Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Flashback 1 Tahun (4)


__ADS_3

3 hari kemudian...


Dimas dan Suci kembali ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan mereka, karena kemarin sudah ada pihak dari rumah sakit yang menghubungi Dimas jika hasilnya sudah keluar. Jadi hari ini mereka bisa langsung di ambil dan akan dijelaskan secara detail dengan sang dokter. Dimas dan Suci sudah berada di dalam ruangan bersama sang dokter.


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya. Bagaimana kabarnya, apa semuanya baik-baik saja setelah pemeriksaan kemarin?” ucap sang dokter dengan ramah.


“Alhamdulillah, semuanya sehat kok Dok. Hoya... Bagaimana hasilnya, Dok? Kami berdua baik-baik saja kan, dan juga tidak ada yang harus kami khawatirkan kan Dok?” saut Suci dengan wajah penasaran.


“Kita akan baik-baik saja, aku yakin itu. Toh, kita berdua sehat kok jadi apa yang harus di khawatirkan coba...” ucap Dimas dengan datar.


“Baiklah, tunggu sebentar ya Tuan dan Nyonya. Suster lagi mengambilkan hasil tes kalian, nanti baru akan saya jelaskan karena saya sendiri pun belum tahu dengan hasil tersebut. Tapi dugaan saya kalau kalian baik-baik saja tidak ada yang harus dikhawatirkan sama seperti apa yang dikatakan Tuan Dimas barusan. Saat kemarin saya memeriksa kalian terlihat bahwa semuanya aman-aman saja kok, tapi saya belum tahu dengan hasil labnya. Itu hanya asumsi dari penglihatan saya semata saja ya...” ucap sang Dokter.


“Ya, jelaslah. Orang kami baik-baik saja kok, istri saya saja yang terlalu percaya dengan apa yang di ucapkan Mamah saya. Benar-benar tidak masuk di akal, wajar saja jika hampir 2 tahun pernikahan belum memiliki anak. Jika sudah puluhan tahun tidak memiliki anak barulah curiga dan melakukan tes. Ini belum apa-apa sudah menyuruh kami melakukan tes yang tidak jelas”


Dimas mengoceh dengan meluapkan semua rasa kesalnya , yang membuat sang dokter hanya bisa mendengarkan dan mengangguk-anggukan kepalanya tanpa ia mengerti dengan apa yang di maksud oleh Dimas.


Ya, memang ada benarnya juga dengan omongan Dimas. Tetapi omongan Mamah Mita juga tidak ada salahnya kok, kan hanya melakukan pemeriksaan untuk meyakinkan diri kalau mereka baik-baik saja.


...*...


...*...


Di ruang hasil pemeriksaan


Saat ini sang suster sedang mengambil serta membawakan hasil lap Dimas dan juga Suci dengan menggunakan amplop putih tebal dan juga besar.


Namun saat sang suster ingin menutup pintu ruangan hasil pemeriksaan kemudian berjalan ke arah ruangan dokter, tiba-tiba saja ia bertabrakan dengan seorang wanita.


Bugh !...


Arggghhh !...


Suara orang bertabrakan sambil sedikit berteriak. Sang suster dan wanita itu pun saling bertabrakan hingga amplop putih besar terlepas dari genggaman sang suster.

__ADS_1


Dengan ciri-ciri wanita itu menggunakan jaket, menutupi kepalanya dengan kain atau pun kerudung, dan tak lupa ia memakai kaca mata dengan warna merah ke unguan.


“Aduh... Maaf, Sus. Saya tidak melihat, tadi saya lagi buru-buru karena kebelet ingin ke toilet” ucap wanita itu sambil membantu sang suster untuk berdiri.


“Iya, tidak apa-apa Bu. Kemungkinan saya juga jalanan kurang minggir jadi tanpa di sengaja kita saling menabrak satu sama lain" ucap sang Suster sambil tersenyum.


Mata wanita itu terarah untuk melirik amplop besar berwarna putih yang mana dia tahu, kalau itu adalah hasil tes Suci dan juga Dimas. Saat sang suster ingin mengambil amplop tersebut, tiba-tiba wanita itu menahannya agar dia saja yang mengambilkannya.


Lalu wanita itu berjongkok dengan keadaan membelakangi sang suster. Dengan secepat kilat dia menukar amplop tersebut dengan amplop yang berada di dalam jaket wanita itu. Lalu wanita tersebut langsung memberikan amplop pada sang suster yang mana Suster tersebut pun percaya jika amplop yang saat ini ada di tangannya adalah amplop yang asli.


Padahal, sebenarnya adalah bukan. Amplop yang saat ini ada di tangan Suster itu ternyata amplop palsu yang sudah di buat oleh wanita itu dengan membayar mahal suster lainnya untuk membuatkan surat palsu, tetapi bisa terlihat seperti asli. Kemudian sang suster berjalan kembali menuju ruang dokter meninggalkan wanita itu yang masih berdiri menatap kepergian sang suster.


Wanita itu pun mencopot kaca matanya hingga kain penutup kepalanya sambil tersenyum dan berkata di dalam hatinya, “Haha... rasain lu, Suci. Dengan begini gua bisa membalaskan dendam gua sama lu, karena lu teman-teman gua semuanya menjauhi gua. Untungnya aja gua masih memiliki teman yang tidak hanya 1,2 atau 3 tetapi masih banyak lagi di luaran sana yang bisa membantu gua untuk menghancurkan lu haha...”


Setelah tugasnya selesai, wanita itu langsung pergi secepat kilat untuk menghindari penyamarannya agar tidak di curigai oleh siapa pun di sana saat itu.


...*...


...*...


Mereka yang dari tadi sedang menunggu kedatangan sang suster, akhirnya merasa sangat deg-degan saat melihat sang suster datang dengan membawa amplop besar berwarna putih.


“Ya Allah, semoga saja semua hasilnya baik-baik saja. Saat ini aku hanya bisa pasrahkan dan serahkan semuanya padamu, ya Rab...” doa Suci di dalam hatinya sambil jantungnya berdetak dengan sangat cepat.


“Ya Allah, aku sangat yakin dengan kuasamu ini, semoga hasilnya sama seperti yang kami inginkan. Karena hatiku sangat yakin kalau kami berdua dalam keadaan baik-baik saja dan akan segera memiliki anak dalam waktu dekat ini. Aku berharap pada-Mu ya Rab, tolong jangan patahkan kepercayaanku akan hal ini ya Allah...” doa Dimas di dalam hatinya dengan sangat percaya diri, namun jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam Dimas juga merasa khawatir akan hasilnya jika tidak seperti apa yang ia pikirkan.


Sang suster kemudian memberikan amplop tersebut kepada sang dokter agar segera bisa dibacakan hasilnya, dan tidak membuat mereka semakin cemas akan hasilnya.


Tidak butuh waktu lama, sang dokter telah selesai membaca hasil tes mereka yang mana dapat mereka lihat dari wajah sang dokter yang seperti terkejut dengan hasilnya.


“Bagaimana, Dok? Apa di yang salah satu dari kami atau ada yang bermasalah? Karena saya lihat wajah dokter kayak tidak percaya akan hasilnya” ucap Suci dengan wajah penasaran.


“Cepat katakan, Dok. Saya sudah tidak bisa menunggu terlalu lama, karena saya sangat yakin kalau kami berdua baik-baik saja” tegas Dimas dengan sangat dingin untuk menutupi kegugupan di dalam dirinya.

__ADS_1


Sang dokter menatap mereka satu persatu, sambil sedikit menghela nafasnya.


“Sebelumnya saya meminta maaf kepada Tuan dan Nyonya, kalau hasil dari asumsi yang saya lihat kemarin adalah salah” ucap sang dokter dengan wajah kecewanya karena beberapa menit yang lalu telah mengatakan yang seolah-olah memberi harapan kepada mereka berdua.


Dimas yang begitu terkejut langsung berbicara dengan nada yang sedikit meninggi, “Salah? Salah bagaimana maksudnya, Dok. Coba jelaskan secara detail tanpa berbelit-belit. Saya tidak suka dengan adanya pembicaraan yang muter-muter. Lebih baik langsung pada inti dari hasilnya saja Dokter”


“Sabar, Mas. Biarkan dokter menjelaskan sesuai dengan hasilnya, supaya kita juga bisa mengerti dan paham secara keseluruhan” ucap Suci yang berusaha menenangkan emosi Dimas.


Dimas pun terdiam mencoba untuk mengendalikan emosinya, karena sudah dapat Dimas pastikan kalau dari wajah sang dokter saat ini terlihat jelas bahwa hasil tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


“Menurut hasil tes yang sudah saya baca, bahwa di sini kondisi Tuan Dimas baik-baik saja tidak ada kendala apa pun...” ucap sang Dokter yang membuat Suci tersenyum lebar dan langsung memotongnya.


“Alhamdulillah, Dok. Tuh kan, Mas dengar sendiri kan kalau Mas baik-baik saja. Jadi jangan berpikir yang macam-macam dulu. Pasti kita akan bisa memiliki anak segera mungkin seperti apa yang selalu Mas katakan pada Suci” saut Suci yang langsung menatap wajah Dimas dengan senyuman, sedangkan Dimas hanya bisa menatap Suci dengan tatapan menyedihkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2