Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Suci Bisa Memiliki Anak


__ADS_3

Ayah Al yang melihat Arsya kebingungan itu lalu menepuk pundaknya yang malah membuat Arsya tersontak kaget dan dia langsung saja menatap Ayah Al. Terlihat jelas bahwa Arsya sangat tegang dan ia juga cemas, tapi Ayah Al tidak tahu apa yang membuat putranya cemas seperti ini karena Arsya itu selalu menjadi pria yang tenang dan berwibawa.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat cemas seperti ini? Bukannya kamu tadi bilang kalau Suci baik-baik saja dan dia hanya butuh istirahat kan? Jadi kenapa kamu cemas dan khawatir seperti ini" ucap Ayah Al sambil mengelus-eluskan punggung Arsya.


"A-ada sesuatu yang la-lain yang ingin a-aku sampaikan pada Ayah dan Bunda. I-ini ada hubungannya de-dengan Suci, dan a-aku harap Ayah dan Bunda bi-bisa menerima kabar ini dengan baik" ucap Arsya dengan rasa gelisah dan gugup.


"Ada apa Arsya... apa yang ingin kamu bicarakan dengan Bunda dan juga Ayah? Kenapa kamu jadi terbata-bata seperti ini. Bunda tidak pernah melihat putra Bunda yang tenang dan dingin ini bicara dengan terbata-bata seperti ini" ucap Bunda Reni.


Lalu Bunda Reni bangun dari kursinya yang ada di samping Suci, dan pindah menuju sofa panjang yang ada di sana. Saat ini Arsya duduk di tengah dengan Ayah Al duduk di samping kanan, dan Bunda yang duduk di samping kiri Arsya.


"Coba ceritakan pada kami sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi kepada Suci sampai ia pingsan dan masuk ke rumah sakit seperti ini. Lalu hal lain apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami?" tanya Ayah Al dengan nada tenangnya.


"Se-sebenarnya Suci ma-masuk rumah sakit karena dia me-merasa kram perut akibat stress dan juga depresi yang dia rasakan. Ta-tapi dokter bilang ka-kalau Suci sedang ha-hamil 4 bulan dan janin yang ada di ka-kandungannya Suci itu lemah, jadi Suci harus bed rest..." jelas Arsya dengan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Bunda Reni dan juga Ayah Al yang mana mendengarkan penjelasan Arsya pun langsung terduduk diam. Mereka tidak percaya dengan apa yang Arsya katakan dan rasanya seperti ada petir yang baru saja menyambar mereka. Bunda Reni lalu menatap Suci dan kembali menatap Arsya yang sedang menunduk.


"Ja-jadi maksud ka-kamu Suci sedang ha-hamil anaknya Di-Dimas? Ta-tapi bagaimana, maksudku kenapa kita tidak tahu tentang hal ini sebelumnya?" ucap Bunda Reni yang tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa.


"Lalu bagaimana denganmu Nak? Apa yang saat ini kamu rasakan dan juga apakah Suci tahu akan semua ini? Jadi sekarang jelaskan kepada kami semua yang kamu rasakan, kami pasti akan mendukung semua keputusan kalian" ucap Ayah Al dengan nada tenangnya.


Ayah Al tahu bagaimana perasaan Arsya sekarang itu sebabnya ia berusaha tetap tenang agar tidak membuat semuanya menjadi lebih berantakan. Sementara Bunda Reni hanya diam sambil menatap Arsya dan Suci yang sedang tidur itu bergantian, karena dia masih belum bisa mengerti segalanya.


"Su-Suci sudah tahu te-tentang ini dan di-dia sangat terkejut dan di-dia bahkan menangis, itu sebabnya sekarang dia masih tidur karena kelelahan menangis. A-aku tidak tahu apa yang aku rasakan, hanya saja a-aku merasa senang saat aku tahu kalau Suci sedang hamil"


"Mau bagaimana pun juga, saat ini Suci adalah istriku jadi tentu saja anak yang ada dalam kandungannya Suci adalah anak kami. Suci pun merasa bahagia saat dia tahu kalau aku mau menerima anak itu, dan aku juga udah berjanji akan selalu memperlakukan anak itu seperti anakku sendiri"


"Aku masih tidak percaya jika aku dan Suci bisa memiliki anak secepat ini. Aku pikir kami masih membutuhkan banyak waktu dan juga usaha sebelum memiliki anak, tapi Allah memberikan kami anak jauh lebih cepat. Aku sangat bahagia Bun, Yah... aku masih tidak bisa percaya dengan semua ini"

__ADS_1


Arsya berbicara sambil ia menatap Suci yang masih tertidur dan tanpa di sadari Arsya terus saja tersenyum bahagia. Ini pun membuat Bunda Reni dan Ayah Al ikut tersenyum saat melihat senyuman putra mereka yang sangatlah bahagia untuk pertama kalinya mereka lihat.


Bunda Reni langsung memeluk Arsya dan Arsya juga memeluknya kembali. Bunda Reni pun langsung mengelus-elus punggung Arsya dan lalu ia melepaskan pelukannya. Kemudian Bunda Reni juga menatap Arsya sambil mengecup dahi Arsya.


Di saat putra dan kedua orang tuanya itu sedang menikmati waktu bersama itu, tiba-tiba saja Suci terbangun dan ia pun terharu melihat momen tersebut. Tetapi tanpa di sadari air matanya Suci pun menetes dan Ayah Al yang melihatnya pun langsung memberikan kode pada mereka kalau Suci sudah bangun.


Bunda Reni dan Arsya pun menoleh dan melihat Suci yang mana dia sedang menangis menoleh ke arah mereka. Lalu Bunda Reni berjalan mendekati bangkar Suci dan duduk di kursi si sampingnya. Arsya dan juga Ayah Al pun ikut berjalan mendekati Suci lalu berdiri di samping Bunda Reni.


"Hey... kenapa putri Bunda yang cantik ini menangis... hapuslah air matamu itu karena seharusnya kita semua bahagia, bukannya bersedih seperti ini..." ucap Bunda Reni sambil menghapus air mata Suci dengan tisu yang ia bawa.


"Su-Suci minta ma-maaf Bunda hiks... Su-Suci tidak tahu ka-kalau se-semua ini akan terjadi. Su-Suci su-sudah menjadi me-menantu yang bu-buruk untu Bunda dan Ayah Al hiks... Su-Suci mi-minta ma-maaf Bunda, Ayah..." ucap Suci yang masih menangis sambil berbaring di bangkarnya.


"Huustt... Jangan menangis sayang... ini tidak baik untuk anak kita, lebih baik kita tersenyum dan tertawa supaya anak kita juga ikut tertawa bersama kita" ucap Arsya sambil memegang tangan kirinya Suci.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu Suci... Bunda dan juga Ayah Al merasa senang karena kami akan segera memiliki cucu dari kalian berdua. Bunda jadi tidak sabar deh ingin bermain bersama cucu kecil yang ada di kandungan kamu ini" ucap Bunda Reni sambil mengelus perutnya Suci yang masih datar.


Meskipun Suci sudah hamil 4 bulan, tapi keadaan kandungannya masih sangat lemah dan perkembangan bayinya yang juga tidak normal. Jadi saat ini perut Suci masih tidak sebesar wanita yang hamil 4 bulan pada umumnya. Suci juga masih harus banyak sekali bed rest agar kondisi Suci dan bayinya bisa kembali stabil.


__ADS_2