Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Rumah Sakit Kasih Ibu


__ADS_3

“Tap-...” ucapan Suci belum selesai, Elsa malah langsung pergi begitu saja membawa piring tersebut ke ruang makan.


Suci dengan sigap membawa piring lainnya dan menyusul Elsa.


“Makanan sudah datang hehe...” ucap Elsa dengan sangat senang membuat semuanya tersenyum kecuali Papah Angga.


“Wahh... Jika seperti ini mah kayak bukan Suci yang masak tapi Kak Elsa yang masak hehe...” ucap Vina yang membuat Elsa tersenyum lebar.


“Panggil dia Kak Suci, bukan Suci!!” tegas Papah Angga sambil menatap wajah Vina, sedangkan Vina ia malah hanya menatap Papah Angga dengan tatapan malas dan kembali tersenyum menatap Elsa.


“Maaf, Suci tadi sudah melarang Elsa tapi dia kekeh tetap mau bantuin” ucap Suci berjaga-jaga sebelum kekacauan menimpanya.


“Biarkan saja, malah bagus. Biar dia tidak terlalu manja ciiihh...” sindir Papah Angga yang malah membuat Elsa tetap tersenyum padanya.


“Pahh...” ucap Dimas dengan menekankan kata-katanya.


Namun papah Angga tidak menggubrisnya dan Papah Angga malah langsung mengambil nasi untuk menaruhnya di atas piringnya sendiri.


“Papah jangan begitu dong, Elsa begini juga karena sedang mengandung anak dari Dimas” ucap Mamah Mita sedikit menekan kata-katanya sambil melirik sekilas ke arah Suci.


“Ya sudah suci mau ambil yang lain dulu, tunggu sebentar ya Pah” ucap Suci sambil tersenyum yang di senyumi balik oleh Papah Angga dan lalu Suci pergi untuk mengambil piring yang lainnya.


“Ckkk! Caper banget sih tuh cewek” sahut Vina yang membuat Papah Angga langsung menatapnya.


“Kenapa? Memang benar kok, ya kan Mah” ucap Vina lagi sambil meminta pembelaan dari Mamah Mita.


“Ya begitulah, maklum takut di saingi oleh Elsa jadi dia seperti itu deh hehe...” jawab Mamah Mita yang membuat Papah Angga harus menahan emosinya.


“Ya sudah Elsa mau bantu Mbak Suci lagi, sebentar ya...” ucap Elsa dan langsung pergi.


Di atas meja dapur hanya tertinggal 2 piring besar dan juga 1 mangkuk besar berisikan sayuran yang masih sangat panas. Saat Suci ingin mengambil mangkuk sayur panas tersebut, Elsa langsung menyerobotnya.


“Biar aku saja yang bawa, Mbak” sahut Elsa sambil membawa mangkuk besar itu lalu ia berjalan dengan perlahan dengan senyuman manisnya.


Suci yang melihat itu tidak tinggal diam, ia takut jika akan jadi masalah lagi baginya kalau sampai di biarkan Elsa yang membawa mangkuk itu. Saat mau sampai di ruang makan, Suci berusaha merebut mangkuk tersebut dan Elsa pun tetap tidak membiarkan itu terjadi dan ia mempertahankan erat mangkuk itu.


“Sini Saa... Biar aku saja, please...” ucap Suci sambil memegang mangkuk itu sehingga membuat semuanya langsung menoleh ke arah mereka.


“Sudah gapapabMbak, aku bisa kok...” ucap Elsa tetap mempertahankan mangkuknya.


“Astaga Suciiiii... Kenapa kamu membiarkan Elsa membawa mangkuk panas itu, apa kamu sengaja hah!” pekik Mamah Mita sambil berdiri yang membuat semuanya berdiri.


“Saa... Jangan macam-macam, kasih mangkuknya sama Suci” ucap Papah Angga dengan tegas.

__ADS_1


“Tap-...” ucap Elsa terhenti saat Papah Angga mengeluarkan suara kerasnya.


“Saya bilang kasih Suci sekarang ya kasih!!” pekik Papah Angga dengan kesal.


Elsa yang mendengar itu pun merasa begitu kesal, sehingga ia dengan sengaja memberikan mangkuk panas itu kepada Suci sambil sedikit menggerakkannya sehingga sayur panas itu mengenai tangan Suci.


“Arrrghhh...” teriak Suci yang tak sengaja melepaskan mangkuk tersebut hingga terjatuh di lantai.


Praaangggg !...


Sayur panas itu pun tumpah tepat di depan kaki Suci dan Elsa sehingga mereka berteriak, dan dengan sengaja Elsa menyempatkan kesempatan ini.


Aarrghhhh...


Bughhh...


Elsa menjatuhkan dirinya ke lantai dengan keadaan terduduk sehingga selang beberapa menit kemudian, kaki putih Elsa mengalir darah segar.


“Elllsaaaaaa...” teriak semuanya kecuali Papah Angga dan juga Suci.


Suci belum sadar jika Elsa terjatuh, namun saat melihat Mamah Mita histeris ia langsung menoleh ke arah belakang dan betapa terkejutnya ia saat melihat Elsa yang sedang meringis kesakitan.


“Hiksss... awwwhhhh... Sa-sakittttt Aarggghhh... hikss...” teriak Elsa penuh kesakitan.


“Hikss... Pa-pah, E-Elsa Pah... Pa-pasti se-semua akan menyalahkan Suci jika ada apa-apa dengan Elsa dan ba-bayinya hiks...” tangis Suci pecah saat melihat wajah Papah Angga.


“Tenang sayang, Papah tahu ini bukan salahmu kok... Papah lihat sendiri ini memang sudah di rencanakan oleh Elsa, jadi kamu tidak usah merasa bersalah. Lebih baik kita ke rumah sakit, mengobati luka di tangan dan juga kakimu sekalian melihat keadaan Elsa” ucap Papah Angga dengan tenang.


“Ta-tapi, Pahh hiks...” ucap Suci yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, ia benar-benar shock dengan kejadian semua ini.


Papah Angga berusaha tenang agar membuat Suci juga tidak semakin panik, apa lagi Papah Angga tahu banget bagaimana perasaan Suci. Suci seakan-akan sangat trauma dengan semua ini, dan dia selalu menyalahi dirinya sendiri atas kejadian tadi.


Namun bukan Papah Angga namanya jika ia tidak bisa membuat Suci mengerti jika semua ini bukan kesalahannya. Apa lagi dia adalah saksi kuat atas kejadian tadi, bagaimana Elsa dengan sengaja memberikan mangkuk itu sehingga sayur panas itu mengenai tangan Suci.


Jadi wajar saja jika ia langsung melepaskannya, bahkan jika kita sendiri pun yang terkena air panas tanpa di sengaja akan melepaskan apa pun yang kita genggam. Jika memang Elsa waras, pasti ia tahu jika itu berbahaya dan juga panas jadi dia tidak akan melakukan hal gila itu, dan dia seperti tidak memikirkan nasib anak yang ada di dalam perutnya.


Lalu Papah Angga membawa Suci ke rumah sakit karena kakinya sudah mulai memerah dan juga terkena pecahan beling bahkan tangannya pun juga sudah sangat merah akibat luka bakar.


*


*


Di rumah sakit Kasih Ibu

__ADS_1


Elsa baru saja di tangani oleh dokter yang selama ini memeriksa kandungannya, bahkan keadaan Elsa pun sudah terbujur lemas dalam posisi tak sadarkan diri.


Dimas yang melihatnya pun di buat sangat panik, cemas, khawatir dan juga emosi itu semua bercampur menjadi satu. Entah kenapa Dimas mulai kehilangan logikanya sendiri saat melihat Elsa tak berdaya seperti itu.


“Puas kamu Dimas, lihat keadaan Elsa seperti ini hah!! Lihatlah sekarang, semua ini gara-gara istri yang tidak tahu diri itu” pekik Mamah Mita dengan wajah yang sudah basah.


Dimas di buat pusing oleh perkataan Mamah Mita, sehingga ia merasa tidak tenang serta dari tadi dia terus saja mondar-mandir di depan ruangan Elsa.


“Itulah istri yang selama ini Abang bangga-banggain, lihat sendiri kan betapa liciknya dia sekarang. Pasti saat ini dia sudah merasa senang karena telah berhasil menghancurkan Kak Elsa dan membuatnya seperti ini” ucap Vina dengan kebenciannya.


“Kalau sampai ada apa-apa dengan cucuku, lihat saja nanti. Aku akan memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah bisa ia lupakan!!” ancam Mamah Mita disertai tangisan kebencian terhadap Suci.


“Aaarrrggghhhhh... Suucccciiiiiii... ” pekik Dimas sambil menjambak rambutnya penuh frustrasi dengan mata yang sangat memerah, kali ini emosinya benar-benar sudah tidak bisa di kontrol.


Tidak lama kemudian, Suci datang bersama Papah Angga dalam keadaan Suci yang sudah di obati oleh suster. Papah Angga berjalan dengan keadaan cemas, begitu juga dengan Suci. Ia sudah berlari kecil penuh isak tangis mencari keberadaan sahabatnya, Suci merasa sangat menyesal karena ia mengira semua ini terjadi akibat ulahnya.


Padahal sudah berkali-kali Papah Angga selalu mengingatkan jika ini bukan kesalahannya, melainkan memang Elsa yang dengan sengaja membahayakan diri sendiri serta anaknya.


Saat Suci telah menemukan Dimas dan yang lainnya, ia segera berlari dari kejauhan sehingga Suci langsung saja memeluk Dimas penuh isak tangis.


“Hiks... Ma-Mas bagaimana keadaan Elsa?” ucap Suci di dalam pelukannya Dimas hingga membuat Dimas terdiam kaku dengan keadaan kedua tangan mengepal keras.


Bahkan saat ini sorotan matanya Dimas pun sudah benar-benar di penuhi dengan rasa amarah yang begitu besar. Sampai seketika Dimas langsung mendorong Suci dengan kasar hingga ia tersungkur di lantai dalam keadaan terduduk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2