Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Arsya Dan Dion Menjadi Badut


__ADS_3

Suci pun ikut tertawa bersama Bunda Reni karena dia mengerti apa maksud dari ucapannya Bunda Reni. Lalu mereka melanjutkan makan siang mereka dan lalu menghabiskan waktu bersama di ruang tamu sambil menunggu semua orang pulang dari perusahaan dan memberikan mereka kejutan.


Saat ini di perusahaan sedang tidak banyak pekerjaan sehingga mereka semua bisa pulang lebih cepat. Waktu menunjukkan pukul 5 sore yang mana artinya waktu pulang kerja untuk semuanya. Arsya pulang bersama Ayah Al dengan mobilnya Arsya, lalu Dion dan Lisa dengan mobilnya Dion pergi ke rumahnya Arsya.


Sementara Xan, dia tetap di perusahaan karena dia harus mengurus beberapa dokumen yang harus di simpan. Setelah setengah jam di perjalanan, akhirnya Arsya, Ayah Al, Dion dan Lisa pun sampai di rumah kediaman Valleanno. Lalu mereka turun dari mobil masing-masing dan masuk secara bersamaan.


Mereka berjalan menuju ruang tamu di mana Suci dan Bunda Reni sedang tertawa bersama sambil melihat foto-foto di ponselnya Suci. Arsya yang merasa penasaran pun langsung duduk di samping Suci, dan Ayah Al di samping Bunda Reni lalu Dion serta Lisa di sofa yang lain.


“Apa sih yang istriku dan Bunda lihat sampai kalian tertawa terbahak-bahak seperti ini. Aku juga mau lihat dong, apa sih yang membuat kalian sampai tertaw-...” ucap Arsya terhenti saat dia melihat foto di ponselnya Suci.


“Lihat Mas... aku mau kamu sama Mas Dion berdandan seperti badut yang ada di foto ini. Pasti nanti hasilnya lucu deh sama kayak di foto ini, benarkan Bun...” ucap Suci sambil menatap Bunda Reni.


“Tentu saja, nah... sekarang saatnya kalian pergi bersih-bersih lalu kembali ke sini dengan pakaian badut yang ada di kamar kalian. Untuk Dion, kamu bisa menggunakan kamar tamu dan kostummu juga ada di sana”


“Lalu kau Arsya, kostum untukmu ada di atas kasur kamarmu dan Suci. Sekarang kalian pergi dan bersih-bersih lalu jangan lupa berdandan. Kalau kaliam tidak mau, nanti Bunda dan Suci yang akan mendandani kalian berdua”


Bunda Reni menatap Arsya dan Dion dengan tatapan tajamnya dan Suci yang mengikutinya. Sebenarnya ini adalah rencana Bunda Reni dan Suci, karena mereka ingin membuat Arsya dan Dion memakai kostum dan berdandan sendiri.


Dengan cara seperti ini, maka rasa mal yang Arsya dan Dion rasakan akan semakin banyak. Sementara Ayah Al dan Lisa hanya bisa menahan tawa mereka saat mendengar permintaan aneh dari Ibu hamil dan calon Nenek tersebut.

__ADS_1


“Sekarang apa yang harus kita lakukan Dion? Aku tidak berpikir jika kita akan benar-benar berpenampilan seperti badut jalanan. Ini semua karena ulahmu yang memesan kostum badut jelek itu” ucap Arsya di dalam hatinya sambil memelototi Dion.


“Jangan menyalakan aku Tuan, salahkan saja anakmu yang masih di kandungan Suci itu. Jika dia tidak meminta hal seperti ini juga mana mungkin aku menawarkan diri untuk jadi tumbal. Semua ini adalah permintaan aneh dari anak dan istrimu Tuan” balas Dion di dalam hatinya dengan memelototi Arsya.


“Ekhem... apa lagi yang kalian tunggu? Haruskah aku memberikan undangan pada kalian untuk berdandan seperti badut? Sekarang pergi dan lakukan apa yang Bunda katakan” tegas Suci yang membuat Arsya dan Dion menelan ludah mereka sendiri.


“Kau juga pergilah bersih-bersih ke kamarmu, aku sudah menyiapkan pakaian khusus untukmu sayang...” ucap Bunda Reni dengan segala senyuman liciknya.


“Ampuni Hambamu ini ya Rab... aku harap istriku tidak ikut-ikutan dengan permainannya Suci. Aku tidak mau lagi merasakan masa-masa kelam seperti saat istriku hamil Arsya dulu...” doa Ayah Al di dalam hatinya.


“Kamu juga pergilah ke kamar tamu lainnya dan bersih-bersih di sana, Lisa. Kamu bisa pakai pakaian yang ada di dalam lemari di sana. Sekarang cepatlah kalian pergi dan segeralah kembali ke sini okay...” ucap Suci dengan senyum manisnya.


Arsya dan Dion pun berjalan dengan segala rasa lelah mereka yang mana akan menjadi semakin lelah setelah mereka keluar dari kamar mereka. Sementara Ayah Al hanya bisa menuruti permintaan istrinya, dan Lisa yang merasa senang karena dia terbebas dari ini semua.


“Waahh... Ayah terlihat keren sekali, mirip dengan tokoh lucu yang suka ada di film komedi itu loh. Aku jadi ingin membuat Mas Arsya juga memakai pakaian seperti itu saat dia pergi ke perusahaan nanti deh hihi...” tawa Suci pecah saat melihat penampilan Ayah Al.


“Yaaakkk... aku tidak mau pakai pakaian seperti itu ke kantor, yang ada nanti aku malah di tertawakan oleh semua pegawai kantorku” ucap Arsya yang baru saja sampai di ruang tamu bersama dengan Dion.


Semua orang langsung menatap ke arah Arsya dan Dion yang kini sudah berpenampilan layaknya seorang badut jalanan. Arsya yang memakai kostum berwarna merah dan wig merah, lalu Dion yang memakai kostum berwarna biru dengan wig yang juga berwarna biru. Tidak lupa dengan make up layaknya badut yang lucu.

__ADS_1


Semua orang sontak langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat penampilan Arsya dan Dion, namun tidak dengan Suci. Dia malah merasa terpanah dengan penampilan suaminya yang mana menurut Suci terlihat keren dan lucu. Suci pun berdiri dan berjalan mendekati Arsya.


“Mas... kau terlihat luar biasa. Aku tahu kalau kamu akan terlihat lucu, tapi aku tidak berpikir kalau kamu akan terlihat keren dengan pakaian seperti ini. Kau sungguh luar biasa Mas...” ucap Suci dengan mata berbinar-binar.


“Be-benarkah kalau aku terlihat keren? A-aku pikir aku terlihat aneh dan jelek” ucap Arsya dengan sedikit merasa senang.


“Kalau Tuan Arsya terlihat keren, lalu bagaimana denganku? Kenapa juga aku harus ikut berpenampilan seperti ini” keluh Dion dengan memutar mata malas.


“Mas Dion juga terlihat keren kok, apalagi warna biru itu warna kesukaan Suci. Ternyata warna biru sangat cocok di pakai oleh Mas Dion, itu membuat Mas Dion terlihat gagah wahh... senangnya” ucap Suci yang mana langsung memeluk Dion tanpa sadar.


“Heyy... aku ini suamimu, jadi harusnya kamu itu memelukku bukan malah pria lain. Kamu ini masih saja tidak pernah merasa puas ya...” ucap Arsya yang menarik Suci dan langsung memeluknya dengan lembut.


“Mas Arsya... kalau menarikku itu pelan-pelan bisa tidak? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak kita? Kalau dia sampai terluka, maka aku akan sangat marah padamu hump...” geram Suci sambil melepaskan pelukannya.


“Ulululuuhhh... maaf ya sayangnya aku dan sayangnya Daddy. Daddy tidak sengaja kok, semoga kamu baik-baik saja ya di dalam perut Mommymu muachh...” Arsya mencium perut Suci yang mana membuat lipstik yang dia pakai menempel di bajunya Suci.


“Yaakk... apa yang kamu lakukan Mas. Lihatlah ini, bajuku jadi kotor karena lipstik merah yang kamu pakai itu. Sekarang aku harus ganti baju atau kalau tidak noda lipstiknya tidak akan hilang huuhh...” geram Suci sambil melihat noda lipstik di bajunya.


Ekspresi Suci terlihat sangatlah kesal tapi juga menggemaskan yang mana membuat semua yang melihatnya tertawa. Awalnya mereka berniat menertawai penampilan Arsya dan Dion, namun kini mereka malah tertawa melihat tingkah Suci yang menggemaskan dan jauh lebih lucu dari Arsya dan Dion.

__ADS_1


Lalu mereka semua duduk di sofa dan mulai membicarakan banyak hal, Suci bahkan sampai lupa untuk meminta mereka semua untuk berjoget. Hal ini membuat mereka senang sehingga di antara mereka tidak ada yang berani untuk mengingatkan Suci mengenai hal itu bahkan termasuk Bunda Reni.


Mereka hanya membicarakan banyak hal yang lucu dan mengundang tawa, yang mana membuat Suci lupa dengan rencana awalnya. Di saat mereka semua tertawa dan bahagia, namun ada sebuah keluarga yang mana selalu di penuhi oleh keributan dan pertengkaran.


__ADS_2