
Suci pun menyender di bahu Arsya dengan sangat nyaman yang membuat Arsya mengusap pelan pipi Suci hingga mencium keningnya sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar, tidak pelan dan juga tidak kencang. Mereka benar-benar tidak berhenti menebar keromantisan dimana pun setiap bersama yang mana membuat hubungan Arsya serta Suci semakin erat.
...*...
...*...
Tepat di hari ini pukul 10 pagi Arsya, Suci dan juga Kay sudah berada di dalam pesawat untuk kembali ke Indonesia dengan meninggalkan semua kenangan mereka yang hampir 5 tahun lebih di Paris.
Kali ini hanya Dion yang menjemput mereka di bandara, sedangkan semuanya yang lain menunggu di kedatangan mereka di rumah sambil membuat acara penyambutan.
Mereka melakukan penerbangan selama 16 jam lebih, sampai membuat mereka sedikit bosan dan hanya bisa merebahkan dirinya sambil menonton apa pun yang ada di layar kecil.
Sampai seketika mereka telah bersiap-siap ketika pewasat akan mendarat atau bisa di sebut dengan landing tepat pukul 02.30 dini hari. Dimana Dion telah menyewa kamr hotel yang tidak jauh dari bandara sehingga mereka bisa beristirahat lebih dulu dan akan kembali ke rumah keluarga Valleanno pagi harinya.
Arsya, Suci dan juga Kay mereka berada di satu kamar yang sama. Di sana mereka tertidur dengan berbagi ranjang satu sama lain dalm keadaan Kay di tengah dengan memeluk Suci. Sedangkan Arsya begitu sebal ketika kecolongan, tetapi tenang saja ini hanya berlaku sehari selebihnya Arsya akan dengan sangat puas memeluk Suci seperti biasanya.
Ya, walaupun Suci sangat tahu dan juga hafal kalau Arsya akan gelisah ketika tetidur tanpa memeluk dirinya. Suci hanya bisa terkekeh kecil sambil memberikan guling agar Arsya bisa memeluknya untuk sementara. Dengan rasa berat hati Arsya menerima dengan mode ngambeknya yang semakin membuat Suci tertawa kecil melihat tingkah suaminya.
Tanpa lama lagi mereka berdua langsung memasuki alam bawah sadarnya menyusul Kay yang sudah tertidur pulas di dalam dekapan Suci. Lalu tak lupa tangan Suci mengelus pelan pipi Arsya agar dia juga bisa tertidur meskipun di pelukannya di wakili oleh guling.
...*...
...*...
Pagi hari di rumah kediaman keluarga Valleanno semuanya sudah terkumpul untuk menyambut kedatangan keluarga kecil Arsya, yang mana mereka saat ini sudah berada di jalan dengan menggunakan mobil Dion.
Selang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan pintu utama, lalu turun dengan perlahan sambil menatap sekeliling rumah dengan perasaan bahagia dimana rumah yang mereka tinggali beberapa tahun lalu masih tetap sama dan tidak ada yang berubah sedikit pun.
Sedangkan Kay melihat keadaan sekelilingnya masih sangat asing hingga tanpa Kay sadari dari dalam rumah seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan berlarian membuka pintu utama dan membuat semuanya terkejut.
Visual Dion Suhendra berusia 34 tahun.
__ADS_1
"Yeeeeyy.. Appa dah puyanggg..." Pekik anak kecil langsung berhambur memeluk Dion, yang membuat Dion langsung berjongkok menangkap anak tersebut.
"Astaga, Ara.. kenapa kamu lari sendirian hem..? Dimana Amma-mu, bagaimana kalau kamu terjatuh lalu nangis siapa yang akan menolongmu?" Ucap Dion sambil menggendong Ara.
Tamara Eliza Suhendra usia 5 tahun merupakan anak dari pernikahan Dion dan juga Lisa. Ara terkenal dengan tingkahnya yang cerewet dan juga sangat manja. Sehingga selama keluarga kecil Arsya belum kembali ke Indonesia, keluarga kecil Dionlah yang menemani Bunda Reni dan juga Ayah Al.
Seorang wanita cantik berlari dari dalam mencari Ara yang mana itu adalah Lisa, saat sudah mencapai depan pintu Lisa di kejutkan dengan kedatangan keluarga kecil Arsya hingga membuatnya berdiri terdiam yang tidak lain adalah Monalisa Prayanti Suhendra berusia 30 tahun.
"Lisa? Ya ampun kamu makin cantik aja saat sudah berhijab, aku jadi pangling loh. Aku kira bidadari nyasar eh tahunya seorang ibu muda hihi.." Goda Suci yang membuat Lisa langsung berlari kecil dan memeluknya.
"Huaaa.. Mbak Suci, Lisa kangen banget hem.. jangan pergi lagi ya. Kalian tetap di sini saja udah enggak usah sekolah-sekolah lagi di luar, di sini juga banyak sekolah yang bagus kok hiks.." Lisa menangis memeluk Suci yang membuat Suci pun meneteskan airnya sambil tersenyum.
"Appa lihat Amma, dia celalu caja angis muyu. Apa agi alau Amma menonton pilem dlakol pasti Amma cepelti ini. Ala iyatnya uga pucing, bental-bental angis bental-bental angis udah aya latu dlama yang di pilem-pilem itu loh" Celoteh Ara yang membuat Suci dan Lisa langsing melepaskan pelukannya serta semua menatap ke arah Ara.
"Yaaakk.. bisa-bisanya kamu mengatai Amma-mu sendiri bagaikan ratu drama. Lihat dirimu sendiri dari kecil sudah terlihat bagaikan ratu ceriwis!" Sahut Lisa dengan tidak terima menatap Ara.
Ara menatap Dion dengan mata cantiknya seolah meminta pembelaan darinya dengan raut wajah yang sangat sedih. "A-appa.. A-amma ahat ya, maca Ala dibiyang latu celiwis belalti Ala celewet kek Amma dong. Api kan Ala ndak celewet kek Amma, Ala olangnya pendiem dan uga lucu. Maca Ala dibiyang begitu.."
Dion yang tidak bisa melihat wajah Ara bersedih membuat hatinya langsung saja meleleh, lalu menatap Lisa dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan. Sedangkan Lisa sedikit terkejut saatvmelihat Ara selalu menggunakan jurus andalannya untuk mengadu ke Dion. Padahal jelas-jelas Aralah yang merupakan ratu drama sebenarnya, ya meskipun Ara masih kecil tetapi dia selalu bisa memanfaatkan keadaan agar berpihak padanya.
"Amma jangan berbicara seperti itu sama Ara kasihan dia, lagian juga apa kamu lupa Ara itu merupakan copy-an dirimu jadi jika kamu mengatakan seperti itu sama saja kamu mengatai dirimu sendiri. Ya kan Ara?" Ucap Dion yang membuat Ara tersenyum mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu menatap ke arah Lisa dan menjulurkan lidahnya bahwasanya Aralah pemenang di hati Dion.
Suci sama Arsya hanya bisa terkekeh kecil ketika melihat aksi Ibu dan anak yang benar-benar sangat mirip, bagaikan pinang di belah dua. Walaupun wajah Ara banyak mengopy Dion, tetapi sifatnya sangatlah mirip dengan Lisa.
Namun berbeda dengan Kay, dia hanya menatap Ara dengan tatapan bingung. Baru kali ini dia melihat manusia aneh seperti Ara. Lucu si tapi terlihat sangat menyebalkan dan juga manja.
"Semoga saja kalau nanti perut Mommy seperti balon ketika Daddy sudah berhasil meniupnya, maka aku pastikan adikku tidak akan semanja makhluk kecil itu!" Gumam Kay di dalam hatinya sambil melihat Ara yang mana Ara juga menatap Kay dengan tersenyum.
Lisa yang mulai kesal langsung saja menggelitiki Ara di dalam pelukan Dion yang membuat semuanya pun tertawa melihat tingkah lucu mereka. Hitung-hitung hiburan untuk keluarga kecil Arsya yang tidak pernah melihat tingkah mereka secara langsung.
__ADS_1
"Aduhh.. Lis, sudah-sudah kasian Ara nanti bisa-bisa saat dia tidur malah kebawa mimpi loh haha.. mana perutku juga sudah sakit melihat kelucuan kalian ini" Ucap Suci sangat gemas.
"Biarin aja Mbak, biar kapok dia tidak akan menjahili Amma-nya lagi haha.. rasakan ini bocah nakal" Sahut Lisa yang kembali menggelitiki Ara. Hingga Dion pun berusaha menyeimbangi gerak tubuh Ara agar tidak terjatuh.
"Sayang, sudah cukup kasihan Ara nanti dia bisa-bisa ngom-.... nahkan.. Sayangg.. aku baru mau ngomong malah sudah ngalir duluan air terjunnya!" Ujar Dion dengan wajah datar dan juga kesal saat Ara mengompol tepat di bajunya hingga mengenai celananya.
"Upsss.. maaf Appa, Ala ndak cengaja. Alo mau malah cama Amma aja ya kan Amma yang buat Ala pipis di celana hihihi.." Ara cengengesan sambil menutup mulutnya yang membuat Suci dan Arsya benar-benar geli melihat tingkahnya yang begitu menggemaskan.
"Eohhh.. Sa-sayang maafkan aku, ternyata aku lupa memakaikan Ara pempers hihihi.." Ucap Lisa dengan segala kelupaannya jika Ara masih sering mengompol meskipun usianya sudah 5 tahun. Entahlah, Ara masih belum bisa menahannya agar tidak kelepasan.
Beberapa kali Lisa mencoba mengajari Ara, tetapi hasilnya sama saja. Ara masih belum bisa menahan semuanya. Mungkin harus pelan-pelan seieing berjalannya waktu semoga saja Ara tidak sering mengompol ketika sudah besar nantinya.
Lalu segera mungkin mereka masuk ke dalam yang mana semuanya saat mendengar suara kegaduhan dari luar langsung bersiap-siap di belakang pintu utama untuk menyambut kedatangan keluarga kecil Arsya.
Lisa, Ara sama Dion masuk ke dalam bersamaan dengan Arsya, Suci dan juga Kay yang di sambut dari dalam rumah dengan suara yang begitu keras.
Dooorrr...
Dooorrr...
Dooorrr...
Welcome back to Valleanno's Mansion...
Teriak semuanya yang ada di dalam yang mana itu adalah suara dari Bunda Reni, Ayah Al, Papah Angga dan juga ada seseorang yang membuat Suci sangat terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1