
Semua dekorasi dan tatanannya sangat indah dan cantik yang mana bersatu dengan alam serta bunga-bunga yang bermekaran di sekitar taman tersebut. Bisa di katakan jika lokasi pernikahan Dion dan Lisa menjadi salah satu pernikahan idaman wanita karena suasananya terasa sangat romantis, elegan, cantik dan memorable.
Kini saatnya waktu yang di tunggu-tunggu telah datang, dimana sang MC segera membuka acara begitu meriah hingga waktu yang di tentukan tiba.
Dion duduk di depan sang penghulu dengan wajah tampannya dan juga sangat terlihat begitu bahagia, karena sebentar lagi masa lajangnya akan berakhir.
Sedangkan Lisa yang sudah selesai di make over dengan begitu cantik, kini berjalan mendekati Dion dengan di tuntun oleh Suci dan juga Bunda Reni.
Yang mana Lisa hanya tinggal seorang diri lantaran orang tuanya sudah meninggal dunia akibat sang Ayah kecelakan dan Ibunya sakit-sakitan. Belum lagi Lisa merupakan anak tunggal yang tidak memiliki kerabat lagi.
Sehingga Lisa sangat beruntung dengan adanya Bunda Reni dan juga Suci yang selalu menganggapnya seperti keluarga. Tapi, yang lebih bahagianya adalah Bunda Reni. Impian memiliki anak perempuan sudah terwujud dengan datangnya Suci dan juga Lisa.
Sedangkan Arsya dia selalu menjaga Baby Kay selagi Suci harus mengawal Lisa sampai ke depan pintu kebahagiaannya.
Ya, walaupun Arsya sedikit kebingungan lantaran Baby Kay selalu saja menangis namun di saat Arsya mencoba untuk berintraksi dengan Baby Kay, yang mana membuat Baby Kay langsung mengerti dan tidak lagi membuatnya sedikit pusing.
"Pintarnya anak Daddy, sabar ya sayang. Mommy lagi bersama Tante Lisa, karena sebentar lagi Tante Lisa akan menikah dengan Om Dion. Jadi, Baby Kay tidak boleh menangis lagi ya.." ucap Arsya sambil menggendong Baby Kay yang kini sudah terdiam di dalam pelukannya.
Hingga tak terasa Lisa sudah berada di depan Dion yang mana membut Dion langsung berdiri menatap kagum ke arahnya. Sedangkan Lisa hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
"Dion aku titipkan Adikku ini kepadamu, jaga dia dan buatlah dia selalu bahagia setelah memilikimu. Jika kau menyakitinya maka aku sebagai Kakaknya akan maju paling depan untuk memberimu pelajaran, mengerti?" ujar Suci sambil menyerahkan tangan Lisa kepada Dion dengan sebuah ancaman yang mana membuat Dion tersenyum serta menganggukan kepalanya.
"Dion, Bunda mohon jangan pernah kamu menyakiti Lisa karena dia sudah Bunda anggap sebagai anak Bunda sendiri. Pokonya Apa pun yang terjadi jika ada apa-apa di dalam rumah tangga kalian nanti selesaikan dengan kepala dingin, jika tidak bisa larilah ke rumah Bunda dan Ayah"
__ADS_1
"Bunda tahu kalian berdua hidup sebatang kara di dunia ini, namun kalian tidak boleh merasa sendiri lagi Bunda dan Ayah akan selalu mensuport kalian apa pun asalkan itu demi kebaikan. Karena kita adalah keluarga, paham?"
Bunda Reni berbicara dengan senyum manisnya yang mana membuat Dion serta Lisa menjadi sangat terharu dengan apa yang di ucapkan Bunda Reni, mereka benar-benar sangat beruntung bisa kenal dengan keluarga Arsya yang begitu baik. Sehingga Lisa tak terasa meneteskan air matanya.
"Hiks.. Bu-bunda, terima kasih atas semua kasih sayang Bunda. Dan untuk Mbak Suci, terima kasih sudah selalu mendukung Lisa. Lisa tidak akan melupakan kebaikan kalian sampai kapan pun" ucap Lisa dengan air mata yang menetes.
"Sudahlah jangan menangis, tidak baik sebelum acara kau menangis seperti itu. Lebih baik cepatlah mulai acaranya aku sudah tidak sabar menunggu cucu-cucuku memenuhi rumahku" sahut Ayah Al yang ada di samping Dion sambil mengusap punggung Dion.
"Ya udah buruan mulai jangan banyakan dramatis, kasihan Baby Kay dia mau istirahat ini yang ada nanti keburu tidur dan dia tidak bisa menyaksikan Om sama Tantenya bersatu, ya kan Baby Kay? Hahah.. lucunya anak Daddy"
Arsya menggendong Baby Kay yang mana dia selalu mengoceh hingga membuat semua gemas dengan ocehan yang seakan-akan telah mengerti apa yang dikatakan sang Daddy.
Hingga akhirnya Dion membawa Lisa duduk di depan penghulu dengan memperlakukannya yang sangat manis, dan kini waktunya sang penghulu untuk memulai semuanya.
Sampailah di inti acara yang mana Dion serta sang penghulu sudah saling menjabat tangannya dengan wajah penuh keseriusan dengan semua aba-aba yang telah di berikan sang penghulu.
Sang penghulu mengucapkan ijab kabul dengan lantai bersamaan dengan getaran tangannya agar Dion bisa langsung menjawabnya tanpa jeda sedikit pun.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Monalisa Prayanti binti Alm.Prayoga dengan maskawin tersebut di bayar tunai"
Dion mengucapkan kalimat tersebut dengan sangat lantang hingga suara gemetar tidak sedikit pun terdengar, hanya ada kemantapan hati Dion yang mana dia memang telah serius untuk mempersunting Lisa menjadi istrinya.
Terilihat jelas bahwa Dion telah siap dan juga matang untuk membina rumah tangga yang baru ini bersama Lisa, dengan menerima semua apa pun kebaikan bahkan keburukan Lisa. Sedangkan Lisa yang mendengar kata-kata indah terucap dari bibir Dion membuatnya tidak bisa membendung air matanya.
__ADS_1
"Bagaimana para saksi semuanya, apakah sah?" tanya sang penghulu sambil menatap semua saksi dan para tamu undangan.
SAHHH..
SAHHH..
SAHHH..
EEAAAKK..
Semua orang saling sahut menyaut untuk memberikan kesaksiannya termasuk Baby Kay yang begitu nyaring hingga membuat semua orang gemas ingin mencubit serta menggendongnya. Hanya saja Arsya yang sangat peka langsung menatap para ciwi-ciwi dengan wajah sangarnya saat mendengar bahwa mereka ingin menyentuh Baby Kay.
Sang penghulu langsung memberikan doa untuk kedua pengantin yang baru saja resmi menyandang status baru dan meninggalkan status lajangnya, dan setelah selesai sang penghulu mengucapkan selamat serta menyuruh Dion untuk memasangkan sebuah cincin cantik yang akan melekat di jari manis Lisa untuk selamanya.
Tak lupa Lisa mencium tangan Dion begitu tulus sambil menatapnya dengan air mata kebahagiaan, begitu pun Dion. Dion yang tidak pernah terlihat sedih kali ini air matanya terjatuh saat dirinya telah berhasil menaklulan hati seorang wanita untuk pertama dan juga terakhir kalinya.
Lalu, Dion mengecup lama kening Lisa dengan air mata yang terjatuh bercampur dengan air mata yang berada di pipi Lisa. Bahkan semua pun ikut menangis menyaksikan keromantisan pengantin yang penuh dengan bawang.
Setelah semuanya selesai, satu persatu Dion serta Lisa meminta doa restu kepada semuanya yang mana kali ini Dimas serta yang lainnya tidak bisa hadir, hanya ada Papah Angga yang selalu mendukungnya.
Sedangkan Dimas lagi sibuk-sibuknya mengurus perusahaan yang sedikit bermasalah, begitu juga dengan Elsa yang selalu saja tidak bisa di andalnya dan hanya bisanya menghamburkan apa yang telah Dimas berikan. Kemudian Mamah Mita masih setia dengan tugasnya menjadi Baby Sitter yang selalu mengawasi pertumbuhan Baby Diva.
Hari sudah semakin larut yang mana Suci dan Arsya sudah ke hotel lebih dulu lantaran Baby Kay yang masih kecil dan sangat rentan oleh angin malam, sehingga mereka kembali ke hotel lebih dulu.
__ADS_1
Dan hanya ada Ayah Al, Papah Angga dan juga Bunda Reni yang menemani semua para tamu undangnya. Sampai seketika acara telah selesai, yang mana Dion serta Lisa sudah pergi kembali ke hotel dengan wajah yang penuh kebahagiaan dan juga bersinar.
Begitu juga dengan Bunda Reni, Ayah Al dan juga Papah Angga yang sudah kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena jika mereka pulang pun tidak akan sempat lantaran pernikahan Dion dan Lisa sedikit memakan waktu jika kembali ke rumah yang mana acara mereka memang ada di tempat terbuka sehingga hanya ada hotel yang tak jauh dari tempat acara mereka.