Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Seorang Pembantu


__ADS_3

Keesokan harinya..


Dimas dan Suci sudah kembali tiba di Jakarta pukul 7 pagi karena mereka berangkat setelah selesai shalat subuh. Jadi perjalanan pun tidak semacet saat matahari sudah menunjukkan sinarnya.


Mereka pun langsung berpamitan kepada penjaga Villa yang memang sudah seperti keluarga mereka sendiri. Dengan berat hati Suci harus kembali melangkahkan kakinya ke rumah yang seharusnya ia berada, mau tidak mau Suci harus ikhlas menghadapi cobaan demi cobaan yang sudah menantinya.


Dimas memang sangat terburu-buru untuk mengejar waktu meetingnya, membuat dirinya hanya bisa menurunkan Suci di depan gerbang depan rumah, lalu Dimas kembali menjalankan mobilnya menuju kantor.


Awalnya Dimas ingin mengajak Suci untuk ke kantor terlebih dulu agar ia bisa menyelesaikan urusannya, barulah dari situ mereka kembali ke rumah. Namun, Suci sudah memiliki firasat yang buruk akan terjadi pada dirinya setelah pulang berlibur.


Jadi mau tidak mau, Suci harus tetap pulang agar tidak membuat hukumannya kembali menumpuk. Sehingga Suci ingin pulang ke rumah menggunakan taksi, tapi Dimas merasa sangat khawatir dengan Suci dan tidak akan membiarkan ia pulang sendirian.


Lalu Dimas harus mengantarkannya terlebih dahulu di depan gerbang rumah, kemudian dia langsung pergi saat sudah melihat sang istri sampai di rumah dengan keadaan selamat.


...*...


...*...


Di rumah kediaman Dimas.


Perlahan demi perlahan Suci menginjakkan kakinya sambil memainkan jari-jarinya dengan keadaan yang sangat takut serta kegelisahan. Suci mencoba mengetuk pintu dengan pelan sambil memberikan salam.


Tokk... Tokk... Tokk...


Assalamualaikum...


Dan tak lama pintu pun terbuka.


Ceklek !...


Suci yang mulai panik membuat dirinya sedikit menjauh dari pintu sambil menunjukkan kepalanya, lalu Suci berkata, “A-assalamualaikum, Mah. Ma-maaf Suci beberapa hari ini tidak bisa pulang ke rumah karena Suci di ajak oleh Mas Dimas untuk berlibur di Villanya. Sekali lagi maafin Suci Mah, Suci mohon jangan hukum Suci”

__ADS_1


Suci terus mengoceh tanpa melihat siapa yang sudah membukakan pintu untuknya. Bi Tin yang mendengar serta melihat keadaan Suci begitu ketakutan membuat hatinya tersentuh dan ikut merasakan rasa takutnya Suci.


Lalu Bi Tin pun berjalan beberapa langkah untuk mendekati Suci sambil mengelus pundaknya.


“Tenang, Non. Ini Bi Tin, bukan Nyonya kok” saut Bi Tin sambil tersenyum lebar.


Suci yang mendengar suara Bi Tin pun langsung mengangkat kepalanya, namun sedetik kemudian ia langsung memeluk erat Bi Tin dan berkata, “Bi Tin, ya ampun Suci kangen banget hehe... Maaf ya Bi, tadi Suci kira Mamah yang buka karena Suci tahu pasti saat ini Mamah benar-benar marah sama Suci”


“Sabar, Non. Allah tidak pernah tidur kok, bahkan Allah pun akan selalu senantiasa menolong hambanya yang memang benar-benar membutuhkannya tetapi tidak hanya untuk sesaat saja. Bi Tin yakin, suatu saat nanti Non Suci akan mendapatkan hadiah yang sangat besar dari Allah karena telah lulus dalam ujiannya. Jadi Bi Tin berharap Non Suci tetap harus semangat ya... Tenang saja Non, Bi Tin akan selalu ada di samping Non” ucap Bi Tin sambil mengelus punggung Suci dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih Bi Tin karena selalu ada di samping Suci. Selama ini Suci selalu merindukan kehangatan dan kasih sayang dari seorang Ibu hic... Kemudian Suci bertemu dengan Mamah Mita dan berpikir jika Mamah Mita akan selalu ada di samping Suci menggantikan sosok Ibu untuk Suci"


"Tapi ternyata Allah sudah memiliki rencana yang mungkin lebih baik untuk Suci. Semoga saja Suci bisa melewati semua ujian yang Allah berikan ya Bi. Do'a kan saja semoga semuanya akan kembali membaik seperti sedia kala Bi hic..." ucap Suci sambil menetaskan air matanya dalam pelukan hangat Bi Tin.


Kini Suci seperti telah kembali mendapatkan kasih sayang seorang Ibu, yang mana sangat ia rindukan saat kecil. Namun di sela-sela kebahagiaan mereka, tiba-tiba saja ada seseorang dari arah belakang Bi Tin dan Suci yang menepuk tangan dengan sangat nyaring.


Suci dan Bi Tin yang mendengar suara tersebut langsung melepaskan pelukan mereka, kemudian melihat siapa yang tadi sudah bertepuk tangan. Mereka berdua pun tidak dapat melihat siapakah yang tadi sudah bertepuk tangan padanya. Lalu sedetik kemudian Vina muncul dari balik lemari yang memang sangat besar.


Vina berjalan dengan sangat angun dan berlagak bagaikan seorang bermodel. Vina berjalan mendekati Bi Tin dan juga Suci yang masih berdiri di pintu masuk rumah.


“Wah... wah... wah... Sepertinya Bi Tin dan Kak Suci ini sangat  cocok ya...” saut Vina dengan kesombongannya.


“Cocok? Ma-maksudnya bagaimana, Vin? Memangnya kenapa kami bisa cocok?” Suci bertanya yang polos.


“Mau tahu banget, apa mau tahu aja?” ledek Vina dengan senyum devilnya.


“Mau tahu banget deh...” saut Suci dengan polos.


“Baiklah, jika mau tahu banget, cocok? Cocok apa ya? Hem... Cocok karena sama-sama seorang pembantu hahaha...” ucap Vina dengan tertawa mengejek Suci.


"Baik itu wajah, sifat, sikap bahkan sampai pikiran kalian saja sama... Memang ya kalau sudah di takdirkan jadi pembantu, maka selamanya akan jadi pembatu. Kalian benar-benar sangat cocok bersama seperti itu, dasar pembantu hahaha..." ledek Vina pada Bi Tin dan Suci.

__ADS_1


Suci dan Bi Tin hanya bisa mengusap dada karena ya memang itulah Vina. Terkadang perkataannya tidak pernah sedikit pun membuat hati menjadi senang melainkan selalu saja menyakiti hati seseorang dan membuat orang hanya bisa menghela napas berat.


Bagaimana jika posisi Vina ada di dalam diri Suci? Apakah dia akan bisa sekuat Suci? Tentu saja, tidak mungkin. Vina lalu pergi meninggalkan mereka menuju ruang makan. Sedangkan Bi Tin menyuruh Suci untuk bersih-bersih terlebih dulu karena dia habis perjalanan jauh.


"Ya Allah... Semoga Engkau bisa membukakan pintu hidayahmu untuk Vina. Hamba berharap bahwa Vina akan kembali ke jalan yang benar dan bisa menghargai perasaan orang lain. Semoga saja Engkau bisa menggerakkan hati Vina yang sudah membeku dan salah jalan ya Allah, amin Allahumma aamiinn..." Do'a Suci di dalam hatinya untuk Vina.


"Kasihan Non Suci, dia harus selalu menerima cacian dan hinaan dari adik ipar dan bahkan Ibu mertuanya sendiri. Non Suci sungguh wanita yang luar biasa, dia bisa selalu tegar dan tabah menghadapi segala cobaan dari Yang Maha Kuasa. Semoga saja Allah segera memberikan hidayah untuk Non Vina dan Nyonya agar bisa mengerti Non Suci, amin ya Allah..." ucap Bi Tin di dalam hati kecilnya.


Seperti biasanya, dengan penuh senyuman Suci menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian serta mandi karena ia berangkat pagi-pagi sekali jadi tidak sempat mandi. Tahu sendiri ya udara di puncak seperti apa dinginnya.


Dari pada Suci jadi es batu akibat mandi di pagi buta saat airnya dingin dan udara yang dingin, lebih baik Suci dan Dimas menahan diri mereka untuk mandi dan langsung pulang ke rumah. Dimas akan bersih-bersih dan ganti pakaian di ruangan pribadi kantornya, sedangkan Suci tentu saja melakukannya di rumah.


Suci masuk ke kamarnya dan lalu pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah selesai dia bersiap-bersiap dan sedikit merias wajahnya dengan natural, lalu dia berjalan turun menuju dapur untuk membantu Bi Tin menyiapkan sarapan untuk semua orang.


Suci berpikir jika dia membuatkan sarapan yang sangat enak, mungkin saja Mamah Mita tidak akan terlalu marah padanya dan tidak akan memberikan hukuman padanya. Lalu akhirnya Suci memasak makanan kesukaan Mamah Mita, Papah Angga, dan juga Vina.


Seperti biasanya, Suci sangat mementingkan semua orang hingga dia lupa akan dirinya sendiri. Suci membuatkan makanan kesukaan semua orang bahkan makanan kesukaan Bi Tin, tapi dia bahkan tidak mementingkan dirinya dan hanya fokus untuk bisa membuat Mamah Mita tidak marah padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2