Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Istana yang Sangat Megah


__ADS_3

Akhirnya Dimas yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya itu langsung membuat ia merebahkan diri di ranjang dan mencoba untuk memejamkan matanya. Hanya dengan hitungan menit, kini Dimas sudah masuk ke dalam mimpinya.


...*...


Saat ini Suci tepat berada di depan pagar yang menjulang sangat tinggi dengan desain otomatis. Namun di dalam gerbang itu, banyak penjaga pria-pria bertubuh kekar memakai pakaian dan kacamata serba berwarna hitam.


Meskipun rumah itu tertutup dengan pagar yang tinggi, tetapi masih terlihat betapa mewah nan megahnya rumah itu. Suci melihat berbagai macam tanaman berwarna-warni yang menghiasi rumah itu. Juga terdapat lahan yang begiru luas sampai-sampai rumah yang Suci lihat mengalahkan kemewahan rumah Dimas selaku suaminya.


“MasyaAllah... I-ini rumah atau Istana ya? Apa Suci sudah salah alamat? Tapi tidak mungkin karena Suci menunjukkan lokasi yang di kirim oleh Tante Reni ini kepada driver. Lalu kenapa Suci bisa nyasar di istana semewah ini...” gumam Suci sambil menatap layar ponselnya yang masih menunjukkan jika titiknya memang tepat.


Saat ini Suci memang tidak menggunakan sopir pribadinya untuk pergi ke rumah Tante Reni karena ia takut jika sampai mertuanya tahu, maka nanti akan menjadi masalah besar. Apa lagi jika mertuanya itu sampai menuduh Suci yang bukan-bukan, maka masalahnya akan semakin panjang.


Suci tidak mau sampai merusak hubungan persahabatan mereka, tetapi Suci harus bertemu dengan Tante Reni karena ada suatu hal yang harus ia ceritakan. Suci tidak tahu harus membagi ceritanya kepada siapa lagi, kebetulan Tante Reni datang bagaikan seorang Ibu Peri untuk dirinya yang akan membantu serta menolongnya jika sesuatu yang terjadi.


Saat Suci masih terdiam dengan menatap layak ponselnya, dengan berbagai pikiran yang membuatnya sedikit gelisah karena Suci tidak yakin, apakah ia bisa melibatkan Tante Reni ataukah ia harus menghadapinya sendirian. Apa lagi ini menyangkut soal sikapnya Dimas yang semakin aneh.


Tanpa sepengetahuan Suci, saat ini ada pria bertubuh kekar yang sudah berdiri tepat di depannya dengan pakaian serta kacamata hitamnya.


“Permisi, Nona. Apa benar nama Anda Suci?” ujar pria itu dengan datar dan suaranya yang begitu berat membuat Suci terlonjak kaget.


“Astaghfirullah, Pak! Bisakah kalau datang itu ucapkan salam lebih dulu biar tidak membuat orang jantungan seperti ini” gerutu Suci sambil memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang dan juga wajahnya yang terlihat masih terkejut.


“Maaf, Nona. Saya sudah membuat Anda ketakutan hingga terkejut” jawab pria itu tanpa ekspresi.


“Ya sudah lain kali jangan di ulangi ya Pak. Bagaimana jika Suci menderita penyakit jantung? Apa Bapak mau bertanggung jawab dan menukar jantung Bapak untuk saya?” ucap Suci yang asal ceplas-ceplos yang membuat pria itu pun menyipitkan kedua alisnya.


Suci yang melihat itu pun sedikit ketakutan dan malah membuatnya salah tingkah hingga menyengir kuda. “Hehe... Na-maaf Pak, piss... Suci bercanda kok, jangan marah ya maafin Suci”


Pria tersebut langsung kembali dengan wajah datarnya. “Jadi benar nama Nona adalah Suci?”


“Loh, Bapak tahu dari mana nama saya? Wah... Jangan-jangan Bapak paranormal ya? Soalnya pakaiannya hampir sama sih serba berwarna hitam begini” celetuk Suci tanpa rem.

__ADS_1


Pria tersebut yang tidak mau berlama-lama berinteraksi dengan Suci, langsung tutup poin, “Mari ikut saya, Nona sudah di tunggu di dalam oleh Nyonya besar. Jadi saya harap Nona tidak membuatnya menunggunya lebih lama lagi”


Suci terkejut dengan ucapan pria itu, karena ia kan ke sini mau bertemu dengan Tante Reni. Lalu kenapa dia malah di suruh masuk ke Istana itu? Dan siapakah Nyonya besar itu?


Tanpa basa-basi, Suci mengikuti langkah pria itu serta melewati gerbang yang berjulang tinggi dengan sistem otomatis yang terbuka sendirinya bagaikan sebuah lift. Langkah demi langkah Suci injakkan ke halaman Istana itu dengan diikuti oleh beberapa pria di belakangannya untuk berjaga-jaga.


Suci benar-benar terkesan dengan semua interior serta desain-desain Istana tersebut. Meskipun terlihat agak menyeramkan, namun jika sudah memasukinya maka semua yang menyeramkan tergantikan dengan kecantikannya.


Beberapa lorong telah Suci lewati, bersama para pria tersebut yang sedikit membuat Suci ketakutan. Hingga pada akhirnya mereka sampai di ruangan yang mana itu adalah ruangan khusus keluarga dengan desain yang sangat megah, mewah, elegan dan cantik.


Mereka semua berhenti melangkahkan kakinya tepat di belakang kursi panjang yang terdapat wanita memakai kerudung. Pria yang mengajak Suci untuk masuk ke dalam Istana berjalan beberapa langkah ke samping wanita itu sambil membungkukkan tubuhnya.


“Maaf Nyonya besar. Orang yang telah Nyonya tunggu-tunggu kedatangannya, kini sudah berada tepat di belakang Nyonya” ujar pria tersebut dengan sangat ramah dan sopan.


“Lah itu orang bisa sangat ramah sama wanita yang ada di depannya. Lalu kenapa jika sama Suci tadi terkesan kayak ingin menerkam saja?” gumam Suci di dalam hatinya.


“Terima kasih. Silakan kalian pergi dari sini, dan tinggalkan kami berdua” jawab wanita itu dengan nada yang dingin.


Namun lagi dan lagi Suci juga mengikutinya. Hingga akhirnya pria itu tidak tahu harus bagaimana menyikapi sikap Suci yang aneh ini. Langsung saja mereka pergi begitu saja, sedangkan Suci menatap kepergian mereka dengan tatapan bingung. Saat wanita itu telah mendengar langkah kaki para bodyguardnya pergi, lalu ia berdiri dan membalikkan badan sambil tersenyum.


“Selamat datang Suci, di rumahku yang sederhana ini” ucap wanita itu dengan penuh kebahagiaan.


Suci yang sangat mengenali suara itu pun langsung berbalik dan betapa terkejutnya ia saat menatap wanita itu yang tidak lain, dan tidak bukan adalah Tante Reni.


“Ta-Tante Re-Reni? Benarkah ini rumah Tante Reni?” jawab Suci dengan wajah terkejut dan malah diangguki senyuman oleh Tante Reni.


“MasyaAllah... Tante ini mah bukan rumah sederhana namanya, tapi ini adalah Istana yang sangat megah kayak Istana yang ada di film-film pangeran gitu” celetuk Suci yang malah membuat Tante Reni tertawa kecil.


Lalu ia berjalan mendekati Suci, dan memeluknya begitu sayang. Bahkan tanpa di sangka Tante Reni mengecup kening Suci bagaikan seorang Ibu yang menyayangi anaknya sendiri.


Mungkin karena Mamah Reni sangat ingin memiliki anak perempuan, jadi ia sudah menganggap Suci seperti anaknya. Suci pun tidak keberatan, ia malahan senang jika ia bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu kembali.

__ADS_1


“Sini duduk sayang, kamu mau minum apa?” tanya Tante Reni dengan sangat lembut sambil membawa Suci untuk duduk di sofa yang sangat lembut dan di desain secantik mungkin.


“Tidak usah repot-repot, Tan. Suci hanya sebentar saja kok ke sininya karena suci juga bingung mau membagi perasaan ini sama siapa lagi. Suci merasa jika Suci tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Bahkan suami Suci saja sepertinya sudah tidak mencintai Suci” ucap Suci dengan raut wajah yang begitu sedih.


“Memangnya ada apa dengan suamimu itu, hem...? Kenapa kamu bisa berucap seperti itu? Apakah ada yang kamu ketahui tentangnya? Coba ceritakan semuanya dengan perlahan” jawab Tante Reni sambil menggenggam tangan Suci.


Suci terdiam sejenak karena ia bingung haruskah ia bercerita atau tidak. Apa lagi ini menyangkut aib sang Suami tapi jika tidak, maka rasa sakitnya itu benar-benar tidak bisa Suci tahan lagi. Tapi tak terasa air mata Suci runtuh satu persatu, yang membuat Tante Reni langsung merangkulnya penuh kasih sayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan tetaplah tersenyum dan semangat 45, MERDEKA... 💪🏻💪🏻💪🏻


Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 🥳🇮🇩🇮🇩


Happy Independance Day our beloved county, Indonesia... 🥳🇮🇩🇮🇩


I Love You Guys... ♥️♥️🤍🤍


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2