Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Jatuh Dalam Perangkapnya


__ADS_3

Elsa yang mendengar itu membuat ia langsung salah tingkah, hingga wajahnya sedikit memerah serta penuh kegugupan. Elsa pun mulai menggerutuki kebodo*hannya saat ini, kenapa ia tidak berpura-pura tidur saja dan menyelimuti tubuhnya menggunakan selimut.


Lalu kenapa malah seperti dengan sengaja memperlihatkannya pada Fajar. Elsa yang mulai bingung mencari alasannya hanya bisa terdiam sambil menghadapkan layar ponselnya ke atas langit-langit kamar.


📱 “Haloo... Saa... Kamu masih dengar aku kan? Kenapa ponselnya di hadapkan ke atas? Aku sangat butuh jawabanmu saat ini Sa...” ucap Fajar dengan suara menggebu-gebu.


📱 “Jika memang kamu mencari kesenangan dengan laki-laki lain, aku ikhlas Sa... Aku janji aku tidak akan marah, tapi hanya untuk kemarin. Untuk saat ini dan seterusnya, aku tidak suka kamu berdekatan dengan laki-laki mana pun” tegas Fajar sambil duduk dan bersandar di sandaran kasur.


Elsa yang sudah mendapatkan ide agar bisa membuat Fajar kembali luluh, langsung kembali menghadapkan ponsel pada wajahnya


📱 “Kenapa jika aku mencari kesenangan dengan laki-laki lain? Salahkah aku melakukan itu semua?” tanya Elsa.


📱 “Jelas salahlah, Saa...” tegas Fajar.


📱 “Dimana letak kesalahanku, sedangkan statusku masih singgel? Kalau kamu? Sudah memiliki istri, bukan. Jadi kamu bisa bermain sepuasnya dengan dia tanpa memperdulikan perasaanku yang sangat hancur ini. Lalu kenapa jika aku sedang mencari kesenanganku tapi kamu malah marah?” ucap Elsa dengan nada menyindir.


📱 “Ya, aku akui aku salah. Tapi aku mohon Sa, jangan seperti ini. Kamu ingatkan perjanjian kita pada waktu itu? Dimana kamu memberiku waktu 5 bulan, dan ini baru berjalan selama 1 bulan. Jadi aku masih punya waktu 4 bulan lagi, dan asal kamu tahu, Saa... Aku lagi berjuang demi bisa segera berpisah dengan wanita gila itu. Harusnya kamu suport aku, kasih aku semangat. Jangan malah membuatku patah seperti ini”


Fajar mengutarakan rasa sakitnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, memang ia akui. Dia salah karena tidak lari dari perjodohan itu. Namun jika sampai pada waktu itu Fajar lari, maka ia harus siap melihat sang Ibu kehilangan nyawanya dengan cara bunuh diri.


Elsa memang sudah tahu akan hal itu, tetapi Elsa tidak tahu bagaimana kelakuan Sindi selaku istri dari Fajar yang nantinya akan melakukan hal nekat pada dirinya. Fajar berusaha untuk menyembunyikan semua itu, agar tidak membuat Elsa nantinya cemas.


📱 “Ya sudah kita lihat saja 5 bulan ke depan bagaimana. Selagi kamu belum bisa membuktikan itu semua, maka jangan pernah larang aku berhubungan dengan laki-laki mana pun, paham!” tegas Elsa dengan nada kesalnya.


📱 “Tapi Sa, aku benar-benar sangat menyayangimu. Aku enggak mau sampai melihat apa yang harusnya aku miliki, juga bisa di miliki oleh laki-laki lain. Jika kamu membutuhkan itu hubungi aku, maka aku siap untuk memuaskanmu. Tapi tidak dengan cara kamu melakukannya dengan orang lain Saa...” ucap lirih Fajar seperti tidak rela dengan apa yang Elsa lakukan bersama laki-laki lain.


📱 “Jika benar kamu sangat menyayangiku dan juga siap untuk memuaskanku, maka datanglah ke kontrakan saat ini juga. Jika tidak, maka aku akan kembali melampiaskannya pada laki-laki lain” ancam Elsa dan langsung menutup teleponnya dengan kasar.


“Cihh!! Enak sekali dia memerintahku seperti itu, apa dia lupa siapa yang sudah membuatku seperti ini? Lagian juga dia lagi sakit, jadi mana mungkin bisa ke sini toh aku yakin pasti dia tidak benar-benar mencintaiku seperti dulu. Apa lagi dia sudah mendapatkan kepuasan setiap saat pada istrinya, lalu buat apa ada aku ya kan...” gumam Elsa yang kembali merebahkan tubuhnya.


Elsa yang benar-benar sudah sangat jengah dengan obrolannya bersama Fajar membuat ia langsung kembali memejamkan matanya dan tertidur.


...*...


...*...


Di rumah ke diaman Keluarga Dimas


Dimas turun dari dalam mobilnya dengan keadaan wajah yang begitu murung. Bahkan beberapa penjaga rumah di sana merasa heran dengan sikap Dimas saat ini.

__ADS_1


Biasanya jika Dimas mau pergi atau pun pulang, dia selalu sedikit menyapa mereka dengan senyuman. Tetapi saat ini Dimas enggan untuk menyuarakan apa pun kepada mereka.


“Sepertinya Tuan lagi banyak masalah ya, bahkan biasanya dia selalu menyapa kita meskipun hanya mengucapkan terima kasih. Namun saat ini Tuan seperti sedang stres” ujar security 1 sambil menatap Dimas yang semakin menjauh dari pandangan mereka.


“Siapa tahu saja, di perusahaan Tuan saat ini lagi mengalami sebuah masalah yang besar. Jadi sudahlah jangan menggosip kasihan Tuan. Lagian seharusnya kita bersyukur bisa bekerja dengan Tuan Dimas yang begitu baik, apa lagi istrinya”


“Sudah baik, cantik, bahkan sopan pula. Jarang-jarang kan Bos besar mendapatkan istri seperti itu. Pasti Tuan sangat beruntung memiliki Bu Suci, semoga saja hubungan mereka bisa langgeng. Amin...” celoteh security 2 sambil memanjatkan doa yang seakan-akan ia tidak mau jika majikannya sampai harus berpisah.


Apa lagi, mereka sangat tahu bagaimana sikap Nyonya besarnya kepada menantunya itu. Lalu mereka kembali bekerja serta menutup gerbang. Dimas berjalan melewati ruang keluarga yang mana di sana sudah ada kedua orang tuanya yang lagi menonton sebuah acara di televisi.


“Loh Dimas, kok kamu baru pulang? Mamah kira semalam kamu pulang” tanya Mamah Mita dengan wajah bingungnya.


“Ya, Mah. Banyak pekerjaan yang harus Dimas selesaikan” jawab Dimas dengan lesu.


“Sudah, Mah. Jangan banyak bertanya kasihan Dimas sepertinya sangat kelelahan, jadi biarkan dia beristirahat lebih dulu” ujar Papah Angga.


“Dimas ke kamar dulu Pah, Mah...” saut Dimas yang langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Mamah Mita seperti melihat adanya kejanggalan dari Dimas yang membuat ia langsung menatap Papah Angga dan berkata, “Pah, kok Mamah merasa kaya ada sesuatu yang terjadi sama Dimas ya?”


Papah Angga yang tadi sedang fokus pada acara televisi membuat ia langsung menoleh lalu berkata, “Jangan memiliki pikiran yang negatif dengan anak. Itu tidak baik, sama saja kamu seperti mendoakan keburukan untuknya”


Papah Angga yang tidak mau menanggapi kecurigaan istrinya itu membuatnya tetap fokus pada layar lebar.


Mamah Mita yang merasa di cuekin pun seketika menghembuskan nafas kasarnya, “Huuft... Kebiasaan Papah ini, jika Mamah lagi berbicara selalu saja seperti itu. Dahlah... Mamah mau ke kamar Dimas, mau nanya ada masalah apa”


Mamah Mita pun berdiri dan membalikkan badannya, lalu pergi menuju kamarnya Dimas. Sedangkan Papah Angga hanya bisa menoleh sedikit meliriknya hingga kembali menatap layar televisi.


“Mamah... Mamah... Sifatnya tidak pernah berubah, ia selalu mengikut campuri urusan Dimas. Seandainya Mamah tahu jika kita sudah berumah tangga terus di hantui oleh orang tua, itu rasanya seperti tidak enak. Apa pun langkah yang akan di ambil pasti saja salah. Namun jika orang tua selalu mendukung apa pun kepada anaknya selagi itu benar, maka jalan yang akan mereka ambil pun akan terasa ringan”


Papah Angga menggerutu sepanjang ia menonton layar televisi tersebut. Apa lagi Papah Angga merasa jika istrinya itu selalu saja ingin tahu apa yang anak serta menantunya alami. Sedangkan Dimas yang sudah berada di kamar di kejutkan dengan keadaan kamar yang kosong, bahkan Suci pun tidak ada di dalam sana.


Dimas merasa bingung dan aneh, kenapa Suci bisa pergi tanpa mengabarinya. Bahkan pesan semalam yang ia kirim pun tidak di jawab oleh Suci. Lantas, kemana perginya Suci? Apakah ia akan menemui Elsa karena merasa curiga? Ataukah Suci pergi dengan urusan lain? Namun urusan apa karena Suci memang sangat jarang sekali pergi keluar rumah tanpa Dimas.


Apa lagi Suci juga bukan tipe wanita yang sering keluyuran tanpa meminta izin pada suaminya. Tetapi kali ini benar-benar membuat Dimas kebingungan. Di saat Dimas sedang duduk di sisi kasur, sambil mencoba untuk menghubungi Suci. Seketika ia di kejutkan oleh kedatangan Mamah Mita secara tiba-tiba.


“Boleh Mamah masuk, Dim?” ucap Mamah Mita dari balik pintu kamar.


Dimas menoleh dan mengiyakannya, lalu Mamah Mita masuk dan langsung duduk di samping Dimas.

__ADS_1


“Kamu ada masalah apa sih, Dim? Kenapa wajahmu terlihat begitu murung? Apa di kantor ada masalah besar?” tanya Mamah Mita sambil mengelus punggung Dimas.


Dimas hanya menatap ke depan sambil sedikit membungkukkan badannya dan juga tangannya yang masih menggenggam ponsel.


“Dimana Suci, Mah? Kenapa dia tidak ada di kamar? Apa Suci lagi pergi keluar?” tanya balik Dimas yang mencoba mengalihkan suasana sambil sedikit menoleh ke arah Mamah Mita.


Mamah Mita yang mendengar nama Suci, seketika ia berpikir jika ini adalah saat yang tepat untuk mengadu dombakan mereka agar membuat hubungan mereka menjadi renggang.


Itulah tujuan Mamah Mita saat ini, yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana dia harus mendapatkan seorang cucu pewaris. Apa pun caranya Mamah Mita siap melakukannya asalkan ia bisa mendapatkan apa yang ia impikan.


“Mah... Kenapa diam? Dimas tadi nanya soal Suci loh” ujar Dimas kembali dengan wajah bingungnya.


Mamah Mita seakan-akan mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat sedih dan berkata, “Dimas, maafkan Mamah ya...”


Dimas yang lagi-lagi merasa bingung langsung duduk tegak menatap sang Mamah.


“Maaf kenapa Mah? Lalu kenapa wajah Mamah seperti itu? Mamah sakit? Apa mau Dimas panggilkan dokter ke sini?” tanya Dimas dengan cemas.


Mamah Mita menggelengkan kepalanya lalu ia berkata, “Maaf karena ulah Mamah yang mengajak Suci bersenang-senang, kini malah membuat Suci seperti kecanduan akan belanja barang-barang mewah. Padahal kemarin Mamah sudah berusaha nasihati dia supaya hemat dalam menggunakan uangnya, tetapi Suci bilang jika dia belanja sebanyak apa pun tidak akan membuat uangnya habis”


Mamah Mita berusaha untuk membuat Dimas agar bisa mempercayai omongannya yang mana Mamah Mita tahu jika tidak mudah membuat Dimas jatuh dalam perangkapnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2