Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Terima Kasih Mas Dimas


__ADS_3

“Hiks... To-tolong jangan sentuh aku, oke kalian mau tas kan? Ini ambilah, tapi lepaskan aku sesuai dengan perjanjian tadi” ucap Elsa kembali sambil melempar tasnya ke arah preman 1.


Kemudian, preman 1 menangkapnya dan kembali melempar pada preman 2 yang setia duduk di motornya untuk berjaga-jaga.


“Wah... Sepertinya kau sudah terlambat, gadis cantik. Perjanjian itu sudah tidak lagi berlaku. Saat ini mau kau serahkan tas itu atau tidak, maka kita akan tetap bermain denganmu ya kan kawan...” ucap preman 1 sambil sesekali menatap temannya.


“Ya itu memang benar, mumpung di sini juga sangat sepi bro. Kita bisa bawa dia ke semak-semak aja lagian juga ilalang-ilalang di sekitar ladang sini cukup tinggi juga. Jadi tentu saja tidak akan ada orang yang mengetahui apa yang kita lakukan hihi...” ucap preman 2 yang memberikan ide konyol.


Dimas yang masih duduk diam di dalam mobilnya merasa sangat curiga, karena ia membuka kaca mobilnya sambil sedikit mendengarkan percakapan mereka yang begitu samar. Tetapi Dimas bisa mendengar suara isak tangis dan dia berpikir bahwa Elsa sedang menangis di sana.


“Sepertinya dugaanku sudah salah! Mereka bukanlah teman Elsa, tapi melainkan orang-orang jahat yang ingin mencari kesenangan” gumam Dimas dengan wajah datarnya sambil menatap spion.


Preman 2 kemudian memarkirkan motornya di belakang pohon besar agar tidak ada yang bisa melihatnya. Lalu ia bersama preman 1 langsung berjalan dan menangkap Elsa dengan menyeretnya ke arah semak-semak yang rimbun serta gelap.


“Hiks... Lepaskan aku, lepas aku bilangggg!! Hiks... Tolong, tolong... Tolong aku, siapa pun yang mendengarku bantu aku lepas dari laki-laki bej*jat seperti mereka hiks... Aku tidak mau menyerahkan tubuhku pada kalian dasar laki-laki baji*ngan, laki-laki bia*dap” teriak Elsa sambil memberontak hingga menangis kejar.


Dimas yang sudah tidak bisa tinggal diam langsung keluar dari mobilnya degan wajah dingin serta auranya yang cukup menyeramkan. Dimas sedikit merasa bersalah kepada Elsa karena telah membiarkannya pulang sendiri hanya karena ia bersikap dingin pada Elsa akibat ucapan Elsa kepada Dimas yang mencoba ingin merebutnya dari Suci sahabatnya sendiri.


Kedua preman tersebut berhasil membawa Elsa ke dalam semak-semak berukar yang menjulang tinggi hingga lebat. Kemudian mereka mendorong Elsa hingga terjatuh. Dengan begitu preman 2 langsung memegangi tangan Elsa dari atas, sedangkan preman 1 mencoba menahan kaki Elsa agar tidak bisa menendangnya.


Lalu mereka berdua tertawa dengan puas saat melihat Elsa tidak berdaya seperti ini. Elsa hanya bisa menjerit serta menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri berusaha sekuat tenaga ingin melepaskan dirinya. Namun sayangnya, kekuatan kedua preman tersebut jauh lebih kuat dari pada Elsa dan hanya dengan hitungan detik kini terdengar suara.


Ssrraaaakkk !...


Preman 1 langsung merobek baju Elsa dengan sangat kuat hingga kini tubuh Elsa terekspor dengan leluasa dan hanya meninggalkan kaca mata putihnya.


“Hiks... Dasar kalian semua se*tan, bisa-bisanya melakukan ini pada seorang wanita yang lemah hiks...” teriak Elsa penuh dengan amarahnya.


“Waw... Tubuhmu mulus sekali sayang, bagaimana dengan yang bawah? Pasti hutannya gundul dan sangat licin ya hahaha...” ejek preman 1 yang tertawa bersamaan dengan preman 2.


“Cepetan buka roknya, Bro. Gua yakin di sana pasti ada harta karun luar biasa yang nantinya pasti akan membuat kita sangat puas haha...” saut preman 2.

__ADS_1


“Kau benar juga, Bro. Bagaimana kalau kita angkat saja roknya, lagian kan biar ada sensasi gimana gitu haha...” jawab preman 1.


“Terserah lu aja, tapi nanti gantian ya. Awas lu lama-lama, ini punya gua udah bangun dari tadi” ucap preman 2.


“Tenang, Bro. Kalem, santai... Gua main cepet kok, lagian kalau lama-lama takut ada yang keburu lewat” ucap preman 1 yang hanya diangguki oleh preman 2.


Elsa hanya bisa menangis hingga pasrah karena saat ini dirinya benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali. Preman 1 menduduki kakinya sedangkan preman 2 memegangi tangannya dengan sangat kuat.


Saat preman 1 ingin mengangkat rok Elsa ke atas perutnya. Tiba-tiba saja, Dimas langsung memukulnya menggunakan balok yang ia temukan saat berjalan mencari keberadaan mereka semua.


Buuuhgh !...


Dimas memukul preman 1 tepat di punggungnya, sehingga ia jatuh pingsan tak berdaya.


“Wah... lu mau cari mati sama gua?” tantang preman 2 sambil berdiri.


Elsa yang merasa dirinya sudah aman, langsung kabur sedikit menjauh hingga berjongkok sambil menutupi bagian dadanya yang terekspor.


“Silakan, aku tidak takut dengan ancaman tidak bergunamu. Bisakah kau melihat ke sini” ucap Dimas sambil mengangkat ponselnya yang mana di sana sudah ada nomor polisi.


Sehingga kedua preman itu langsung di tangkap, serta kedua tanggalnya dipakaikan borgol agar tidak bisa melawan. Dimas yang melihat Elsa masih ketakutan hingga setengah tubuhnya terekspor ke luar, membuat Dimas membuka jasnya dan langsung menyerahkan kepada Elsa tanpa melihatnya.


“Pakai ini untuk menutupi tubuhmu” ucap Dimas sambil memberikan jasnya sambil membelakangi Elsa.


Elsa langsung menerimanya sambil menangis, lalu ia segera memakai jas tersebut. Dengan hitungan detik, Dimas terkejut saat Elsa memeluk tubuhnya dari belakang.


“Hiks... Terima kasih Mas Dimas karena sudah menyelamatkanku hiks... Aku takut banget” keluh Elsa.


“Aku yang harusnya minta maaf sudah membiarkanmu turun dari mobil dan pulang sendirian. Tapi sekali lagi maaf bisakah kau lepaskan pelukanmu ini, karena kita bukan muhrim dan aku tidak mau sampai Suci salah paham nantinya” ucap Dimas yang membuat Elsa langsung melepaskan pelukannya.


Kemudian Dimas berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Elsa di belakangnya dengan keadaan yang masih ketakutan. Mereka berjalan keluar dari semak-semak hingga bertemu dengan polisi. Lalu Dimas menceritakan apa yang ia lihat dan Elsa pun yang sebagai korban di minta untuk menceritakan secara detail apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


Lalu Elsa menceritakannya dengan air mata yang terus menetes. Setelah semua sudah selesai, lalu polis pergi membaca pelaku tersebut. Tak lupa sang polisi menyuruh Elsa untuk datang ke kantor agar bisa di mintai keterangan lebih lanjut lagi agar kasus ini bisa segera di proses.


Dimas yang melihat Elsa terus menangis, membuat ia sangat kasihan padanya. Lalu Dimas mengeluarkan sapu tangannya untuk Elsa agar bisa mengelap atau mengusap air matanya yang terus berjatuhan. Elsa hanya bisa menerimanya dengan perasaan senang, padahal ia sedang mendapat musibah tapi di sisi lain Elsa sangat bahagia akibat kejadian ini Dimas bisa sedikit luluh serta perhatian padanya.


Bahkan Elsa sempat berpikir kenapa kejadian ini tidak terjadi dari kemarin-kemarin saja, agar Dimas bisa semakin perhatian padanya. Apa lagi Dimas yang terlihat sangat kaku serta cuek, tapi kini berubah menjadi Dimas yang penuh dengan perhatian walaupun masih sedikit rada cuek pada Elsa. Lalu mereka berdua kembali ke mobil Dimas, dan segera Dimas melajukan mobilnya menuju alamat rumah Elsa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para readers semuanya 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung Author terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Share 📲


Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️

__ADS_1


Terima kasih semuanya 🙏🙏


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2