Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Lamaran


__ADS_3

Papah Angga berkali-kali berdehem yang semakin membuat suasana menjadi sangat tegang bagaikan seseorang yang sedang menonton film setan di bioskop.


"Sebelumnya saya mau minta maaf kepada semuanya, mungkin ucapan saya nanti akan membuat kalian sedikit terkejut. Tetapi saya sudah tidak bisa menahannya lagi, sudah beberapa tahun terakhir ini saya mencoba untuk mendalikan perasaan saya tapi tetap tidak bisa.."


"Mungkin semua ini sudah takdir yang maha Kuasa jika di usiaku yang sudah mulai menua ini bisa kembali merasakan yang namanya jatuh cinta. Saya tahu mungkin kalian sekarang berpikir kenapa bisa saya seperti ini? Bukan berarti saya mengikuti hawa nafsu yang ada di dalam diri saya"


"Semua sudah saya pikirkan matang-matang dan juga saya sudah berusaha keras untuk menahannya, tetapi tetap saja perasaan itu malah semakin menggebu di dalam hati ketika saya selalu berada di dekatmu Allena Belvyah Mahveen"


Papah Angga mengungkapkan seluruh isi hatinya sambil menatap lekat ke arah Umi Lena yang mbuat semuanya begitu terkejut, tetapi Umi Lenalah yang sangat terkejut dengan semua ini apa lagi Papah Angga beranjak dari tempat duduknya dan bersipu di hadapan Umi Lena dengan merogoh saku jasnya serta mengeluarkan kotak kecil dan membukanya dengan perlahan.


Terlihatkan sebuah cincin yang sangat cantik dan juga bersinar dengan desain sederhana namun sangat berkelas. Semua orang tersenyum menatap adegan romantis Papah Angga yang terbilang sudah berumur tetapi masih terlihat mempesona.


"Dengan ini saya ANGGA WIRAWAN ingin mengatakan bahwa saya sudah mulai memiliki perasaan kepadamu di saat saya mengenalmu. Semakin hari saya mencoba untuk menahannya maka cinta itu malah semakin kuat. Sehingga saya bertekat setelah kepulangan Suci, maka Saya akan langsng melamarmu di depan mereka semua"


"Ya, saya tahu mungkin ini terlalu cepat mengatakannya tanpa memberi tahumu lebih dulu dan juga telah membuatmu sampai bingung seperti ini. Tapi saya tidak bisa lagi menahannya Len, mumpung hari ini waktu yang tepat mengatakan perasaanku di depan semua orang. Dengan begitu saya sangat ingin mempersuntingmu menjadi istri sekaligus teman hidupku, apakah kamu bersedia selalu berada di sampingku dalam keadaan suka maupun duka?"


Kalimat yang terucap dari mulut Papah Angga terdengar sangat indah walaupun sederhana, tetapi entah kenapa Umi Lena malah menangis dan menjadi gugup. Tanpa harus menjawab perkataan Papah Angga, Umi Lena langsung bergegas berpamitan dengan semuanya dan berlari dalam keadaan tergesah-gesah.


Semua orang menjadi bingung dan terkejut dengan sikap Umi Lena, belum lagi Papah Angga awalnya sangat percaya diri jika lamarannya akan langsung di terima tapi semua di luar dugaan. Umi Lena pergi meninggalkan semuanya, yang mana Papah Angga masih terdiam dalam posisi yang sama.

__ADS_1


Suci segera menyadarkan Papah Angga dan menyuruhnya untuk mengejar Umi Lena sebelum jauh, dengan dukungan semuanya agar Papah Angga bangkit mengejar cintanya. Tanpa basa-basi lagi Papah Angga berlari mengejar Umi Lena yang kini sudah berada di luar pintu utama.


"Lenaaaa.. tunggu aku, kamu belum menjawab lamaranku!!" Pekik Papah Angga yang membuat Umi Lena berlari sambil menoleh ke belakang, namun tanpa di ketahui Umi Lena hampir saja terjatuh dan membuat Papah Angga berlari lebih cepat.


Papah Angga langsung menarik tangan Umi Lena demgan keras hingga kini Umi Lena terjatuh di pelukan Papah Angga dalam keadaan kedua mata mereka saling menatap satu sama lain.


Deghh..


Deghh..


Deghh..


"Ma-mafkan saya, saya tidak semgaja menyentuhmu. Saya hanya ingin menolongmu itu saja tidak lebih, tapi kenapa kamu malah menghindar? Apa saya salah jika saya melamarmu? Saya juga pria normal Len, saya juga sama seperti yang lain"


"Ya memang umurku sudah tua dan juga bau tanah yang harusnya sebentar lagi saya akan meninggal dunia, tapi apa salah jika saya ingin kembali memulai rumah tangga dengan wanita yang akan selalu berada di samping saya sampai saya menutup mata? Bahkan saya sudah sangat lama tidak pernah lagi merasakan betapa bahagianya menjadi suami yang selalu di manjakan oleh istrinya"


"Berpuluh-puluh tahun saya menikah dengan mantan istriku tetapi dia hanya bersikap manis kepada saya ketika kami masih muda. Begitu anak-anak sudah besar dia hanya mementingkan hidupnya sendiri dengan berpoya-poya tanpa memperdulikan keadaan saya, belum lagi ketika Suci hadir membuat dia yang saya kenal baik seketika berubah menjadi orang yang tidak lagi saya kenal"


"Di tambah setelah perginya Suci dan hadirnya cucu saya dari menantu yang tidak saya inginkan sikap dia semakin semena-mena hingga dia selalu menjatuhkan harga diri saya serendah mungkin, hingga akhirnya saya menyerah. Lalu apakah dengan kejadian itu saya tidak pantas untuk kembali membina rumah tangga?"

__ADS_1


"Maaf jika saya terlalu memaksakan kehendak kepadamu, tapi jujur saya benar-benar sangat mencintaimu Lena. Bahkan lebih dari saya mencintai diri saya sendiri, tapi tidak apa-apa memang mungkin takdir tidak berpihak dan saya harus hidup seorang diri sampai ajal menjemput"


"Terima kasih Lena, karena kamu sudah hadir di dalam hidup saya dan kembali memberikan saya manisnya cinta serta menunjukkan betapa besarnya kasih sayangmu kepada semuanya. Sekali lagi maaf, saya akan mencoba untuk melupakanmu dan saya akan berusaha menghilangkan cinta ini. Mungkin dengan kepergian saya ke luar negeri serta menetap di sana bisa membuat saya jauh lebih tenang untuk menjalani sisa hidup saya di dunia ini"


Papah Angga berbicara dengan sangat tegas hingga tidak sadar Papah Angga tersenyum di sertai dengan turunnya air mata yang cukup deras ketika menatap wajah Umi Lena yang juga sudah sesegukan menangis menatap sendu ke arah Papah Angga.


Tanpa mereka sadari ternyata semua keluarga menguping pembicaraan mereka dari arah pintu utama menyaksikan apakah Umi Lena akan menerima Papah Angga atau kisah mereka akan berakhir di hari ini juga.


Entahlah semuanya berdoa agar Umi Lena bersedia menerima pinangan dari Papah Angga, karena mereka benar-benar sangat cocok dan juga serasi. Hingga Papah Angga menghapua air matanya perlahan dan berjalan meninggalkan Umi Lena yang masih berdiri di tempat dengan menatap kepergian Papah Angga menuju arah mobilnya.


Namun ketika Papah Angga ingin memasuki mobil, Umi Lena langsung berteriak seolah-olah menahan Papah Angga yang mana membuat Papah Angga terdiam memegang pintu mobil sambil menunggu apakah yang akan di ucapkan oleh Umi Lena.


Apa Umi Lena akan menyetujui lamaran Papah Angga, ataukah Umi Lena akan menolaknya dengan alasan tersendiri? Sudahlah, Papah Angga sudah sangat pasrah dengan takdirnya. Apa pun yang akan Umi Lena katakan Papah Angga harus ikhlas menerimanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...

__ADS_1



__ADS_2