Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Ada yang Tidak Beres


__ADS_3

Ya meskipun Suci anggap itu adalah ke tidak sengajaan, namun rasanya tetaplah sakit dan itu tidak bisa di pungkiri jika Suci merasa kecewa dengan suami bahkan sahabatnya sendiri. Mereka dengan teganya melakukan hal keji itu tanpa sedikit pun mengingat jika mereka bukanlah suami istri.


“Hiks... Kamu tega mengkhianati cintaku, Mas. Memang apa yang kurang dariku? Katakan biar aku paham, Mas...” tanya Suci dengan air mata yang sudah berjatuhan cukup deras.


Dimas yang mendengar isak tangis Suci membuat hatinya sedikit sakit, tetapi ia merasa jika semua ini bukan sepenuhnya kesalahan dirinya sendiri. Melainkan memang itu kesalahan mereka berdua. Namun masalah Dimas dan Elsa yang sudah melakukan hubungan intim itu, tidak sampai Dimas ceritakan karena ia belum siap jika melihat Suci semakin terluka.


“Maafkan aku sayang. Aku tahu aku salah, aku sudah mengkhianati pernikahan kita tapi aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak mau melihat kamu menangis” ucap Dimas sambil menggenggam tangan Suci.


Namun beberapa detik kemudian, Suci langsung hempaskan tangan Dimas begitu saja. Suci merasa kecewa dengan apa yang Dimas katakan, tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan Dimas karena menurut Suci ini adalah kesalahannya karena belum bisa memberikan seorang anak untuknya.


“Aku tahu Mas, aku belum bisa menjadi istri sepenuhnya untukmu tapi jangan hukum aku dengan perlakuan ini. Apa lagi Elsa adalah sahabatku sendiri yang sudah aku anggap seperti adikku hiks... Apa kamu tahu Mas rasanya sangat sakit” Suci memukul dadanya dengan keras sambil terisak.


Dimas yang melihat itu pun langsung memeluk Suci dengan begitu erat. Dimas tahu saat ini Suci sedang sangat kecewa dengan dirinya, tetapi Dimas tetap tidak bisa melihat Suci seperti ini.


“Jangan siksa dirimu seperti ini, aku tidak bisa melihatnya Dek. Lebih baik kamu tampar aku, kamu pukul aku sekuat tenaga kamu tapi tidak dengan melukai dirimu” ucap Dimas sambil memeluk Suci.


Suci hanya bisa menangis merasakan betapa hatinya sangat sakit saat mengetahui suaminya sendiri bisa berbuat seperti itu pada sahabatnya, yang mana Elsa juga malah menikmatinya bukannya menolak. Suci yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya, kini ia langsung mendorong Dimas dengan kasar dan Suci pun pergi membawa tas kecilnya.


“Suci... Kamu mau kemana sayang?” teriak Dimas sambil mengejar Suci yang berlari dengan keadaan menangis.


“Biarkan aku sendiri, dan jangan pernah ikuti aku. Jika sampai Mas mengikutiku, maka jangan harap aku akan kembali ke rumah ini hiks... Jika aku sudah tenang nanti, maka aku akan kembali dengan sendirinya” ujar Suci yang membuat Dimas terhenti untuk tidak lagi mengejar Suci.


Mungkin apa yang dikatakan Suci ada benarnya. Dia pasti sangat-sangat membutuhkan waktu untuk menerima semua ini. Jika Dimas memaksanya, maka ia akan kehilangan Suci dan Dimas tidak mau itu terjadi. Para satpam di luar bingung saat melihat keadaan Suci yang seperti itu, namun mereka juga enggan untuk bertanya karena takut jika mereka di anggap akan ikut campur urusan majikannya. Sedangkan Bi Tin yang memang mendengar perdebatan itu pun ikut menangis.


Bi Tin hanya bisa berharap jika Suci bisa kembali ke rumah dengan keadaan baik-baik saja. Apa lagi Suci pergi dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Papah Angga yang melihat kedua anaknya bertengkar seperti itu, sedikit menggores hatinya karena ini kali pertamanya anak hingga menantunya bertengkar hebat sampai membuat Suci pergi dari rumah.


“Pasti ada yang tidak beres dalam hubungan mereka, tidak mungkin jika baik-baik saja tapi Suci bisa seperti itu. Aku kenal betul siapa Suci, jika ia sudah bertindak seperti ini pasti Dimas sudah benar-benar mengecewakannya...” ucap Papah Angga di dalam hatinya.


Dimas yang tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi semua ini, hanya bisa kembali ke kamar dan berpapasan dengan Papah Angga.


Namun Papah Angga tahu dengan keadaan Dimas saat ini, bukanlah hal yang tepat jika ia menanyakan apa yang sudah terjadi di antara mereka. Saat Dimas sudah masuk ke dalam kamar, Papah Angga sempat terlintas dalam pikirannya tentang Mamah Mita.

__ADS_1


“Apa jangan-jangan ini yang di maksud sama senyuman Mamah tadi? Jika benar dia yang ada di balik masalah mereka, aku akan benar-benar menghukumnya” gumam Papah Angga sambil berjalan kembali ke kamarnya.


Lalu Papah Angga menghubungi Mamah Mita supaya pulang sekarang juga karena ada hal penting yang harus ia konfirmasikan. Mamah Mita yang awalnya menolak, seketika menjadi penurut akibat bentakan Papah Angga yang tidak biasanya.


...*...


...*...


Matahari yang sudah mulai meredup, kini perlahan-lahan menghilang dan segera digantikan dengan cahaya rembulan serta bintang-bintang yang saling berlomba-lomba untuk menunjukkan cahaya indahnya. Kini 3 sepasang kekasih sedang melakukan liburannya dengan sangat bahagia bersama teman-temannya di sebuah Vila yang berada di puncak.


Mereka menyewa sebuah Villa untuk beberapa hari ke depan dengan uangnya masing-masing. Namun siapa sangka, ada salah satu teman mereka yang membawa beberapa jenis minuman beralkohol tinggi.


“Wah, kayaknya malam hari ini kita pesta besar-besaran nih...” ujar seorang pria yang merangkul kekasihnya sambil duduk di sofa panjang.


“Yoi, Bro. Ini spesial untuk kalian, gua pesan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan kita ke sini. Lagian juga, gua baru dapat uang tambahan dari Bokap. Jadi, gasken enggak? haha...” jawab pria lainnya sambil tertawa.


“Nj*ir gaya lu haha... Tapi boleh juga sih, kali-kali Ferrel traktir kita ye gak sob? Masa ia gua mulu haha...” ucap pria yang merangkul kekasihnya, lalu menatap teman lainnya.


“Hahah... Sa ae lu kalau ngomong, Bray. Dahlah ayo sikat jangan kelamaan” jawab Ferrel sambil membuka salah satu botol minuman alkohol.


“Wiss... Kalem bos, gua udah siapain khusus buat My Baby Nela tersayang” ucap Ferrel sambil mencium kening Nela dan Nela pun hanya bisa tersenyum sambil memeluk Bagas.


“Cuma buat Nela doang? Lalu buat cewek gua sama Brayen mana?” celutuk pria satunya yang dari tadi hanya diam.


“Langsung ngegas enggak tuh si Kenzie haha... Selow aja sih ini buat Nela, Vina, dan Kate udah gua siapin yang dosisnya tidak terlalu tinggi. Namun bisa membuat mereka oleng juga haha...” ucap Bagas sambil tertawa kembali.


“Wah... Terima kasih, ini baru namanya liburan haha...” saut Kate penuh semangat.


“Kebiasaan deh, masalah minuman no.1 dasar cewek nakal” ujar Kenzie sambil mengacak-ngacak rambut pacarnya yaitu Kate.


“Kebiasan-kebiasan, lihat nih rambut aku berantakan kan” ucap Kate dengan kesal yang malah membuat Kenzie gemas lalu, mencubit hidungnya.

__ADS_1


Akhirnya 3 pasangan itu pun berpesta sambil meminum minuman yang membuat mereka sampai kesadarannya kini hanya tinggal 30 persen. Lalu 3 pasangan pun bergegas ke kamarnya masing-masing dengan keadaan semuanya yang berjalan sempoyongan. Di Villa itu hanya ada 3 kamar, dan mau tidak mau mereka harus sekamar sesuai dengan kesepakatan.


Kenzie dan Kate memang sudah terbiasa dengan itu bahkan mereka sudah terlalu sering melakukan adegan panas. Lalu Farrel dan Nela pun juga sudah terbiasa dengan semuanya hingga tidak kaget lagi. Sedangkan Brayen dan Vina, ini adalah kali pertamanya mereka sekamar. Ya meskipun mereka sudah sering melakukan adegan menyatukan bibir, tetapi jika berhubungan mereka belum pernah sama sekali.


Namun tidak dengan Brayen, dia memang sudah sering melakukannya dengan wanita lain, namun Vina? Dia masih tersegel. Beberapa kali Brayen mengajak Vina untuk berhubungan intim, namun Vina selalu menolaknya dengan alasan dia takut jika sampai mengandung. Padahal Brayen selalu bilang jika dirinya akan menggunakan pengaman, maka semuanya akan aman dan tidak ada yang harus di takutkan lagi.


Vina yang memang tidak mau ya tetap menolak Brayen sehingga Brayen mencari kesenangan di luar. Ya walaupun Brayen sangat mencintai Vina, namun ia juga tidak bisa menahan hasratnya yang terkadang perlu di salurkan. Hingga kini saatnya mereka memasuki kamarnya masing-masing.


Brayen yang sudah di bawah kesadarannya akibat minum bantak sekali minuman beralkohol itu, langsung menjatuhkan dirinya di samping Vina yang sudah tidur terlentang di atas kasur dalam keadaan sama-sama mabuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para readers semuanya 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung Author terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏


Papaaayyy~~~ 🤗🤗


__ADS_2