
“Kau itu belum resmi bercerai dengan Mas Dimas, tapi kau sudah ingin menikah lagi? Dimana hatimu itu Mbak dimanaaaa...” pekik Elsa dengan sejuta dramanya untuk membela Dimas yang saat ini masih terdiam membeku mendengar semua itu langsung dari mulut Suci.
Sedangkan Papah Angga saat ini tak henti-hentinya menatap Suci penuh kekagumannya saat Suci yang dulu ia kenal lemah, kini telah bangkit menjadi Suci yang penuh ketegasan dan wibawa.
“Apa sudah tidak ada lagi kesempatan untuk hubungan kita, Suci?” ucap Dimas yang membuat Suci terdiam menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
“Ayo bilang tidak Suci, ayo... kamu pasti bisa. Kasih dia pemahaman jika harga dirimu, jauh lebih berharga ke timbang cinta yang hanya bisa menyakiti” sahut Bunda Reni di dalam hatinya sambil menatap Suci yang sudah bergelimang air mata.
“Aku tahu kamu masih mencintainya, jadi pasti kamu akan menerima kembali tawaran itu tanpa penolakan kan...” ucap Arsya di dalam hatinya.
“Apa pun keputusanmu, kami akan menerimanya. Kami tidak bisa memaksa kehendakmu untuk menjadi apa yang kami inginkan. Tapi saya hanya bisa berharap jika saat kamu menjawab pertanyaan itu, rasa sakitnya tidak sampai membuat anakku frustrasi kembali” gumam Ayah Al di dalam hatinya.
“Semoga kamu dengar suara hati Papah Suci, kalau Papah lebih menyetujui kamu menikah lagi dengan Arsya dari pada kembali dengan Dimas” ujar Papah Angga dengan tatapan penuh penjelasan.
Semua orang menatap Suci dengan tatapan yang sangat-sangat cemas dan juga panik, saat melihat Suci masih terdiam menatap wajah Dimas dengan sangat dalam. Suci tersenyum sangat lebar sambil menghapus air matanya.
Lalu Suci berjalan mendekati Dimas sehingga membuat Dimas tersenyum lebar dengan mata yang berkaca-kaca, tapi tidak dengan semuanya yang menatap Suci penuh kekecewaan.
“Sudah Bun, Yah... ayo kita pulang, tidak ada gunakan kita di sini toh Suci juga ingin kembali dengan pria itu, jadi biarkan saja mereka memilih jalan mereka sendiri” ujar Arsya dengan wajah penuh kekecewaan yang amat dalam.
Akhirnya Arsya, Bunda Reni dan Ayah Al berbalik berjalan menuju mobil mereka dengan perasaan sedih bercampur kecewa. Awalnya mereka pikir Suci akan bisa menjadi anggota mereka, namun kenyataannya mereka salah.
Bahkan Suci lebih memilih berjalan mendekati Dimas dari pada langsung menjawabnya dengan kata TIDAK pada Dimas. Mereka bertiga yang sudah hampir memasuki mobilnya, di buat terkejut dengan suara yang tidak begitu asing di telinganya.
Plaaaakkk !...
Suci menampar Dimas dengan begitu keras, sehingga membuat semua orang terkejut. Mereka berpikir bahwa Suci akan memeluk Dimas, namun nyatanya ia malah memberikan tamparan cantik di pipi Dimas.
“Segampang itu kamu mengatakannya Mas, setelah kamu berhasil menyakitiku serta membela dia dan sekarang kamu ingin aku kembali? Kamu ingin aku memberikan kesempatan untukmu? Hahhh... ngaca Mas, ngaca!”
“Berapa kali aku sudah memberikan kesempatan untukmu? Bahkan aku mengesampingkan perasaanku sendiri demi kebahagiaan semuanya. Tapi apa yang aku dapat? Kehancuran, kekecewaan, dan kesakitan. Hanya itu yang selalu kau berikan padaku karena sudah tidak ada lagi yang namanya kebahagiaan!”
“Sekarang dengan mudahnya kau meminta kesempatan dariku? Cihhh... dari pada aku kembali dengan pria sepertimu yang tidak tahu caranya menghargai seorang istri, lebih baik aku memilih Mas Arsya yang jauh lebih peduli padaku"
"Dia bagaikan seorang malaikat penolongku yang telah Allah berikan padaku, jadi aku tidak mau menyia-nyiakannya dan satu lagi. Ingatlah baik-baik kalau semua perasaanku padamu itu sudah mati, paham!!”
__ADS_1
Suci berbicara sangat banyak hari ini, entahlah dia dapat kekuatan dari mana yang jelas hari ini Suci membuat Arsya, Bunda Reni, Ayah Al dan Papah Angga benar-benar kagum atas keberaniannya yang telas berhasil membuat mereka bertiga bungkam.
Suci berjalan mendekati Arsya dan berdiri di depannya, sehingga membuat Arsya sangat gugup. Tapi Arsya berusaha untuk tetap tenang dan juga cool agar tidak terlihat begitu tegang.
“Mas, apa kamu sudah mulai mencintaiku?” tanya Suci sontak membuat detak jantung Arsya terhenti beberapa detik, lalu Arsya menoleh ke arah kedua orang tuanya yang hanya bisa tersenyum.
“Tidak apa jika kamu belum bisa mencintaiku, karena kita bisa sama-sama belajar untuk saling mencintai. Bantu aku untuk melupakannya, dan bantu aku kasih paham ke mereka jika aku bisa hidup jauh lebih bahagia saat bersamamu” ucap Suci yang membuat Arsya mengangguk kecil dan tersenyum.
Dimas yang melihat itu membuat ia meneteskan air matanya, hatinya begitu hancur saat mendengar jika Suci ingin melupakannya dan mencintai pria lain.
“Mas bolehkah aku memintamu untuk mencium keningku, agar aku bisa menunjukkan padanya jika ini bukanlah mimpi di siang hari. Tapi ini adalah sebuah kenyataan yang harus dia terima kalau aku sudah bukan miliknya lagi, dan aku akan segera menjadi milikmu seutuhnya” ucap Suci dengan wajar datarnya.
Degghh...
Deegghh...
Deeegghhh..
Jantung Arsya berdetak sangat cepat, bahkan jantungnya serasa seperti ingin meloncat keluar, namun ia berusaha untuk menahannya dan segera menatap kedua orang tuanya seolah-olah meminta jawaban. Bunda Reni hanya bisa mengedipkan matanya perlahan bersamaan dengan Ayah Al yang tersenyum.
Suci bisa merasakan betapa tulusnya sentuhan kecil bibir Arsya yang saat ini sudah menyentuh kulit kening Suci. Dimas yang melihat itu membuat ia sangat kesal dan penuh emosi, kemudian Dimas langsung berlari dan mendorong Arsya dengan kasar yang masih mencium Suci.
Buuuuggghh...
Arsya terjatuh dan Dimas langsung menonjok wajahArsya dengan brutal sehingga membuat Ayah Al dan juga Papah Angga langsung melerainya.
“Hentikan Dimassss... jangan konyol kamu, hahh! Malu di lihat orang” pekik Papah Angga yang menarik tangan Dimas agar segera bangkit dari tubuh Arsya.
“Lepaskan aku Pah, lepas.. aku akan beri dia pelajaran karena telah merebut milikku” sahut Dimas dengan wajah memerah penuh amarah.
“Kenapa? Kau menyesal telah melepaskan Suci? Haha...” Arsya tertawa di saat wajahnya sudah terdapat luka-luka bekas pukulan Dimas.
“Kaaaauuu...” geram Dimas yang membuat Suci melihatnya langsung berteriak dengan aura yang sangat mengerikan.
“DIMAS HARTAWA lepaskan calon suamiku! Jika kau kembali memukuli Mas Arsya, maka kau akan beradapan langsung dengan aku sebagai calon istrinya” pekik Suci yang berhasil membuat Dimas menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Dengan cepat Papah Angga menarik Dimas hingga ia menjauh dari Arsya dan Ayah Al segera membantu Arsya berdiri sambil memegangi pipinya Arsya serta menatap remeh ke arah Dimas.
“Waaaww... adegan yang sangat menyenangkan haha... untung saja aku ikut, jadi aku bisa nontonnya secara live hihi...” gumam Elsa di dalam hatinya sambil tersenyum.
Sedangkan Mamah Mita ia sudah kembali ke dalam mobil agar Baby Diva tidak terganggu dengan keributan yang tidak ada gunanya. Mending ia ngadem di dalam mobil menggunakan AC dari pada membuat Baby Diva kepanasan
“Mas, wa-wajahmu... ma-maaf karena ulahku kamu begini hiks...” ucap Suci dengan sangat sedih sambil mengusap darah yang ada di sudut bibir Arsya.
“Jangan meminta maaf, kamu enggak salah kok. Malahan aku senang saat aku bisa melihat dia sepertinya mulai menyesal telah melepaskanmu” sahut Arsya menatap Dimas dengan tersenyum miring, sedangkan Dimas kembali mengepalkan kedua tangannya penuh emosi.
“Sudah Mas hiks... jangan bertengkar lagi. Biarkan mereka melakukan apa pun sesuka hati mereka toh Mbak Suci berpikir jika dia orang yang paling tersakiti di sini kan, tapi nyatanya dia malah menyakitimu hiks..."
"Dia selalu menuduhmu berselingkuh, tapi sekarang dialah yang lebih kejam darimu. Belum juga bercerai denganmu, dia sudah ingin menikah lagi cihh... dasar cewek murahan!” ucap Elsa sambil memegang tangan Dimas.
“Ya, kau benar banget. Ternyata orang yang terlihat sangat baik di mataku kini telah menunjukkan sisi lainnya. Saat ini pun aku juga telah yakin jika pilihanku kepadamu adalah pilihan yang tepat” ucap Dimas sambil menoleh ke arah Elsa.
Bunda Reni yang sudah sangat geram ingin sekali menyuarakan suaranya, tetapi Ayah Al selalu menahannya karena ini bukan urusan mereka. Ayah Al ingin melihat Suci sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya. Bukan berarti Ayah Al tidak mau membela Suci, hanya saja ia mau Suci bisa lebih tegas dalam membela harga dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah Kang Salto Barbar kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1