
Sampai seketika mereka tertidur dalam keadaan wajah yang sangat lelah dengan selimut yang menyelimuti tubuh polosnya.
...*...
...*...
Tepat di jam 04.15 subuh, Suci langsung segera mandi dengan keadaan tergesah-gesah hingga tak lupa ia membangunkan Arsya di saat sudah selesai dengan ritual mandinya.
"Ya ampun, Mas Arsya ayo bangun.. nanti kita kelewatan shalat subuhnya" Suci menggoyangkan tubuh Arsya hingga membuatnya terusik.
"Errghhhh... apa sayang, aku absen dulu ya. Aku masih mengantuk hem.." Sahut Arsya sambil memeluk guling dan kembali memejamkan kedua matanya.
"Oh mau absen shalatnya? Baiklah, tidak apa-apa berarti semalam jatah yang pertama dan terakhir untukmu ya" Ujap Suci yang langsung berjalan menjauhi ranjang, lalu memakai mukenanya dengan rapi.
Arsya yang awalnya masih sangat ngantuk saat mendengar ucapan itu, sontak langsung bangun dan kabur memasuki kamar mandi.
"Huaaaa... tunggu aku sayang. Jangan mulai duluan, aku yang akan jadi Imamnya!!" Titah Arsya yang langsung ngibrit dan menutup pintu dengan keras.
Brraaakkkkk...
Eeaaakkkk... Eeeaaakkk..
"Yaaakkk.. Mas Arsyaaaaaaa!!!!!" Pekik Suci saat mendengar Baby Kay menangis lantaran terkejut dengan suara pintu yang tertutup dengan keras.
"Ma-maaf sayang, aku tidak sengaja!!" Teriak Arsya dari dalam kamar mandi dan langsung terdengar gemericik air yang menandakan Arsya sedang mandi dengan begitu cepat.
Suci segera mendekati Baby Kay dan menggendongnya lantaran Baby Kay tidur bersama mereka di ranjang yang sama.
"Cupp.. cupp.. cupp.. anak tampan, anak baik, anak manis jangan menangis lagi ya sayang. Baby Kay kan jagoan jadi tidak boleh menangis, maaf kan Daddymu yang nakal itu ya. Karena Daddy tidurmu menjadi terganggu"
"Uhhh.. sayangnya Mommy, cupp.. cupp.. cupp.. muuachh.."
Suci mengayunkan Baby Kay di dalam gendongannya hingga mencium seluruh wajah Baby Kay yang kini membuat Baby Kay seketika terdiam, di rasa sudah cukup pulas.
Suci langsung kembali meletakan Baby Kay di atas ranjang besarnya dengan menata bantal-bantal dan guling untuk menjadi pembatasnya.
"Akhrinya selesai juga, ayo sayang kita shalat berjamaah" Ujar Arsya yang baru saja keluar kamar mandi dengan rambut basahnya dan handuk kecil yang kini melilit di pinggangnya.
Suci yang baru saja menaruh Baby Kay langsung menoleh menatap Arsya dengan wajah memerahnya.
__ADS_1
"Ya ampun Mas Arsya kenapa tampan sekali jika seperti itu, bahkan roti sobeknya yang kini melekat di perutnya membuat aku menjadi ke ingat adegan semalam"
"Yaaakkkk.. tidak, tidak! Ingat Suci kau mau shalat jadi jangan bayangkan apa pun yang akan membuatmu kembali mandi basah untuk ke-2 kalinya"
Suci bergumam di dalam hatinya sambil menatap Arsya yang kini sudah mulai memakai bajunya serta sarung hingga peci yang kini melekat di tubuhnya. Namun, semua itu tidak terlepas dari pandangan mata Suci yang terus menatapnya dengan rasa kagum.
Arsya yang biasanya terlihat dingin, dan juga sangat berwibawa kini terlihat bagaikan seorang pangeran surga yang begitu tampan. Sampai seketika Arsya menatap Suci yang mulai senyum-senyum sendiri saat menatapnya.
"Ada apa denganya? Kenapa dia menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan diriku? Akhh.. tapi tidak mungkin, pakaianku biasa saja tidak ada yang salah kok"
Arsya berceloteh di dalam hatinya dengan menatap penampilannya di depan cermin hias, hingga akhirnya Arsya langsung berjalan mendekati Suci.
"Sayang, ayo..." Ucap Arsya dengan lembut sambil berdiri di depan Suci yang membuat Suci langsung tersontak kaget.
"Ayo, ayo Mas.. tapi Suci enggak mau di atas ya" Jawab Suci yang langsung membuat Arsya terdiam mematung mencerna perkataan Suci.
"Ti-tidak mau di atas? Ma-maksudnya?" Tanya Arsya dengan wajah penasaran.
Suci yang mulai mengingat perkataannya, membuat wajahnya semakin merah dan terlihat begitu salah tingkah hingga Suci segera bangkit dari ranjangnya.
"Akhh.. ti-tidak Mas, bu-bukan apa-apa hehe.. a-ayo kita shalat Mas, bentar lagi matahari terbit jadi jangan buang-buang waktu lagi" Ujar Suci yang langsung merapikan mukenanya dan berdiri di atas sejadahnya hingga membuat Arsya benar-benar bingung.
"A-ada a-apa, Mas?" Ucap Suci dengan gugup saat melihat tatapan Arsya.
"Oh jadi istriku ini ketagihan dengan goyanganku semalam, hem.. baiklah setelah shalat kita akan melakukannya lagi sampai kamu puas. Bagaimana?"
"Eh tunggu deh, tapi aku tidak yakin kamu akan puas sayang. Pasti istriku ini akan memintanya lagi, lagi dan lagi.. apa lagi goyangan candu suamimu ini benar-benar nikmat, bukan?"
"Bahkan di saat aku mengajakmu pergi ke surga akhirat, kamu malah berpikir jika aku akan mengajakmu kembali pergi ke surga dunia. Sebegitu enaknyakah malam pertama kita sayang? Sampai-sampai membuatmu ketagihan seperti ini, hem.."
Arsya menggoda Suci hingga berhasil membuat wajah Suci benar-benar sudah sangat matang, yang mana tangan Arsya tak henti-hentinya menoel hitung Suci dalam keadaan tubuh Suci berdiri mematung.
Arsya yang dari tadi menahan rasa geli di perutnya seketika pecah dan terpingkal-pingkal saat melihat tingkah malu istrinya yang begitu lucu.
"Bhahaha... maafkan aku sayang sudah menjahilimu hahaha.."
"Wajah polosmu itu benar-benar membuatku tidak bisa menahannya lagi hahah.."
"Maafkan aku sayang hahah.."
__ADS_1
Arsya langsung memeluk Suci begitu erat sambil tertawa yang mana membuat Suci masih terdiam untuk beberapa detik, dan Suci yang menyadarinya langsung memukuli punggung kecil Arsya dengan gemas.
"Issshhhh.. Mas Arsya, stop menggodaku atau aku akan marah nih.." Ancam Suci yang lagi dan lagi membuat Arsya tertawa tanpa mau melepaskan pelukannya.
"Yaaakkk.. cukup tertawanya Mas, issshhh.. menyebalkan lihat saja nanti aku akan pastikan kau yang akan merengek ketagihan meminta jatahmu itu!"
"Lagian memangnya kenapa sih jika istrinya ketagihan dengan goyangan suaminya, apa tidak boleh? Dari pada minta sama yang lain, memangnya Mas mau?"
Pertanyaaan Suci yang awalnya membuat Arsya gemas dan terus tertawa, namun yang terakhir ini mampu membuat Arsya langsung melepaskan pelukannya dan mencubit hitung Suci dengan gemas.
"Stop, sayang jangan berani berkata seperti itu lagi, oke..? Jika kamu pengen maka bilanglah padaku. Maka aku akan dengan senang hati melayani istriku dengan sangat baik"
"Bagitu pun juga denganmu yang akan melayaniku kapan pun aku mau bahkan sampai aku puas? Namun jika keduanya di rasa dalam keadaan lelah maka kita harus bisa mengerti satu sama lain, bagaimana setuju?"
Meskipun Arsya sangat kesal dengan ucapan Suci barusan, tapi Arsya tidak bisa membentak atau pun berkata dengan nada tinggi. Entah kenapa sikap Arsya yang dahulu selalu dingin dan juga cuek jika berhadapan dengan pawangnya maka seketika semua itu menjadi runtuh.
"Terima kasih Mas, Suci benar-benar beruntung memiliki suami yang sangat baik seperti Mas Arsya. Pokonya Suci sayang Mas Arsya buanyak-buanyak sampai luber hehe.." Ucap Suci dengan tawanya yang terlihat sangat menggemaskan.
"Terima kasih kembali istriku, karena kamu sudah menjadi belahan jiwaku dan aku juga sangat beruntung di pertemukan dengan bidadari sebaik dirimu sayang. Pokonya aku sangat, sangat, sangaatttt.... mencintaimu melebihi diriku sendiri"
Arsya langsung memeluk Suci yang mana membuat Suci pun membalasnya begitu erat. Lalu beberapa detik kemudian, mereka melepaskan pelukannya satu sama lain dan fokus untuk menunaikan ibadahnya dengan sangat khusyu serta penuh dengan kebahagiaan.
Sampai seketika saat mereka telah selesai menunaikan ibadahnya, mereka saling bersalaman hingga tak lupa Arsya mencium kening Suci dan memeluknya begitu erat di mana Suci terus memeluk Arsya sambil Arsya memimpin untuk memanjatkan doa-doa.
Tak lupa juga Arsya menyelipkan doa untuk hubungan pernikahan mereka supaya bisa semakin langgeng, harmonis dan juga penuh dengan kebahagiaan. Entah kenapa sifat Subci setelah memberi haknya pada Arsya membuatnya semakin lengket.
Dimana yang awalnya Suci biasa saja, kini malah menjadi sangat manja dengannya entahlah. Apakah Suci kembali merasakan jatuh cinta dengan orang yang berbeda?
Bahkan rasa yang di miliki Suci untuk mantan suaminya sudah benar-benar mati, hingga membuat Arsya sangat bersyukur dengan apa yang dia punya saat ini.
"Terima kasih ya Rabb.. Engkau telah membuktikan jika apa pun yang memang sudah menjadi ketetapanmu dan takdirmu maka tidak akan bisa di rubah kembali, namun Engkau bisa menggantikannya dengan jauh yang lebih baik dari sebelumnya. Hamba hanya bisa berdoa semoga hubungan pernikahan kami bisa terus bahagia sampai hanya akan ada maut yang memisahkan"
Harapan dan juga doa yang ada di dalam hati Arsya seketika sama dengan apa yang ada di hati Suci, yang mana saat mereka lagi asyik menatap satu sama lain tiba-tiba saja Baby Kay terbangun dan sudah duduk di atas ranjang dengan bertepuk tangan begitu ceria.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Cie yang penasaran ada apa ya yang terjadi dengan Suci dan Arsya semalam?...
...Hihihi... saksikan di eps selanjutnya ya.....
__ADS_1
...Etss.. jangan lupa kasih semangat untuk author biar enggak gantung mulu ceritanya wkwk..*...