Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Flashback End


__ADS_3

“Enggak mungkin, pasti ini salah. Hei... Cewek mandul, bilang sama kita semua kalau sumber masalah ini semua ada pada diri lu sendiri. Jangan bikin Mamah sedih deh, dan jangan merasa senang sudah di bela mati-matian sama Papah dan juga Abang” saut Vina dengan kesal.


“Viiinnnaaa...” teriak Papah Angga dan Dimas bersamaan sambil menatap tajam ke arah Vina yang mana Vina hanya bisa menatap acuh tanpa merasa bersalah sedikit pun.


“Pah, Mas. Sudah tidak apa-apa, apa yang di katakan Vina benar kok. Di sini yang bermasalah sebenarnya Suci, dan apa yang di katakan Mas Dimas tadi adalah kebohongan jadi sumber masalah itu terletak pada rahim Suci yang sangat lemah. Dokter bilang jika besar kemungkinan Suci akan hamil sangatlah sulit hanya ada peluang sebesar 5% yang mana itu akan sangat sulit untuk mereka melakukan berbagai cara agar bisa membuat Suci mengandung anak dari Mas Dimas. Bahkan Dokter menyarankan Suci untuk berobat di luar negeri karena menurut dokter alat atau metode di sana jauh lebih baik dari pada di Indonesia” ucap Suci dengan keadaan setenang mungkin.


“Sayang, apaan sih. Di sini aku yang salah ya, aku yang mandul bukan kamu. Jadi stop mengada-ngada cerita bohong ini” saut Dimas yang mencoba memberi kode kepada Suci agar menarik kembali kata-katanya.


“Tidak, Mas. Tidak baik berbohong kepada orang tua bahkan keluarga sendiri. Sudah tidak apa-apa kok, Suci ikhlas menerimanya karena ini pertanda bahwa Allah sangat menyayangi Suci. Jika Allah tidak sayang, tidak mungkin Allah memberikan cobaan sebesar ini untuk Suci hadapi sendiri” saut Suci sambil tersenyum


“Tidak, kamu tidak sendiri sayang. Aku janji kalau aku akan selalu berada di sampingmu kapan pun, dimana pun, dan dalam keadaan apa pun paham! Jadi jangan sekali-kali berpikir seperti itu, aku sangat membencinya. Intinya kita harus hadapi semua ini dengan bersama-sama” tegas Dimas yang membuat Suci semakin tersenyum lebar sambil air matanya terus menetes.


Papah Angga yang melihat besarnya cinta mereka berdua menjadi sangat terharu, bahkan matanya pun sudah mulai berkaca-kaca. Jauh di dalam lubuk hati kecil Papah Angga, dia berharap serta mendoakan untuk hubungan Dimas dan Suci supaya bisa jauh lebih baik kedepannya sehingga mereka bisa terus bersama-sama sampai maut yang akan memisahkan mereka.


“Bener kan Mah, apa yang aku katakan sebelumnya? Dia memang sumber masalah untuk kita semua lihat saja, karena dia Abang jadi tidak akan bisa memiliki keturunan dan tidak bisa memberikan Mamah cucu yang lucu” hasut Vina.


“Dek, tolong jangan buat suasana semakin panas ya. Abang cape dengan semua masalah ini, jadi Abang mohon jangan menambah masalah baru lagi” ucap Dimas dengan kesal.


“Sudah aku duga, ternyata benar. Memang dia sumber masalah di keluarga ini, buat apa kamu masih mempertahankan dia kalau nyatanya dia tidak bisa memberikanmu anak. Lebih baik kau ceraikan Suci sekarang juga!!” ucap Mamah Mita dengan penuh rasa kekecewaan.


Semua yang ada di sana seketika terkejut tak percaya dengan kalimat yang di ucapkan Mamah Mita.


“Mamah...!!! Kenapa Mamah berkata seperti itu, hah! Sampai kapan pun Dimas tidak akan pernah menceraikan Suci” bentak Dimas kembali.


“Apa Mamah sudah gila, hah!! Ini pernikahan bukan lelucon yang ketika kita mengetahui kekurangan pasangan kita, maka bisa segampang itu mengatakan kata cerai. Mamah kalau mau ngomong lebih baik di pikir dulu deh, apakah kata-kata Mamah itu menyakitkan atau enggak” saut Papah Angga dengan penuh emosi.


Lalu, Vina? Ia hanya bisa tersenyum licik menatap Suci sambil berbicara di dalam hatinya, “Permainan akan segera di mulai, jadi bersiaplah untuk menerima nasib lu yang kurang beruntung ini haha...”


“Pokonya jika kamu tidak mau menceraikan Suci, maka kamu harus tetap menikah lagi dengan wanita yang bisa memberikanmu keturunan. Tidak seperti dia yang tidak berguna” ancam sang Mamah yang langsung pergi penuh dengan kekecewaan lalu Vina yang melihat sang Mamah pergi begitu saja langsung mengikutinya.

__ADS_1


“Sabar, Mungkin Mamah sangat shock mendengar kabar ini. Lagian juga mana tega Mamahmu menyuruh kamu menikah lagi dengan wanita lain dan menjadikannya sebagai madu Suci. Ini hanya kekecewaan Mamahmu saja yang belum bisa menerima kenyataannya, jadi Papah mohon jangan di ambil hati atas ucapannya. Kemungkinan ini adalah bentuk kesedihan yang mendalam buat Mamahmu karena dia terlalu berharap bisa memiliki cucu yang lucu, namun pada kenyataannya semua itu sulit sekali terwujud. Tapi kita masih bisa berusaha ya kan...” ucap Papah Angga sambil tersenyum.


Suci dan Dimas hanya bisa tersenyum agar selalu terlihat kuat dan tidak lemah hanya karena cobaan yang sedang mereka hadapi. Memang sangat besar sih, tapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka agar bisa jauh lebih kuat dari sebelum-sebelumnya.


...*...


...*...


Beberapa bulan setelah kejadian itu membuat sikap Mamah Mita berubah 180° kepada Suci hingga detik ini, yang mana Mamah Mita selalu melimpahkan rasa kekecewaan serta kesedihannya karena tidak bisa memiliki cucu dari Suci. Mamah Mita menganggap Suci adalah sebuah benalu yang selalu menempel pada Dimas. Bahkan akhir-akhir ini Dimas pun sering membantah omongan sang Mamah.


Lalu, Vina? Dia juga ikut-ikutan untuk terus memanaskan api kebencian di dalam hati sang Mamah agar bisa membuat Suci semakin menderita. Vina merasa sangat kesal saat beberapa temannya di tolak mentah-mentah oleh Dimas dan memilih Suci, yang mana Suci malah tidak bisa memberikan seorang anak untuk Abangnya yaitu Dimas.


Sedangkan Papah Angga selalu berusaha membela Suci karena ia sudah menganggap Suci sebagai anak kandungnya sendiri. Papah Angga tidak pernah sedikit pun berpihak pada satu orang saja, ia hanya berpihak pada kebenaran dan juga kejujuran.


Flashback End


...*...


...*...


Suci sudah selesai dengan tugas memasaknya karena di bantu oleh Bi Tin. Lalu ia bergegas untuk kembali ke kamar agar mengecek sang suami tercinta. Apakah ia sudah bangun ataukah belum? Jika belum maka Suci harus segera membangunkannya supaya Dimas tidak telat untuk berangkat kerja.


Ya, meskipun Dimas adalah pemilik dari perusahaan tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau Dimas harus bisa menunjukkan sikap profesionalnya terhadap semua karyawan di kantor. Jika seorang bos saja bermalas-malas bekerja, lalu bagaimana dengan karyawannya? Pasti mereka juga akan mengikuti apa yang bos mereka contohkan.


Maka dari itu, Suci selalu membuat Dimas agar tidak seenaknya berangkat bekerja. Meskipun Dimas adalah bos besar, tetapi ia harus disiplin dalam menjalankan kewajibannya. Perlahan demi perlahan, Suci masuk ke dalam kamar dan kembali menutup pintunya. Saat Suci melihat ke arah kasur, di sana sudah tidak ada Dimas. Melainkan hanya ada guling, bantai dan seprai yang berantakan.


“Sepertinya Mas Dimas sudah bangun dan kayaknya sih lagi mandi, soalnya Suci dengar ada suara air” gumam Suci sambil membereskan tempat tidurnya.


Saat sudah selesai merapikan tempat tidur, Suci langsung mengambil pakaian dinas sang suami agar saat ia keluar dari kamar mandi tak perlu lagi memilih baju yang harus di gunakan.

__ADS_1


“Nah... Sepertinya baju ini cocok dengan Mas Dimas, pasti dia terlihat sangat tampan hehe...” ucap Suci sambil memandangi baju dinas sang suami yang sudah tertata rapi di atas kasur.


Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, bersamaan dengan munculnya Dimas yang sedang mengeringkan rambutnya.


“Selamat pagi, suamiku” ucap Suci dengan penuh senyuman sambil menatap Dimas.


“Pagi juga, istriku” saut Dimas dengan senyuman.


“Hoya... Mas pakai baju ini saja ya, pasti nanti terlihat sangat tampan di depan para karyawan hehe...” ucap Suci dengan menyengir yang membuat Dimas menatap aneh.


“Jika aku terlihat tampan di depan wanita lain, apakah kau tidak akan cemburu? Bukankah ketampananku ini hanya khusus untukmu? Lalu kenapa aku harus menunjukkannya pada yang lain?” tanya Dimas dengan kesal.


“Hehe... ya memang sih, lagian juga buat apa Suci cemburu. Mau Mas setampan apa pun di depan wanita lain, tetapi jika hati Mas berkata hanya Suci yang ada di setiap langkah kaki Mas pasti tidak ada masalah dong. Apa lagi Suci juga tahu jika Mas sangat mencintai Suci, jadi Suci tidak perlu cemburu pada wanita lain. Harusnya mereka dong yang cemburu pada Suci ya kan...” jawab Suci dengan tersenyum.


“Kok mereka? Memang apa yang membuat mereka cemburu padamu, Dek?” tanya lagi Dimas saat wajahnya terlihat begitu penasaran.


“Ya kan Suci sudah mendapatkan laki-laki yang sangat mencintai Suci, bahkan laki-laki itu selalu menjaga Suci dengan baik dan juga tidak pernah membuat Suci kecewa. Jangankan untuk menangis, untuk mengeluh pun Suci tidak di perbolehkan, bukan? Karena laki-laki itu selalu berada di sisi Suci serta menggenggam tangan Suci dengan sangat erat agar kami bisa melewati semua cobaan dengan bersama-sama” ucap Suci.


Dimas yang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Suci, kembali membuat Dimas mengingat kesalahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻


Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺


Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁

__ADS_1


Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2