Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Tante Reni Memang Benar


__ADS_3

Tanpa aba-abang Dimas langsung mengulim benda cerry tersebut dan membuat Elsa benar-benar merasakan hasratnya untuk bercinta dengan Dimas sudah terkabut. Kini saatnya Elsa membuat Dimas menjadi candu dan tidak akan melepaskannya.


“Huhhhh... hempp... Enak Tuan rrghhh... terushhh...” ucap Elsa saat merasakan buat cerrynya si sedot kuat oleh Dimas sambil ia menggerakkan pinggulnya.


“Ayooo cepat Elsa...rgghh... Aku sudsh tidak tahan lagihh huhh...” saut Dimas yang sudah memegang pinggul Elsa dengan kedua tangannya dan membantunya agar lebih cepat.


Elsa hanya mengikuti apa yang Dimas mau karena rasanya benar-benar membuat keduanya candu. Tanpa Elsa ketahui kini Dimas sudah melepaskan lahar putihnya bersamaan dengan Elsa di dalam goa tersebut. Saat Elsa menarik nafas tanpa mencabut benda tumpul itu, Dimas lagi-lagi menyerbu Elsa dengan membuat Elsa tertidur di atas ranjang.


Dimas kembali menghantam Elsa dengan beberapa hentakan, sampai membuat satu kaki Elsa di angkat ke atas agar membuat gaya baru. Dimas lalu membalikkan tubuh Elsa dan menyuruhnya untuk sedikit menungging, lalu Dimas menghantamnya dari belakang sambil memukul-mukul bokong Elsa.


“Rrrghhhh... Tuann hempp... Enakkhhh huhh... yes... Fasterr arrghhh...” suara cantik Elsa membuat Dimas semakin candu.


Entah kenapa Dimas merasakan hal yang sangat berbeda dari biasanya saat ia berhubungan dengan Suci. Gaya-gaya yang Dimas lakukan dengan Suci kini ia lakukan dengan Elsa, bahkan lebih dari apa yang Dimas dan Suci lakukan. Lalu mereka telah sama-sama puas dan terjatuh di ranjang penuh keringat serta cairan lahar dimana-mana.


Bahkan ranjang pun sudah sangat berantakan akibat ulah malam panas mereka. Kini saatnya mereka untuk memasuki dunia alam mimpi mereka sehingga membuat keduanya tanpa sadar tertidur dengan keadaan toples.


...*...


...*...


Jam 2 dini hari, Suci terbangun akibat mimpi buruknya.


“Astaghfirullah, mimpi apa itu? Kenapa perasaanku tidak enak ya, dan kenapa juga aku sampai mimpi seperti itu?” gumam Suci sambil duduk di atas kasur dengan nafas yang memburu.


Sampai seketika ia melihat ponselnya untuk mengecek jam. Mata Suci berubah menjadi besar saat ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, bahkan tidak ada Dimas di sampingnya. Lalu Suci melihat notif dari Dimas dan membacanya.


“Ternyata Mas Dimas tidak pulang karena pekerjaannya sangat numpuk, tapi kenapa aku mimpi kalau dia sedang bersama dengan wanita lain?”


“Lalu, siapa wanita itu? Wajahnya tidak terlihat sangat jelas, tapi bisa aku lihat jika mereka seperti bahagia. Apa jangan-jangan ini pertanda kalau sebentar lagi posisiku akan tergantikan dengan wanita lagi?”


“Astaghfirullah, mana mungkin Suci. Mas Dimas itu sangat mencintaimu, dia tidak akan tega mengkhianatimu. Kalau pun dia memiliki wanita lain, itu karena kamu sudah mengizinkannya. Cuma kan aku belum bisa membagi hak itu kepada wanita lain karena itu pasti rasanya akan terasa sakit”


“Saat orang yang kita cintai dibagi dengan orang lain, maka rasa sakit itu berkali-kali lipat melebihi rasa sakit orang yang sedang patah hati. Tapi aku juga harus ingat kalau aku tidak bisa memberikannya kebahagiaan. Lalu, buat apa aku egois seperti ini”


“Mas Dimas berhak bahagia bahkan memiliki keturunan, jadi aku tidak perlu seegois itu. Lagian, kalau Mas Dimas menikah lagi juga dia pasti akan adil kepadaku. Jadi harusnya tidak apa-apa jika aku mengizinkannya untuk menikah lagi. Mungkin dengan begitu hubunganku dengan Mamah akan semakin membaik kan...”

__ADS_1


Suci mengoceh dengan dirinya sendiri sambil tak terasa kembali meneteskan air mata, namun Suci berusaha kuat. Mungkin sudah jalannya seperti ini, jadi mau tidak mau Suci harus siap menerima semuanya. Namun jika ia sudah sangat lelah, maka Suci teringat dengan ucapan Jeng Reni saat di dalam toilet.


...*...


...*...


Flashback Suci bersama Jeng Reni


Saat itu mereka sedang saling berpelukan dan menangis bersama. Setelah semuanya selesai, Jeng Reni meraup wajah Suci dengan begitu lembut.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan sangat mendalam, bahkan bekas air mata pun masih berada ke dua mata mereka. Hingga akhirnya Jeng Reni membuka suara lebih dulu.


“Kamu adalah wanita yang kuat, Suci! Ayo bangkit, kamu pasti bisa. Tidak ada di dunia ini yang sempurna, semua orang masing-masing memiliki kekurangan. Tapi jangan jadikan alasan itu untuk kamu berdiam diri seperti ini”


“Lawan apa yang membuatmu sakit, jangan diam saja! Harga dirimu jauh lebih penting dari apa pun, jangan mau harga dirimu terus di injak-injak seperti ini”


“Pertahankan apa yang membuatmu bahagia, dan lepaskan apa pun yang membuatmu terasa sakit. Jangan memaksakan dirimu untuk tetap menerima semuanya, meskipun hatimu sendiri menolak keras untuk menerimanya”


“Ikuti kata hatimu, jangan ikuti kata nafsumu. Kehidupan kita akan terus berjalan jadi manfaatkan dengan baik. Carilah kebahagiaan yang mana dirimu bisa dihargai, dan lepaskan apa yang membuat harga dirimu hancur”


“Ingat! Wanita memang di ciptakan sebagai makhluk Tuhan yang sangat lemah, tetapi tidak menutup kemungkinan wanita bisa menjadi kuat dari apa yang kita tidak bisa bayangkan”


“Tapi, cobalah untuk melawan semuanya demi menyelamatkan harga dirimu sebagai seorang wanita. Sama dengan halnya perjuangan Ibu Kartini, dia melawan semua orang demi mengangkat derajat wanita dan memuliakan harga diri wanita untuk jauh lebih baik dan tidak gampang di pandang remeh dengan para laki-laki”


“Aku yakin, kamu bisa melewati ini semua. Kamu adalaj wanita kuat, Suci! Ayo bangun, bangkit. Aku akan selalu membelamu, meskipun aku harus melawan sahabatku sendiri karena aku hanya berpihak pada kebenaran bukanlah pada persahabatan yang mana sahabatku sendiri begitu tega memperlakukan menantunya seperti ini”


“Jika kamu butuh apa-apa langsung hubungi aku, maka aku akan segera menolongmu dan menjadi tameng untuk kamu melanjutkan hidupmu meskipun tanpa mereka. Tidak ada suami yang membiarkan istrinya tersakati oleh Ibunya sendiri, jika dia benar-benar mencintaimu maka dia tidak kan pernah bisa melihatmu seperti ini”


“Dia akan memilih jalannya sendiri demi kebahagiaan keluarga kecilnya, bukan malah seolah-olah tidak mau melawan Ibunya hanya karena dia sebagai Ibu kandungnya. Jika dia berpihak pada Ibunya, buat apa dia menikahi kamu? Memang apa sih tugas suami? Kenapa dia hanya berdiam diri seperti ini? Aku saja sebagai orang lain yang melihat kamu di perlakukan seperti itu saja marah, tapi mertuamu?”


“Dia seolah-olah berusaha keras untuk membuatmu salah di mata siapa pun agar dengan mudahnya dia memecah belah antara kamu dan suamimu. Lalu apa yang kamu dapatkan jika terus lemah seperti ini? Kebahagian? Oh... Tentu tidak Suci!”


“Jika kamu berdiam diri seperti ini, maka hidupmu selamanya akan seperti di dalam sebuah penjara yang mana kamu tidak bisa lepas. Jika dirimu sendiri tidak melawan semua itu, lalu siapa lagi?”


“Meskipun kamu tidak bisa memberikan mereka keturunan, tetapi masih banyak cara yang kalian lakukan. Semua ini tidak harus sampai membuat suamimu menikah lagi seperti apa yang mertuamu inginkan”

__ADS_1


“Kalian bisa mengadopsi anak yang kurang kasih sayang, kalian bisa meminjam rahim dengan wanita yang benar-benar ikhlas membantu kalian, atau kalian bisa melakukan pengobatan di luar negeri siapa tahu rezekimu ada di sana kan... Jadi jangan berfokus pada pernikahan lainnya yang mana itu akan membuatmu semakin sakit Suci, please... Ikuti kata hatimu, jangan seolah-olah kamu cuma bisa menerima semua caci dan makian itu”


“Aku sebagai perempuan sakit loh liat kamu diperlakukan seperti itu sama mertuamu sendiri. Seharusnya dia menjaga privasi keluarganya, bukan malah mengungkapkan aib menantunya seperti itu. Tapi semua balik lagi ke kamu, aku hanya bisa menasihatimu. Selebihnya semua keputusan ada ditanganmu”


“Jika kamu mau seperti ini yang terus-terusan dianggap lemah ya silakan, tetapi jika kamu mau bangkit aku akan sangat senang. Apa pun keputusanmu aku akan terima, dan jika kamu memerlukan teman untuk membagi cerita maka aku siap mendengar keluhan kamu yang sudah seperti anakku sendiri”


Jeng Reni mencoba memberi semangat kepada Suci agar ia tidak lagi menjadi wanita yang lemah karena terus terusan di tindas oleh keluarga suaminya, dan hanya bisa menerima tanpa melawannya. Di situ Suci berpikir jika apa yang di katakan Jeng Reni memang ada benarnya, dia tidak boleh selemah ini.


Bahkan kalau memang Dimas benar-benar mencintainya, maka dia akan membela Suci dan melawan Ibunya sendiri. Namun pada kenyataannya, Dimas hanya berani berucap tanpa berani melakukan tindakan.


“Apa yang di katakan Tante Reni memang benar, aku tidak boleh lemah seperti ini karena pasti Mamah akan seenaknya bersikap padaku. Lagian aku melawan juga bukan berarti aku tidak menghormatinya sebagai orang tua, melainkan aku melawan karena demi menyelamatkan harga diriku”


“Lagian jika aku tidak memiliki anak, apakah semua itu salahku? Tidak kan, semua sudah ketetapan Allah. Lagian banyak cara untuk memiliki anak. Kami masih bisa mengadopsi atau pun meminjam rahim seseorang yang dengan ikhlas membantu kami tanpa harus adanya pernikahan kedua”


“Tapi kenapa rasanya sangat berat untuk melangkahkan kaki agar bisa bangkit. Aku memang sudah mulai ikhlas jika Mas Dimas menikah lagi, tapi aku juga tidak mau jika nantinya istri Mas Dimas tidak bisa membagi haknya denganku. Sedangkan aku ikhlas membagi hakku dengannya”


“Astaghfirullah, kenapa rasanya pusing banget ya kepalaku. Ini benar-benar sangat berat untuk aku jalani sendirian, semoga saja aku bisa lebih kuat menerima semua cobaan-Mu ini ya Rab... amin...”


Suci berbicara sambil mengingat semua perkataan Jeng Reni, yang malah membuat hatinya seakan-akan bimbang harus bagaimana lagi. Lalu seketika Suci langsung pergi ke kamar mandi dengan mengambil wudhu untuk membuat hati serta pikirannya sedikit tenang. Dia langsung Shalat tahajud untuk meminta pertunjuk dari Yang Maha Kuasa agar ia tahu jalan manakah yang harus di pilih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2