Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Terungkapnya Kehamilan Vina


__ADS_3

Suci terkejut bukan main dan segera berdiri, keadaan mulai tidak kondusif hingga akhirnya Arsya memutuskan menyuruh Vina berdiri serta membawa mereka keluar dari restoran. Dimana mereka malah memasuki mobil dalam keadaan Vina yang henti-hentinya meminta maaf pada Suci, dan malah membuat mereka menjadi semakin bingung.


"Kamu kenapa Vin, ada apa denganmu kenapa kamu selalu mengatakan maaf padaku. Apa yang terjadi?" Cecar Suci sambil menoleh ke arah belakang dimana Vina duduk di kursi belakang.


"Se-sebenarnya wa-waktu itu aku sangat kesal ketika Kak Suci menikah dengan Bang Dimas, bahkan Kakak masih ingat kan sudah 2 kali aku mencoba menggagalkan pernikahan kalian. Dimana pernikahan yang ke 3 kalinya kalian berhasil lolos dari semua rencanaku"


"Aku melakukan itu semua karena aku tidak suka dengan Kak Suci, akibat Bang dimas memilih Kak Suci membuat aku sampai di jauhi oleh teman-temanku. Karena sebelumnya aku sempat menjodohkan Bang Dimas dengan semua temanku tetapi mereka malah di tolak mentah-mentah. Hingga akhirnya aku langsung bertekat untuk membut hidup Kak Suci hancur sehancur-hancurnya"


"Dan pada saat itu Kakak sedang melakukan tes kesehatan, aku langsung membuat hasil yang sama dengan logo rumah sakit itu hanya saja di situ tertulis jika Kak Suci tidak bisa mengandung melainkan mandul. Tetapi sesungguhnya hasil tes Kak Suci sangat bagus, cuman aku menukar semua obat yang Kak Suci minum dengan pil KB agar setiap kali Kakak berhubungan tidak akan membuahkan hasil apa pun"


"Maka dari itu selama bersama dengan Bang Dimas, Kak Suci tidak akan bisa mengandung selagi Kakak masih mengomsumsi obat tersebut. Tetapi ketika Kakak tidak mengomsumsinya maka sekali saja Kakak melakukan hubungan badan hasilnya akan langsung jadi"


"Mungkin dia hadir ketika disaat-saat terakhir Kakak dan Bang Dimas kedatangan Elsa membuat pusat perhatian Kak Suci teralihkan sehingga Kak Suci lupa minum obat itu dan akhirnya Kakak mengandung Kay anak dari Bang Dimas hiks.."


"Se-sekali lagi maafkan aku Kak maafkan aku, ta-tapi tolong bantu aku untuk bisa bertemu dengan Brayen. Aku malu jika anak ini lahir tanpa Ayah hiks.. aku mohon Kak bantu aku please.. hiks.."


Vina langsung mencodongkan tubuhnya ke depan sambil terus memegang tangan Suci yang mana Suci menatap tajam ke arah depan dengan tatapan yang sangat marah, ternyata di balik semua yang terjadi pada dirinya itu karena ulah Vina yang memang tidak suka padanya.


Suci tidak menyangka jika Vina bocah yang masih sangat muda bisa melakukan hal sekeji itu untuk menghancurkan kehidupan seseorang hanya karena dia dijauhi oleh teman-temannya setelah Dimas memilih Suci yang akan menjadi pendampingnya.


Vina tidak sadar jika perbuatannya secara perlahan menjatuhkan mental Suci bahkan nyawanya pun hampir saja melayang kalau tidak ada Arsya di sampingnya.


Sedangkan Arsya dia mencekram setir mobil dengan begitu kuat hingga rahangnya mulai mengeras, dimana suara bariton Arsya benar-benar terdengar sangat nyaring dan membuat Vina langsung terkejut. Begitu juga Suci segera menarik kasar tangannya dari genggaman Vina.


"KELUAR DARI MOBILKU SEKARANG JUGA, ATAU AKU AKAN MELAPORKANMU KE POLISI!!" Pekik Arsya membuat Vina kocar-kacir turun dari mobilnya, kemudian Arsya segera melajukan mobilnya dan meninggalkan Vina yang masih dalam keadaan mencoba menggedor-gedor kaca Suci.


Mobil pun mulai menjauh yang membuat Vina berteriak sambil menjambak rambutnya, Vina sangat berharap jika Suci yang bisa membantunya. Tetapi ketika melihat respon dari Suci membuat Vina tidak bisa lagi berkata-kata, Vina hanya bisa selalu berteriak memanggil nama Brayen.


Namun, di sisi lainnya Brayen sangat mencintai Vina, tapi di sisi lain Brayen takut jika semua itu ketahuan maka Brayen akan langsung di coret dari daftar harta warisan dan semua fasilitas Brayen pun bisa di cabut paksa oleh Ayahnya.


...*...


...*...


Sepanjang perjalanan Arsya melihat Suci hanya terdiam dengan keadaan menangis, bahkan sesampainya di rumah Suci juga langsung pergi ke kemarnya tanpa menggubris sapaan dari semua orang.


Arsya sangat takut dengan kondisi Suci yang saat ini, hingga akhirnya Kay malah mencecar habis Arsya karena Kay menyangka bahwa Arsyalah di balik kesedihan Mommy-nya.

__ADS_1


Arsya langsung bercerita kepada Bunda Reni dan juga Ayah Al agar mereka bisa membantunya untuk membujuk Suci agar tidak lagi bersedih seperti ini. Namun naas, hampir 2 hari Suci terdiam dan hanya menjawab pertanyaan semuanya dengan singkat.


Sampai seketika Suci menghubungi Dion untuk membantunya mencarikan Brayen di seluruh dunia sampai ketemu, sedangkan Arsya yang tahu itu membuatnya sangat bingung. Bukannya Suci sangat kecewa dengan Vina? Lantas kenapa dia menolong Vina? Entahlah.. hanya Suci yang tahu jawabannya.


...*...


...*...


Tepat di usia kandungan Suci yang mulai mau memasuki 7 bulan, ia mendapat kabar bahwa Brayen sudah di temukan dan akan segera kembali ke Indonesia. Yang mana Suci menyuruh semuanya mengumpul di rumah Dimas. Tetapi jangan salah keluarga Dimas semua belum ada yang tahu tentang kehamilan Vina selain keluarga Arsya.


Hingga keesokan harinya semua sudah kumpul di rumah Dimas tepat di ruang keluarga, sedangkan Kay dan juga Ara mereka berada di rumah bersama dengan Lisa.


"Suci ada apa ini, kenapa kamu mengumpulkan kita semua di sini?" Tanya Papah Angga dengan wajah bingungnya.


"Papah tenang saja, nanti Papah akan tahu semuanya. Untuk itu saya mau minta maaf jika sebentar lagi kalian akan mendapatkan sebuah kabar yang sedikit membut kalian terkejut, tetapi aku harus melakukan semua ini agar tidak ada pihak mana pun yang merasa di rugikan" Sahut Suci dengan semua sikap dinginnya.


"Maksudnya kabar apa, Kak?" Tanya Vina.


"Entar juga kamu tahu sendiri" jawab Suci dengn nada datarnya sambil duduk menunggu kedatangan seseorang yang mana itu adalan Brayen.


"Sudahlah aku tidak punya banyak waktu, sebenarnya ini semua ada apa sih? Kenapa kamu mengumpulkan semuanya di sini, apa kamu tidak lihat kondisi Mamahku seperti apa? Mengapa juga dia harus ada di tengah-tengah kita!" Tanya Dimas.


Keluarga Dimas terlihat cemas, panik, dan juga sangat penasaran siapa seseorang yang Suci maksud. Sedangkan semua keluarga Arsya mereka sudah tahu jadi mereka kesini hanya untuk berjaga-jaga agar semuanya bisa mengendalikan emosinya karena Suci akan mempertemukan mereka semua agar bisa tahu bagaimana kelakuan Vina selama ini dibelakang mereka.


Bahkan Bunda Reni selalu berada di samping Mamah Mita untuk membuatnya supaya tetap tenang, karena kondisi Mamah Mita benar-benar sangat memprihatinkan.


Sampai seketika Dion pun datang bersamaan dengan seorang pria tampan yaitu Brayen. Vina yang melihat Brayen langsung berlari berhambur memeluknya membuat Dimas dan semuanya pun berdiri.


"Sa-sayang, kamu kemana saja sih hiks.. ke-kenapa kamu tega ninggalin aku Bray, kenapaaaa!!" Vina menangis sesegukan sambil memukul dada Brayen yang membuat Brayen langsung memeluk Vina begitu erat.


"Ma-maafkan aku Vin, maafkan aku karena aku lari dari tanggung jawab. Tapi kali ini aku tidak akan lari lagi dari kamu karena aku sangat mencintaimu, dan aku akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita perbuat. Bahkan orang tuaku sudah menyetujuinya, hanya saja aku harus hidup mandiri tanpa bantuan mereka jadi apa kamu mau kita mulai semuanya dari nol?" Ucap Brayen.


"Aku mau Bray aku mau, asalkan kita bisa sama-sama untuk membesarkan anak yang ada di dalam perutku. Aku takut Bray, aku takut menghadapi semua ini sendirian hiks.."


Vina menangis sambil memeluk erat Brayen yang mana ucapan mereka membuat Dimas serta Papah Angga sangat terkejut. Hingga akhirnya Dimas yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya langsung menarik Brayen dan menghajarnya habis-habisan.


Brayen hanya bisa pasrah karena itu memang kesalahnya, yang penting Brayen bisa kembali dengan cintanya. Vina pun langsung meminta tolong pada Papah Angga untuk menghentikan Dimas agar tidak membuat Brayen terluka lebih parah.

__ADS_1


Tetapi bukannya menolong Brayen, Papah Angga malah menampar Vina dengan begitu keras hingga Vina terjatuh di lantai. Ini kali pertamanya Papah Angga memukul seorang wanita yaitu anak kandungnya sendiri, Umi Lena langsung mencoba menenangkan Papah Angga.


Tanpa di sengaja perbuatan Umi Lena mampu membuat perasaan Mamah Mita hancur ketika mantan suaminya di sentuh oleh wanita lain.


Sedangkan semuanya hanya bisa menatap kebenaran ini, dan ketika Dimas mulai kelewat batas. Maka Arsya segera melerainya bersama dengan Ayah Al. Bunda Reni mencoba menenangkan Mamah Mita yang terlihat begitu syok.


Apa lagi Vina saat ini bersimpuh di kaki Papah Angga bahkan menciumnya berkali-kali yang mana tidak membuat Papah Angga tidak sudi untuk menolongnya. Papah Angga memilih diam ketika hatinya sudah sangat terluka melihat anak perempuannya bisa melakukan hal sejauh ini.


"Apa ini kejutan yang kau berikan pada Papah, Suci? Jika memang ini kejutannya Papah harap besok Papah sudah tidak lagi membuka mata!" Ucap Papah Angga dengan mata yang sangat merah.


"Paaaapaaahhhh!!!!!" Teriak Vina, dan juga Suci. Bahkan Dimas pun langsung menyudahi semua aksinya dan berdiri menatap Papah Angga.


"Apaa-apaan ini Mas, kenapa kamu mengatakan semua itu!!" Ucap Umi Lena yang sudah menangis.


"Apa yang kau katakan Angga, kau baru saja menikah kenapa doamu seperti itu. Apa kau lupa sebentar lagi Suci akan melahirkan cucumu!!" Sahut Ayah Al dengan tegas.


"Tuan Angga kendalikan emosimu, dan tarik semua ucapanmu sebelum malaikat mencatatnya!" Ujar Bunda Reni sambil menenangkan Mamah Mita.


"Biarkan saja, lebih baik aku mati dari pada aku harus menahan semua rasa malu dan juga kekecewaan ketika melihat kedua anakku semuanya menghancurkanku!"


"Ternyata benar aku adalah Papah yang sangat bod*doh dalam mendidik anak, dimana aku tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua yang bahagia ketika melihat semua anaknya tumbuh menjadi orang sukses!"


Papah Angga berbicara dengan semua rasa kekecewaannya dan langsung membuat Umi Lena menarik Papah Angga untuk duduk sejenak serta mencoba menenangkan Papah Angga dimana dia masih benar-benar syok dengan semuanya kejadian ini.


Lalu Brayen merangkak dengan wajah yang sudah babak belur menuju Papah Angga dia bersimpuh menjelaskan semuanya hingga membuat Vina pun ikut meminta maaf. Namun Papah Angga hanya terdiam, kemudian Vina kembali beranjak dan ingin bersimpuh di hadapan Suci tetapi Suci malah menolak keras semua itu.


"Stop! Berdirilah, apa yang mau kau katakan, katakan sekarang tanpa harus melakukan drama" Tegas Suci.


"Hiks.. ma-maafkan semua kesalahanku Kak, maafkan aku.. aku mohon, Kakak memang orang yang sangat baik makannya Kakak mau menolongku. Untuk itu aku ucapkan banyak-banyak terima kasih Kak aku benar-benar sangat berutang budi padamu hiks.." Ucap Vina.


"Aku memang sudah memaafkanmu, tetapi aku melakukan semua ini lantaran aku tidak mau nama Papahku hancur hanya karena ulah anaknya yang tidak pernah memikirkan semuanya sebelum melakukan sesuatu!"


"Jika memang kau merasa berutang budi padaku, maka bayarlah semua hutangmu itu pada Papah karena aku melakukan semua ini hanya demi Papah dan juga anakmu bukan demi kalian berdua!"


Terjawab sudah apa yang membuat Arsya serta keluarganya bingung lantaran mereka tidak menyangka bahwa Suci akan membantu Vina yang jelas-jelas sudah menghancurkan hidupnya.


Tapi nyatanya Suci melakukan itu semua karena bayi yang ada di dalam perut Vina dan juga ingin menjaga nama baik Papah Angga.

__ADS_1


Papah Angga menatap Suci dengan tatapan yang sangat bangga sambil tersenyum, meskipun dia bukan anaknya tetapi Sucilah yang begitu mengerti tentang dirinya dari pada keluarganya sendiri.


__ADS_2