
Sementara itu Mamah Mita akhirny berhasil membuat Baby Diva berhenti menangis, tapi kini dagu Baby Diva sedikit merah dan bengkak.
Merasa tidak tahan dengan pertengkaran Dimas dan Elsa di telepon, lalu Mamah Mita membawa Baby Diva ke kamarnya dan mulai mengoleskan obat di dagu Baby Diva agar tidak semakin bengkak.
“Ya ampun... kasihan sekali cucuku ini, sampai dagunya jadi sedikit bengkak dan memerah begini. Maafkan Oma ya karena sudah lalai menjaga dan mengurusmu, sayang...” ucap Mamah Mita yang duduk di sofa kamarnya setelah selesai memakaikan obat di dagunya Baby Diva.
Mamah Mita merasa sedikit sedih karena ini pertama kalinya dia lalai menjaga Baby Diva sampai terluka seperti ini.
Sedangkan Baby Diva terus saja mengoceh tidak jelas sambil menatap Mamah Mita dan menepuk-nepuk tangannya yang sesekali juga Baby Diva tertawa gemas.
“Semua ini karena salah Mamahmu itu yang selalu saja tidak mau menjagamu. Dia selalu memberikan tanggung jawabnya padaku, dan dia malah asyik bermain dengan teman-temannya dan juga pergi berbelanja”
“Memangnya dia pikir cuma dirinya saja yang membutuhkan pergi refreshing dan berkumpul. Aku juga butuh dong, apalagi ini adalah masa tuaku. Jadi harusnya sekarang aku yang bersantai-santai dan bukannya dia”
“Kalau terus seperti ini, lama-lama aku berasa seperti menjadi seorang Baby Sister dari pada Oma untukmu sayang. Nanti saat kamu sudah besar, jadilah wanita yang bertanggung jawab dan jangan seperti Mamahmu yang malas dan juga boros itu ya”
Mamah Mita berbicara dengan Baby Diva yang mana dia masih tidak mengerti apa pun.
Namun Baby Diva malah menjawab semua perkataan Mamah Mita dengan omongan bayinya yang mana sama sekali tidak bisa di mengerti oleh siapa pun.
Di saat Mamah Mita dan Baby Diva sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja Elsa masuk ke kamarnya Mamah Mita begitu saja tanpa mengetuk.
Elsa masuk dengan wajah kesal dan juga emosinya yang masih belum turun, malah semakin naik saat dia mendengar perkataan Mamah Mita dari luar.
“Apa maksud Mamah bicara seperti itu? Apakah menurut Mamah aku ini adalah wanita yang tidak bertanggung jawab? Aku sudah cukup bertanggung jawab dengan selalu memberikannya ASI dan juga menidurkannya jika dia terbangun di malam hari”
__ADS_1
“Kenapa Mamah juga sekarang seperti menuduhku sama seperti Mas Dimas? Apakah kalian sekarang menyesal karena aku ini tidak lemah dan bodoh seperti Suci? Apakah Mamah lebih memilih untuk memiliki menantu yang mandul dari pada aku yang sudah memberikan kalian keturunan?”
“Lagian selama beberapa bulan ini Mamah mengurus Baby Diva dengan senang hati, kan? Lalu kenapa tiba-tiba Mamah jadi marah pada malah membuat Mas Dimas juga ikutan marah padaku? Ini semua karena Mamah yang tidak becus menjaga Baby Diva”
Elsa berbicara dengan nada tingginya yang mana membuat Baby Diva di pangkuannya Mamah Mita terkejut.
Baby Diva pun langsung saja menangis dan Mamah Mita mencoba untuk menenangkan Baby Diva. Sedangkan Elsa malah bertambah kesal saat mendengar tangisannya Baby Diva.
“Tidak bisakah Mamah membuat anak itu diam? Kenapa setiap hari dia selalu saja menangis seperti ini. Aku tidak mau memiliki anak yang lemah dan bodoh seperti ini yang setiap harinya selalu saja menangis dan menangis” geram Elsa.
“Dimas itu marah padamu karena kamu sudah memakai uang terlalu banyak untuk bersenang-senang daripada mengurus anakmu sendiri. Jangan kamu menyalahkan semua kesalahanmu pada orang lain di saat kamu sudah tau dengan jelas siapa yang salah dan siapa yang benar di sini”
“Lalu Baby Diva menangis setiap hari bukan karena dia lemah atau bodoh, itu karena dia baru setengah tahun saat ini. Jadi bagaimana bisa di berbicara dengan umurnya yang baru setengah tahun? Apakah kamu bahkan tidak tahu hal umum seperti ini, hahh?”
“Lagi pula tugas dari seorang ibu itu bukan hanya memberikan ASI dan menidurkannya, tapi juga menjaga dan merawatnya. Kamu harus selalu ada di sampingnya 24 jam setiap hari dan tidak boleh lengah sedikit pun lantaran Baby Diva masih sangat kecil dan rapuh”
Namun bukannya berhenti menangis, Baby Diva malah semakin kejar yang mana membuat Elsa semakin geram dan kesal di buatnya.
“Sudahlah, aku pusing jika aku harus tetap di sini dan mendengarkan suara tangisan jeleknya. Lebih baik aku pergi nyalon dan juga SPA supaya tubuhku tetap fit dan awet muda. Aku tidak mau terlihat tua hanya karena aku sudah menikah dan punya anak” ucap Elsa sambil berjalan ke luar kamar Mamah Mita.
“Elsa! Ke mana kamu mau pergi sekarang, hahh? Apakah kamu tidak sadar jika Dimas memarahimu karena kamu yang sangat boros. Lalu kenapa kamu malah menjadi semakin boros seperti ini. Elsa... tunggu Mamah, Elsa!” teriak Mamah Mita sambil mengikuti Elsa.
“Sudahlah Mamah, aku tidak akan menghabiskan banyak uang hanya karena nyalon dan SPA. Lebih baik Mamah jaga anak cengeng itu di sini, dari pada terus berdebat yang akan membuat anak itu kembali menangis” geram Elsa yang langsung ke luar dari rumah begitu saja.
“Kamu benar-benar sudah keterlaluan, Elsa! Apakah kamu tidak merasa sedih sedikit pun saat meninggalkan anakmu sendiri di rumah? Apakah kamu benar-benar seorang Ibu, Elsa? Di mana rasa keibuan yang seharusnya di miliki setiap wanita di dunia ini”
__ADS_1
“Lebih aku melaporkan hal ini pada Dimas supaya dia bisa menghentikan Elsa. Maaf ya sayang karena kamu jadi menangis lagi setelah mendengar Oma bertengkar dengan Mamahmu. Tapi memang Mamahmu itu sudah sangat keterlaluan pada Oma dan juga Ayahmu”
“Tapi kamu tenang saja sayang, karena Oma akan selalu menyayangi cucu Oma yang lucu ini. Sudah ya sayang, berhentilah menangis atau nanti malah kamu malah tidak bisa tidur nyenyak. Lebih baik kita bermain dan juga mendengarkan musik yang selalu kamu sukai, okay sayang...”
Mamah Mita berbicara sambil berjalan ke ruang keluarga dan duduk di lantai di mana mainan Baby Diva berserakan dilantai.
Lalu Mamah Mita memberikan Baby Diva beberapa mainan sambil dia mengambil ponselnya untuk memberikan kabar pada Dimas kalau Elsa pergi ke luar lagi hari ini.
Namun sayangnya saat ini Dimas baru saja masuk ke ruang meeting dan ponselnya di silent, jadi dia tidak tahu jika ada panggilan telepon dari Mamah Mita.
Merasa kalau Dimas tidak akan menjawab panggilannya Mamah Mita, lalu dia pun kembali fokus bermain dengan Baby Diva dengan bahagia.
Sementara itu Elsa malah pergi dengan supir pribadinya yang mana Dimas pekerjakan untuk Elsa karena Diams tahu jika Elsa suka pergi ke luar sendirian.
Satu jam kemudian Elsa sampai di sebuah SPA & salon beauty yang mana sangat terkenal di wilayah tersebut.
Elsa pun masuk ke spa tersebut dan memesan paket pelayanan kecantikan dengan harga termahal dan pelayanan terlengkap.
Setiap kali Elsa pergi ke suatu tempat, dia akan memilih tempat terbaik dan pelayanan terbaik tanpa memperdulikan harganya. Itulah kenapa tagihan kartu kreditnya selalu saja tinggi setiap bulannya.
Semua pelayan SPA tersebut baru selesai setelah 2 jam karena Elsa memasang paket yang paling komplit dan mahal.
Setelah selesai spa, Elsa pun langsung kembali memesan paket salon perawatan dan pengecatan rambut karena Elsa merasa bosan dengan warna rambutnya saat ini. Elsa pun kembali memesan pelayanan termahal dan komplit.
Di mana Elsa akan mendapatkan creambath, smoothing, cutting style, coloring dan juga bleachinh.
__ADS_1
Mana semua itu membutuhkan waktu 4 jam yang mana Elsa baru selesai dengan semua itu saat waktu menunjukkan pukul 9 malam.
Tidak lupa juga di sela-sela waktu pewarnaan rambut, Elsa sempat memesan makanan pesan antar yang mahal dan juga enak.