Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Roti Sandwich


__ADS_3

Kemudian Diva dan Evi pun tersenyum sambil memakan makanan yang mereka bawa dari rumah, dimana Evi dibekali nasi dengan naget serta sedikit sayuran. Sedangkan Diva dia membawa bekal nasi goreng dengan campuran baso serta ayam dan tak lupa di atasnya terdapat telor mata sapi.


...*...


...*...


Sekolah Playgroup Cakrawala. Hari ini Kay sudah mulai bersekolah di sekolah yang sama dengan Ara. Hanya saja mereka berbeda kelas, Kay di kelas 0 besar dan Ara di kelas 0 kecil.


Playgroup Cakrawala adalah sekolah favorite anak-anak karena sekolah ini di desain benar-benar membuat anak-anak yang baru melihatnya sudah sangat nyaman. Belum lagi guru-gurunya selalu sabar dalam mengajarin semua muridnya, ya walaupun banyak yang bandel tetapi tidak membuat guru di sana berubah menjadi seorang monster yang galak.


Ara yang memang dari dulu dia selalu ditanamkan untuk menjadi anak yang mandiri sehingga Lisa cuman cukup mengantar dan menjemputnya saja tanpa harus menunggu Ara sampai seharian di sekolah seperti anak yang lainnya.


Begitu juga dengan Kay, dia memang tidak mau di tungguin padahal Suci pengen melihat bagaimana cara Kay beradaptasi di sekolah barunya. Apa lagi Kay merupakan murid baru jadi pasti ada rasa canggung, malu dan juga sedikit takut.


Tetapi semua perasaan itu tidak ada sama sekali di dalam diri Kay, bahkan Kay menjalani hari pertamanya dengan santai layaknya murid yang sudah lama bersekolah disitu.


Tepat jam istirahat Kay duduk di salah satu ayunan sambil menatap lurus kedepan dengan mengayunkannya sedikit.


"Orang kemarin itu sebenarnya siapa sih? Kenapa dia sangat yakin kalau wajahku dengannya mirip? Tapi jika aku ingat-ingat, memang dia sedikit mirip denganku cuman mana mungkin. Wajahku kan memang lebih mirip ke Mommy hanya saja sifatku yang mirip ke Daddy, lalu siapa dia berani berbicara seperti itu?"


"Tunggu deh, kemarin kalau enggak salah Kakek bilang orang itu namanya Dimas kan?! Terus juga Kakek bilang kalau dia itu adalah anak kandung Kakek, tapi bukannya Mommy juga kan anak kandung Kakek ya?"


"Cuman yang aku bingungin kenapa kemarin sikap Mommy sama Om itu seperti terlihat bukan Adik Kakak, malah seperti orang yang tidak kenal bahkan dari ekspresi wajah Mommy juga kaya tidak suka gitu. Apa aku harus cari tahu? Kalau aku cari tahu bagaimana caranya kan aku masih di bawah umur pasti nanti aku diomelin karena sudah ikut campur urusan orang dewasa"


"Huhhh.. ribetnya jadi anak kecil, rasanya aku ingin segera tumbuh jadi orang dewasa saja biar bisa kerja lalu bahagiaan Mommy sama Daddy terus aku bisa mengejar impianku untuk memberangkatkan keluargaku ke tanah Suci. Aamin Allah Humma Aamin.."

__ADS_1


Kay bergumam di dalam hatinya sambil melamun, lalu Ara yang dari tadi kebingungan mencari Kay seketika melihat Kay sedang duduk langsung berlari yang mana membuat Kay menoleh.


"Stop!!!!" Pekik Kay. Ara memberhentikan langkahnya secara tiba-tiba dengan wajah terkejut, baru kali ini Ara melihat Kay berteriak hingga membentaknya sampai membuat mata Ara berkaca-kaca.


Kay yang telah menyadari tindakannya membuatnya merasa bersalah lantaran Kay berteriak dengan tujuan agar Ara berhenti berlari dan memberitahukannya untuk berjalan saja. Karena Kay sudah tahu jika Ara itu merupakan anak yang sangat ceroboh, tetapi sayangnya Ara malah salah paham.


"A-abang me-memalahiku, me-memangna a-atu salah apa?" Ucap Ara dengan bibir bergetar sambil matanya berkaca-kaca menatap Kay yang jaraknya hanya 3 menter darinya.


Huuuuffftttt...


Kay membuang nafasnya secara kasar, kemudian ia sedikit tersenyum kecil dan berkata. "Kemarilah, aku tidak sedang memarahimu. Aku cuman menyuruhmu untuk berhenti agar kamu tidak lagi berlari yang mana akan membuatmu kembali terjatuh. Bukannya kamu selalu langganan tersandung dengan kakimu sendiri? Tapi kenapa selalu di diulangin terus hem.."


Kay berbicara dengan nada sedikit lembut, apa lagi Ara tipe wanita yang tidak bisa di kerasin akibat dia merupakan anak satu-satunya Dion serta Lisa jadi pasti dia akan jadi anak kesayangan yang selalu dimanjakan. Meskipun begitu Ara bukan tipe orang yang sombong dan juga pelit.


"Ja-jadi Abang ndak malah cama Ala, kan?" Ucap Ara yang diangguki oleh Kay sambil tersenyum kecil, lalu Ara pun kembali tersenyum dan saat Ara mau berlari Kay langsung melototkan matanya membuat Ara hanya bisa terkekeh menyadari kesalahan yang akan ia lakukan lagi.


"Ternyata selain sifatmu yang ceroboh, menyebalkan, dan juga cerewet ternyata makanmu juga banyak ya?" Ucap Kay ketika melihat Ara di bawakan bekal oleh Lisa.


"Issshhh.. Ala makannya dikit tahu, ini Amma bawain Ala 2 loti kalena Amma biyang alo catunya buat Abang Kay gitu. Ya udah ini buat Abang dali Amma, makan ya macakan Amma Lica enak tahu.."


"Cuman kadang cuka acin uga cih, tapi macih enak heheh.. kan Amma Ala Amma telbaik yang Ala unya apa agi Appa Dion behhh.. Appa itu olang yang lajin kelja jadi Ala sama Amma Lica bisa jalan-jalan ulu deh hihi.."


Ara cengengesan yang mana tanpa sadar celoteh Ara berhasil membuat Kay pun ikut tertawa kecil, namun ketika Ara menyadarinya Kay langsung kembali memasang wajah datarnya dan berkata, "Ekhem.. u-udah selesai ceramahnya?"


"Celamah? Ala kan ndak agi-....."

__ADS_1


"Sttttt.. sudah diam, ayo di makan rotinya kasian dia nanti nangis. Tapi kita baca doa dulu biar makanannya jadi berkah dan juga sehat untuk tubuh kita"


Kay langsung menyerobot ucapan Ara karena ia tidak mau kembali mendengarkan celotehan Ara yang panjang dan juga tidak ada jeda. Sehingga Kay langsung memimpin doa dan mereka pun memakan roti hasil buatan Lisa.


Awalnya Kay memang sudah ingin di bawakan bekal oleh Suci, tapi Kay selalu menolaknya lantaran Kay tidak suka membawa bekal ke sekolah takut jika ada salah satu temannya yang usil akan mengatainya seperti anak perempuan.


Mau enggak mau Kay hanya di bawakan uang jajan secukupnya dan itu pun Kay tidak pernah jajan sembarangan karena dari dulu ia selalu jajan sesuai dengan apa yang akan dia butuhkan.


Dengan begitu tanpa Kay dan Ara ketahui, diam-diam Suci menelepon Lisa untuk menanyakan apakah Ara membawa bekal atau tidak jika sekolah.


Setelah mendengar bahwa Lisa selalu membawakan bekal buat Ara, Suci meminta tolong kepada Lisa untuk membuatkan bekal lebih agar Ara bisa mengasihkan ke Kay dengan alasan dari Lisa sehingga mereka bisa makan bersama-sama. Kesannya Suci seperti menitip bekal melalui Lisa yang dikirimkan oleh Ara.


Kalau bukan seperti itu bagaimana lagi caranya agar Suci bisa memastikan setiap jam istirahat Kay tidak merasa sakit perut lantaran dia selalu menolak membawa bekal dengan alasan dia sudah besar dan juga malu jika menjadi olokan anak-anak lainnya.


Lalu mereka makan dengan sangat nikmat, sampai Kay yang selesai duluan pun menyuruh Ara menunggu di sini sebentar. Kemudian Kay pergi untuk membeli minuman padahal mereka membawa botol minum hanya saja Ara lupa membawanya dan tertinggal di kelas. Sedangkan Kay dia lupa jika dirinya membawa air minum.


Kay yang sudah membeli 2 botol minum langsung memberikan minuman itu pada Ara sambil membukannya, setelah habis beberapa detik mereka langsung terdiam mencoba mengingat apa yang mereka lupakan.


Dan nyatanya mereka malah menepuk keningnya sendiri secara bersama-sama sambil mengatakan bahwa mereka lupa jika membawa air minum. Sehingga mereka kembali menatap satu sama lain sambil tertawa kecil, ternyata kecerobohan Ara perlahan-lahan telah menular kepada Kay.


Tak lama bel masuk pun berbunyi dimana Kay langsung mengatakan terima kasih, begitu juga dengan Ara lalu mereka langsung kembali ke kelasnya masing-masing dan akan kembali bertemu setelah pulang sekolah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....

__ADS_1


...Lets go di serbu... 🤸🤸...



__ADS_2