
Dimas dan Suci saling menatap satu sama lain tanpa mengalihkan pandangannya. Terlihat jelas dari mata keduanya terdapat kerinduan yang aman menyiksa, tapi apa daya mereka yang hanya bisa mengerti jika keadaan saat ini bukanlah keadaan waktu dulu saat mereka masih berdua. Jadi siap tidak siap, pasti akan ada rasa yang menyakitkan di dalam hati mereka.
“A-ada apa, Mas? Tu-tumben Mas ke sini, apa Elsa sudah tidur? Bagaimana jika dia terbangun tapi tidak ada kamu di sampingnya?” tanya Suci dengan nada gugupnya saat kembali di hadapkan oleh pria yang selama beberapa bulan ini belum pernah menyentuhnya kembali.
“Bisakah untuk hari ini saja kita tidak menyebut namanya? Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu berdua saja, cukup Dimas dan Suci tanpa menyebut nama siapa pun” sahut Dimas sambil memegang kedua tangan Suci hingga ia menciumnya beberapa kali.
“Ta-tapi, Mas-...” ucap Suci dengan wajah yang sudah tidak bisa di jelaskan.
Padahal Dimas dan Suci masih berstatus suami istri, tetapi terlihat jelas dari sikap malu-malu dan gugupnya Suci seperti ia baru saja menikah dengan Dimas.
“Aku kangen sama kamu Dek, apa kamu tidak kangen denganku?” ucap Dimas, yang lagi dan lagi membuat Suci semakin salah tingkah.
“A-aku ju-juga kangen sama ka-kamu Mas, cu-cuman...” jawab Suci terputus saat jari Dimas menyentuh rahangnya hingga mengusap bibirnya dengan perlahan.
“Sudah sangat lama aku tidak merasakan kehangatanmu, dan hari ini aku benar-benar sangat lelah. Bisakah malam ini kamu membantuku untuk menghilangkan rasa ini? Karena aku cuma tahu, jika hanya kamu yang bisa kembalikan staminaku” ucap Dimas dengan wajah lesunya.
Entah kenapa Suci yang tidak bisa melihat Dimas seperti ini, membuat ia dengan perlahan mengangkat tangannya lalu menjatuhkannya di rahang Dimas. Suci mengelusnya dengan lembut membuat Dimas sangat nyaman, bahkan ia menikmatinya dengan mata yang terpejam.
Dimas merasa betapa nyamannya sentuhan tangan Suci yang mampu membuat rasa lelahnya semua seketika dengan perlahan menghilang. Suci tersenyum saat melihat Dimas kembali mengukir senyum di wajahnya sambil perlahan membuka matanya menatap wajah Suci. Selang berapa menit, Dimas berdiri untuk mengunci pintu kamar dan kembali berjalan ke arah Suci.
Perasaan deg-degan menyelimuti hati Suci, seakan-akan ini adalah pertama kali baginya untuk melayani Dimas. Hanya dengan hitungan detik Dimas sudah berada di atas Suci dan langsung menyatukan bibir mereka secara perlahan serta begitu lembut.
Sampai seketika tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai kain pun yang melekat di tubuh mereka. Sekesal apa pun Suci, ia masih menjadi istri sah dari Dimas jadi dia harus siap jika Dimas menginginkannya. Apa lagi rasa cinta di dalam hati Suci ini masih melekat sangat kuat.
Pada akhirnya malam ini mereka berhasil menyatukan cinta mereka tanpa gangguan dari Elsa. Bahkan mereka begitu menikmatinya sampai-sampai suara indah keduanya terdengar sangat manis, sampai akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama untuk yang pertama kalinya.
Mereka melakukannya lagi sampai Suci melakukan pelepasan untuk ke lima kalinya, dan Dimas melakukan pelepasan untuk ke tiga kalinya dan mereka berhenti karena Suci merasa sedikit kelelahan. Dimas pun yang melihat Suci kelelahan, ia berhenti dan lalu mereka berbaring di kasur dengan saling berpelukan.
“Terima kasih sayang, muaachh...” ucap Dimas sambil mencium kening Suci dengan perlahan, lalu ia bangkit dan kembali memakai semua pakaiannya.
Suci yang melihat Dimas sangat terburu-buru membuat ia langsung bangun dari tidurnya serta duduk bersandar sambil memegangi selimut yang menutupi tubuh polosnya.
“Kok buru-buru banget, Mas? Memangnya mau kemana? Katanya malam ini Mas mau menghabiskan waktu bersama Suci" ucap Suci dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
“Ya sayang, tapi aku takut jika Elsa terbangun dan melihat aku tidak ada di sampingnya pasti dia akan menangis. Kamu tahulah kondisi kandungan Elsa sangat lemah, jadi aku tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan anakku”
“Dokter juga menyarankan agar kita bisa membuat Elsa selalu senang tanpa membuatnya merasa kesepian, cape, lelah, marah dan juga menangis. Belum lagi orang hamil kan moodnya selalu berubah-ubah makanya aku cepat-cepat ingin kembali ke kamar Elsa karena dari tadi aku sangat mengkhawatirkannya”
“Maafkan aku ya sayang, nanti setelah Elsa sudah melahirkan pasti kita akan kembali bersama dan aku akan membagi waktu dengan sangat adil untuk kalian. Aku tahu kamu wanita baik, jadi pasti kamu paham apa yang aku rasain. Selamat istirahat istriku, muachh...”
Dimas terus mengoceh tanpa jeda sambil memakai semua pakaiannya, dan setelah semua rapi Dimas mencium kening Suci. Lalu Dimas pergi begitu saja sambil tersenyum melambaikan tangannya dari balik pintu. Suci segera turun dari ranjangnya dan berjalan menggunakan selimut untuk mengunci pintunya.
Setelah itu tak terasa air mata Suci menetes begitu saja, ia kembali memunguti semua pakaiannya yang ada di lantai lalu ia memakainya dengan perasaan yang begitu sakit. Saat semuanya sudah melekat di tubuh Suci, ia kembali duduk bersandar sambil menangisi betapa sakit hatinya sambil merasa kalau dirinya di perlakukan layaknya seorang pemuas nafsu.
Padahal awalnya Suci sudah sangat senang saat Dimas mengatakan jika ia mau menghabiskan malam yang panjang ini bersamanya, namun Suci salah karena prioritas Dimas saat ini hanyalah Elsa dan anaknya dan bukan dirinya.
Bahkan setiap ia di marahi oleh Mamah Mita, Dimas selalu terdiam seperti membenarkan perkataan Mamah Mita yang membela Elsa. Namun yang lebih Suci sedihkan adalah, Papah Angga.
Dulu Papah Angga selalu berada di rumah setiap harinya jika tidak ada pekerjaan mendadak yang begitu penting, tapi semenjak kedatangan Elsa membuat Papah Angga selalu sibuk bekerja.
Suci bisa merasakan betapa pedulinya Papah Angga padanya hingga Papah Angga memilih untuk sibuk bekerja agar ia tidak jatuh sakit saat melihat perlakuan buruk orang rumah pada Suci.
Tetapi jika mereka semua sudah benar-benar keterlaluan kepada Suci, maka Papah Angga yang begitu sabar dan diam akan langsung berubah menjadi orang yang sangat menakutkan.
1 Minggu telah berlalu...
Saat ini semua keluarga sedang mengumpul, begitu juga dengan Papah Angga yang sudah pulang dari luar kota dan Vina juga tumben sekali berada di rumah. Entah kenapa hari ini semua orang berkumpul menjadi satu di ruang makan.
Semua sedang duduk rapi di meja makan, sedangkan Suci sedang menyiapkan beberapa hidangan di dapur tak jauh dari ruangan makan, namun bukan Elsa namanya jika ia tidak membuat onar setiap harinya. Elsa berdiri dari tempat duduknya yang membuat semuanya langsung menatapnya.
“Mau kemana kamu, Saa... Udah duduk di situ saja, lihat perutmu sudah semakin besar loh pasti sangat berat” ucap Mamah Mita.
“Tahu nih Kak Elsa, duduk aja sini. Kasihan ponakanku kalau di ajak gerak mulu nanti dia cape loh hehe...” sahut Vina dengan tertawa kecil.
“Akh... Kamu bisa saja Vin, enggak kok aku enggak kemana-mana. Aku cuma mau bantu Mbak Suci bawa makanan, kasihan dia sendirian. Apa lagi Bi Tina kan lagi sakit, jadi pasti Mbak Suci sangat kerepotan” ucap Elsa dalam keadaan berdiri.
“Udah deh, jangan cari perkara mulu. Lebih baik kamu duduk diam di situ saja, apa susahnya sih...” ucap Papah Angga yang sudah sangat kesal melihat tingkah Elsa.
__ADS_1
“Ya Saa... Udah duduk aja, kasihan anak kita. Apa lagi kandungan kamu itu lemah, jadi harus ekstra di jaga Sa...” ucap Dimas menatap Elsa yang berdiri di sampingnya.
“Aku gapapa kok, kalian tenang saja ya. Lagian cuma bawa piring aja, masa aku enggak boleh sih... Aku juga kan mau melayani semuanya, masa harus Mbak Suci mulu kalau gitu kan aku jadi malu kelihatan banget jika aku begitu lemah di mata kalian” jawab Elsa dengan wajah sedihnya.
“Ya sudah, kalau begitu kamu hati-hati ya dan bawa yang ringan-ringan saja. Mamah enggak mau sampai cucu pertama Mamah kenapa-kenapa” ucap Mamah Mita yang membuat Elsa mengangguk dan tersenyum.
“Apa lagi sih yang akan di buat oleh anak itu untuk menyakiti Suci. Lihat saja nanti, jika sampai dia benar-benar keterlaluan maka kali ini aku tidak akan bertoleransi lagi ciihh...” ucap Papah Angga di dalam hatinya.
Elsa pun pergi menuju dapur yang berada tidak jauh dari ruangan makan.
“Hai Mbak... Boleh aku bantu?” tawar Elsa yang membuat Suci terkejut langsung membalikkan tubuhnya.
“E-Elsa... Nga-ngapain kamu di sini? Sudah sana duduk sama yang lain. Lagian ini sudah selesai kok, aku cuma menatanya sebentar dan membawanya ke sana” jawab Suci dengan hati yang tidak tenang.
Suci sudah sangat hafal jika Elsa sudah berada di dekatnya, maka itu tandanya Suci akan kembali menghadapi masalah untuk dirinya sendiri.
“Tidak apa-apa Mbak, kan aku udah izin juga sama Mamah dan di bolehin loh... Jadi aku bantu bawa ya...” ucap Elsa sambil memegang piring yang berukuran kecil.
“Tap-...” ucapan Suci belum selesai, Elsa malah langsung pergi begitu saja membawa piring tersebut ke ruang makan.
Suci dengan sigap membawa piring lainnya dan menyusul Elsa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Chubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻