Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Perusahaan New Brand


__ADS_3

Lalu mereka semua akhirnya tersenyum saat melihat momen mengharukan tersebut. Arsya pun mengecup keningnya Suci dan juga perutnya Suci yang mana lagi dan lagi bayi mereka kembali menendang. Mereka semua kembali tertawa ketika Suci sedikit meringis sakit setelah merasakan tendangan bayinya.


...*


...


...*


...


...


...


Ke esok paginya, semua orang kembali berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Setelah sarapan, Arsya dan Ayah Al bersiap untuk pergi ke perusahaan mereka masing-masing. Ayah Al pergi lebih dulu karena dia memiliki meeting pagi, sedangkan Arsya masih bisa berangkat lebih siang karena tidak ada meeting pagi.


“Kalau begitu aku akan berangkat sekarang juga. Jaga dirimu dan juga anak kita yang sangat sehat dan bersemangat ini ya, sayang...” ucap Arsya sambil mengelus perutnya Suci.


“Arrgh... beberapa hari ini anak kita sangatlah bersemangat setiap kali kamu mengelus perutku. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk keluar ke dunia ini dan bermain bersama Daddy Arsya ya...” ujar Suci yang sedikit kesakitan karena tendangan bayi dalam perutnya.


“Daddy juga tidak sabar untuk bisa bermain dan menggendongmu, bayiku sayang. Jangan terlalu bersemangat dan membuat Mommy kesulitan ya... Daddy akan segera kembali untuk bermain denganmu nanti” Arsya mengecup perutnya Suci dan di balas oleh tendangan dari anak mereka.


“Baiklah, aku akan berangkat sekarang juga dan jaga diri kalian semua di sini. Jangan terlalu melelahkan dirimu sendiri karena sekarang kamu sudah hamil besar. Hubungi aku bisa sesuatu terjadi pada kalian semua saat aku pergi” ujar Arsya sambil menatap Suci dan mengelus kepalanya.


“Aku tahu Mas, aku pasti akan menjaga diriku dan juga anak kita. Lagi pula di sini ada Bunda dan para bodyguard yang akan menjaga aku dan kita semua. Kamu pergilah bekerja dan pulanglah lebih cepat ya Mas...” jawab Suci sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Arsya lalu berpamitan dan mengecup keningnya Suci dan Suci pun mencium punggung tangannya Arsya. Tidak lupa Arsya juga mencium punggung tangannya Bunda Reni dan lalu dia berjalan ke luar rumah menuju mobilnya yang langsung pergi menuju perusahaannya.


Satu jam kemudian, Arsya sampai di depan pintu perusahaannya dan dia turun dari mobilnya dengan bodyguard yang membukakan pintu untuknya. Arsya keluar dari mobilnya dengan sangat gagah dan keren sehingga semua pegawai wanita sangat mengaguminya.


Meskipun semua pegawai di perusahaannya Arsya sudah mengetahui bahwa Arsya sudah menikah dengan Suci, tapi tidak menutup kemungkinan para pegawai wanita di sana masih mengagumi Arsya diam-diam. Lalu Arsya berjalan masuk ke dalam lift pribadinya dan pergi ke lantai teratas.


Tiiing !


Suara dari pintu lift yang terbuka, di mana sudah ada Dion, Lisa dan Xan yang berbaris di dekat pintu ruangannya Arsya. Lalu mereka menyambut Arsya sambil sedikit membungkukkan badan mereka penuh hormat dan sopan santun.


Arsya masuk ke dalam ruangannya dengan Dion yang membukakan ointu untuknya, lalu mereka berempat masuk ke dalam ruangannya Arsya. Dion, Lisa dan Xan berdiri sejajar di depan meja kerjanya Arsya, sedangkan Arsya duduk dengan tegak di kursi kebesarannya.


Lalu Dion dan Lisa membacakan jadwal Arsya untuk meeting dan pertemuan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaannya. Setelah itu, Arsya meminta Dion dan Lisa untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka. Sekarang hanya ada Arsya dan Xan di dalam ruangan tersebut.


“Maaf Tuan, saya ingin bertanya tentang perusahaan yang akan Nyonya Suci kelola nanti. Sekarang semua persiapan sudah selesai, kami hanya perlu perintah dari Tuan dan Nyonya untuk memulai bisnis tersebut” jawab Xan dengan penuh hormat dan sopan santun.


“Untuk saat ini sepertinya Suci belum bisa mengelola perusahaan karena dia yang sedang hamil tua dan belum mengerti tentang dunia perindustrian. Aku minta kamu untuk mengembangkan perusahaan tersebut menjadi sebuah perusahaan brand pakaian dan tas yang terkenal”


“Nanti aku akan membicarakan hal ini pada Suci setelah dia melahirkan, karena aku tidak mau menambah beban pikirannya. Kalian bisa mulai memproduksi barang-barang dengan brand “Suars” sebagai namanya. Itu adalah nama yang Suci pilih saat aku memintanya untuk membuat sebuah nama brand baru”


Arsya berbicara sambil mengingat waktu saat dia dan Suci membicarakan tentang Arsya yang ingin membuat perusahaan new brand yang akan menjadi pesaing baru di masa depan. Suci pun memberikan nama “Suars” yang mana itu adalah gabungan dari nama Suci dan Arsya.


“Baiklah kalau begitu Tuan, saya akan mengurus semuanya mulai hari ini juga. Saya akan menyampaikan semua progresnya setiap hari Senin pada Anda seperti sekarang” jawab Xan dengan nada sopannya.


“Setelah Suci siap untuk mengelola perusahaannya sendiri itu yang mana itu adalah perusahaan yang aku berikan padanya sebagai mahar, kamu akan menjadi Asisten pribadinya. Aku mau kamu membantu Suci dengan segalanya” tegas Arsya.

__ADS_1


“Terima kasih Tuan Arsya, saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk membantu Nyonya Suci mengelola perusahaannya. Saya pastikan bahwa Nyonya Suci akan menjadi pemilik perusahaan brand terkenal di negara” ucap Xan dengan percaya dirinya.


“Baiklah, kalau sudah tidak ada lagi yang akan kamu sampaikan maka kamu bisa pergi sekarang. Tolong urus segalanya sampai Suci siap untuk mengelola perusahaannya sendiri” tegas Arsya dengan nada datarnya.


Lalu Xan pun pamit dan pergi ke luar daei ruangannya Arsya dan masuk ke lift menuju lantai 1.


Xan masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke lokasi perusahaan miliknya Suci yang Arsya berikan padanya sebagai mahar pernikahan dan merupakan sebuah perusahaan brand baru yang akan segera launching.


Sementara itu Arsya kembali fokus dengan pekerjaan kantornya sendiri yang sudah ada di mejanya.


Arsya bekerja dengan sangat fokus, namun dia tetap tidak lupa untuk selalu bertukar kabar dengan Suci melalui aplikasi pengiriman kabar. Mereka bahkan teleponan di saat Arsya tidak terlalu sibuk.


Waktu terus berjalan dengan akhirnya saatnya makan siang pun tiba. Akhirnya Arsya berjalan ke luar dari ruangannya dan dia pun melihat Dion dan Lisa sedang berbincang di depan meja resepsionis sekretaris di mana tempat Lisa bekerja saat ini. Lalu Arsya mendekati mereka dan mengatakan sesuatu.


“Aku akan pulang ke rumah untuk makan siang dengan istri dan juga calon anakku. Jika sesuatu terjadi maka kabari aku langsung, jika tidak ada yang terjadi maka jangan hubungi aku. Satu sampai dua jam lagi aku akan kembali ke sini jadi kalian urus sisinya di sini” tegas Arsya dengan wajah datarnya.


“Baiklah Tuan Arsya, kami akan mengurus sisanya di sini. Tolong sampaikan salamku untuk Mbak Suci dan juga calon keponakanku ya hihi... rasanya sudah sangat lama aku tidak mengunjungi calon keponakanku ini” ucap Lisa dengan penuh senyuman.


“Kalian bisa ikut denganku ke rumah dan makan siang bersama Suci di sana, juga bisa bertemu dengan calon keponakan kalian dan Bunda” ucap Arsya sambil menatap Lisa dan Dion secara bergantian.


“Maaf Tuan, tapi hari ini aku dan Lisa memiliki janji bertemu dengan seseorang sambil makan siang. Jadi kami tidak bisa pergi bersama Tuan dan bertemu dengan Suci serta Nyonya Al di sana, maaf...” ucap Dion dengan sopan.


“Baiklah kalau begitu, semoga makan siang kalian menyenangkan. Sampai jumpa lagi setelah makan siang semuanya...” ucap Arsya yang berjalan pergi masuk ke dalam lift.


Arsya pun turun di lobby dan berjalan ke luar menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan perusahaan. Arsya masuk dengan bodyguard yang membuka dan menutup pintu untuknya. Sopir pun membawa Arsya menuju kediaman keluarga Valleanno untuk makan siang di sana hari ini.

__ADS_1


__ADS_2