Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Flashback 1 Tahun (1)


__ADS_3

“Sepertinya, Mas Dimas butuh kehangatan dari Suci deh. Apa lagi, Suci kan sudah selesai berhalangan, jadi apa salahnya kan Suci menyenangkan Mas Dimas supaya rasa lelahnya bisa sedikit terobati hem...” ucap Suci di dalam hatinya sambil tersenyum.


Lalu, dengan perlahan Suci duduk di sebelah Dimas sambil menyender di bahunya yang mana Dimas sangat terkejut dengan kelakuan aneh Suci seperti ini.


Dapat Dimas lihat bahwa ini bukanlah Suci yang ia kenal, kenapa tiba-tiba Suci menjadi seperti ini bahkan dia sama sekali tidak lagi memiliki sifat pemalu kepadanya.


“Mass...” ucap Suci sambil membuat tulisan abstrak dari jarinya tepat di dada bidang Dimas yang saat ini terekspor.


Saat Dimas keluar dari kamar mandi tadi, dia hanya menggunakan celana pendek sedengkul tanpa menggunakan baju karena ia lupa untuk mengambilnya. Yang mana Dimas sangat terburu-buru agar secepatnya bisa menghilangkan rasa kekhawatirannya akibat dirinya yang telah mengkhianati Suci.


“Pasti saat ini Mas cape banget ya, mau Suci kasih vitamin seperti biasa? Supaya mas bisa lebih semangat lagi besok kerjanya, bagaimana? Lagian Suci sudah selesai kok, kan Mas juga pernah bilang jika Mas lelah obatnya hanyalah vitamin dari Suci. Jadi Suci siap kok untuk memberikan vitamin itu tanpa harus Mas yang meminta karena Suci mau belajar untuk menjadi istri yang terbaik buat Mas Dimas, yang mana Suci harus bisa melayani Mas dengan sangat baik” ucap Suci sambil tersenyum menatap wajah Dimas.


Dimas hanya bisa terdiam menatap manik mata Suci, yang mana Dimas malah melihat kekhilafannya bersama Elsa di kontrakannya. Saat Suci mencoba untuk mencium Dimas, namun Dimas sedikit menghindar darinya. Dimas merasa bahwa dia belum bisa menyentuh Suci, saat bayang-bayang penyesalannya terus terngiang-ngiang di ingatannya.


Suci yang melihat itu pun merasa terkejut dengan tindakan Dimas yang seolah-olah menolaknya, padahal Dimas tidak pernah sedikit pun menolak tentang hal berhubungan intim. Malah sering kali, Suci yang menolaknya.


Tapi, kali ini untuk yang pertama Dimas menolak Suci. Hati Suci seketika hancur karena ia sudah berusaha untuk mencoba menghilangkan rasa malunya agar bisa membuat Dimas kembali bersemangat, namun pada kenyataannya dia malah mendapat penolakan.


“Mas kenapa? Tumben banget Mas menolak Suci, biasanya Mas duluan yang memintanya. Saat Suci ingin menyenangkan Mas, tapi Mas malah seperti ini. Apa Suci punya salah sama Mas, apa Mas sudah bosan dengan Suci?” celetuk Suci yang membuat Dimas merasakan rasa sakit di dalam hatinya.


“Maafkan aku sayang, saat ini aku belum bisa menyentuhmu. Apa lagi bayang-bayang tadi masih terekam jelas di ingatanku, bagaimana aku hampir mengkhianatimu. Sakit sayang, sakit... Hati ini terasa sangat sakit saat aku menolakmu, karena ini kali pertamanya aku seperti ini. Aku bingung harus bagaimana lagi, bahkan saat kamu ingin menciumku saja itu seolah-olah aku sedang melihat Elsa bukan melihat dirimu. Aku tahu Elsa salah telah memancing keimananku, tapi aku juga enggak mungkin menyalahkan Elsa karena ini memang kesalahan kami berdua karena terlalu terbawa suasana...” ucap Dimas di dalam hatinya.


“Maaf sayang, sepertinya tidak sekarang ya. Saat ini aku benar-benar sangat lelah, capek dan ngantuk banget, jadi sekali lagi maaf ya. Aku harus segera beristirahat karena besok masih ada beberapa meeting penting dengan klien. Good night sayang, I Love You...” ucap Dimas yang mencium kening Suci, kemudian langsung tidur membelakangi Suci.


Suci hanya bisa terdiam sambil menatap punggung Dimas.


“Mas, sebenarnya kamu kenapa sih? Baru kali ini aku melihat ada yang aneh dengan kamu, bahkan kamu yang selalu bersemangat saat berhubungan kini malah terlihat sangat tidak suka. Apa semua ini pertanda kalau kamu sudah bosan denganku ?” ucap Suci di dalam hatinya sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


Suci tidak tahu harus bagaimana lagi, akhirnya ia pun tertidur sambil posisi keduanya saling membelakangi untuk yang pertama kalinya. Sedangkan Dimas pun yang tadi bilangnya ingin beristirahat lebih dulu, kini malah masih membuka matanya dan tanpa terasa Dimas pun meneteskan air matanya.


Ia benar-benar sangat menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya bersama Elsa. Ya meskipun hampir saja, namun Dimas tetap merasa bahwa dirinya sangatlah pengecut yang mana hanya dengan sedikit godaan sudah langsung terhasut.


Seumur pernikahan mereka, baru kali ini mereka saling membelakangi satu sama lain yang mana saat ada masalah pun mereka akan tetap saling berhadapan satu sama lain.


Suci hanya bisa menangis tanpa suara saat melihat sikap Dimas sangat berbeda. Suci mereka jika dirinya sudah sangat membosankan untuk Dimas. Bahkan pernikahan mereka sudah memasuki usia 3 tahun yang mana belum terlalu lama dalam berumah tangga.


Kini pikiran Suci sudah terbang jauh entah kemana. Sampai-sampai ia kembali mengingat dimana mereka untuk pertama kalinya memeriksakan kesehatannya di rumah sakit agar bisa mengetahui apa penyebab mereka belum juga di karunia seorang anak.


...*...


...*...


Flashback 1 tahun pernikahan Dimas dan Suci


“Sayang, ini sudah hampir 2 tahun kalian menikah loh. Apa belum ada tanda-tanda kalau kalian akan menjadi seorang Ayah dan juga Ibu?” ucap Mamah Mita dengan lembut kepada Dimas dan juga Suci.


“Mungkin Allah masih mau mereka berdua dulu Mah. Nanti juga kalau waktunya tepat pasti mereka akan menjadi orang tua kok. Jadi sabar saja karena semua pernikahan itu berbeda-beda. Ada yang cepat punya momongan, ada pula yang lama. Jadi kita harus sabar menunggunya” ucap Papa Angga.


“Ya benar juga, Pah. Tapi Mamah sudah sangat pengen menimang cucu seperti tetangga lainnya yang suka jalan pagi sama cucu-cucunya bahkan bermain bersama. Pokoknya seru deh, Pah...” saut Mamah Mita dengan wajah senangnya saat mengingat kejadian tetangganya yang sedang bermain bersama cucunya.


“Sabar, Mah. Mungkin belum waktunya Allah menitipkan anak pada kami, lagian juga kami selalu berusaha kok. Tapi semua balik lagi sama kehendak-Nya, jika Allah belum memberikannya ya kita bisa apa ya kan sayang...” ucap Dimas.


“Iya, Mas...” ucap Suci sambil tersenyum.


“Hem... Bagaimana jika besok kalian ke rumah sakit untuk mengecek semua kesehatan kalian, biar tidak penasaran” usul Mamah Mita dengan tersenyum mengembang.

__ADS_1


“Mamah, apa-apaan sih. Suci dan Dimas itu sehat-sehat saja ya, jadi jangan aneh-aneh. Cukup kita usaha, berdoa dan juga sabar menunggu semua itu” ucap Papah Angga dengan wajah kesalnya.


“Tapi, Pah. Mamah ingin sekali menggendong cucu loh, apa Papah juga enggak mau bisa menggendong cucu seperti yang lainnya bahkan mereka semua bisa bahagia di masa tuanya saat bermain dengan cucu-cucunya. Sedangkan kita, selalu saja kesepian padahal anak-anak kita sudah besar sudah punya kehidupan masing-masing, jadi kalau bukan cucu siapa lagi yang akan membuat kita bahagia?” ucap Mamah Mita.


Suci yang melihat Mamah Mita dengan Papah Angga selalu berargumen, membuat ia sangat merasa bersalah.


“Pokoknya Dimas enggak mau ya sampai periksa-periksa apalah itu, yang Dimas tahu bahwa kami dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan Dimas yakin sebentar lagi kami akan memberikan kalian cucu yang lebih dari satu. Lihat saja nanti...” ucap Dimas dengan nada sedikit membentak lantaran kesal.


Mamah Mita yang mendengar bentakan dari Dimas, membuat dirinya seketika memasang wajah sedihnya. Suci yang melihatnya malah menjadi tambah bersalah karena sampai detik ini ia belum bisa memberikan cucu kepada Mamah Mita.


“Sudah, Mamah jangan sedih ya. Suci mau kok besok ke rumah sakit buat periksa, siapa tahu kan kita bisa tahu nanti apa penyebabnya. Semoga saja semuanya baik-baik saja supaya Suci bisa segera memberikan cucu untuk Mamah dan Papah” ucap Suci sambil tersenyum menatap Mamah Mita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Mohon dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 😗😗😗


Jangan lupa jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi... 🤗🤗🤗


Terima kasih juga untuk yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukungan kalian sangat berarti besar untuk Author selama ini 🥰🥰🥰


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2