
Arsya yang melihat Suci cemas pun menjadi ikut tegang, dimana sang dokter tetap fokus melihat layar monitor tanpa mau memberitahukan kepada mereka. Sampai seketika sang dokter pun menatap Arsya dan juga Suci secara bergantian dalam keadaan tersenyum penuh arti. Dimana malah membuat mereka semakin bingung.
"Do-dok, ke-kenapa wajahmu seperti itu? Ada apa ini Dok, katakan padaku. Apakah bayiku sehat? Atau-..."
"Alhamdulillah bayi-bayi Nyonya Suci semuanya sehat-sehat, bahkan berat badan mereka pun normal. Bahkan asupan makanan, nutrisi, vitamin dan semuanya juga bagus. Jadi mereka bisa tumbuh dengan sangat baik"
Dokter langsung menyerobat ucapan Suci, hingga membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dimana mereka masih belum bisa mencerna ucapan sang dokter.
"Ba-bayi bayi? Me-mereka? A-apa maksudnya ini Dok, katakan pada kami apa yang terjadi pada perutku dan juga bayiku. Kenapa kau menyebutnya bayi-bayi?" Cecar Suci dengan wajah polosnya.
"Ji-jika dokter mengatakan bayi-bayi, i-itu tandanya bayi yang ada di perut istriku ada 2? Yang artinya i-istriku sedang mengandung Baby Twins? A-apa be-benar begitu, Dok?" Ucap Arsya dengan wajah penasaran hingga tidak terasa air mata Arsya menetes sambil menatap wajah sang dokter.
Suci mendengar ucapan Arsya langsung menoleh tidak percaya jika Arsya bisa mengatakan hal yang di luar dugaannya, bahkan Suci sendiri malah tidak ada pikiran sejauh itu untuk mencerna penjelasan dari dokter tersebut.
Dokter menganggukan kepalanya sambil tersenyum lalu berkakat, "Apa yang Tuan Arsya katakan itu memang benar, tetapi lebih tepatnya sekarang Nyonya Suci sedang mengandung Baby Triplets yang artinya bayi kembar tiga"
"Jadi Nyonya Suci bukan lagi memiliki Baby Twins, melainkan dia mendapatkan satu bonus hingga bisa di katakan Baby Triplets. Maka dari itu kenapa Nyonya Suci selalu mengeluh jika porsi makan selalu bertambah, bahkan gampang laper dan sebagainya. Jadi inilah jawaban dari pertanyaan Nyonya Suci, Jadi selamat ya untuk Tuan dan Nyonya karena sebentar lagi kalian akan memiliki 3 anak sekaligus"
"Lalu apakah kalian ingin mencari tahu gender ke-3 kalian semuanya? Jika kalian mau kita bisa melihatnya, karena di usia kandungan seperti ini harusnya gender mereka sudah bisa terlihat walaupun sedikit samar. Jadi bagaimana Tuan, Nyonya?"
Penjelasan dokter mampu membuat Suci dan Arsya terdiam dalam keadaan air mata terus mengucur deras ketika menatap layar monitor, mereka sendiri belum sepenuhnya percaya jika saat ini Suci sedang mengandung 3 anak sekaligus.
"Tidak Dok, ini saja sudah cukup. Masalah Gender biar menjadi sebuh rahasia saja, sampai semua bayiku lahir dengan sempurna dan juga sehat" Ucap Arsya dengan menatap ke layar monitor.
Dimana Arsya kembali mengingat tentang ucapannya bahwa dulu dia pernah berkata jika kejantanannya akan bisa menghasilkan 3 anak sekaligus, dan sekarang telah terbukti. Ternyata Arsya memang benar-benar sangat jantan, meskipun dia terlalu sering celap-celup dengan Suci tetapi sekalinya berhasil semua ini di luar ekspetasi mereka.
Arsya melihat Suci dengan rasa kagumnya, lalu ia segera memeluk Suci dan menangis bersama. Tidak menyangka bahwa anugerah ini bisa benar-benar terjadi untuk mereka, dimana Suci tidak lagi bisa mengatakan apa pun selain kata terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikannya 3 kepercayaan langsung secara bersamaan.
Tidak ada yang bisa menebak semua ini, lalu apa yang dulu membuat Suci sangat susah memiliki anak? Sedangkan sekarang Suci bisa mengandung Bay Triplets? Entahlah.. Suci dan Arsya belum bisa menemukan jawaban dari semua itu. Tetapi mereka sangat yakin jika sebentar lagi pasti semuanya akan terungkap.
Setelah semuanya selesai, mereka pun keluar ruangan dalam keadaan Arsya yang masih memeluk Suci sehingga mereka terlihat begitu bahagia sampai-sampai Arsya selalu mengelus perut Suci yang terlihat seperti sudah memasuki usia 7 bulan, padahal kandungannya baru memasuki usia 5 bulan.
"Aku bahagia sekali Sayang, sekali lagi terima kasih karena kamu sudah memberikanku hadiah yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku" Ucap Arsya yang membuat Suci cuman bisa tersenyum penuh kebahagiaan.
"Ohya Sayang, mana resep obatnya aku akan menebusnya sendiri. Lebih baik kamu tunggu di sana dulu ya, nanti aku akan kembali. Aku tidak mau membuatmu bolak balik kasihan Baby Triplets nanti kecapean"
__ADS_1
Arsya membawa Suci duduk di salah satu kursi tunggu, lalu Suci memberikan kertas yang tadi dokter berikan padanya. Arsya mencium kening Suci, tak lupa juga dengan perutnya, kemudian Arsya berjalan dengan langkah panjangnya menuju Apotik rumah sakit untuk menebus obat yang akan Suci komsumsi setiap harinya.
Setelah kepergian Arsya, Suci yang merasa haus lalu segera bangkit dari kursinya berjalan menuju kantin. Namun ketika Suci ingin baru berjalan beberapa langkah seseorang menabrak tubuhnya hingga membuat kertas yang ada di genggaman gadis itu pun terlepas.
Dimana mereka langsung saling meminta maaf, hingga tak sengaja Suci melihat adanya kertas berukuran kecil yang mana terdapat gambar hasil USG atas nama VINA.
Vina yang merasa gugup dan juga gelisah langsung berjongkok memunguti semua kertas hasil USG-nya hingga berhasil membuat Suci membolakan matanya.
"Ma-maaf saya Nyonya, sa-... Ka-kak Su-suci?" Vina yang sudah berhasil mengambil semua kertas tersebut langsung berdiri dan ketika mau menatap wajah orang yang di tabraknya, malah di kejutkan dengan wajah Suci.
Vina tidak menyangka di saat seperti ini dia malah bertemu dengan Suci yang kondisi perut Suci yang sudah sangat besar. Lalu Vina menatap perut Suci dan berkata, "Ka-kak Su-suci ha-hamil?"
"Kenapa kamu ke sini, bukannya ini rumah sakit khusus orang yang sedang mengandung? Lalu apa yang aku lihat tadi, kenapa di kertas USG itu tertulis nama lengkapmu. Ada apa ini Vina?" Tegas Suci yang langsung menatap Vina dengan tatapan bingung.
"Eee.. ti-tidak, Ka-kakak salah membaca. I-itu hasil USG te-temanku, di-dia juga namanya Vina dan se-sekarang lagi menebus obat. Sudahlah Kakak gak perlu tahu urusanku!!"
Vina segera mencoba untuk kabur dari Suci namun Suci langsung mencekal tangan Vina hingga membuat Vina tidak bisa lari darinya.
"Tunggu Vina, jelaskan padaku apa maksud dari USG itu? Jika memang USG-nya milik temanmu kenapa bisa ada di tenganmu, dan kenapa nama panjangnya sama dengan namamu!"
"Enggak usah kepo dengan masalah orang, lebih baik kau urus dirimu sendiri!" Ucap Vina dengan keadaan menangis.
Lau Vina lari secepat mungkin yang membuat Suci menyuruh Arsya untuk mengejar Vina lebih dulu, tetapi Arsya menalak keras karena dia tidak bisa meninggalkan Suci.
Namun lagi dan lagi Suci kekeh untuk menyuruh Arsya agar mengejarnya atau Suci akan marah padanya karena ini menyangkut dengan nama baik Papah Angga jika anaknya sampai hamil di luar nikah.
Tanpa basa-basi lagi Arsya langsung mengejar Vina dengan sangat cepat, sedangkan Suci dia hanya menunggu di kursi tunggu lantaran dia tidak akan kuat berlari dalam kondisi hamil. Rasa cemas, panik, gelisah dan juga khawatir kini tercampur menjadi satu di dalam pikiran Suci.
Hingga tidak membutuhkan waktu lama Arsya telah berhasil membawa Vina bersamanya dengan sedikit ancaman jika Vina tidak mau ikut dengannya maka Arsya akan mengambil semua sahamnya dari Dimas dan akan membuat Dimas hancur dalam waktu sekejap.
Suci yang melihat Vina berjalan dengan sedikit menunduk membuat Suci tidak tega jika harus mencecar Vina dengan semua pertanyaan dalam kondisi seperti ini. Lalu mereka pun pergi kesebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.
...*...
...*...
__ADS_1
Di Restoran Bolalabo
Suci, Arsya dan juga Vina duduk di satu meja yang sama dalam keadaan Vina menundukkan kepalanya. Suci langsung memesan makanan dan juga minuman agar membuat suasana tidak sedikit menegang. Sedangkan Arsya dia hanya diam karena dia tidak mau terlalu jauh ikut campur urusan Suci dan Vina.
"Makanlah dulu, pasti perutmu sudah sangat lapar kasihan anak di dalam perutmu. Habis itu baru kita teruskan obrolan yang sempat tertunda" Ucap Suci.
"Udah deh enggak usah sok baik, bilang aja kau itu pasti sangat bahagia kan melihat nasibku yang buruk ini. Jadi ayolah ketawa sepuasnya, biar kau PUAS!!" Vina sedikit membentak Suci yang mana malah mendapatkan kelengan kepala dari mereka.
Arsya langsung menatap Vina dengan tatapan tajam, hingga membuat Vina menunduk lalu mereka pun makan dengan keadaan hening. Setelah beberapa menit semua sudah selesai dengan makanannya. Kini saatnya mode serius di mulai.
"Katakan apa yang terjadi pada hidupmu, kenapa kamu bisa mengandung. Apakah ini kali pertamanya kamu berhubungan dengan pria itu? Atau-..."
"Dia adalah Brayen, kekasihku. Kami saling mencintai dan juga sudah beberapa tahun terakhir ini kami selalu melakukan hubungan di luar nikah. Hanya saja baru ini aku kecolongan dimana Brayen lupa untuk melepaskan miliknya dan malah mengeluarkannya di dalam tepat pada masa suburku"
"Awalnya kami tidak percaya jika sekali melakukannya kesalahan akan berbuah hasil seperti ini, tapi sudahlah kau tidak perlu ikut campur ini masalahku. Jadi biarkan aku yang menyelesaikannya!"
Vina menjelaskan kepada mereka degan keadaan yang sedikit jutek, tetapi tanpa di sadari Vina meneteskan air matanya karena dia terbayang akan kesalahannya pada Suci.
"Lalu dimana pria itu, kenapa dia tidak ada di sampingmu? Jangan bilang jika dia lepas tanggung jawab setelah tahu kamu hamil?" Tanya Arsya mampu membuat Vina menoleh ke arahnya.
"Aku tidak tahu, terakhir dia bilang kalau dia belum siap menjadi seorang Ayah karena dia akan menjadi penerus keluarganya. Aku yakin dia pergi ke luar negeri untuk meneruskan pendidikannya agar bisa memegang alih perusahaan Ayahnya"
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, jika Ayahnya tidak menginginkannya maka buat apa aku pertahankan! Berulang kali aku kesana ke sini untuk mencari dokter yang bisa membuang anak ini, tetapi semuanya menolak keras. Bahkan aku juga telah meminum beberapa butir obat agar membuatnya tiada tetapi dia tetap bertahan. Aku benci keadaan ini, aku tidak bisa hiduo seperti ini hiks.."
Vina berbicara sambil meneteskan air mata, lalu ia mencoba untuk memukuli perutnya sendiri dimana Suci langsung menahan itu semua karena Suci menentang keras untuk Vina melenyapkan anaknya sendiri.
"Apa semuanya sudah mengetahui tentang kehamilanmu?" Tanya Arsya yang langsung di jalan oleh Vina dengan gelengan kepalanya.
"Baiklah, aku akan membantumu untuk mencari pria itu agar bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kalian lakukan. Hingga anak yang tidak bersalah itu hadir di dalam rahimmu!"
Suci berucap dengan penuh ketegasan yang mana membuat Arsya serta Vina langsung menoleh dengan tatapan tak percaya, Vina yang sudah berkali-kali menyakitinya tidak membuat Suci membencinya. Bahkan di akan membantunya mencari keberadan Brayen.
"Ma-maafkan aku Kak, a-aku sudah membuat hidupmu hancur, sekali lagi maafkan a-aku hiks.." Vina berlutut tepat di samping Suci yang masih terduduk. Hingga semua mata memandang ke arah mereka yang membuat semua langsung mengabadikan momen langkang ini.
Suci terkejut bukan main dan segera berdiri, keadaan mulai tidak kondusif hingga akhirnya Arsya memutuskan menyuruh Vina berdiri serta membawa mereka keluar dari restoran. Dimana mereka malah memasuki mobil dalam keadaan Vina yang henti-hentinya meminta maaf pada Suci, dan malah membuat mereka menjadi semakin bingung.
__ADS_1