
Elsa menyombongkan kepintarannya dalam menipu Dimas dan juga menyakiti hati Suci secara tidak langsung dengan sangat senang, lalu sedetik kemudian ia kembali berbaring di kasurnya sambil menunggu kedatangan Dimas.
...*...
Dimas yang begitu panik dengan keadaan Elsa, membuat dirinya melupakan bahwa istrinya sendiri juga jauh lebih membutuhkannya yang mana harusnya Dimas tetap mencari Suci bukan malah melupakannya dan memikirkan wanita lain. Jelas-jelas Elsa hanya menarik perhatian Dimas agar ia terus-menerus terjebak di dalam permainan Elsa yang mau menghancurkan hubungan Dimas dan Suci.
Akibat rasa irinya itu, membuat Elsa seakan di butakan oleh kebaikan Suci selaku sahabat atau yang sudah dianggapnya sebagai Kakak. Ya begitulah, jika kita sudah tergila-gila akan harta. Pasti berbagai cara dan segala hal akan dilakukan untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Hingga 15 menit pun berlalu dan saat ini Dimas masih berada di ujung jalan yang tidak jauh dari kontrakan Elsa. Lalu diam-diam Elsa sudah bersiap-siap hingga membuat matanya sendiri seakan-akan menangis akibat tetesan obat mata yang ia berikan ke matanya.
“Selesai... Saatnya aku menyambut Mas Dimas dengan segala aktingku yang sangat bagus ini haha...” gumam Elsa sambil berjalan mendekati pintu.
Tidak lama Elsa melihat dari balik tirai kamarnya bahwa mobil Dimas baru saja terparkir di depan kontrakan.
“Akting di mulai hahaha...” ucap Elsa dengan keadaan tersenyum lebar.
Dimas keluar dari mobilnya sambil berlari kecil dengan keadaan wajah penuh kepanikan.
Tokk...
Tokk...
“Tidaaak... Jangan menggangguku hiks... Pergi dari sini, perrgiiii...” teriak Elsa dengan sangat kencang sambil menangis.
Dimas yang mendengar tangisan Elsa di balik pintu tersebut pun paham akan situasinya, jika saat ini Elsa menyangka bahwa Dimas adalah penjahat itu.
“Saaa... Buka pintunya, ini aku Dimas” ucap Dimas dari balik pintu sambil mengetuk.
Elsa tersenyum sebentar, dan kembali menangis sambil segera membuka pintunya.
Ceklek !...
“Hiks... Mas Dimas, aku takut...” ucap Elsa yang langsung memeluk tubuh Dimas sangat erat.
“Heii... Tenang, kamu sudah aman sama aku, jadi jangan nangis seperti ini” jawab Dimas sambil mengusap punggung Elsa dengan perlahan.
Elsa yang berada di dada bidangnya Dimas seketika tersenyum sangat lebar, karena idenya selalu saja berhasil dengan mudah. Namun Dimas sama sekali tidak bisa melihat senyuman jahat Elsa.
__ADS_1
“Hikss... Aku takut orang ikut akan menyakitiku Mas, makanya aku mengganggu waktumu hiks... Maafkan aku hiks...” ucap Elsa dengan segala aktingnya.
Dimas langsung menutup pintu dan menguncinya agar aman lalu ia memandu Elsa untuk duduk di sofa. Saat mereka sudah duduk, Elsa tetap enggan untuk melepaskan pelukannya dari Dimas seolah-olah Elsa benar-benar sangat ketakutan.
“Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Sa... Di sini sudah ada aku, bukan? Jadi kamu akan aman bersamaku, tenanglah oke...” ucap Dimas.
Elsa melepaskan pelukannya dan menatap Dimas dengan mata yang berair, “Maaf jika aku selalu mengganggu hubungan kalian hiks... Pasti gara-gara aku Mbak Suci kabur dari rumah kan... Aku memang bod*doh! Bisa-bisanya aku mengkhianati Mbak Suci hiks...”
Elsa memukuli kepalanya berkali-kali seperti orang yang telah menyesali sesuatu. Dimas yang melihatnya langsung menahan tangan Elsa agar tidak lagi memukuli kepala hingga wajahnya itu. Saat Elsa sedikit tenang dan berhwnti menangis, lalu Dimas meraup wajah Elsa menggunakan kedua tangannya sambil menghadapkan wajah Elsa agar menatapnya.
“Hey... Lihat mataku, Sa. Maafkan aku, jika perkataanku tadi membuat kamu berpikir jika itu adalah kesalahanmu. Padahal itu semua adalah kesalahan murni kita berdua, bahkan aku juga memiliki satu kesalahan pada kalian berdua saat aku melakukannya padamu sampai-sampai aku memaksamu untuk melayaniku. Maafkan aku Sa..” ucap Dimas dengan lirih.
Entah kenapa Dimas merasa sangat kasihan pada Elsa, bahkan ia seperti tidak menginginkan Elsa meneteskan air matanya seperti tadi. Apa ini karena Dimas di hadapkan dengan pilihan yang sulit? Atau karena Dimas sudah mulai memiliki rasa dengan Elsa yang diawali dengan pengkhianatan?
Saat ini Dimas sendiri pun tidak mengerti dengan perasaan yang dua rasakan pada Elsa. Namun Dimas hanya tahu satu hal yang pasti, jika saat ini ia meresa seperti tidak bisa untuk melepaskan salah satu dari mereka berdua.
“Hiks... Sudahlah Mas, kamu tidak bersalah. Sebenarnya ini semua salahku, mungkin jika kita tidak bertemu maka hubungan kalian tidak sampai seperti ini. Jadi kemungkinan aku akan pergi dari kehidupan kalian supaya kalian bisa kembali menjalani rumah tangga seperti semula yang penuh dengan kebahagiaan hiks... Aku hanya duri yang ada di dalam hubungan kalian, Mas. Aku benci pada diriku sendiri, benci”
Elsa berpura-pura menangis meratapi hidupnya yang begitu rendahan, agar semua tipuannya itu membuat Dimas seakan-akan merasa sangat kasihan padanya dan akan selalu ada untuk dirinya.
“Aku mohon jangan berbicara seperti itu lagi Oke... Entah kenapa hatiku seakan-akan tidak suka saat mendengar kata-kata pergi itu terucap dari mulutmu itu, Sa. Rasanya sangat sakit, kau tahu...”
Dimas berbicara dalam keadaan kedua tangannya yang masih menyentuh rahang Elsa dengan sangat lembut sambil saling menatap manik mata satu sama lain.
“Jika benar begitu, lalu apa kamu sudah mulai mencintaiku Mas?” tanya Elsa.
“Aku tidak tahu, Sa... Aku sendiri masih sangat bingung dengan perasaan ini. Kemungkinan rasa suka untukmu memang ada, tapi jika cinta? Aku belum tahu pasti. Aku hanya tahu jika aku tidak mau kehilangan kalian berdua, itu saja” jawab Dimas.
“Kalau memang kamu menyukaiku, maka aku juga sangat menyukaimu Mas. Saat pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu tapi aku sadar kamu adalah suami dari Mbak Suci dan aku tidak boleh melewati batasan itu”
“Namun seiring berjalannya waktu, kita malah di tempatkan pada posisi yang seperti ini sehingga tidak bisa aku pungkiri jika aku sudah mulai mencintaimu, Mas. Maafkan aku jika aku lancang mengatakan ini, tapi aku tidak bisa memendamnya terlalu lama”
“Jika Mas tidak menjawab pun aku tidak apa-apa, atau juga Mas menolakku maka aku juga tidak keberatan. Aku sadar siapa aku dan siap Mas Dimas, yang terpenting aku sudah sedikit lega karena bisa mengungkapkan semua isi hatiku ini”
Elsa mengatakan semua perasaannya yang benar adanya, namun di balik cintanya ia juga mau memiliki harta Dimas agar bisa mengubah hidupnya supaya jauh lebih baik dan terpandang, jadi tidak akan ada yang bisa mengucilkannya lagi. Dimas yang mendengar semua itu seketika menurunkan kedua tangannya dan menghadap lurus ke depan.
Dimas sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Elsa, tapi hatinya malah merasa senang atas ucapan Elsa. Entah perasaan apa yang saat ini membuat Dimas bingung. Di satu sisi ia sudah memiliki seorang istri, namun di sisi lain ia juga menyukai Elsa yang jelas-jelas sahabat dari istrinya.
__ADS_1
Tetapi Dimas tidak bisa menolak itu karena ya memang dia juga menyukai Elsa. Saat mereka melakukan hubungan itu telah membuat Dimas selalu terbayang-bayang wajah Elsa saat berada di atasnya yang membuat Dimas merasakan sensasi yang sangat berbeda dengan apa yang dia rasakan jika bersama dengan Suci.
“Sudahlah Mas, jangan di pikirkan lagi anggap saja aku tidak pernah menyatakan perasaanku ini. Lagian juga aku sadar kok Mas sudah punya istri, jadi tidak mungkin Mas bisa mencintai wanita lain. Apa lagi wanita miskin, jelek, dan dekil seperti aku ini. Tidak seperti Mbak Suci yang sangat cantik, berhijab bahkan juga dia sangat mulus dan putih” ucap Elsa sambil menatap lurus ke depan.
Saat ini Dimas duduk di samping Elsa dalam keadaan kedua tangan saling menggenggam dan badannya yang membungkuk. Setelah mendengar semua perkataan Elsa itu, membuat mata Dimas secara perlahan melirik ke arah Elsa.
“Jika aku mencintaimu, apakah kamu bisa menerimaku apa lagi statusku masih menjadi milik orang lain yang mana orang itu adalah sahabatmu sendiri? Lalu bagaimana jika sahabatmu marah padamu atas hubungan terlarang ini?” ucap Dimas dengan nada serius.
Elsa pun menatap Dimas sambil berkata, “Perasaan cinta itu tidak salah, hanya saja cinta itu datang pada orang yang salah. Jika Mas mencintaiku kita bisa menjalankan hubungan ini secara diam-diam sampai kita menemukan waktu yang pas untuk berbicara pada Mbak Suci atas hubungan ini"
"Namun jika nanti Mbak Suci marah dan membenciku, maka aku sudah siap Mas. Inilah resikonya jika kita mencintai orang yang salah dan sudah memiliki pasangan hidup” ucap Elsa sambil menunjukkan senyum pahitnya.
Elsa berbicara seakan-akan dia adalah orang yang paling benar dalam menjalani hidupnya selama ini. Padahal di dalam hatinya sekarang, Elsa sedang tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapannya sendiri.
“Apa kamu siap menjalani hubungan gelap ini bersamaku? Tapi jika aku di berikan pilihan dan aku harus mempertahankan keduanya apa kamu siap? Karena aku tidak bisa memilih salah satu di antara kalian” ucap Dimas.
Elsa tersenyum sambil bergelayut di tangan kanan Dimas yang dalam posisi Dimas masih duduk membungkukkan badannya.
“Aku siap apa pun keputusanmu Mas, mungkin itu yang terbaik buat aku, kamu dan Mbak Suci. Siapa tahu kita bisa hidup bertiga dalam satu atap yang sama dengan penuh kebahagiaan dan aku juga siap terbagi atau pun membagi hakku dengan Mbak Suci, Mas"
"Mungkin dengan adanya kehadiranku bersama kalian ini, aku bisa memberikan keturunan untuk Mas dan juga Mbak Suci agar kita bisa merawat mereka dengan penuh kasih sayang” ucap Elsa dengan senyum manisnya.
Dimas yang mendengar ucapan Elsa seketika tersenyum lepas. Apa yang dikatakan Elsa itu benar, bahkan Suci juga pernah bilang jika dia siap untuk di maju. Mungkin dengan begini Dimas bisa membuat Suci tidak lagi di hina oleh Mamah dan juga adiknya. Dimas pun menegakkan badannya sambil tangan kananya ia angkat agar bisa memeluk Elsa. Lalu Dimas mencium kening Elsa yang membuat Elsa merasa sangat bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1