat menyedihkan. Suci masih terdiam seribu bahasa tanpa berbicara sedikit pun kepada Bi Tin. Dia hanya mengucapkan terima kasih saja untuk berulang kali.
Kemudian, Bi Tin kembali ke ruang makan untuk membereskan pecahan beling serta darah Suci yang berceceran di lantai. Suci berdiam diri di kamar sambil duduk berselonjoran di atas kasur sambil tetap menatap lurus ke depan dengan air mata yang selalu menetes tanpa henti.
“Apa aku harus meninggalkan Mas Dimas demi membuat mereka semua bahagia? Ataukah aku harus mencarikan Mas Dimas istri agar bisa memberikannya anak? Tapi, apa aku sudah siap menerima itu semua? Jika harus di madu atau pun seandainya harus berpisah dengannya ?” ucap Suci di dalam hatinya sambil berpikir keras.
“Mas, hiks... Maafkan Suci jika Suci belum bisa menjadi istri yang sempurna untukmu, dan Suci belum bisa membahagiakan semua yang ada di sini. Jika memang kehadiran Suci membuat mereka merasa tidak bahagia, apa harus Suci pergi dari sini tanpa sepengetahuan kalian?” gumam Suci.
Suci hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan ini, sehingga dia tidak tahu harus seperti apa lagi menghadapi semua ini. Terkadang dia sering berpikir untuk menyerah, namun cintanya kepada Dimas yang membuatnya bisa bertahan sampai detik ini.
Apa lagi Suci tahu jika Dimas benar-benar sangat mencintainya, maka jika ia tiba-tiba pergi begitu saja bisa membuat Dimas seketika hancur. Suci tidak mau sampai itu terjadi, makanya dia rela terus menerus mendapatkan cacian dan makian serta perlakuan kasar dari Mamah Mita atau pun Vina.
Tapi ada satu ide yang membuat Suci harus benar-benar matang untuk mengambil keputusan ini. Suci ingin jika Dimas bisa mendapatkan keturunan dan membuat keluarga ini bahagia, maka Suci harus rela di madu atau pun berbagi suami. Mungkin dengan ini, siapa tahu keluarga Dimas kembali baik kepadanya seperti saat awal pernikahan.
...*...
...*...
Di kantor Mashar
Ruangan meeting...
Dimas baru saja selesai dari meeting pentingnya, yang harus membuatnya rela terburu-buru mengejar waktu.
__ADS_1
“Alhamdulillah, akhirnya selesai juga” ucap Dimas dengan sangat pelan sambil duduk menyender di kursinya.
“Untung saja, Tuan bisa datang tepat pada waktunya. Jika tidak, aduh... Mumet pala ini rasanya ingin pecah. Apa lagi klien kita yang ini bawel banget. Tapi jika kita menolaknya maka perusahaan pastinya akan tercoreng jelek nanti di berita, jadi mau tidak mau aku sebagai orang kepercayaan Tuan harus bisa bersikap sebaik mungkin, bukan begitu Tuan Dimas?” ucap Dion.
“Hem...” saut Dimas hanya dengan deheman saja.
“Sepertinya gunung es kembali membeku” gumam Dion sangat pelan yang masih bisa di dengar oleh Dimas.
“Apa kamu bilang tadi?” tanya Dimas sambil menatapnya dengan wajah datarnya.
Geeeerrrr !...
Seketika tubuh Dion pun menjadi sangat merinding saat melihat tatapan Dimas yang begitu menyeramkan.
“Hehe... pissss canda doang kok, yaelah jangan baper napa. Dari pada baper mending kita makan siang yuk, laper nih...” saut Dion yang mencoba mengalihkan topik.
“Makan sana sendiri, aku mau pulang ketemu istri tercintaku. Belum pernah kan ngerasin bagaimana rasanya kangen sama seorang istri? Bahkan jika tidak melihatnya seharian saja rasanya hati ini begitu rapuh” ucap Dimas dengan memanas-manasi Dion.
“Yaelah, timbang kangen doang saya juga pernah kali Tuan. Bahkan saya juga pernah pacaran kali, jadi tahu bagaimana rasanya kangen” jawab Dion degan wajh sedikit kesal.
“Jangan salah, istri dengan kekasih berbeda loh. Belum pernah kan ngerasain sakit di suapin, tidur di mainjain, mandi di mandiin, berangkat kerja selalu mencium kening istri, belum lagi kalau lagi pengen tinggal bilang sayang main yuk, selesai. Coba kalau kekasih, sayang main yuk? Pasti artinya berbeda bukan? Hahaha...” ejek Dimas yang semakin membuat Dion kesal terhadapnya.
“Yakkkkk... Stop memanas-manasiku! Lihat saja nanti jika aku sudah mendapatkan istri maka aku akan lakukan siaran langsung sekalian untuk menunjukkan padamu jika aku jauh lebih tangguh dan kuat ketimbang dirimu Tuan Dimas yang terhormat!!” saut Dion dengan menekankan kata-katanya menatap ke arah Dimas.
“Yaaakkk... Dasar bos menyebalkan, awas saja nanti. Akan aku pastikan jika aku punya istri maka aku akan kembali mengejek dirimu seperti yang kau lakukan padaku” teriak Dion dari dalam ruangan sambil berjalan keluar mengejar Dimas.
Para mata memandang aneh terhadap Dimas yang begitu ceria, bahkan membuat para wanita yang melihatnya merasa sangat kagum. Namun saat Dimas sadar jika dia sudah berlebihan menunjukkan senyumannya itu, seketika kembali memasang wajah datarnya. Sedangkan Dion memasang wajah merah penuh kekesalan sambil berjalan di samping Dimas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
__ADS_1
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Ohh... Author juga ingin mengenalkan karya baru Author nih... 🤭🤭🤭
Semoga kalian menyukainya ya dan mohon dukungannya... 😇😇😇
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua ya guy... 😆😆😆
*
BLURB :
Sesilia Amanda Putri adalah seorang gadis yang bekerja sebagai pemandu karaoke di BAR Dragon Fly dengan usia 23 tahun.
Atas kejadian beberapa tahun lalu saat kelulusan sekolah, membuat Sesil memiliki dendam tersumbat kepada teman sekelasnya yang telah menjebaknya.
Sesil berjanji kepada dirinya sendiri untuk membalaskan rasa sakit yang telat melekat di dalam dirinya dengan menghancurkan rumah tangga temannya.
Menurutnya, sakit harus di balas dengan sakit. Bahkan jika bisa, ia juga mau temannya itu harus hancur sehancur-hancurnya biar sedikit mengobati luka yang telah diukirnya di dalam hati Sesil.
Jadi, balas dendam apakah yang akan Sesil rencanakan kepada teman sekelasnya itu?
Dan penjebakan apakah yang di lakukan teman sekelasnya kepada Sesil, sehingga ia bisa memiliki dendam yang sangat dalam kepadanya?
Mari kita simak ceritanya di episode berikut ini...
Jangan lupa like, komen dan favoritenya ya guys.
Ettts, awas jangan sampai ketinggalan votenya hihi...
__ADS_1