
Lisa hanya bisa tersenyum menunduk dan mengusap kepala Dion, kini pernikahan mereka berdua benar-benar telah sempurna dimana ada Appa, Amma dan Baby cooming soon.
...*...
...*...
Saat ini Papah Angga mendapatkan sebuah proyek yang sangat besar, tetapi ia harus pergi ke luar kota dalam waktu 3 bulan lamanya untuk menyelesaikan kontrak dan segala macamnya. Hingga tidak terasa di hari terakhir Papah Angga sudah berhasil memenangkan proyek tersebut dan kembali memperluas perusahaannya.
Sampai seketika Papah Angga baru saja kembali ke rumah dalam keadaan cape, lelah dan juga letih sama sekali ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di buatkan secangkir teh atau pun kopi yang biasa dibuatkan oleh sang istri.
Bahkan di saat Papah Angga pulang, Mamah Mita hanya sekedar melirik serta kembali bermain dengan Baby Diva yang saat ini sudah mulai bisa berjalan, cuman masih belum begitu lancar.
Namun, Papah Angga tetap sabar dan terus saja sabar. Tapi, untuk kali ini dia mulai kehilangan kesabarannya saat melihat Mamah Mita hanya fokus menjaga cucunya serta melupakan kewajibannya sebagai istri. Bukan masalah hak di atas ranjang, melainkan hak tentang merawat suami.
Sepulangnya Papah Angga kemarin, ternyata imun daya tahan tubuhnya mulai melemah sampai akhirnya Papah Angga jatuh sakit akibat kelelahan. Dimas yang sibuk mencari dana untuk mempertahankan perusahaannya sampai melupakan keadaan Papah Angga.
Apa lagi Vina yang memang tidak terlalu dekat sama Papah Angga tidak sedikit pun peduli dengan kondisinya, ia malah tetap asyik nongkrong dengan keadaan mabuk setiap kembali pulang ke rumah. Belum lagi pihak Universitas beberapa kali memberikan surat peringatan untuk Vina, tetapi surat itu tidak sampai ke tangan keluarganya.
Dimana udah 1 bulan ini Vina di keluarkan dari sekolah tanpa sepengetahuan siapapun, Vina tetap berangkat dengan izin kuliah tetapi padahal dia malah main ke rumah salah satu temannya yang juga telah berhenti kuliah hingga mereka tak henti-hentinya menghabiskan masa remajanya dengan sebuah minuman yang menyegarkan.
__ADS_1
Di kamar..
Papah Angga sedang terbaring lemas tak berdaya, dan berusaha apa-apa mengandalkan dirinya sendiri. Sampai seketika kali ini kepala Papah Angga benar-benar sangat pusing dan ingin sekali makan sebuah soup yang masih hangat.
"Sssttt.. kenapa kepalaku pusing banget, apa mungkin ini akibat aku terlalu memporsil tenagaku yang sudah mulai rentang? Tapi, jika tidak diambil pun akan sayang apa lagi itu adalah proyek yang besar. Alhamdulillahnya aku sudah berhasil mengerjakan semua kontraknya sebelum waktu yang di tentukan habis" Gumam kecil Papah Angga sambil duduk menyender di sandaran kasur dengan keadaan tangan memijit kepalanya.
Tak lama Mamah Mita memasuki kamarnya sambil melirik sekilas ke arah Papah Angga dan melengos masuk ke dalam kamar mandi, lalu segera mandi karena hari sudah mulai sore.
35 menit telah berlalu keadaan masing sangat hening dimana Mamah Mita telah duduk di depan cermin sambil merias wajahnya yang semakin hari semakin menua. Sampai akhirnya Papah Angga mulai berbicara lantaran ia sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakitnya.
"Mah, bisakah kamu menolongku untuk membuatkan soup hangat yang biasa dibuatkan Suci ketika aku sedang tidak enak badan, tidak apa rasanya berbeda yang penting aku bisa memakannya tanpa harus repot mengunyahnya terlalu lama" Ujar Papah Angga.
"Itulah karma untukmu 3 bulan tidak pulang dengan alasan ada proyek baru tapi nyatanya paling juga lagi enak-enak honeymoon tuh sama bini orang atau jangan-jangan sudah nikah sirih? Wahhh.. ternyata aki-aki bangkotan sepertimu laku juga. Maklumlah banyak duit, jad tidak heran jika wanita mana pun akan mendekat termaksud si MANDUL!!"
Mamah Mita menyindir Papah Angga hingga membuatnya yang awalnya mulai menurunkan egonya kini kembali menegang dan juga memanas saat mendengar perkataan Mamah Mita yang penuh dengan fitnah.
Seketika tangan Papah Angga yang satunya meremas kuat spray kasur dan satunya lagi tetap memijit kepalanya sambil menutup matanya dengan deru nafas yang mulai tidak beraturan.
"Sudah aku bilang jika aku pergi mengerjakan kontrak tender yang sangat besar, setelah aku berhasil mengerjakannya dan goll. Tiba-tiba saja tubuhnya tidak enak seperti aku terlalu memforsil tenagaku yang sudah menua ini. Jadi aku hanya minta untuk di buatkan soup dan juga tolong ambilkan obat saja tidak lebih" Jawab Papah Angga.
__ADS_1
"Lagian sudah aki-aki, bangkotan, bau tanah pula masih aja berulah. Kalau mau punya bini 2 tuh tinggal bilang aja, lagian aku tidak akan mempermasalahkan mau punya bini 10 kek TERSERAH yang penting JATAH TIAP BULAN 1 M, PAHAM!!!" Celetuk Mamah Mita sambil duduk menghadap Papah Angga.
"CUKUP, MITA CUKUP!!!"
"Kali ini kau sudah melewatkan batasanmu sebagai seorang istri, kenapa kamu bisa seperti ini sih hahh!! Dimana Mita yang aku kenal dulu yang baik, perhatian, penyayang dan juga selalu memanjakan suaminya. Dimana semua itu Mita, dimaaanaaaa!!!!"
"Sudah hampir 2 tahun ini kita hidup di satu atap bagaikan orang asing yang hanya menggunakan status suami-istri. Apa kau sudah tidak lagi mencintaiku? Apa kau sudah lelah hidup denganku? Atau kau sudah muak menatap wajahku? Bicaralah jika memang kau sudah tidak bisa lagi hidup bersamaku, maka aku tidak akan memaksakan keadaan agar kita hidup bersama"
"Selama ini aku sudah berusaha sabar menghadapi tingkah lakumu yang semakin hari semakin membuatku tidak nyaman berada di rumah, tetapi aku masih ingat statusku yang masih sah menjadi suamimu. Jadi aku hanya bisa berdiam diri melihatmu selalu fokus mengurus Baby Diva bagaikan anak yatim piatu yang tidak memiliki kedua orang tua"
"Padahal ada Dimas dan juga Elsa namun mereka berdua terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing sampai membuat anak tidak berdosa menjadi korbannya. Belum lagi Baby Diva masih kecil yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya bukan dari Omanya!!"
Papah Angga berbicara dengan sangat lantang dan juga keras hingga membuat pembantu atau penjaga rumah seketika terkejut dengan suara Papah Angga yang tidak pernah terdengar sampai penjuru rumah. Tetapi ini kali pertamanya Papah Angga berteriak hingga membuat semuanya sedikit kepo.
Papah Angga selama ini terkenal dengan pria yang ramah, lembut dan juga penyabar. Namun kali ini Papah Angga sudah tidak bisa mentoleransi lagi dengan semua perkataan Mamah Mita yang tidak masuk akal dan merendahkan martabat serta harga diri seorang suami.
Seketika Mamah Mita bukannya terkejut melihat sisi lain dari Papah Angga, kini malah seperti menantangnya dengan tertawa remeh dan juga sudut bibir mulai terangkat ke atas sambil berdiri serta melipat kedua tangannya.
Sedangkan Papah Angga yang awalnya menahan pusing di kepalanya setelah mendengar ucapan Mamah Mita membuat dirinya langsung segar bugar dengan tatapan menyorot tajam. Sekuat tenaga Papah Angga menahan amarah yang ada di dalam dirinya, agar tidak keluar. Namun sayangnya kali ini sudah tidak bisa lagi untuk di pendam.
__ADS_1