Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Ara Mendapatkan Teman Baru


__ADS_3

Sedangkan para wanita hanya terkekeh saat melihat Kay yang begitu kesal akibat di godain oleh Ara, bagaimana jika nanti dia memiliki Adik seperti Ara. Bisa-bisa mungkin Kay akan meminta Suci untuk mengembalikan adiknya di dalam perut.


"Ayo Om bantu untuk berdiri, terima kasih sudah mau bantuin Ara dan Om juga minta maaf atas sikap Ara barusan. Dia memang seperti itu sama dengan Amma-nya yang sangat jahil dan juga cerewet. Jadi jangan di masukin hati ya.." Ucap Dion sambil mencoba membantu Kay.


"Terima kasih kembali karena Om sudah membantuku. Jika gadis kecil itu bukan anak dari Om Dion atau Tante Lisa, mungkin sudah Kay gantung di pohon pisang!" Celetuk Kay langsung duduk perlahan di sofa samping Arsya sambil memegangi perutnya.


"Telnyata olang ahat itu benelan ada ya, Ala ila anya ada di pilem taunya di cini uga ada olah ahat kek Kakak itu. Huhhh.. maca Ala yang antik dan cekci mau di antung di pohon picang. Memangnya dia kila Ala ini onyet apa"


Ara ngedumel sendiri dengan mode gemasnya sambil tangan satunya di lipat di dada dan yang satunya mengetuk-ngetuk dagunya seperti seorang yang sedang berpikir keras. Semua hanya bisa tertawa kecil, sedangkan Kay dia malah terlihat kesal.


Sampai akhirnya Lisa langsung mendekati Ara dan membawanya untuk duduk bersama mereka semua. Namun siapa sangka Ara malah memilih menyelip di antara Suci, Kay dan juga Arsya.


"Ya ampun Ara kamu ngapain duduk di sana, sini-sini sama Amma. Kasian itu Kak Kay-nya dia kejempet kamu loh.." Lisa mencoba untuk membujuk Ara namun dia tetap tidak mau.


"Nooooooo!! Ala mau duduk di cini, ciapa tahu Ala bica ketulaan antik aya Ante ini hihi.." Ara menyengir dengan gigi kelincinya mendongak menatap Suci, hingga membuat Suci pun begitu gemas dan langsung memeluk Ara dengan erat tak lupa juga menciumnya beberapa kali.


"Heemm.. cantik banget sih kamu ini.. panggilnya jangan Tante tapi Mommy Suci, bisa?" Ucap Suci yang membuat Kay dari tadi menahan emosinya lantaran Suci malah mencium Ara dan memeluknya.


"Otehh Mommy Uci hihi.." Jawab Ara yang membuat Arsya pun ikut gemas, lalu mengusap kepalanya perlahan.


"Yaaaakkk.. apa-apaan ini! Kay enggak suka Mommy peluk-peluk orang lain pokonya Mommy cuman boleh peluk sama cium Kay dan satu lagi yang boleh manggil Mommy itu cuman Kay bukan gadis manja itu!"


Kay yang tidak terima langsung berdiri serta mengambil alih duduk di pinggir Suci hingga memeluknya dengan perasaan cemburu.


"Emangna enapa Ala ndak boyeh panggil Mommy? Toh Kakak uga boyeh manggil Amma Ala ake kata Amma. Ala ndak malah, kan belbagi itu indah. Atau alo Kakak mau kita tukelan Amma yukk.."

__ADS_1


"Anti Amma Lica Amma Kakak teyus Mommy Uci Mommy Ala gimana celu kan, anti Kakak bica ngelacain jadi Ala dan Ala uga bica ngelacain jadi Kakak. Apa lagi alo Amma Lica malah-malah uhh.. itu bikin pucing pala tau. Kadang Ala cuka cebel alo dengel Amma malah-malah mulu, tahu enggak Amma alo malah itu aya mau makan olang issshh celeeemm kann.."


"Makannya Ala cuka takut alo Amma malah-malah, apa agi Appa. Kata Appa uga lebih baik kita mengalah dali pada monster ngamuk anti bica-bica jatah Ala cama jatah Appa di potong. Kan anti Ala ndak bica jajan dongg.."


"Tapi Ala punya cala bial Amma ndak malah, ya Ala baik-baikin aja Amma-nya teyus ngelayu-ngelayu aya biaca Appa ngelayu Amma buat bobo. Padahal kan Ala agi acik main cama Amma ehh.. Appa layu-layu Amma teyus buat buluan bobo. Akhilna Ala pula-pula bobo teyus pas Appa cama Amma kelual Ala main lagi cendiri di kamal ampe ketidulan deh heheh.."


Semua orang mendengar curhatan Ara yang sangat polos hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Dion dan juga Lisa serasa ingin hilang ingatan dari pda harus menahan malu lantaran Ara anaknya sendiri membongkar kartu As kedua orang tuanya tanpa rasa bersalah.


Bahkan Kay saja yang tadinya terlihat kesal ketika mendengar celotehan Ara dengan suara cadelnya mampu membuat Kay terkekeh kecil.


Sampai seketika Dion memint izin pergi ketoilet dengan wajah memerah, begitu juga Lisa yang langsung menyusul Dion. Lalu mereka pergi ke arah dapur untuk menyegarkan tenggorokannya agar hawa panas di dalam dirinya seketika menghilang.


Belum lagi Dion dan Lisa selalu saja saling menyalahkan satu sama lain, hingga akhirnya mereka bersepakat untuk menjaga sikapnya di depan Ara. Apa lagi Ara semakin ke sini semakin bisa mengingat serta merekam semua kejadian yang pernah di lewatkan.


Beberapa menit kemudian semunya sudah bisa mengendalikan tawanya, lalu Ara menatap ke arah Kay yang membuat Kay kembali dingin.


"Abang enggak boleh begitu, ingat kan katanya mau punya adik. Jadi enggak boleh galak-galak sama Ara, siapa tahu saat ini Allah sedang menguji Abang dan mau lihat bagaimana cara Abang menjaga Ara. Ya anggap saja Ara itu seperti adikmu"


"Nah.. nanti jika Allah sudah melihat bahwa Abang Kay bisa menjadi Kakak yang baik pasti doa Abang Kay langsung di jabah sama Allah. Percaya sama Mommy, jadi jangan marah-marah sama Ara ya. Sekarang coba Abang Kay minta maaf sama Ara terus ajak Ara main, siapa tahu kan kalian bisa menjadi teman yang baik"


Nasehat Suci membuat Kay langsung menatap Ara kini juga menatapnya dengan keadaan sedih, karena baru saja Ara menginginkan seorang teman tetapi Kay terlalu bersifat dingin dan tidak mau berteman dengannya.


"Ndak apa-apa Mommy, Ala main cendili aja di aman. Anti di temenin cama Bibi heheh.." Ucap Ara dengan menyembunyikan wajah sedihnya, namun tidak di sangka Kay bisa membaca ekspresi wajah Ara yang sedang bersedih.


"Aku minta maaf udah kasar padamu, ayo kita berteman.." Kay langsung memberikan tangannya pada Ara yang membuat Ara terkejut dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Kakak celius mau belteman cama Ala?" Tanya Ara dengan antusias.


"Panggil aku Abang jangan Kakak, ya aku serius jikau kau mau berteman dengan pria sepertiku yang kaku ini. Jika tidak tak apa, aku bisa main sendiri" Sahut Kay dengan nada cueknya.


"Huaaaa... mau, mau, mauuuuu.. yeeeeyyy.. akhilna Ala unya teman uga yeeeeyyy.. ma'acih Abang Kay yang paying baik cedunia hihihi.. ayo kita main di belakang lumah ada ayunan loh, anti Abang doyongin ya Ala yang naik oteehh.. oteeehh dong ayoo, lest goooo.. daaahhhh cemuaaa mikum.."


Saking Ara bahagianya mendapatkan teman baru, kini membuat Ara langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menarik tangan Kay membawanya ke arah belakang rumah di mana terdapat taman bermain yang suka Ara kunjungi setiap main atau menginap di rumah keluarga Valleanno.


Kay yang awalnya kesal tetapi ia mencoba untuk bersabar lantaran Kay sedang belajar menjadi seorang Abang yang baik untuk Ara, dan juga adiknya kelak.


Kay cuman bisa mengikuti langkah kaki Ara sambil berjaga-jaga untuk memastikan agar Ara tidak lagi kembali terjatuh. Belum lagi Ara tipikal anak yang ceroboh, polos dan juga asal grasak-grusuk dengan sangat heboh.


Bahkan Dion dan Lisa yang baru saja kembali berpapasan sama kedua bocil tersebut yang sedang berlari kearah belakang menjadi bingung, secepat itu mereka bisa akur sedangkan beberapa menit yang lalu saja mereka bertengkar. Tetapi saat di tinggal sebentar ke belakang Dion dan Lisa sudah ketinggalan berita penting seperti ini.


Kemudian mereka duduk melihat semuanya yang tersenyum membuat mereka tambah bingung, akhirnya Lisa menanyakan kenapa Ara bisa seantusias itu menarik Kay dan apa yang terjadi selama mereka tidak ada, lalu Suci menjelaskan yang mana membuat Lisa pun sangat senang jika Kay bisa main dengan Ara.


Apa lagi Ara tidak pernah keluar rumah selain pergi ke sekolah, dimana saat Ara sudah berumur 5 tahun Ara langsung di daftarkan sekolah paut agar bisa mengenal gambar, huruf, angka, dan juga cara berbicara yang baik.


Sedangkan Kay dia juga akan kembali meneruskan sekolah TK-nya setelah Suci dan Arsya menemukan sekolah yang baik untuk Kay agar Kay tidak ketinggalan pelajaran terlalu lama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...

__ADS_1



__ADS_2