
Hingga akhirnya mereka merasa lelah berkeliling tanpa membeli apa pun itu pergi ke restoran di dalam Mall tersebut. Mengejutkannya, hanya selera makan mereka yang sama sehingga mereka selalu memesan menu yang sama.
Bahkan Suci dan Arsya pun tersenyum saat mereka menyadari kalau kali ini pilihan mereka benar-benar sehati.
*
*
Sementara itu dengan Papah Angga, saat ini dia berada di jalan menuju perusahaan lantaran dia baru saja bertemu dengan kliennya di luar perusahaan. Tidak lama kemudian Papah Angga pun sampai di depan perusahaan dan dia berjalan masuk dengan gagahnya.
Namun saat Papah Angga baru saja masuk, dia dikagetkan dengan seorang wanita yang berteriak-teriak kepada petugas administrasi.
Papah Angga pun berjalan mendekati meja administrasi dan dia mencoba untuk menenangkan situasi yang ada saat ini.
“Permisi... ada apa ini? Kenapa Anda berteriak penuh emosi seperti ini pada pegawai saya? Apakah ada sesuatu yang salah? Mungkin saya bisa membantu Anda” ucap Papah Angga dengan wajah datarnya.
“Siapa Anda? Apakah Anda juga pegawai di perusahaan ini? Apakah Anda mengenal Pak Bowo yang katanya bekerja di sini sebagai pegawai personalia di perusahaan ini” ucap wanita tersebut dengan penuh penekanan.
“Saya CEO di perusahaan ini, dan ada urusan apa Anda dengan pegawai saya yang bernama Bowo? Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu Anda dengan pegawai saya?” ujar Papah Angga dengan santai.
“Ohh... bagus jika Anda itu pemilik perusahaan ini. Tolong panggilkan pria bernama Bowo itu ke sini juga karena dia sudah menipu saya beberapa bulan ini. Dia bahkan tidak bisa saya hubungi lagi dan dia juga selalu menghindar saat saya datang ke sini” geram wanita tersebut.
“Apakah Bowo ada di ruangannya saat ini? Kenapa dia tidak mau turun dan menyelesaikan masalah ini dengan baik?” tanya Papah Angga dengan tegas kepada pegawai administrasi.
“Maaf CEO tapi Mr. Bowo meminta saya untuk mengatakan jika saat ini beliau tidak ada di perusahaan jika wanita bernama Allena datang dan mencarinya” ucap petugas administrasi dengan wajah pusatnya.
“Tuh... lihat kan? Pria itu memang sengaja menghindar dariku karena dia takut aku akan menagih semua uang yang sudah dia pakai. Panggilkan pria itu untuk ke sini sekarang juga” tegas Ummi Lena.
__ADS_1
Allena Belvyah Mahveen adalah seorang wanita paruh baya yang saat ini berusia 45 tahun. Dia bekerja sebagai pengurus panti asuhan 'Matahariku'.
Ummi Lena dulunya adalah wanita kaya raya yang di tipu dan di tinggalkan oleh sang suami karena dia tidak bisa mengandung.
Sekarang Ummi Lena hanya seorang wanita yang berjuang untuk memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak panti yang dia jaga.
Namun Ummi Lena kembali tertipu oleh salah satu pegawai Papa Angga yang bernama Bowo. Ummi Lena mengalami kerugian besar sehingga dia datang ke perusahaan untuk meminta ganti rugi.
Semua orang yang ada di lobby perusahaan hanya melihat ke arah meja administrasi yang mana saat ini Ummi Lena berteriak-teriak sambil memukul-mukul meja administrasi. Sementara Papah Angga hanya berdiri diam di tempatnya sambil melihat situasi sekitar.
“Panggil Bowo dan suruh dia datang ke ruanganku saat ini juga. Nyonya, Anda bisa ikut saya ke ruangan saya dan kita akan menyelesaikan semua masalah Anda dengan pegawai saya di sana. Mari...” ucap Papa Angga sambil mempersilahkan Ummi Lena.
Papah Angga berjalan bersama Ummi Lena menuju ruang kantornya di lantai atas perusahaan. Setelah mereka sampai di sana, Papah Angga duduk di sofa tunggal dan Ummi Lena duduk di sofa panjang. Tidak lama kemudian Mr. Bowo datang dan masuk ke dalam ruangan Papah Angga.
“Selamat siang CEO, apakah ada sesuatu yang salah? Kenapa saya di panggil ke ruangan Anda saat ini?” ucap Mr. Bowo yang masih tidak sadar dengan kehadiran Ummi Lena di sana.
Mr. Bowo pun berbalik dan dia terkejut saat melihat Ummi Lena menatapnya dengan sangat tajam.
Lalu Mr. Bowo duduk di sofa tunggal yang ada di seberangnya Papah Angga. Papah Angga pun mempersilahkan Ummi Lena untuk berbicara.
“Aku tidak suka basa basi lagi, sekarang kembalikan semua uang yang sudah aku berikan padamu. Selama ini aku selalu memberikanmu uang, tapi anak-ankku tidak ada yang bisa bekerja di perusahaan ini”
“Aku tidak bisa lagi menahannya jadi aku minta kembalikan semua uangku. Aku akan mencoba mencari pekerjaan lain untuk anak-anakku di panti dengan uang tersebut”
Ummi Lena berbicara dengan nada emosinya sambil menyodorkan tangannya ke arah Mr. Bowo. Sedangkan Mr. Bowo hanya memalingkan pandangannya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Kenapa diam saja? Cepat berikan uangku kembali sekarang juga. Jangan bilang kalau kamu sudah memakai semua uangku untuk kebutuhan pribadimu? Dasar laki-laki memang tidak bisa di percaya ciihh...” geram Ummi Lena.
__ADS_1
“Ma-maaf... ta-tapi saat ini sa-saya tidak me-memiliki uang. Na-nanti jika sa-saya memiliki uang, ma-maka saya akan langsung me-mengganti semua uang Anda” ucap Mr. Bowo dengan nada gugupnya dan hanya menundukkan kepalanya.
“Apaaa!? Kalau aku tidak bisa mendapatkan uangku sekarang juga, lalu bagaimana aku bisa mencarikan pekerjaan dan makan untuk anak-anak di panti, hahh? Apa kamu pikir hanya dirimu saja yang membutuhkan uang?” geram Ummi Lena yang langsung menarik tangannya.
“Maaf sebelumnya, tapi berapa jumlah uang yang dia pakai dari uang Anda? Biar saya yang mengembalikannya dan uang tersebut akan langsung di potong dari uang gajinya” ucap Papah Angga.
“Dia sudah memakai semua uang yang aku berikan padanya sebesar Rp. 8.000.000,- Sekarang aku ingin uang itu kembali untuk membiayai anak-anak di panti asuhan yang aku jaga” jawab Ummi Lena.
“Baiklah, kalau begitu aku akan memberikan Anda uang Rp. 10.000.000,- yang akan langsung di potong dari uang gajinya. Kau tidak keberatan, bukan?” tanya Papah Angga sambil menatap tajam Mr. Bowo.
“Ti-tidak CEO... sa-saya tidak masalah ji-jika gaji saya akan di po-potong sebesar itu. Sa-saya ikhlas memberikan uang segitu untuknya dan anak-anak di panti asuhan yang dia jaga”
Mr. Bowo berbicara dengan gugup dan menyetujui perkataan Papah Angga karena dia takut kalau dia akan di pecat.
Namun di dalam hatinya, Mr. Bowo sangat marah karena dia harus membayar uang yang lebih besar dari pada yang seharusnya.
“Sekarang kau boleh pergi dan kembali ke ruanganmu. Saya tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, atau kamu akan langsung saya pecat dan bukan lagi hanya pemotongan gaji. Apa kau mengerti apa yang aku katakan!” tegas Papah Angga.
Mr. Bowo hanya menganggukkan kepalanya dengan cepat dan dia pun berjalan pergi keluar dari ruangannya Papah Angga.
Saat ini di sana hanya ada Papah Angga dan Ummi Lena yang mana masih saja merasa kesal dengan sikap Mr. Bowo yang seperti itu.
“Apakah Anda ingin uangnya secara cash atau transfer? Saya akan menyiapkan semuanya sesuai dengan yang Anda inginkan” ucap Papah Angga sambil menatap Ummi Lena.
“Tolong kirimkan saja uang tersebut ke rekening milik panti asuhan karena dengan seperti itu maka uang tersebut bisa di kelola kembali dengan baik. Terima kasih Tuan karena Anda sudah membantu saya mendapatkan hak saya kembali”
Ummi Lena berbicara sambil tersenyum dan memberikan nomor rekening panti asuhan pada Papah Angga.
__ADS_1
Lalu Papah Angga pun langsung mentransfer uang tersebut nomor rekening tersebut. Tidak lupa pula Ummi Lena kembali berterima kasih pada Papah Angga dengan perasaan yang sangat senang.