
Papah Angga menatap Suci dengan tatapan yang sangat bangga sambil tersenyum, meskipun dia bukan anaknya tetapi Sucilah yang begitu mengerti tentang dirinya dari pada keluarganya sendiri.
...*...
...*...
1 Minggu berlalu, Brayen dan Vina melangsungkan sebuah pernikahan yang cukup mewah. Berkat restu semuanya kini Vina merasa sangat bersyukur karena Papah Angga sudah mulai menerimanya dan juga memaafkannya.
Ya walaupun sikapnya tidak seperti dulu, tetapi setidaknya Vina senang karena Papah Angga mau turun tangan untuk menikahinya. Begitu juga dengan Brayen, kedua orang tua telah menerima semua kesalahan anaknya.
Mereka mau memberikan pelajaran buat Brayen agar menjalani rumah tangganya dengan usahanya sendiri supaya dia tahu bagaimana susahnya menafkahi keluarga. Bukan berarti tidak sayang, kedua orang tua Brayen hanya mau melihat seberapa besar perjuangan anaknya untuk berubah menjadi lebih baik.
Ya, memang pernikahan mereka tidak sepenuhnya sah akibat keadaan Vina sedang mengandung. Tetapi mereka cuman mau meresmikan semuanya lebih cepat biar tidak ada berita jelek diluaran sana. Setelah nelahirkan maka mereka akan kembali melakukan pernikahan ulang yang akan di hadiri oleh pihak keluarga saja. Sama halnya seperti pernikahan Suci dan juga Arsya pada saat itu, setidaknya mereka tidak akan membuat semua keluarganya malu.
Semua orang menyaksikan acara tersebut, dimana acara ijab kabul akan segera di mulai. Brayen dan Papah Angga langsung berjabat tangan dengan di dampingi oleh saksi-saksi serta penghulu. Papah Angga mengikuti semua arahan yang sudah di tentukan.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Brayen Pamungkas bin Firman Pamungkas dengan anak saya yang bernama Vina Ananda dengan maskawin berupa satu set perhiasan dan uang senilai 500 juta di bayar tunai" Tegas Papah Angga sambil menggerakan tangannya yang membuat Brayen menjawabnya dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Vina Ananda binti Angga Wirawan dengan maskawin berupa satu set perhiasan dan uang senilai 500 juta di bayar tunai"
Papah Angga langsung menoleh ke arah penghulu yang tersenyum, kemudian menanyakan kepada semua saksi apakah sah atau tidak. Ketika semua mengatakan sah maka tangan Papah Angga dan Brayen pun terlepas bersamaan dengan rasa syukur mereka.
Begitu juga dengan Brayen dia menangis karena apa yang di laluinya bersama Vina memang sangatlah buruk, tetapi mereka telah berjanji untuk memperbaiki diri supaya bisa menjalani hidup kedepannya penuh dengan kebahagiaan.
Setelah ijab kabul selesai Brayen dan Vina langsung meminta berkat restu kepada semuanya agar rumah tangga mereka bisa di penuhi dengan kebahagiaan. Terutama pada Suci dan juga Papah Angga orang yang selama ini Vina dzolimin.
Berat rasanya ingin memaafkan semua kesalahan Vina, tetapi kembali lagi Suci mencoba mengikhlasakan semuanya karena jika bukan karena Vina mungkin Suci tidak bisa menemukan jodoh sebaik Arsya dan keluarganya.
Sedangkan Kay, dia berusaha untuk bersikap baik kepada Dimas meskipun di hati kecilnya selalu terbayang akan sifat burunya pada Suci.
...*...
...*...
__ADS_1
Kini tibalah saat-saat dimana semua orang menantikan kelahiran Baby Triplets. Saat ini semua orang sedang mengkhawatirkan kondisi Suci, karena untuk yang pertama kalinya Suci harus melahirkan 3 bayi sekaligus secara normal. Tak lupa Arsya selalu menggenggam tangan Suci dan berdiri di samping Suci untuk terus mendampinginya.
Terlihat wajah lelah Suci yang penuh dengan perjuangan hingga air keringat di dahinya selalu bercucuran bersamaan dengan jatuhnya air mata Arsya yang tiada henti.
Arsya dari kecil memang terkenal takut akan darah, begitu juga pada saat kelahiran Kay sampai-sampai membuat Arsya jatuh pingsan. Tetapi kali ini Arsya berusaha mencoba untuk tetap tenang melawan rasa takutnya demi sang istri dan buah hatinya.
Rasa ketakutan yang dia rasakan saat ini tidak sebanding dengan pengorbanan Suci yang harus melahirkan ke-3 anaknya secara bersamaan. Sampai akhirnya satu persatu bayi mungil yang masih merah telah lahir ke dunia.
Mereka terlahir dalam kondisi sempurna tanpa kekurangan satu apa pun dan juga sangat sehat dengan jeda waktu kurang lebih 5 menit. Ketika satu persatu bayi mereka di bersihkan serta dicek kesehatannya, Arsya langsung memeluk hingga menciumi seluruh wajah Suci dengan rasa bersyukur dan juga bahagia.
Terlihat air mata kebahagiaan selalu menyelimuti mereka, Suci hanya bisa tersenyum sangat lebar bersamaan dengan kedua matanya yang mulai tertutup hingga membuat Arsya sangat panik.
Bahkan beberapa dokter yang ada di sana segera mengecek kondisi Suci, karena awalnya semuanya baik-baik saja tetapi ketika ke-3 bayinya terlahir malah membuat kondisi Suci benar-benar drop bahkan sampai Suci mengalami koma selama 1 minggu lamanya.
Arsya terlihat sangat hancur ketika hanya bisa menatap wajah istrinya terbaring lemah tak berdaya dengan wajah pucatnya, namun entah kenapa Suci tertidur seperti layaknya seseorang yang sedang tersenyum.
Kemudian Arsya mengadzankan ke-3 anaknya dengan air mata yang sangat deras, belum lagi Arsya meminta kepada semua suster yang merawat anaknya untuk 3 kali sehari mengunjungi Suci dengan membawa bayinya ke dalam dekapan Mommy-nya. Karena Arsya yakin ke-3 bayinya mampu membuat Mommy-nya kembali membuka matanya.
Kini Suci menatap wajah Arsya, lalu sedikit menunduk melihat ke-3 anaknya yang tertidur pulas di atas tubuhnya membuat Suci tersenyum meneteskan air matanya. Arsya sudah tidak kuat lagi menahan rindunya segera memeluk Suci sambil menangis penuh kebahagiaan serta menciumi seluruh wajahnya.
Suci melihat kondisi Arsya yang sedikit memprihatinkan, wajah Arsya terlihat begitu sembab, tubuhnya sedikit kurus dan juga sangat pucat. Benar-benar seperti tidak terurus dengan baik.
Hanya dalam waktu 1 minggu Suci meninggalkan Arsya membuat Arsya seperti tidak keurus selama 1 tahun. Bagaimana jika suatu saat nanti Suci tiada? Apakah Arsya bisa mengurus dirinya sendiri dan juga anak-anaknya? Tidak akan mungkin, karena cinta mereka bagaikan sepasang kedua kaki. Jika satunya hilang atau pun sakit maka kaki satunya tidak akan bisa berdiri tegak seperti sedia kala.
Maka dari itu Suci selalu berdoa semoga mereka akan tetap bersama walaupun kedepannya mereka tidak akan tahu badai apakah yang akan kembali mereka hadapi setelah badai lainnya berlalu.
...*...
...*...
1 bulan setelah kepulangan Suci beserta ke-3 anaknya dari rumah sakit, mereka langsung mengadakan acara Aqiqah yang sangat mewah. Bahkan banyak kolega penting yang menghadiri acara tasyakuran ke-3 bayi mereka, hingga acara di adakan di sebuah gedung ternama yang sangat megah.
Belum lagi Umi Lena membawa semua anak panti untuk ikut serta mendoakan mereka, dan tak lupa Suci mengundang keluarga Dimas agar bisa menghadiri acara tersebut. Walaupun mereka pernah menyakiti Suci, tetapi tidak membuat Suci membencinya. Malah Suci akan tetap bersikap baik, apa lagi sampai kapan pun Kay tetaplah anak Dimas.
__ADS_1
Suci tidak mau kejadian di masa lalu membuat hubungan mereka menjadi tidak baik, bagi Suci masa lalu tetaplah masa lalu yang hanya cukup di kenang. Tetapi masa depan adalah masa yang harus mereka raih dengan semua kebaikan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Acara pembukaan telah selesai di lakukan, kini saatnya Arsya dan Suci selaku kedua orang tua untuk memberikan sepatah dua patah kepada semua para tamu undangan yang hadir dan akan mengumumkan ke-3 nama anak mereka.
...Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama-tama saya panjatkan segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang dengan rahmat-Nya kita bisa berkumpul serta dipertemukan dalam acara tasyakuran aqiqah atas kelahiran ke-3 anak kami....
...Yang pertama putri kami bernama Deanisa Habibah Valleanno, lalu yang kedua putra kami bernama Reandra Erzhan Valleanno dan yang terakhir putri kami bernama Zeanika Nadhira Valleanno....
...Kami sekeluarga memohon kepada semua para hadirin untuk bersedia mendoakan kami sekeluarga, terkhusus untuk putra/putri kami. Semoga putra/putri kami ini bisa tetap dalam iman dan islamnya, luas dan berkah rizkinya, cerdas dan bersih hatinya serta selalu dalam perlindungan Allah SWT, Aamiin....
...Demikian yang bisa saya ungkapkan sebagai orang tua dari anak kami, kurang lebihnya saya mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan datang dari diri saya pribadi. Untuk itu saya akan serahkan kembali acara tersebut kepada MC....
Arsya memberikan sambutan kepada semua orang yang sudah bersedia menghadiri acara tersebut. Setelah selesai Arsya kembali memberikan kepercayaannya pada seorang MC.
Sedangkan Suci dia hanya bisa tersenyum bersama yang lain ketika melihat jiwa ke Bapakannya di dalam diri Arsya mulai keluar. Setelah acara telah selesai di lakukan, lalu mereka pun membagikan sedikit rezeki kepada anak-anak panti asuhan yang di wakilkan dengan Kay.
Kay membagikan beberapa amplop kepada anak-anak panti serta sedikit bingkisan yang akan berguna buat mereka semua. Di sini Suci dan Arsya mengajarkan kepada Kay bagaimana cara berbagi ke sesama meskipun tidak melihat nilai nominal yang akan mereka berikan.
Semua orang benar-benar terlihat bahagia, sampai-sampai berita acara ini masuk ke seluruh cannel televisi dan juga sosial media.
Ada seorang wanita dengan penampilan kumuh dan juga berantakan tanpa sengaja melewati sebuah warung dan melihat acara televisi membuat ia tidak percaya bahwa Suci bisa melahirkan seorang anak dan juga kehidupannya jauh lebih baik darinya.
Ketika melihat berita tentang Suci membuat wanita itu semakin setres hingga saat ini ia banyak membuat sejumlah warga resah karena dia selalu saja mengamuk, tertawa, menangis dan juga merebut apa yang bukan menjadi miliknya. Oleh karena itu salah satu warga langsung menelpon rumah sakit jiwa agar segera mengamani wanita itu supaya tidak lagi membuat ke rusuhan di sekitar rumah warga.
Siapa dia? Ya, dia adalah Elsa teman masa kecil Suci yang pada saat itu pernah Suci selamatkan nyawanya ketika dia sedang putus asa akan cintanya yang sudah mengkhianatinya akibat mengetahui bahwa Fajar akn menikahi wanita lain dan bukan dirinya.
Pada saat itu Fajar memang menikahi seorang wanita karena dijodohkan oleh Ibunya yang selalu mengancamnya untuk bunuh diri jika dia tidak mau menikah dengan wanita pilihannya. Namun saat tidak sengaja bertemu dengan Elsa dan Suci, Fajar berjanji akan memperbaiki hubungan mereka. Cuman Fajar membutuhkan waktu agar bisa terlepas dari wanita yang selama ini menekannya.
Ketika Fajar telah terlepas dari singa betina untuk kembali menjemput cintanya, dia malah di kejutkan oleh pernikahan Elsa bersama pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.
Dengan rasa kekecewaan akhirnya Fajar beranjak pergi dengan semua sakit hatinya, lalu ia bertemu dengan pujaan hatinya. Tetapi Fajar tidak lupa jika suatu saat dia kembali untuk membawa anaknya yaitu Diva. Karena Fajar sangat percaya anak yang akan di pertanggung jawabkan oleh Dimas adalah anaknya.
Dan benar saja ketika Fajar kembali dia langsung mengambil Diva dari tangan Dimas bukan dari Elsa.
__ADS_1