Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Kejutan Untuk Mommy


__ADS_3

Harapan dan juga doa yang ada di dalam hati Arsya seketika sama dengan apa yang ada di hati Suci, yang mana saat mereka lagi asyik menatap satu sama lain tiba-tiba saja Baby Kay terbangun dan sudah duduk di atas ranjang dengan bertepuk tangan begitu ceria.


Suci dan Arsya segera membereskan alat shalatnya, lalu setelah sudah beres semuanya serta melepaskannya dan melipatnya degan rapi. Kini saatnya Arsya bermain dengan Baby Kay yang mana pada saat itu terlihat begitu menggemaskan.


Hingga Suci duduk di samping mereka menatap betapa bahagianya mereka, sampai seketika Suci kembali mengingat bayangan-bayangan semalam saat bersama dengan Arsya. Entah kenapa malam pertamanya dengan Arsya sangat begitu terkesan di dalam ingatannya.


Flashback On Malam Pertama Suci & Arsya


Jam 8 malam, dimana pesta acara pernikahan Dion & Lisa semakin ramai hingga tidak terasa angin malam selalu berhempus dengan sangat sejuk seperti seakan-akan telah merestua acara tersebut.


"Mas sepertinya hari sudah semakin larut, lebih baik kita kembali ke hotel ya.. kasihan Baby Kay jika di luar terlalu lama apa lagi ini tempat terbuka yang ada nanti akan banyak angin jahat yang masuk ke dalam tubuh semungil ini"


Suci berbicara sambil menggendong Baby Kay yang mana kini Baby Kay selalu tertawa dan juga gemas saat ia sudah bisa mencubit-cubit kecil wajah Mommynya.


Arsya yang mendengar ucapan Suci langsung menatap arlojinya yang kini melekat di pergelangan tangannya. Hingga Arsya pun segera bangkit dari tempat duduknya dan sedikit membungkuk mengulurkan kedua tangannya.


"Sini sayang sama Daddy, kita kembali ke hotel. Kasihan Mommy kalau harus menggendong jagoan Daddy yang semakin hari semakin berat ini hem.. sepertinya angin sudah mulai tidak baik untukmu jagoan kecil, sini peluk Daddy biar enggak kedinginan.."


"Pokonya apa pun yang terjadi, jagoan kecil Daddy tidak boleh sakit. Oke.. Baby Kay harus kuat, pintar dan juga sehat biar Mommy selalu tersenyum melihatnya. Dan Daddy pun tidak akan membiarkan kalian terluka sedikit pun, jika ada yang berani macam-macam siap-siap saja akan Daddy buat mereka menjadi rempeyek"


Arsya mengambil alih Baby Kay dan langsung memeluknya untuk melindungi Baby Kay dari angin yang akan menjahatinya, sehingga Suci yang melihatnya pun terkekeh kecil saat Arsya bertingkah bagaikan seorang Daddy yang sangat posesif.


"Uuaa.. yeeyy.. hahah.." Baby Kay yang memang sudah paham ucapan Daddynya membuat ia malah tertawa gemas.


"Ayo sayang kita kembali ke hotel kasihan anak dan istriku pasti kedinginan, kalau di dalam hotelkan kita bisa hangat-hangatan ya kan Mommy? Hem.." Ujar Arsya sambil mengedipkan mata sebelahnya yang mana wajah Suci kini berubah menjadi ke merahan.


"Aissshh.. su-sudahlah ayo kita berpamitan sama yang lain dulu, biar nanti enggak ada yang mencari-cari keberadaan kita jika pesta sudah selesai"


Suci menyembunyikan wajah malunya, namun Arsya yang memang sudah sangat paham jika istrinya itu tidak bisa di goda sedikit pun maka dia malah terkekeh kecil bersama dengan Baby Kay.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua pada kompak ketawanya, seakan-akan ada yang lucu denganku? Ckk.. menyebalkan!" Ucap Suci yang langsung berjalan lebih dulu dengan wajah yang sangat malu.


"Hihihi.. begitulah Mommymu sayang, dia akan sangat malu jika Daddy menggodanya. Doakan Daddy ya, semoga Daddy bisa memberikan kamu Adik yang banyak hari ini. Oke.. tenang saja Daddy sudah menyiapkan kejutan untuk Mommy di dalam hotel. Jadi semangat haha.."


Arsya berjalan mengikuti Suci dari arah belakang sambil berbicara sangat lirih terhadap Baby Kay yang mana Baby Kay hanya bisa terkekeh dan memangut-mangut entah karena dia mengerti atau karena memang hanya mengikuti gerakan tubuh Arsya.


Namun tawa Arsya yang sangat menggema di telinga Suc membuat Suci langsung berbalik dengan tatapan kesal, sehingga Arsya dan Baby Kay terdiam sambil tangan Arsya mengangkat tangan Baby Kay ke atas memperagakan bahwa mereka sangat bersemangat untuk misi yang Arsya rencanakan malam ini.


"Kenapa diam? Bukannya tadi kalian pada tertawa? Jangan-jangan kalian telah merencanakan sesuatu untuk Mommy, apa benar begitu Baby Kay?" Tanya Suci yang mana refleks Baby Kay menggelengkan kepalanya dan kembali terkekeh saat melihat ekspresi wajah Mommynya yang lucu sehingga Arsya pun tertawa.


"Yaaaakk.. dasar anak sama Daddy semuanya sama!!" Pekik Suci dan kembali berjalan ke arah depan mendekati yang lainnya.


"Sama apa, Sayang?" Tanya Arsya yang kini sudah berjalan di samping Suci mensejajarkan langkah kakinya.


Suci menoleh ke arah Arsya sambil berjalan dengan tatapan kesal. Lalu Suci berkata, "Sama-sama menyebalkan, rese, dan juga jahil. Semoga saja saat Baby Kay sudah besar nanti dia tidak akan sepertimu yang dingin, cuek dan juga pendiam!!"


Sampai pada akhirnya Suci menghentakan kedua kakinya langsung berjalan cepat mendekati keluarganya.


"Loh.. loh.. loh.. ada apa ini, hem..? Kenapa menantuku cemberut seperti ini? Pasti karena anakku yang nakal ini selalu mengganggunya, ya kan?" Tanya Bunda Reni dengan tatapan mendelik ke arah Arsya.


"Benarkah begitu, Suci? Jika benar aku tidak akan segan-segan untuk menghukumnya karena dia telah berani membuat anakku sampai seperti ini!" Ancam Papah Angga dengan tatapan tajamnya.


"Sepertinya tidak hanya Arsya yang berulah, tetapi jagoan kecil itu pun berpihak pada Daddynya. Lihat saja meskipun dia belum bisa ngomong dengan faseh, namun dia sudah mulai sedikit mengerti apa yang kita bicarakan"


"Coba lihat, sepanjang aku berbicara dia malah memeletiku, yaaakk.. dasar cucu menyebalkan! Kecil-kecil sudah bisa bertingkah layaknya anak umur 7 tahun saja!"


Ayah Al yang melihat Baby Kay terus memeletinya saat dirinya sedang berbicara membuatnya merasa kesal, namun bagi mereka yang lainnya terlihat sangat lucu hingga semuanya tertawa kecuali Ayah Al.


Bahkan Suci yang awalnya cemberut pun kini sudah kembali cerita saat melihat tingkah lucu anaknya yang begitu jahil. Entahlah Baby Kay mengikuti sifat siapa, namun itu tidaklah penting bagi Suci. Yang terpenting dia benar-benar sangat bahagia dengan apa yang ia miliki saat ini.

__ADS_1


Suci merasa seakan-akan beban yang selama ini ia pikul seorang diri, kini telah hilang musnah terbawa oleh derasnya badai dan tergantikan oleh cerahnya pelangi yang indah.


Suci dan Arsya langsung saja berpamitan kepada mereka semua termaksud juga dengan Dion dan Lisa, di rasa berpamitan udah selesai kemudian Suci sama Arsya langsung pergi meninggalkan acara menuju hotel dengan berjalan kaki.


Di Hotel Cahaya Cinta


Arsya masih setia dengan menggendong Baby Kay yang kini matanya sudah mulai sedikit redup, hingga dengan perlahan Arsya membuka pintu kamarnya dan Arsya pun masuk lebih dulu dan sedikit membungkukan tubuhnya bersama Baby Kay.


Suci yang melihat tingkah konyol Arsya malah mengerutkan kedua alisnya dengan bingung, sama sekali Suci tidak mengerti dengan sikap Arsya yang menurutnya benar-benae aneh.


Arsya menyambutnya seolah-olah dia adalah bahwa Suci adalah Tuan Putri yang harus di sambut dengan sangat manis.


"Silakan masuk Istriku tercinta, semoga kau menyukainya sayang.." Ucap Arsya dengan wajah tersenyum manis.


"Mas kenapa? Mas Sehat? Atau Mas lagi demam? Akh.. tidak, tidak panas juga. Tapi kenapa bertingkah sangat aneh?" Celoteh Suci yang mana langsung menaruh punggung tangannya di kening Arsya untuk mengecek suhu tubuhnya.


Namun, naas. Suhu tubuh Arsya masih sangat stabil tidak panas dan juga tidak dingin. Sehingga Suci semakin di buat penasaran dan juga heran. Lalu Suci langsung saja masuk dengan tatapan aneh sambil Arsya membuka pintu lebar dengan perlahan.


Wajah Suci yang awalnya sangat bingung, kini malah bertambah bingung ketika melihat sesuatu yang ada di depannya saat ini.


Kedua mata Suci pun hampir saja keluar dari tempatnya, yang mana Arsya langsung tersenyum penuh kemenangan saat apa yang dia berikan hari ini terkesan begitu membuat istrinya terkejut.


Awalnya kejutan ini menurut Arsya tidaklah seromantis pasangan lainnya, tapi saat melihat reaksi Suci Arsya begitu bahagia. Seakan-akan ini di luar dugaan ekspetasi seorang Arsya.


"Meskipun terlihat sederhana dan tidak mewah, tapi semoga saja ini sangat berkesan untuk kita sayang. Apa pun akan aku berikan termaksud nyawaku sendiri jika itu di perlukan untuk membuatmu serta Baby Kay bisa selalu bahagia"


Arsya bergumam di dalam hatinya yang mana kini Baby Kay hanya bisa terdiam memegagi pipi Arsya dengan mata sayunya. Terlihat jika Baby Kay mulai mengantuk, hingga tanpa sadar Baby Kay memejamkan kedua matanya.


Arsya lalu bergeser sedikit untuk menutup serta mengunci pintunya saat melihat Suci masih menatap semuanya tanpa berkedip.

__ADS_1


__ADS_2