
“Mas Arsya... lama banget sih, cepetan! Suci takut hiks...” Suci berteriak dengan suaranya yang juga di sertai isak tangis hingga Arsya segera menutup dan juga mengunci pintu Apartemen lalu berlari dengan kencang menuju kamar mandi.
Suci yang melihat kalau Arsya langsung masuk ke dalam kamar mandi membuat ia pun segera berlari dan ingin memeluk Arsya dalam keadaan tubuhnya sudah memakai bathrobe.
“Huuaaa... Mas Arsya, ada kecoaaaaa... hiks...” pekik Suci yang ingin memeluk Arsya, namun Arsya sesegera mungkin naik ke atas meja yang berada di dalam kamar mandi.
“Aarrgh.... ke-kecoa? Di-dimana dia, hah! Di-dimana bi-binatang me-menjijikan itu. Si-sini a-a-aku hajar dia, ma-manaaaa...”
Arsya berteriak dengan wajah paniknya serta menatap ke seluruh sudut kamar mandi itu untuk memantau keberadaan makhluk kecil yang menjijikkan itu. Suci terdiam mematung tepat di depan Arsya yang kini berdiri di atas meja, membuat Suci mendongak sangat tinggi dengan wajah bingungnya.
“Ma-Mas A-Arsya takut sama kecoak?” gumam Suci yang membuat Arsya pun langsung jongkok di atas meja tepat di depan wajah Suci.
“A-a-aku bu-bukan takut sama makhluk m-menjijikan itu, ta-tapi a-aku cuma geli kalau melihatnya pa-pasti aku akan jadi panas dingin. Ja-jadi, aku cu-cuma mau menghindar dan bu-bukan berarti a-aku takut ya. A-aku ini pemberani, i-ingatlah i-itu oke...”
Arsya pun berbicara dengan nada yang sangat gugup serta matanya yang tak henti-hentinya untuk melirik ke segala penjuru kamar mandi.
“Huuhh... niatnya tadi Suci mau minta tolong buat usir kecoak itu karena tadi Suci lihat dia terbang gitu kan, Suci jadi takut kalo dia terbang tapi kalo enggak terbang Suci berani. Cuma masalahnya sekarang malah Mas Arsya yang lebih takut dari Suci, jadi sudahlah biar Suci saja yang mencoba mengusirnya” ucap Suci dengan malas.
“Yaaakk... apa-apaan ini, hahh!!! Ka-kau kira aku takut? A-aku sudah bilang kan ka-kalau aku hanya jijik, bu-bukan takut paham!! Ja-jadi mana ma-makhluk yang menjijikkan itu, a-a-akan aku si-siksa dia habis-habisan karena dia te-telah berani mengganggu i-istriku yang se-sedang mandi”
Arsya turun perlahan dari atas meja itu sambil ia mencari sesuatu yang bisa jadi senjata baginya untuk menghadapi makhluk kecil yang sangat menjijikkan untuknya dan juga cukup mengganggu ketenangan Suci saat mandi, sedangkan Suci malah menutup mulutnya dengan kedua tangannya serta ia terkekeh pelan menertawai tingkah lucu Arsya dengan segala gengsinya.
“Ya ampun... Mas Arsya terlihat sangat lucu ya hihi... aku kerjain boleh kali ya... lagian juga kan hanya untuk hari ini saja, besok-besok pasti sikapnya juga sudah kembali seperti kanebo kering. Jadi aku manfaatin dikit gapapa kali ya hehee...” ucap Suci di dalam hatinya.
Arsya dengan perlahan mengudek-udek seluruh kamar mandi sambil ia berjalan sangat perlahan bahkan matanya pun bagaikan seekor Elang yang sedang mencari mangsanya. Tanpa di sengaja Suci melihat kecoak itu sudah melarikan diri melalui jendela ventilasi kecil yang berarti sudah aman. Kini waktunya bagi Suci untuk mengerjai Arsya yang akan membuat Arsya tidak terlalu kaku dan juga hidupnya tidak hanya datar.
“Maass... awaass kecoanya di depan...” pekik Suci yang membuat Arsya malah melepaskan senjata ditangannya dan lari kocar-kacir serta langsung memeluk Suci.
“Huuuuaaaa... sayaanggg tolong aku...” teriak Arsya yang mana sudah berhasil memeluk Suci dengan sangat erat, dan sampai membuat mereka terhuyung ke belakang dan menabrak pintu kamar mandi.
__ADS_1
Buuuugghh...
Suci terkejut dengan apa yang ia lihat ini karena Suci mengira Arsya akan kabur mencari tempat yang aman, tetapi pada kenyataannya tempat ternyaman bagi Arsya cuma pelukannya Suci. Sampai seketika keduanya pun terdiam dengan yang Arsya yang memeluk Suci dengan posisi Suci bersandar di pintu.
Hanya dalam hitungan detik, Arsya lalu memudurkan wajahnya supaya ia bisa menatap wajahnya Suci yang kini sudah memerah serta terlihat sangat gugup. Begitu pun dengan Arsya, dia menatap manik mat Sucu lalu melihat tajam ke arah bibir Suci yang sangat menggoda.
Dengan perlahan jari Arsya terarah untuk mengusap perlahan bibirnya Suci yang membuat tubuhnya Suci menegang.
“Ma-Mas... hempt...” suara gemetar Suci menghilang karena Arsya langsung saja menyerbu bibir Suci dan ia memberikan luma*tan-luma*tan kecil yang membuat Suci menutup matanya.
Tangan Arsya langsung terarah untuk membenarkan anakan rambut Suci, di sela-sela ciuman mereka. Sambil Arsya mengarahkan kedua tangan Suci untuk mengalungi lehernya Arsya. Begitu pun sebaliknya, Arsya juga mengalungkan tangannya di leher Suci.
Sentuhan demi sentuhan yang sangat kecil di bibir mereka, kini berubah sedikit memanas sampai Suci mencoba untuk menyeimbangi gerakan bibir Arsya yang mana tangan Arsya sudah mulai gencar mencari sesuatu. Sampai pada akhirnya tangan Arsya berhasil menyentuh buah Cherry yang sebelah kanannya Suci.
Arsya menggenggam buah Cherry Suci secara perlahan serta memijitnya pelan supaya tidak membuat Suci tersontak kaget dengan apa yang ia sentuh saat ini dan terbukti. Suci tidak terlalu kaget, malah Suci menikmati sentuhan Arsya yang seakan-akan membuatnya sangat nyaman. Sampai-sampai kini kedua dari buah Cherry Suci sudah berada di dalam genggaman tangan Arsya.
Sampai ketika ciuman Arsya pun turun menuju leher jenjang Suci dan membuat Suci refleks mendongakkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya. Suci tidak tahu harus bagaimana, Suci lalu sedikit mengeluarkan suara indahnya.
“Bo-boleh a-aku buka ini?” tanya Arsya dengan mata sayunya yang kini telah di angguki oleh Suci.
Entah kenapa Suci dengan gampangnya menyerahkan dirinya pada Arsya tanpa ada rasa malu sedikit pun, tidak seperti pada saat Suci menikah dengan Dimas. Arsya pun tersenyum dengan sangatlah bahagia, lalu dia memegang salah satu tali bathrobe yang sedang Suci gunakan. Namun di saat baru saja Arsya ingin membukanya, tiba-tiba ada kecoak terbang dan nempel tepat di punggung Suci.
“Huuuuaaa... ke-kecoaaa...” pekik Arsya yang refleks langsung mundur sejauh mungkin.
Suci yang mendengar itu langsung turun dari atas meja serta dia berlari ke arah Arsya yang mana Arsya pun langsung melarang Suci untuk mendekatinya.
“Stop di situuu!!! Ja-jangan me-mencoba mendekat ke arahku, ka-karena makhluk menjijikkan itu berada tepat di belakang punggungmu. Ja-jadi ja-jangan bergerak pa-paham!” bentak Arsya yang membuat Suci diam mematung di tempat sambil mengangguk kecil.
Arsya mencari senjata yang sempat dia buang tadi, lalu dengan perlahan Arsya berjalan memutari Suci. Suci hanya bisa memejamkan kedua matanya karena ia berpikir Arsya mungkin akan memukul punggungnya dengan keras saking dia geregetannya dengan hewan kecil yang menyebalkan itu yang sudah beraninya mengganggu acara sesi pembukaannya.
__ADS_1
Arsya merasa merinding dan bahkan kini tubuhnya bergetar hebat itu membuat ia melawan semua rasa takutnya itu demi Suci supaya tubuhnya Suci tidak sampai menjadi tempat singgahnya. Perlahan demi perlahan Arsya lalu memejamkan kedua matanya dan menarik nafas, lalu kembali membukanya. Lalu Arsya pun menyingkirkan terlebih dahulu makhluk menjijikkan itu sampai terjatuh ke lantai dan Arsya langsung memukulnya tanpa rasa ampun.
Buggh...
Baagghh...
Buuugghh...
“Ke-kenapa rasanya ti-tidak sakit sama sekali?” gumam Suci sambil membuka matanya secara cepat saat mendengar suara Arsya.
“Hyaaattt... mam*pus!! Mati kau, mati!!! Siapa suruh kau menganggu istriku dan juga aku, sekarang rasakan ini hyaahh...” Arsya terus aja memukul kecoa tersebut dengan membabi buta, sampai kecoak itu pun hancur tak tersisa.
Suci berbalik dan ia menatap Arsya yang begitu gemasnya dengan kecoa tersebut malah membuat Suci terkekeh hingga ia mengalihkan perhatiannya Arsya itu dan langsung menatapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻