Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Kedatangan Keluarga Baru


__ADS_3

Apa Umi Lena akan menyetujui lamaran Papah Angga, ataukah Umi Lena akan menolaknya dengan alasan tersendiri? Sudahlah, Papah Angga sudah sangat pasrah dengan takdirnya. Apa pun yang akan Umi Lena katakan Papah Angga harus ikhlas menerimanya.


"Hiks... maafkan aku Tuan, aku memang memiliki perasaan yang sama denganmu. Tapi aku tidak bisa menerima lamaranmu karena aku adalah wanita yang mandul!! Hiks.. wa-wanita yang tidak akan pernah bisa memiliki keturun untuk suaminya sehingga aku di ceraikan oleh mantan suamiku"


"Dari situ aku tersadar bahwa cinta bukanlah sekedar saling menyatukan perasaan satu sama lain, melainkan karena cinta juga yang akan menghasilkan sebuah keturunan. Dengan begitu aku tidak berhak di cintai dan juga mencintai. Jadi Tuan carilah wanita yang bisa memberikan Tuan kebahagian sepenuhnya serta bisa menjadi istri yang sangat sempurna. Tetapi bukan saya orangnya! Saya hanya akan membuat Tuan menderita!"


Bagaikan disambar petir kini tubuh Umi Lena terjatuh di aspal dengan keadaan menangis sambil menunduk meratapi nasibnya yang tidak akan pernah memiliki buah hati untuk menyempurnakan keluarga kecilnya.


Suci yang benar-benar bisa merasakan betapa sakitnya hati Umi Lena membuat Suci segera ingin berlari mendekatinya, namun dipersekian detik Arsya langsung menahannya agar jangan mengganggu kisah mereka. Biarkan mereka berdua yang menyelesaikannya sendiri, sedangkan yang lainnya cukup menjadi penonton gratis yang akan mengikuti kisah mereka selanjutnya.


Papah Angga berbalik menatap Umi Lena yang langsung segera berjalan mendekatinya dalam keadaan tersenyum. Kemudian Papah Angga berjongkok di hadapan Umi Lena sambil mengangkat dagu Umi Lena hingga mata mereka kembali menatap satu sama lain.


"Apakah aku seburuk itu, dan juga apakah tidak ada sedikit pun terlintas tentang kebaikanku yang selama ini selalu berusaha untuk membuatmu tersenyum?" Ucap Papah Angga yang membuat Umi Lena terdiam dan hanya bisa sesegukan menatap manik mata Papah Angga yang begitu tulus.


"Apa pun kondisimu itu tidak penting buatku, dan juga bagaimana kisahmu di masa lalu aku tidak akan pernah mau tahu. Yang terpenting sekarang, aku hanya ingin kita bersama-sama membina rumah tangga yang sangat bahagia dimana hanya ada aku, kamu dan juga anak-anak panti. Kita besarkan mereka semua hingga kelak mereka menjadi anak yang sukses"


"Aku tidak akan pernah menuntutmu menjadi seorang Ibu, tetapi aku hanya ingin kamu menjadi seorang istri yang baik itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku bahagia. Aku ingin mempersuntingmu bukan karena ingin mencari keturunan, tetapi karena aku mau ada seseorang yang kelak akan selalu ada di sampingku, merawatku dan juga menemaniku di sisa hidupku. Hanya itu tidak lebih dan tidak kurang"


"Lalu apakah dengan penjelasanku ini kamu sudah paham? Dan apakah kamu bisa menerimaku? Kita bisa memulai kehidupan yang baru bersama-sama, aku janji aku akan selalu membuatmu bahagia. Tidak akan pernah menyia-nyiakan air matamu runtuh jika bukan karena air mata kebahagiaan"


"Jadi, bagaimana? Apa kamu bersedia menikah denganku yang tua bangka, peyot dan juga kucel ini hem... atau sebentar lagi juga ku akan sakit-sakitan dan hidupku akan-..."


Papah Angga menjelaskan semuanya dengan sangat detail hingga Umi Lena sangat tersentuh dengan perlakuan manis yang diberikan Papah Angga padanya.

__ADS_1


Dengan ini Umi Lena tidak akan menyia-nyiakan pria sebaik Papah Angga, belum lagi mereka memang memiliki perasaan yang sama hingga akhirnya ucapan terakhir Papah Angga mampu diberhentikan dengan ujung tangan Umi Lena yang menutup bibir Papah Angga.


"Stop berbicara seperti itu Tuan. Tuan itu tidak seburuk apa yang Tuan ucapkan sendiri, Tuan baik, setia, perhatian dan juga penyayang itu sudah lebih dari cukup untukku. Bahkan aku tidak mau lagi mendengar semua ini karena jika Tuan sakit maka aku yang akan mengurus Tuan sampai kembali sembuh. Jadi Tuan tidak akan meninggalkanku dengan cepat, dan hanya akan ada maut yang memisahkan kita bukanlah sebuah penyakit atau pun pihak ketiga. Paham!"


Umi Lena berbicara dengan sangat tegas sampai dia lupa jika ucapannya mampu membuat Papah Angga terbang ke langit ke tujuh, dimana awalnya harapan itu pupus kini kembali terang dengan adanya sececar cahaya yang akan selalu menyinari kisah cinta mereka.


"Jadi, apakah jawabannya?" Tanya Papah Angga dengan tersenyum, yang mana membuat Umi Lena langsung menundukkan kepalanya penuh malu atas ucapannya barusan.


Lalu Umi Lena menganggukan kepalanya dengan perlahan sambil berkata, "Ya-ya.. a-aku bersedia menjadi istri yang baik untuk Tuan dan akan selalu menemani Tuan dalam suka mau pun duka"


Deeeeghhhhhh...


Jantung Papah Angga seketika berhenti yang mana membuat Papah Angga mematung, di persekian detik terdengar suara heboh dari arah pintu utama sehingga membuat Papah Angga dan Umi Lena langsung menoleh ke arah dimana yang lainnya sedang bertepuk tangan menyambut kedatangan keluarga baru.


"Ayooo.. Papah cepat pasangan cincin itu ke tangan Umi Lena sebelum dia berubah pikiran lagi. Hati-hati waspadalah, waspadalah haha.." Ledek Lisa dengan sangat bahagia.


"Ya benar kata Lisa Papah, jangan sampai kau merasakan patah hati untuk ke-2 kalinya. Ingat yang mau sama Umi Lena banyak loh jadi cepatlah dari pada kau tidak bisa tidur 7 hari 7 malam hahahah.." Goda Suci dengan perasaan senang saat melihat Papah Angga kembali menemukan jodohnya.


"Semangat Tuan Angga, aku dan suamiku beserta yang lainnya akan mengawalmu sampai pintu kebahagiaan. Tenang, kami akan membuat pernikahan kalian sangat berkesan pecayalah.. tapi jangan lupa di transfer biayanya ya hahah.." Sahut Bunda Reni yang tidak mau kalah heboh dengan Suci dan juga Lisa.


Di saat ke-3 wanita bersorak heboh, ke-3 pria malah menatap satu sama lain sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya benar-benar seperti anak remaja yang sedang menyaksikan temannya ditembak oleh kekasihnya.


Sehingga Papah Angga sama Umi Lena kembali bertatapan penuh rasa malu dan juga bahagia, tanpa basa basi lagi Papah Angga langsung mengeluarkan cincin tersebut lalu memasangkannya dengan perlahan yang semakin membuat mereka semakin heboh.

__ADS_1


Untung saja tidak ada anak-anak jadi mereka tidak sampai melihat adegan dewasa ini, karena kedua bocil sedang tidur siang akibat kelelahan di kamar Ara. Sedangkan sang Bibi yang sudah selesai tugasnya lalu melihat kedua bocil tertidur pulas kini segera kembali ke dapur untuk membersihkan serta mengurus yang lainnya.


Pada akhirnya Papah Angga dan juga Umi Lena telah resmi menjadi sebuah pasangan. Yang mana mereka hanya perlu menentukan tempat, waktu dan juga tanggal kapan ikatan pernikahan akan segera di langsungkan.


Papah Angga yang terlihat sangat bahagia, tanpa sadar ingin memeluk Umi Lena namun tidak kesampaian saat semua orang berteriak untuk tidak boleh menyentuh yang bukan mahramnya.


"Yaaaaakkkk... Nikahi dulu baru menyentuhnya, enak saja main sentuh-sentuh. Makannya jangan lama-lama gas poll jangan pake rem, Pah.. haha.." Pekik Lisa.


"Cepatlah tentukan tanggal biar kalian bisa enak-enak di kamar siapa tahu yang awalnya Papah betah di kantor jadi enggak betah, karena bawaannya selalu rindu dengan istrinya yang cantik itu hahah.." Teriak Suci dengan raut wajah yang sangat bahagia


"Tapi hati-hati ya kalau malam pertamanya takut encoknya kumat nanti enggak jadi argh-arghh... malah aduh-aduh hahaha.." Sahut Bunda Reni yang berhasil membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal.


Dengan wajah malu Papah Angga hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan bersamaan dengan Umi Lena. Kemudian mereka berdua berdiri yang mana Umi Lena kembali berpamitan untuk segera pulang kepanti karena tidak enak jika harus meninggalkan panti begitu lama.


Tak lupa Papah Angga dengan sigap langsung mengantarkan calon pujaan hatinya untuk kembali ke rumah singgah, sekalian Papah Angga juga ingin mencari kesempatan mengobrol berdua dengan Umi Lena untuk membicarakan kelanjutan kisah mereka nantinya.


Kedua pasangan yang baru saja menebar kebahagiaan seketika pergi dengan perasaan yang berbunga-bunga, lalu mereka para penonton pun kembali masuk ke dalam dengan perasaan senang lantaran sebentar lagi mereka akan mendapatkan keluarga baru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...

__ADS_1



__ADS_2