Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Menjamin Kebahagiaan Suci


__ADS_3

Sedangkan Arsya yang melihat Suci, dia terpukau akan keindahan yang sungguh membuatnya sangat takjub. Arsya lalu berdiri dengan memundurkan kursinya sambil ia menatap ke arah Suci dengan tatapan berbinar dan tersenyum lebar.


“Ca-cantik...” gumam lirih Arsya dengan penuh kebahagiaan.


Ayah Al yang melihat Arsya itu seketika mengukir senyuman, karena baru kali ini seorang Arsya yang Ayah Al kenal dingin itu bisa menatap wajah wanita sedalam itu tanpa berkedip sedikit pun.


“Bagaimana? Menantuku sangat cantik, bukaann...” ucap Ayah Al dengan sedikit berbisik dari sisi samping kanan Arsya, sedangkan Dion berdiri di samping kiri Arsya dengan menatap 2 bidadari yang menjadi pusat perhatiannya.


“Sangat dan sangat cantik...” ucap Dion tanpa sadar itu yang langsung membuat Arsya menoleh ke arahnya Dion dengan tatapan begitu tajam.


“Apa kau bilang, hahh? Berani-beraninya memuji istriku! Ingat baik-baik ya, kalau dia hanyalah milikku dan hanya aku pula yang bisa memuji kecantikan indahnya, paham!!!” ucap Arsya dengan tegasnya hingga membuat Ayah Al terkekeh kecil.


“A-aku ti-tidak memujinya, Tuan. Ta-tapi aku me-memuji wanita itu... wanita yang ada di belakang Suci” ucap Dion dengan sedikit gugup.


Arsya yang mendengar itu pun langsung kembali menatap lurus ke depan untuk melihat siapa yang ada di belakang Suci, dan ternyata wanita itu adalah Lisa yang berjalan beriringan bersama Bunda Reni.


“Ja-jadi yang k-kau bilang sangat cantik itu Li-Lisaa?” tanya Arsya dengan wajah memerahnya menahan rasa malu yang malah membuat Dion menganggukkan kepalanya dalam keadaan tersenyum.


“Hihihi... ternyata anakku yang terbilang sangat dingin, kaku, cuek dan gengsi ini kini telah berganti profesi menjadi pria posesif ya...” ucap Ayah Al dengan nada meledek dan tertawa bersama Dion.


Namun tawa mereka terhenti saat Suci berdiri tepat di depannya Arsya yang kini membuat jantungnya seakan-akan ingin melompat keluar. Bahkan wajah kedua mempelai itu terlihat sangatlah merona serta gugup.


Sampai seketika sang MC memberikan sedikit candaannya untuk mencairkan suasana yang begitu tegangnya akibat kedua mempelai hanya terdiam dan juga saling menatap satu sama lain dengan terpesona. Namun siapa sangka di balik kebahagiaan mereka terdapat pasangan suami istri yang menatapnya penuh rasa iri dan juga kebencian.


“Arrrgghh... si*all!! Mengapa dia terlihat sangat cantik sih... hahh!!! Bahkan aku sendiri saja sampai-sampai minder saat melihat kecantikannya Suci itu... dasar menyebalkannn!!! Aku benci melihat ini, pokoknya Suci tidak boleh bahagia, titik! Bagaimana pun caranya aku harus tetap berada di atasnya arghh...”

__ADS_1


Elsa ngedumel di dalam hatinya dengan wajah memerahnya akibat dia menahan emosinya dan rasa iri akan pernikahan Suci yang sangatlah sempurna bahkan berkali-kali lipat dari kata sempurna.


“Su-Suci? Be-benarkan i-itu adalah Suci? Ke-kenapa dia bi-bisa terlihat sa-sangat berbeda... Bahkan ia sangat cantik dan benar-benar cantik hingga mengalahkan kecantikannya saat menikah denganku” ucap Dimas di dalam hatinya sambil dia terus menatap Suci penuh rasa kagum.


Sampai seketika ada hal yang membuat Dimas teralihkan dan menatap pria yang saat ini berdiri di samping Suci dengan keadaan tersenyum penuh ketenangan.


“Pa-Papah? Ke-kenapa Papah a-ada di sebelah Suci? Bu-bukannya Papah ada di luar kota untuk mengurus pekerjaan disana, ta-tapi kenapa Papah malah ada di sana yaa...” gumam Dimas kecil yang membuat Elsa langsung menyadari jika ada Papah mertuanya.


“Loh Mas... i-itu kan Papah? Kok Papah ada di sini bersama Suci? Kata Mamah, Papah pulangnya 1 minggu lagi kan jadi yang aku lihat ini benaran nyata? Kalau benar, berarti Papah sudah membohongi kita semua dong apa lagi Mamah. Pasti jika Mamah tahu masalah ini, maka dia akan sangat kecewa dan sedih...” ucap Elsa yang membuat Dimas langsung menatapnya.


“Cukup kita saja yang tahu tentang ini... Mamah enggak perlu tahu masalah ini. Aku enggak mau ya sampai Mamah dan Papah kembali berdebat, apa lagi kamu tahu kan hubungan Mamah dan Papah itu tidak sedekat dulu. Mereka bagaikan sebongkah magnet dengan kutub yang sama, hingga jika mereka bersatu pasti akan saling menolak satu sama lain"


"Jadi biarkan hubungan mereka sedikit tenang agar mereka bisa memperbaiki hubungan mereka sendiri seiring dengan berjalannya waktu” jawab Dimas yang membuat Elsa mengangguk, namun itu berbeda dengan yang ada di dalam hati atau pun pikiran Elsa.


Sedangkan Dimas, dia kembali menatap ke arahnya Suci dengan perasaan penuh penyesalan karena telah melepaskannya begitu saja, padahal Dimas susah payah mendapatkannya yang pada akhirnya ia pula yang melepaskannya.


“Andaikan waktu bisa di putar kembali... mungkin aku dan Suci masih bersama, hanya saja aku terlalu bod*doh dalam mengambil keputusan hingga akhirnya aku kehilangannya...” gumam Dimas di dalam hatinya yang tak terasa air mata menetes dan segera dia hapus dengan sangat cepat untuk menghilangkan jejak penyesalannya.


Sang MC pun kembali bersuara untuk memberitahu jika waktu yang ditentukan sudah tiba. Jadi kedua mempelai harus segera duduk di tempat masing-masing untuk melangsungkan ijab kabul. Papah Angga maju satu langkah dan berapa di tengah-tengah Suci dan Arsya sambil ia tersenyum penuh kebahagiaan bahkan matanya berkaca-kaca.


“Nak Arsya, Papah titip Suci yaa... Jaga dia, bahagiakan dia, dan perlakukan dia bagaikan seorang ratu di istanamu itu. Jangan biarkan siapa pun menyakitinya meskipun itu kedua orang tuamu sendiri, selagi istrimu benar maka teruslah bela dia karena istrimu sudah siap mengabdi seumur hidup hanya untuk melayanimu tanpa mengeluh”


“Tepat di hari ini, saya selaku orang tua kandung dari mantan suaminya serta Papah angkat Suci akan menyerahkan putri saya kepadamu. Jika sampai nanti saya mendengar dia menangis karena kau telah menyakitinya, maka saya akan mengambil kembali putri saya dengan cara yang tidak akan pernah kamu duga”


Papah Angga memegang tangan Suci dan menyerahkannya ke tangan Arsya dengan wajah tersenyum dan membuat hampir semua orang meneteskan air mata. Mereka tidak menyangka bahwa ada seorang mertua laki-laki yang begitu tulus menyayangi menantunya.

__ADS_1


Bahkan dia sangat tegar menyerahkan mantan menantunya untuk melanjutkan kehidupannya bersama pria lain tanpa adanya rasa kecewa karena ia tidak bisa menjadi menantunya kembali.


“Saya... Arsyaka Atthallah Valleanno... berjanji kepada kalian semua yang telah menjadi saksi, jika saya akan menjamin kebahagiaan Suci Permata Sari 100% dengan semua kemampuan yang saya punya. Kalau seandainya saya tidak bisa membahagiakannya, maka saya sudah siap untuk menukarnya dengan nyawa saya sendiri"


"Hal itu untuk membayar lunas setiap tetes air mata yang keluar membasahi pipinya” tegas Arsya yang langsung saja membuat semua media merekam serta mendokumentasikan setiap kejadian di dalam pernikahan Suci dan juga Arsya.


Suci yang mendengar ucapan indah itu membuat ia langsung tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagiaannya, sedangkan Arsya yang melihat air mata Suci itu langsung saja menghapusnya dengan lembut sambil menggelengkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2