
Semua perias yang ada di sana pun ikut tertawa bersamaan dengan Bunda Reni karena muka Suci yang menggemaskan. Suci memonyongkan bibirnya itu dengan kesal, namun pipinya masih saja merah merona akibat rasa malunya yang sudah sampai di ubun-ubun.
“Isshh... Bunda mah begitu, selalu saja meledeki Suci... lagian juga kalau bukan karena dipaksa mana mau Suci menikah dengan pria dingin seperti anak Bunda itu, hump...” ujar Suci yang lagi dan lagi membuat Bunda Reni tertawa.
“Hihi... yakin hanya karena anakku yang memaksamu? Bukankah memang ini sudah kemauan dari kalian berdua untuk menunjukkan pada seseorang jika kamu bisa mendapatkan pangeran yang jauh lebih baik darinya heemm...” ucap Bunda Reni sambil menaik-naikkan alisnya itu dan Suci pun seketika refleks menutupi wajahnya hingga dia juga membalikkan tubuhnya.
“Aaargh... Bundaaa... stop meledek Suci ish... Suci malu tahu... berasa Suci baru nikah untuk pertama kalinya, sedangkan yang pertama saja tidak se memalukan ini...” pekik Suci dengan suara beratnya akibat Suci berbicara sambil menutupi wajahnya.
“Bhuahaha... aduh sayang, sudah jangan banyak tertawa deh kasihan make upmu nanti pada pecah dan retak. Bisa-bisa nanti kamu tidak akan mampu membuat Arsya terkesima melihat penampilanmu yang cantik ini haha...” Bunda Reni tidak henti-hentinya meledeki Suci yang saat ini sudah benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi.
Suci sangat malu dan benar-benar malu, bahkan rasa malunya ini bisa berkali-kali lipas dari saat ia pertama kali menikah dengan Dimas. Tapi entah mengapa di balik rasa malunya itu, Suci merasakan kebahagiaan yang dia sendiri tidaklah mengerti karena apa.
Yang jelas sekarang ini Suci hanya bisa merasakan kalau hatinya seperti sedang berbunga-bunga bagaikan taman 1000 bunga yang sangat indah. Di sela-sela mereka sedang tertawa, kini datanglah seorang wanita cantik yang langsung terkejut dengan penampilan Suci.
“Waaaaw... Mbak Sucii... astaga, kenapa Mbak terlihat sangat cantik? Apa karena ada seorang pangeran tampan dan juga rupawan yang akan menjemput Mbak menuju kebahagiaan hem haha...” pekik wanita itu yang tak lain dan tidak bukan adalah Lisa dengan wajah berbinarnya sambil berjalan mendekati Suci.
“Yaaakk... dasar adik yang menyebalkan, bisa-bisanya kamu ikutan menggodaku. Awas saja kamu ya, nanti akan aku goda balik saat kamu menikah dengan Mas Dion, biar kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini hump...” sahut Suci dengan kesalnya namun ia masih terlihat sangat malu-malu.
Tapi kali ini Suci tidak merasakan malu sendirian, melainkan ia di temani oleh Lisa dan juga Dion yang berdiri tegak di dekat pintu masuk ruang rias. Awalnya Dion sangat terkejut melihat penampilan Suci yang jauh lebih indah ketimbang saat dia menikah dengan sahabatnya, cuma karena ia mendengar ucapan Suci barusan membuatnya merona bersama Lisa yang sudah salah tingkah.
Sedangkan yang lain, mereka hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat melihat satu pasangan yang penuh gengsi yang padahal di dalam hati mereka merasa senang kalau ucapan Suci adalah do'a untuk keduanya. Sampai ketika mereka mengobrol santai sambil para perias itu meneruskan make upnya Suci dengan di temani oleh Lisa dan Bunda Reni.
Lalu kemana Dion? Ya tentu saja Dion sudah kabur karena dia tidak mau jati dirinya yang penuh gengsi itu menjadi runtuh akibat rasa malunya. Jadi lebih baik Dion menemani Arsya saja yang wajahnya terlihat sangat tegang.
__ADS_1
“Selamat Tuan, sebentar lagi Tuan akan segera memilikinya. Pesan saya itu, jaga dan perlakukanlah Suci sebagaimana ia bagaikan sebuah berlian yang memiliki harga paling tinggi di antara berlian yang lain. Jangan biarkan seseorang kembali menyakiti ataupun melukai hatinya"
"Lalu berikanlah Suci kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan dan buatlah ia lupa akan rasa sakit yang pernah dia alami...” ucap Dion dengan wajah datar sambil ia menepuk punggungnya Arsya yang kini sudah tersenyum menatapnya.
“Kau tenang saja... akan saya pastikan jika Suci akan selalu merasakan bahagia dan bukan rasa sakit. Saya telah berjanji kepada diri saya sendiri untuk bersabar dan terus berusaha untuk menaklukkan hatinya, supaya Suci mengizinkan saya untuk masuk ke dalam kehidupan yang baru di mulai ini. Saya ucapkan terima kasih karena pesanmu ini sangat berarti untukku” sahut Arsya.
“Sama-sama Tuan... saya percaya Tuan adalah orang baik, dan pasti Tuan akan menjadi pria yang paling beruntung jika bisa mendapatkan cinta tulusnya. Terus berjuang, dan teruslah semangat karena perjuangan yang tulus tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Walaupun butuh proses lama, tapi setidaknya semuanya akan terbayar lunas pada waktu yang tepat” jawab Dion sambil tersenyum.
Arsya sangatlah bersyukur bisa memiliki karyawan sekaligus teman seperti Dion, yang membuat dia langsung berdiri dan memeluk Dion ala laki-laki. Lalu mereka melepaskan pelukannya serta kembali duduk di kursi mereka masing-masing. Tidak lupa ada 2 pasang mata yang dari tadi melihat ke arah Arsya dan juga Dion dengan tatapan aneh dan kesal, siapa lagi jika bukan Elsa dan Dimas.
Bahkan saat Dimas menegurnya, Dion pun enggan untuk berkata satu kata pun dan dia malah memilih pergi begitu saja. Kali ini Dion memang sudah benar-benar kecewa dengan Dimas, dan bahkan Dion seperti tidak lagi mengenali sifat Dimas yang sekarang ini.
“Kapan sih acaranya di mulai, bete tahu lama-lama di sini. Lagian juga kenapa Suci dandannya lama banget, berasa sok kecantikan. Paling juga pas keluar dia terlihat seperti wanita berwajah tua, tidak pantaslah bersanding dengan pria yang tampan dan juga gagah seperti itu"
"Coba saja waktu bisa di putar, mungkin aku akan mendekatinya dan yang saat ini menjadi putri ya aku bukan Suci. Tapi ya sudahlah... palingan juga nanti Suci kena karma saat tahu kalau suaminya ternyata banyak simpanannya haha...” gumam Elsa di dalam hatinya sambil ia tertawa geli yang membuat semua mata tertuju padanya.
“Hehe... ti-tidak Mas, aku hanya kangen dengan kelucuan Baby Diva. Kenapa ya, baru sebentar saja aku meninggalkan dia, aku sudah kangen seperti ini” ucap Elsa yang tentu saja berhasil membuat semua mata kembali beralih dan hanya tersisa Dimas, Dion dan Arsya.
“Hemm... begitu ya, aku juga sih sangat kangen dengan Diva, Saa... tapi ya mau bagaimana lagi, jika kita ajak kasihan Baby Divanya, pasti ia akan terganggu tidurnya karena suara musik di gedung sebesar ini” ucap Dimas.
“Iya juga sih, tapi ya sudah kita lupakan dulu. Aku ingin cepat-cepat deh melihat Mbak Suci, kira-kira dia secantik apa ya? Apakah kecantikannya melebihi saat dia menikah denganmu ya...” ujar Elsa yang membuat Dimas terkejut dan langsung membantahnya dengan tegas.
“Tidak! Tidak mungkin, karena dulu aku menikahinya pas dia masih muda dan juga fress, jadi dia terlihat sangat cantik secara alami. Tapi sekarang? Kamu juga pasti sudah tahu kan jika Suci tidak bisa berdandan dan ia tidak pernah merawat dirinya sendiri. Jadi pastinya Suci hanya terlihat cantik itu karena bantuan make up mahal saja” ujar Dimas yang malah membuat Arsya tersenyum miring.
__ADS_1
“Bukannya dia tidak bisa berdandan dan merawat dirinya sendiri, tapi karena dia terlalu sibuk mengurus keluargamu yang tidak tahu diri. Bahkan sampai-sampai ia lupa untuk mengurus dirinya sendiri. Apakah pernah sekali saja kau mencoba untuk memanjakannya? Tidak kan, jadi bagaimana sebuah berlian bisa bersinar jika dia masih tertutupi dengan lumpur” ucap Arsya di dalam dirinya.
“Dimas... Dimas... aku sungguh sudah tidak lagi mengenalmu. Aku hanya bisa berdoa, semoga nasibmu itu kelak tidak akan lebih hancur dari Suci saat kamu mengetahui siapakah wanita yang ada di sampingmu itu” ujar Dion di dalam hatinya.
Kini semua tamu sudah datang di sana dan suasananya semakin ramai hanya untuk menyaksinya sang Pangeran yang sebentar lagi mempersunting seorang Putri cantik jelita. Ayah Al dan Papah Angga selalu bersama untuk mengurus semuanya dan juga memastikan kalau pernikahan Arsya dan juga Suci berjalan dengan sangat lancar tanpa hambatan.
Bahkan para bodyguard pun melakukan tugas mereka masing-masing dengan sangat baik. Sampai kini tibalah waktu yang mereka tunggu-tunggu, waktu yang malah membuat jantung Arsya berdetak sangat kencang dan juga wajahnya yang terlihat sangat gugup. Ayah Al dan juga Papah Angga berusaha menenangkan Arsya beserta Dion sebagai sahabat dari Arsya.
Tak lupa juga pak penghulu memberikan wejangan sedikit kepada Arsya agar ia bisa sedikit tenang. Sekarang saatnya bagi MC untuk memulai acara dengan beberapa sambutan, doa dan juga acara lainnya yang hampir memakan waktu 2 jam. Akhirnya saat yang semua orang tunggu-tunggu telah tiba, para MC lalu mempersilakan untuk mempelai wanita memasuki arena dimana ijab kabul akan segera dimulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 😁😁😁
Jika kalian ingin join ke Group saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻