Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Terungkapnya Siapa Kay


__ADS_3

Dengan perlahan Suci menarik nafasnya, kemudian memulai menceritakan kisahnya dengan Dimas dimana Arsya hanya bisa memegangi tangan Suci selama Suci bercerita semua itu kepada Kay.


Mata Kay menatap lurus ke arah depan yang membuat Suci hanya bisa menangis serta memeluk Arsya, kemudian Arsya melanjutkan semua kisahnya dengan Suci agar Kay bisa memahami kenapa Suci bisa menikah dengannya.


Saat semua sudah terungkap siapa Kay yang sebenarnya, kini Suci dan juga Arsya hanya menunggu reaksi dari Kay karena dari tadi Kay cuman bisa menangis dengan mata memerah diselingi oleh air mata yang selalu menetes.


"Ma-maafkan Mo-mommy Kay, ka-karena Mo-mommy sudah menyembunyikan ini semua. Awalnya Mommy tidak mau mengatakan semua ini karena Mommy takut kamu akan membenci Mommy. Ma-maafkan Mommy hiks.." Ucap Suci di dalam pelukan Arsya.


"Sekarang kamu sudah tahu bukanz siapa pria itu yang sebenarnya? Lantas apa yang akan kamu tanyakan lagi dengan Mommy-mu? Biar Daddy yang akan menjelaskannya, Daddy tidak kuat melihat Mommy-mu harus kembali mengingat semua kejadian yang sangat menyakitkan untuknya. Daddy juga tidak mau bayangan buruk serta semua trauma yang Mommy-mu derita kembali muncul" Tegas Arsya sambil menenangkan Suci.


Kay menoleh menatap Arsya dengan tatapan yang tidak di mengerti, lalu matanya menatap Suci dengan semua isak tangisnya begitu terdengar pilu di telinga Kay.


"Ji-jika pri-pria itu a-adalah Ayahku, lalu apakah aku akan dijemput olehnya seperti anaknya yang di jemput olehh Ayah kandungnya?" Tanya Kay yang membuat Suci langsung menoleh dan segera memeluknya.


"Hiks.. ti-tidak!! Tidak akan ada yang bisa mengambil putraku dariku, siapa pun itu kamu akan tetap jadi milikku. Dia tidak berhak mengambilmu dariku karena aku yang berjuang demi dirimu, jika dia ingin menemuimu silakkan tapi tidak akan aku biarkan dia merebutmu hiks.." Sahut Suci dengan semua isak tangisnya.


"Jangan pernah berpikir bahwa kami akan membiarkanmu di jemput olehnya, karena kisahmu dengan kisah anaknya berbeda jauh. Jadi apa pun kenyataannya kamu tetap adalah anak Arsya dan juga Suci paham!!" Jelas Arsya.


Kay yang memang belum bisa mencerna semuanya dalam waktu singkat hanya bisa terdiam dan juga menangis memeluk kedua orang tuanya, Kay merasa bahagia banget lantaran kisahnya jauh berbeda dengan Diva.


Bahkan Kay juga tidak mau pisah dengan mereka semuanya, walau pun Dimas adalah Ayah biologisnya tetapi bagi Kay Arsyalah Daddy terbaik untuknya.


Rasa ketakutan di dalam diri Suci selama ini semuanya sudah menghilang bersamaan dengan munculnya rasa tenang ketika melihat Kay tidak sampai marah dengannya dan malah Kay meminta maaf karena dia telah membuat Mommy-nya menangis serta kembali mengingatkan kejadian yang sangat menyakitkan di hati Suci.


Setelah selesai Kay kembali ke kamarnya dengan raut wajah yang tersenyum menatap kedua orang tuanya, namun ketika sudah di dalam kamar Kay terlihat begitu kesal dengan semua kisah Suci sama Dimas selaku orang tua kandungnya.


Kay duduk di atas kasur sambil menatap lurus dengan tatapan yang tajam, bahkan Kay juga mengepalkan kedua tangannya ketika kembali mengingat semua kejadian yang Suci alami.


"Mungkin dia memang adalah Ayah kandungku, tetapi aku sangat bersyukur jika sifatku sama seperti Daddy Arsya sehingga aku tidak akan pernah menyakiti Mommy seperti dia yang selalu menyakiti Mommy!!"


"Sampai kapan pun aku KAYSAN SUARSYA VALLEANNO hanya akan memiliki dua orang tua yaitu Suci dan juga Arsya. Bagiku hanya dialah orang tua yang pantas aku panggil dengan sebutan Mommy dan Daddy, bukan pria itu yang memang darahnya mengalir daraku tetapi dia tidak berhak atas diriku"


"Aku memang harus belajar memaafkannya seperti apa yang Mommy dan Daddy katakan, cuman aku tidak bisa melupakan kalau dia pernah menyakitin Mommy hingga membuat Mommy hampir saja mengakhiri hidupnya!"


Kay berbicara penuh penekanan, sampai akhirnya Kay pun merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk memejamkan kedua matanya karena besok pagi ia harus segera kembali bersekolah.

__ADS_1


...*...


...*...


Beberapa hari telah berlalu dimana Kay, Suci dan juga Arsya sedang jalan-jalan pagi. Namun Suci merasa sedikit lelah segera duduk di salah satu kursi taman bersama Arsya, sedangkan Kay dia berlari kecil untuk membelikan kedua orang tuanya air minum.


Tapi, tanpa di sadari ada 2 orang yang tidak di kenal ingin menculik Kay. Cuman semua itu gagal akibat seorang pria entah dari mana asalnya langsung menolong Kay tanpa diminta. Kay hanya bisa menatap penuh amarah ke arah pria itu yang mana dia adalah Dimas, Ayah kandung Kay.


"Astaga Kay, kamu gapapa kan? apa ada yang sakit coba tunjukkan padaku biar aku langsung mengantarmu ke rumah sakit" Tanya Dimas yang begitu cemas dengan keadaan Kay sambil memegang kedua pundak Kay.


Kay hanya menyorot tajam dimana semua kisah Suci kembali berputar ketika Kay menatap wajah Dimas, Kay memang mengakui bahwa Dimas Ayah kandungnya. Tetapi bagi Kay Dimas hanyalah seorang pengecut yang rela kehilangan dirinya dan juga Mommynya cuman demi memilih wanita licik.


Kay mundur beberapa langkah sambil terus menatap Dimas, yang mana malah membuat Dimas menjadi bingung serta sedikit terkejut melihat sikap Kay seolah-olah sangat membencinya. Padahal mereka tidak saling mengenal tetapi kenapa dari sorot mata Kay terpancar sebuah amarah yang begitu besar padanya.


"Terima kasih karena kau telah menolongku, tapi bisakah untuk tidak menyentuh tubuhku? Aku tahu kalau kau memang adalah A-ayahku, tetapi bagiku hanya Daddy Arsya Daddy terbaik yang aku miliki. Meski di dalam darahku mengandung darahmu, tetap saja Daddy Arsya adalah Ayahku. Jadi jangan pernah kau berharap bahwa aku akan memanggilmu dengan sebutan AYAH karena itu hanya berlaku untuk DADDY ARSYA!!"


Kay berlari sambil meninggalkan minuman yang sudah berserakan dalam keadaan menangis meninggalkan Dimas yang masih dengan posisinya berlutut menatap keprgian Kay dengan tatapan terkejut.


Satu fakta lagi kembali terungkap untuk Dimas dimana Diva bukanlah anaknya, tetapi Kay yang tidak pernah di sadari kehadirannya adalah anak kandungnya. Dimas benar-benar bingung dengan semua ucapan yang Kay lontarkan padanya, tanpa terasa air mata Dimas terjatuh bersamaan dengan detak jantungnya yang bekerja sangat cepat.


"Hiks.. ke-kenapa semua ini ba-baru terungkap sekarang, kenapaaaaaaaa!!!!"


"Hiks.. tu-tunggu dulu, jika usia Kay 6 tahun bersamaan dengan usia pernikahan mereka itu artinya sebelum menikah Suci sudah menggandung? La-lalu bagaimana dengan pe-pernikahan Suci dan Arsya a-apakah mereka menikah dengan ti-tidak sah?"


"Po-pokonya aku harus segera meminta kejelasan semua ini kepada Suci, jika benar Kay adalah anakku sama Suci. Aku akan membuat mereka kembali padaku bagaimana pun caranya, karena setahuku menurut hukum agama seorang wanita yang sedang hamil menikah lagi itu tidak di dianjurkan karena tidak sah"


"Jadi aku masih ada kesempatan sekali lagi agar aku bisa merebut mereka dari tangan Arsya. Dengan begitu aku akan bisa hidup bahagia bersama Suci dan juga Kay haha.. tunggu Ayah Kay tunggu, hiks.. Ayah akan kembali membawamu dan juga Mommy-mu sehingga kita bisa menjadi keluarga yang utuh!"


Dimas berbicara di dalam hatinya dengan keadaan menangis sambil tertawa penuh kesenangan dimana akhirnya dia memiliki anak yang memang dia impikan dari dulu bersama Suci, hanya tinggal bagaimana caranya Dimas merebut kembali semua yang sudah di rebut oleh Arsya.


Dimas pun berlari sekencang mungkin untuk kembali ke rumah dan mengatakan semuanya pada Mamah Mita. Ya walaupun Mamah Mita tidak bisa berbicara dengan benar dan tubuhnya tidak bisa lagi di gerakkan tetapi Mamah Mita masih bisa mendengar serta merespon ucapan Dimas dengan kedipan mata atau pun tangisan yang keluar dari kedua bola matanya.


Mamah Mita sangat senang ketika mendengar semua itu, namun dia juga lebih menyesali semua kesalahannya kepada Suci karena dia selalu membuat hidup Suci terkesan bagaikan sebuah tahanan.


Mamah Mita kembali memutar daya ingatnya dimana dia selalu saja menyiksa Suci, menjelekkan, memfitnah, dan juga bayangan Papah Angga pun terlintas ketika Mamah Mita habis-habisan menuduhnya telah berselingkuh dengan Suci.

__ADS_1


Hingga akhirnya Dimas yang melihat kondisi Mamah Mita hanya bisa menangis pun membuat hatinya sangat sakit, ketika melihat kondisi Mamah Mita seperti ini.


Dimas sangat tahu dan juga bisa merasakan betapa menyesalnya Mamah Mita saat ini, belum lagi untuk mengatakan kata maaf saja dia tidak bisa selain di dalam hati kecilnya yang mana hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri dan juga Tuhan.


Di satu sisinya lagi Kay berusaha menghapus serta menutupi semuanya dari kedua orang tuanya, jika barusan ada insiden yang membuat dirinya hampir di culik serta dia telah mengatakan apa yang harus dikatakan pada Dimas karena Kay tidak tahu jika Dimas sendiri pun belum mengetahui semua ini.


Sesampainya di depan kedua orang tuanya Kay langsung mengajak semuanya untuk pulang ke rumah dengan alasan Kay sangat lelah dan juga sedikit pusing karena terik matahari yang mulai muncul.


Suci serta Arsya awalnya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Kay, bahkan sikapnya terlihat mencurigakan. Namun Kay sangat pandai membuat kedua orang tuanya kembali mempercayainya.


Kemudian mereka pun pulang, yang mana saat arah jalan pulang membuat Suci langsung menghentikan langkahnya ketika melihat ada pohon mangga yang cukup tinggi dimana mangga berukuran besar selalu bergelayutan mengundang air liurnya yang akan menetes.


Arsya dan Kay saling menatap satu sama lain dengan tatapan bingung ketika melihat ekspresi wajah Suci ketika menatap buah mangga yang begitu menggiurkan lidahnya untuk bergoyang menikmati rasa segarnya mangga yang di petik langsung dari pohon.


"Sayanggg... heheh.." Ucap Suci sambil menatap wajah Arsya yang mana membuat Arsya bergidik ngeri, begitu pun dengan Kay yang melihat sisi aneh dari Mommy-nya.


"A-ada a-apa, tu-tumben se-sekali kamu me-memanggiku dengan kata Sa-sayang?" Tanya Arsya dengan secara ketakutannya. Entah kenapa Arsya merasa tidak ada yang beres dengan sikap Suci hari ini.


"Mommy kenapa wajahnya seperti itu? Apa Mommy kesambet penghuni pohon mangga?" Celetuk Kay yang membuat Arsya menoleh ke arahnya.


"Se-sepertinya sih begitu Kay, lihat saja sikap Mommy-mu itu sangat aneh bukan? Jadi ki-kita harus berhati-hati dan segera membawa Mommy-mu pulang sebelum penghuni itu menyukai Mommy-mu huaaa.. ayo Kay kita bawa Mommy-mu pulang. Cepattttt!!" Pekik Arsya yang langsung menggendong Suci tanpa aba-aba.


"Ayooo Daddy cepat, sebelum ada berita di televisi kalau seorang desainer terkenal bernama Suci telah kesambet penghuni pohon mangga.." Sahut Kay.


Lalu mereka berdua berlari menjauhi pohon mangga, yang mana Suci melihat mereka menjadi bingung hingga membuat wajah Suci pun melongo.


Namun, ketika Suci tersadar pohon mangga itu mulai jauh dari pandangannya segera mungkin Suci memberontak agar mereka kembali ke sana. Cuman sayang, percuma saja sikap Suci yang seperti ini malah membuat Arsya serta Kay semakin menduga bahwa Suci telah kesambet penghuni pohon mangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...


__ADS_1


__ADS_2