
Para mata memandang aneh terhadap Dimas yang begitu ceria, bahkan membuat para wanita yang melihatnya merasa sangat kagum. Namun saat Dimas sadar jika dia sudah berlebihan menunjukkan senyumannya itu, seketika kembali memasang wajah datarnya. Sedangkan Dion memasang wajah merah penuh kekesalan sambil berjalan di samping Dimas.
“Astaga, Tuan Dimas tampan banget kalau tersenyum ya... Rasanya pengen deh menculik bawa pulang ke rumah kenalin ke orang tua langsung minta nikah hehe... tapi sayangnya Tuan Dimas sudah memiliki istri yang cantik, bahkan baik pula beruntung ya mereka” ucap salah satu karyawati.
“Ya benar apa katamu, mereka sama-sama beruntung. Pasti rumah tangga mereka bahagia banget ya, bahkan ketika Bu Suci ke sini mereka terlihat begitu sangat romantis banget. Jadi pengen deh kalau Tuan Dimas punya kembaran jadi mau gebet langsung hihi” ucap salah satu karyawati lainnya.
Dimas yang telinganya begitu tajam, langsung menoleh ke arah karyawati tersebut dengan tatapan tajam yang membuat mereka menunduk serta gugup dan kembali ke pekerjaann mereka. Dimas dan Dion pun kembali berjalan menuju ruangan mereka yang mana Dion masih mengikuti Dimas.
Saat mereka sudah sampai di depan ruangan Dimas, seketika mata Dion teralih ke arah Elsa yang berdiri menyambutnya dengan senyuman.
“Hei, siapa kau? Kenapa kau berada di meja itu?” ucap Dion dengan wajah tidak sukanya.
“Selamat pagi menjelas siang, Tuan. Perkenalkan nama saya Elsa Anandita dengan usia 23, tahun. Saya di sini sebagai sekretaris baru di sini dan saya juga adalah sahabat dari Mbak Suci selaku istri dari Tuan Dimas” jawab Elsa sambil tersenyum.
“Bukankah dia tidak memiliki uang? Bahkan suci bilang gaji dia kecil, untuk makan saja dia susah. Lalu bagaimana dia bisa membeli baju yang cukup mahal itu? Sedangkan Lisa saja pertama kali masuk menggunakan baju seadanya sampai dia mendapatkan gaji, tapi kenapa dia pertama kali langsung seperti ini? Ya ampun Dimas, jangan sampai berseuzon dengan orang lain itu enggak baik, dosa. Astaghfirullah...” ucap Dimas di dalam hatinya saat melihat penampilan Elsa yang begitu mencolok.
Dion yang begitu penasaran pun langsung menarik Dimas untuk masuk ke ruangannya.
“Ya ampun, Dion. Kau ini tidak ada sopan-sopannya pada atasanmu ini, ya! Mau gajimu bulan ini aku potong?” ucap Dimas saat berada di dalam ruangannya.
“Hehe... Maaf Tuan Dimas yang tampan, jangan di potong dong gaji saya, nanti saya enggak ada modal buat nikah bagaimana?” ucap Dion dengan raut wajah yang di buat sesedih mungkin.
“Memang sudah ada calonnya?” tanya Dimas.
“Sudah” jawab Dion dengan tegas tanpa sadar.
“Jadi kau sudah memiliki calon?” tanya Dimas dengan wajah terkejut.
Dion yang sudah sadar atas ucapannya seketika jadi salah tingkah dengan wajah memerah bagaikan kepiting rebus.
“Eh, ma-maksud saya belum hehe... maklum kelamaan ngejomblo jadi enggak sadar” saut Dion dengan mengalihkan.
__ADS_1
“Oh kirain, hoya... Ada apa sih narik-narik gua ke sini. Ini kan ruangan gua, jadi kenapa malah lu yang pengen cepat-cepat masuk” ucap Dimas yang tidak lagi formal jika hanya berdua dengan Dion sahabatnya.
“Astaga, sampai lupa gua. BTW, itu di depan sekretaris pengganti Lisa kan bukan sekretaris baru?” tanya Dion dengan penasaran.
“Ya, cuma sementara doang kok. Lagian mana mungkin gua menggantikan posisi Lisa yang sudah lama bekerja sama gua, apa lagi dia bisa menghandle semuanya dengan baik” jawab Dimas sambil duduk di kursi kebesarannya.
“Terus kenapa dia bilangnya sekretaris baru? Dan juga dia bilang sahabat istri lu? Memang benar yang di ucapkan itu apa cuma mengada-ngada doang” tanya Dion kembali sambil duduk di kursi depan Dimas.
“Gua juga kurang tahu persis bagaimana persahabatan mereka, tapi Suci bilang mereka memang sudah bersahabatan dari kecil gitu. Dulu Elsa pindah dan tinggal sama neneknya yang mana rumah neneknya bersebelahan dengan Suci di desa, kejadian itu sebelum Suci dan keluarganya merantau ke kota” ucap Dimas.
“Oh gitu, toh. Tapi, apa sifat mereka sama?” tanya Dion lagi.
“Kenapa lu nanya begitu, jika sifat mereka sama maka lu mau sama tuh cewek gitu maksudnya biar lu kaya lagi menikah sama istri gua?” tanya balik Dimas dengan tatapan tajam.
“Wiihhhh... woles bro, woles hahaha... santai. Jangan ngegas dong kan gua cuma mau pastiin doang karena pas gua lihat wajahnya itu dia kaya punya sifat yang berbanding tebalik gitu sama ayang bebz Suci” ucap Dion yang lagi dan lagi membuat Dimas kesal terhadapnya.
“Sekali lagi lu bilang istri gua ayang bebz, gua kasih SP 3 langsung biar lu cari pekerjaan yang lain biar enggak bisa lagi deketin istri gua” jawab Dimas dengan emosi.
“Dahlah, mending lu balik sono ke ruangan. Males gua liat muka sok ganteng kaya muka lu, mana licin banget kek perosotan anak TK lagi” ucap Dimas sambil membuka laptopnya.
“Dih, ngaca sono lu. Liat noh muka lu udah kek mayat hidup, pucet!” jawab Dion dengan wajah kesalnya.
“Oh jadi lu berani ngatain bos lu sendiri, gitu? Oke... Siap-siap aja gaji lu bulan depan bakalan gua potong 90%” ucap Dimas dengan nada cueknya sambil meneruskan pekerjaannya.
“Huaaaa... Lu jahat banget deh jadi sahabat, kalau begitu caranya buat beli skin care gua aja enggak cukup kali. Terus buat gua bayar cicilan mobil, rumah, pembantu dan makan gua gimana? Wah... Ini namanya kerja rodi, bisa-bisa gua laporin lu ke polisi atau gua laporin sama Ibu negara biar enggak dapet jatah haha...” ledek Dion yang malah membuat Dimas menghentikan pekerjaannya dan menatapnya.
“Wah... Cari masalah lu ya sama gua. Awas aja lu sampai ngadu-ngadu ke Suci, maka siap-siap nyawa lu jadi taruhannya” ancam Dimas dengan wajah kesalnya.
“Upss... Sorry suara lu udah gua rekam, haha... Jadi kalau lu berani macam-macam sama gua, gimana kalau gua kirim ke Suci sekarang? Hem... Bagaimana ya reaksi dia kalau tahu suaminya mau membunuh sahabatnya sendiri yang tampan dan baik hati ini” jawab Dion sambil menunjukkan ponselnya.
Ya, ternyata diam-diam Dion mengambil ponselnya dan menyalakan rekaman. Dion memang dengan sengaja memancing amarah Dimas, agar ia mempunyai bukti supaya saat Dimas mengancamnya yang mana niatnya hanya bercanda tetapi Dion bisa membuat Dimas terdiam tak berkutik dan tidak lagi mengancamnya.
__ADS_1
Licik? Oh tentu bukan dong, ini adalah taktik atau strategi yang Dion gunakan untuk menakut-nakuti Dimas saja jika nantinya Dion kembali di marahi oleh Dimas karena sering meledek serta mencari masalah dengannya.
“Oke... oke... Gua ngalah, gaji lu enggak akan gua potong tapi gua tambahin jadi 2 kali lipat, bagaimana? Tapi lu harus hapus tuh rekaman jangan sampai Suci tahu, atau pasti dia akan salah paham sama gua. Entar dia nyangka gua penjahat lagi sampai rela ingin membunuh sahabat sendiri yang mana niat gua cuman bercanda untuk nakit-nakutin lu doang biar enggak berani macam-macam sama gua” jawab Dimas dengan wajah cemasnya.
“2 kali lipat? Hem... Gimana ya? Kayanya kurang deh, bagaimana kalau 5 kali lipat, deal??...” ucap Dion dengan memanfaatkan keadaan Dimas yang tidak berdaya.
“Wah... Lu benar-benar teman cari masalah namanya, gua kasih hati malah minta jantung. Enggak sekalian lu minta ginjal gua, hah!!” saut Dimas dengan nada emosi.
“Hem... Boleh juga, lumayan kan kalau gua jual ginjal lu gua bisa bikin perusahaan sendiri biar gua bisa jadi orang kaya juga hahah...” jawab Dion yang semakin membuat Dimas geram.
“Yakkkk... Dasar teman tidak tahu diri, sini lu gua bikin prekedel tahu rasa!!” ucap Dimas yang malah membuat Dion langsung lari keluar ruangan yang mana Dimas juga menyusulnya.
Sehingga mereka melakukan kejar-kejaran di area kantor yang membuat semua karyawan terkejut dengan aksi Tom and Jerry di hadapan mereka itu. Bahkan ada sebagian karyawan yang merekam kejadian itu menggunakan ponselnya.
Selama ini Dion dan Dimas selalu menjaga image mereka agar terlihat berwibada di depan semua karyawannya, tapi saat ini mereka bagaikan anak kecil yang sedang rebutan mainan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗
Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗
Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1