Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Berpura-pura Jadi Orang Budek!!


__ADS_3

Papah Angga tersenyum memberikan semangat, kemudian beranjak dari kursinya mengacak-ngacak rambut Dimas dan berjalan pergi menuju kamarnya dengan menatap layar ponselnya sambil senyum-senyum sendiri.


Selang beberapa detik, Elsa datang dari arah luar sambil membawa beberapa belanjaan yang mana terdapat beberapa merek ternama.


Dimas hanya melirik serta kembali fokus pada layar tv. Elsa yang melihat adanya Dimas langsung berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya dengan wajah yang sangat ceria.


"Mas lihat deh, aku kan tadi habis arisan lalu temenku bilang kalau ada barang diskon gitu. Pas aku lihat wah.. gila yang diskon itu merek-merek ternama loh. Dari mulai harga 150 juta jadi 135 juta. Murahkan, akhirnya aku beli aja deh.."


"Dari pada nanti aku dibilang punya suami kaya kok penampilan kek enggak berkelas. Bisa-bisa nanti kamu yang malu, sedangkan kolega kamu yang lainnya saja istrinya pada terlihat sangat berkelas"


"Ohya.. ini ada jas bagus banget buat kamu Mas. Aku cuman beli dengan harga 90 juta, lumayan lah ya lagi diskon besar-besaran dari harga 120 juta hihi.."


"Dan ini juga aku ada baju buat Baby Diva, cantik banget loh Mas. Lihat deh.. harganya sih normal tapi tidak terlalu mahal kok cuman 50 juta tapi enggak akan malu-maluin juga hehe.."


"Ahyaa.. satu lagi, ini ada baju untuk Mamah sama Vina pasti mereka akan suka deh.. karena aku kan menantu dan Kakak ipar yang perhatian hihihi.. tenang saja Mas, aku beli baju buat Mamah sama Vina ini tidak sampai 50 juta kok soalnya harganya itu sekitar 49 juta jadi kita hemat 1 juta hihihi.."


Elsa sangat cerianya menunjukkan satu persatu apa yang sudah ia beli sambil berbicara tanpa jeda. Sedangkan Dimas berusaha kuat menahan gejolak amarah di dalam hatinya. Bahkan tangannya yang kiri sudah mengepal kuat.


Disaat perusahaan Dimas diambang kehancuran masalah keuangan, bisa-bisanya istri yang dia pertahanin malah dengan seenak jidatnya memakai uang tanpa berpikir panjang.


"Sudah kelar bicaranya? Lalu, sudah lupakah kau dengan adap bagaimana kita memasuki rumah? Apa sedari kecil kau tidak di ajarkan sopan santun oleh kedua orang tuamu?"


"Dan apa ini? Kau menghabiskan uang hingga 300 juta lebih dalam waktu sesingkat ini. Ckk.. ckk.. ckk.. sungguh kau istri yang sangat diidam-idamkan Sayang.."


Prokkk.. prokk.. prokk..

__ADS_1


Dimas bertepuk tangan tersenyum menatap Elsa, yang mana Elsa malah terlihat begitu bangga dengan ucapan terakhir Dimas yangvmengatakan bahwa Elsa adalah istri idaman.


"Heheeh.. yaiya dong Mas, siapa dulu.. istri Mas Dimas yang paling cantik hehe.." Elsa cengengesan sambil melendot ditangan Dimas namun dengan cepat kilat Dimas menghempaskan kasar tangannya dan membuat Elsa terjatuh duduk di lantai.


"Aaawwsshhh.. Mas Dimaass!!!" Pekik Elsa dengan wajah kesalnya menatap tajam ke arah Dimas.


Dimas membungkukkan tubuhnya dan meremas kecil rahang Elsa lalu mendekatkan wajahnya yang mana membua Elsa meringis kesakitan.


"A-awwshhh.. Ma-mas Di-dimas, kamu kenapa kasar sama aku hiks.." Elsa menangis dengan air mata buayanya, untungnya Dimas tidak goyang sedikit pun lantaran ia sudah sangat emosi.


"Apa kau tahu Elsa? Perusahaanku saat ini sedang diambang kebangkrutan dan kau dengan seenaknya menghabiskan uang sebesar itu dalam waktu beberapa jam saja? Gila!!"


"Apa kau lupa Suci yang menjadi istriku saja tiap bulan aku berikan nafkah sebesar 500 juta tidak pernah habis, bahkan dia selalu menyisakan uangnya untuk tabung bahkan di sumbangi ke sebuah panti asuhan"


"Aarrrghhhh... si*all!! Lama-lama aku bisa gila karena ulahmu, Saa.. Saa.."


Dimas menghempakan wajah Elsa dengan pelan dan langsung bangkit dari kursinya lalu pergi ke arah kamarnya dalam keadaan gusar dan juga penuh dengan emosi.


"Mas Dimas!! Tunggu...." Elsa segera bangkit dan menyusul Dimas yang lagi menaiki anak tangga, lalu Elsa kembali mengoceh yang membuat wajah Dimas semakin memerah.


Namun, Dimas berusaha menahan apa pun amarah didalam hatinya agar tidak sampai bertindak kasar dengan seorang wanita. Apa lagi Elsa merupakan istri yang selama ini ia bela di depan semuanya. Sehingga Dimas rela membuang berlian yang berlumur demi memilih batu krikil yang sangat cantik.


"Sejak kapan kamu membanding-bandingkan aku dengan Suci, hah!! Selama ini kamu tidak pernah membandingkan aku dengannya, belum lagi kamu juga memujiku dengan semua penampilanku yang jauh lebih cantik darinya. Tapi, kenapa sekarang kamu marah!"


"Apa kamu lupa Mas, kalau kamu mau punya istri cantik itu tidak murah banyak pengeluaran beli ini, beli itu, beli ono semuanya. Kamu itu jangan pelit sama istri. Ingat Mas, ingat!! Rezeki suami itu datangnya dari istri, kalau istri enggak bahagia suami akan susah mendapatkan rezeki. Bahkan semua uang suami itu adalah uang istri. Tetapi uang istri ya tetaplah uang istri, jadi apa pun yang kamu punya maka disitu ada hakku sebagai istrimu. Paham!"

__ADS_1


Elsa mengoceh sepanjang mereka berjalan menuju kamarnya, hingga mereka masuk ke dalam kamar dengan wajah yang sangat marah. Dimana Papah Angga dan Mamah Mita mendengar pertengakaran itu hanya bisa melirik sekilas ke arah pintu kamar mereka dan kembali dengan kesibukannya.


Papah Angga sibuk dengan ponselnya di kamarnya, sedangkan Mamah Mita sibuk bermain bersama Baby Diva yang saat ini sudah sangat lincah dan juga mulai belajar berjalan.


"Mas Dimasss!!!!" Pekik Elsa dengan keras saat mendapati Dimas hanya melengos cuek dan langsung tidur di atas kasur dalam keadaan miring membelakangi Elsa.


"Dari tadi aku ngomong ya, kenapa malah diam aja sih hahh!! Tadi kamu yang mulai duluan membahas wanita mandul itu, tapi sekarang malah seakan-akan kamu berpura-pura jadi orang budek!!"


"Memang secinta apa sih kamu sama dia, hahh!! Sampai sudah hampir 2 tahun kita menikah kamu masih tidak bisa melupakan dia, apa kamu tidak ingat di sini aku yang jadi istrimu bukan dia!!"


"Dia cuman benalu yang ada di dalam kehidupanmu dan tidak bisa memberikan kamu keturunan masih bisa kamu membanggakannya, ciihhhh.. paling dia menikah sama Tuan Arsya juga hanya ingin menikmati hartanya saja, atau dia menjual tubuhnya hanya untuk mendapatkan kehidupan mewah saat lepas darimu?"


"Wahhh.. kalau begitu sih keren banget, karena yang kita ketahui dia tidak punya apa pun setelah keluar dari rumah ini, apa lagi dia tidak akan mau menjadi gembel di jalanan. Sehingga ia memanfaatkan tubuhnya yang sok Suci itu hanya agar bisa mendapatkan hidup yang jauh di atasku, lalu dengan begitu dia akan memamerkannya kepadaku jika dia bisa berada di atasku"


"Hahah.. jangan mimpi, palingan juga Tuan Arsya cuman mau menjadikannya budak se*x saja karena pasti dia memiliki banyak simpanan di luar sana, secara dia orang yang sangat kaya raya. Ya dong?"


"Sama kan sepertimu yang baru kaya sudah bisa berselingkuh, dan pada akhirnya kita saling mencintai lalu menikah terus memiliki anak sedangkan Suci? Dia tidak akan pernah punya anak sampai kapan pun!!"


"Cihh.. memalukan sekali harga diri seorang wanita itu saat ia bisa memberikan keturunan pada suaminya, namun dia? Dia hanya bisa memberikan suaminya penderitaan haha.."


Tawa Elsa bergema di dalam kamarnya, bahkan Dimas yang awalnya tidak ingin meladeni Elsa agar masalah tidak merembet. Tetapi dia salah besar, kuping dan hatinya sudah mulai memanas penuh dengan amarah.


Hingga pada akhirnya, Dimas bangun dari tempat tidurnya menatap tajam kearah Elsa dengan mata memerahnya bagaikan Iblis yang sudah merasuki tubuh Dimas.


Awalnya Dimas biasa saja, cuman ketika Elsa menyinggung dan menjelekkan nama Suci entah dari mana Iblis di dalam diri Dimas langsung muncul yang kini benar-benar tidak tertahan lagi.

__ADS_1


__ADS_2