Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Bercerai dari Saudari Dimas


__ADS_3

Bunda Reni yang sudah sangat geram ingin sekali menyuarakan suaranya, tetapi Ayah Al selalu menahannya karena ini bukan urusan mereka. Ayah Al ingin melihat Suci sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya. Bukan berarti Ayah Al tidak mau membela Suci, hanya saja ia mau Suci bisa lebih tegas dalam membela harga dirinya sendiri.


Suci yang mendengar perkataan Dimas dan Elsa itu pun langsung menghapus semua air matanya dan berbalik menatap mereka. Suci jalan mendekati Elsa dan juga Dimas, lalu Suci bertepuk tangan sambil mengelilingi mereka dengan wajah senyumnya.


Prokk...


Prookk...


Proookkk...


“Hebat... hebat... salut saya sama kalian berdua, ternyata benar ya kalian itu adalah pasangan yang sangat cocok. Selingkuh? Itu hanya untuk orang-orang yang tidak memiliki hati seperti kalian saja, tapi aku selingkuh? hahh... aku saja menjalankan hubungan setelah kau menceraikanku"


"Meskipun baru cerai secara perkataan, cuma itu udah jatuh talak di dalam agama. Jadi aku cuma perlu menyelesaikannya secara hukum agar kita benar-benar pisah sesuai hukum agama dan negara. Habis itu aku bebas mau menjalankan hubungan dengan siapa saja, setelah masa idahku selesai”


“Tunggu saja nanti, akan aku buktikan pada kalian semua jika aku akan jauh, jauh... lebih bahagia dari kalian. Aku juga akan memperlihatkan siapa wanita murahan dan siapa wanita yang berkelas dan elegan"


“Oh iya... tadi kau bilang apa Sa? Aku menyakitinya? Uluhh... uluhh... memang benar Mas, sakitkah rasanya? Aduhh kasihan... tapi ini belum seberapa loh rasa sakitnya, bahkan rasa sakitnya tak sebanding dengan apa yang sudah aku rasakan selama ini loh..."


"Kalian tunggu saja karena waktu yang akan menjawab semuanya, serta memperlihatkan sebaik apakah istri yang saat ini kau pilih itu Dimas. Jadi bersiaplah untuk menerima kenyataan yang lebih menyakitkan nantinya”


“Sepertinya aku sudah terlalu banyak mengoceh di sini ya, mendingan lebih baik kita selesaikan semua ini di dalam saja. Lagian juga di sini sangat panas, kasihan kalau calon suamiku dan mertuaku harus berada di bawah teriknya matahari"


"Jadi saya pamit... terima kasih telah memberikanku pelajaran kalau persahabatan tidak selamanya harus berbagi apa pun! Ayo... Bunda, Ayah, Mas Arsya... kita masuk sekarang yuk...”


Suci berjalan beriringan bersama calon keluarganya memasuki gedung, Bunda Reni yang bisa merasakan hati Suci kini langsung merangkulnya sambil berjalan. Suci yang melihat itu pun langsung runtuh air matanya dan memeluknya.


Bunda Reni merangkulnya sambil mencoba untuk menenangkan Suci, agar ia bisa lebih kuat menghadapi semuanya. Apa lagi Suci hanya tinggal selangkah lagi menuju kebahagiaannya.


“Aaaaaarrrrrgggggghhh...” teriak Dimas sangat kencang penuh frustrasi yang membuat Suci dan yang lainnya menoleh ke arah Dimas, lalu mereka kembali berjalan menuju ruangan persidangan.


“Ckk... apaan sih nih orang bikin malu aja, mana semua orang pada ngeliatin ke sini lagi” gumam Elsa dengan tatapan kesal.


“Bagaimana Dim, hancur? Itulah yang Suci rasakan saat kamu lebih memilih dia. Kemungkinan sebentar lagi apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai. Jadi selamat menikmatinya, semoga di saat semua terjadi nanti kau bisa lebih kuat dari Suci” ucap Papah Angga yang pergi memasuki gedung.


“Apa ini yang namanya karma karena aku telah menyia-nyiakan Suci?” gumam Dimas dengan lirih yang membuat Elsa yang tadinya menatap kesal ke arah Papah Angga, kini langsung menoleh ke arah Dimas yang menatap lurus ke depan.

__ADS_1


“Sudahlah Mas lupakan semuanya, sekarang kita masuk ke dalam biarkan Mamah dan Baby Diva di dalam mobil kasihan mereka... setelah persidangan selesai, kan kita bisa jalan-jalan keluar negeri agar bisa membuatmu melupakan semuanya” ucap Elsa.


“Ta-tapi Saa... a-aku belum mau bercerai dengan Suci seperti ini, aku masih sangat mencintainya...” ucap Dimas dengan mata berkaca-kaca.


“Aku tahu itu Mas, tapi lihatlah dia sekarang? Dia itu bukan Suci yang kita kenal, dia terlalu sombong dan angkuh saat menemukan mangsa baru yang kaya sepertimu. Tapi lihatlah nanti, saat suaminya bangkrut pasti dia akan merengek meminta balikan denganmu”


“Jadi percayalah Mas, orang seperti mereka tidak akan bisa hidup bahagia. Tinggal kita lihat saja kedepannya bagaimana, karena aku yakin calon suaminya itu pasti banyak memiliki wanita lain di luar sana. Apa lagi dia itu tampan dan kaya kan..."


"Jadi kita tunggu saja seperti apa yang Suci katakan, dia yang akan hancur atau malah kita yang hancur” Elsa berusaha memberikan hasutan kecil kepada Dimas agar segera menyelesaikan urusannya dengan Suci, supaya ia bisa menguasai Dimas seluruhnya dan bisa menikmati hidup penuh dengan kemewahan.


“Baiklah, mungkin ini sudah jalannya. Aku juga sudah memiliki istri dan anak, jadi aku akan melepaskannya serta kembali fokus dengan pekerjaanku agar aku bisa terus membahagiakan kalian berdua” ucap Dimas sambil menatap Elsa.


Lalu mereka berjalan memasuki gedung menuju ruangan persidangan. Sesampainya di sana, semua sudah terduduk rapi di kursinya masing-masing. Bahkan Dimas melirik ke arah Suci yang ada di dalam pelukan Bunda Reni.


“Pasti saat ini kamu bahagia banget ya, saat bisa memeluk mertuamu seperti itu. Sedangkan Mamah tidak bisa memberikan kehangatan kasih sayangnya padamu, jadi wajah saja jika kamu memilih mereka”


“Tapi kenapa kamu harus menangis Suci? Apa kamu belum siap berpisah denganku? Kalau memang iya, kenapa kamu bersikeras untuk berpisah denganku seperti ini yang pada akhirnya hanya membuatmu hancur dan sakit?”


“Kenapa tidak kita coba untuk kembali serta memperbaiki semuanya? Apakah semua itu karena Tuan Arsya yang sudah memaksamu untuk menikah dengannya? Tapi kan kamu bisa bilang sama aku dan aku pasti akan menolongmu darinya”


“Jika kamu sudah tidak kuat dengan perlakuannya yang kasar, tenang saja Suci... pintu hatiku akan selalu terbuka lebar untukmu kembali ke sisiku...” Dimas berbicara di dalam hatinya sambil matanya tak henti-hentinya memandangi Suci yang membuat Arsya dan juga Elsa sangat kesal.


Arsya memberikan kode mata kepada Ayah Al untuk berganti tempat duduk, dan Ayah Al untungnya cepat tanggap sehingga mereka bergantiannya. Lalu Arsya duduk sedikit membungkukkan badannya untuk menutupi Suci dari pandangan mata Dimas.


Ayah Al yang melihat tindakannya putra semata wayangnya itu tersenyum kecil, karena ia tahu jika Arsya memang sudah benar-benar bisa melupakan masa lalunya dan sekarang dia kembali mencintai wanita lain yaitu Suci.


“Mas kenapa melihat ke arah Suci mulu, Mas belum siap bercerai dengannya?” tanya Elsa yang membuat Dimas menggenggam kepalanya.


“Aku sudah siap, demi kamu dan Baby Diva. Jadi setelah ini kita bisa hidup bahagia bersama” tegas Dimas yang membuat Elsa tersenyum


Sudah 10 menit mereka menunggu di ruangan persidangan dengan keadaan Suci yang sudah lebih tenang dan tak lama hakim beserta yang lain memasuki ruangan yang membuat semuanya berdiri untuk memberikan penghormatan pada mereka. Saat hakim menempati tempat duduknya, membuat semuanya juga kembali duduk.


“Baiklah pada hadirin semuanya, sidang saya buka...” ucap sang hakim sambil mengetuk palunya sebanyak 3 kali.


Lalu jaksa yang lainnya mempersilakan penggugat dan tergugat untuk duduk di kursi tepat di depan hakim. Kemudian sang hakim mempersilakan pengacara kepercayaan dari keluarga Arsya yang mewakili Suci untuk menjelaskan penggugatannya. Setelah selesai waktunya dari pengacara Dimas yang menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Sidang berjalan selama kurang lebih 1 jam karena di sini keduanya hanya menjawab pertanyaan tanpa memberikan tuntutan yang akan memberatkan kedua pihak. Bahkan keduanya tidak melakukan pembantahan agar sidang segera selesai. Meskipun Suci terlihat sangat kuat, namun air matanya selalu menetes seperti mewakili hatinya yang begitu sakit dan hancur.


“Bagaimana saudara Suci Permata Sari, apakah anda sudah benar-benar siap dan juga matang untuk bercerai dari saudari Dimas Hartawan?” tanya sang hakim sambil menatap Suci.


Suci menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya sebentar dan kembali membuka matanya kembali sambil menatap wajah sang hakim.


“Saya Suci Permata Sari telah siap bercerai dengan Dimas Hartawan” ujar Suci penuh ketegasan yang membuat Dimas menoleh ke arahnya.


Kemudian sang hakim menatap Dimas dan menanyakan hal yang sama sehingga membuat Dimas langsung menoleh dan menatap sang hakim.


“Saya Dimas Hartawan telah siap bercerai dengan Suci Permata Sari” tegas Dimas yang membuat salah satu wanita tersenyum penuh kemenangan, siapa lagi kalau bukan si kunyuk satu itu Elsa.


“Yeees... akhirnya mereka pisah juga hihi... selamat menikmati hidup baru Elsa, dan selamat menikmati kehancuranmu Suci... hahah... Aku yakin suamimu itu kelihatannya saja polos, sok dingin, sok cuek tapi di belakangmu dia sebenarnya pawang dari segala pawang wanita yang kesepian haha...”


“Paling juga kalian tidak akan jadi menikah, dia hanya ingin menjadikanmu simpanan atau mainan dan bukanlah seorang istri. Tapi jika kalian jadi menikah ya silahkan saja toh Suci akan bersanding dengan wanita-wanitanya dan itu akan membuatku sangat bahagia melihat dia hancur sehancur-hancurnya hahaha...”


Elsa berceloteh di dalam hatinya dengan sangat bahagia, sedangkan Papah Angga pun tersenyum karena ia telah selesai menjaga Suci dari bahaya di sekelilingnya. Jadi tugasnya saat ini hanyalah mengantarkan Suci ke depan pintu kebahagiaannya bersama Arsya.


Setelah melakukan hal itu, maka di saat itulah tugas Papah Angga benar-benar telah selesai dengan tuntas tanpa merasa berhutang kesalahan apa pun atas keluarganya yang tak henti-hentinya selalu menyakiti Suci selama dia masih menjadi istrinya Dimas dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2