
Suci mencoba untuk mengikhlaskan semua yang sudah terjadi dengannya, setidaknya Dimas tidak sampai di penjara karena Suci tidak mau kedepannya Mamah Mita menjadi tidak terurus belum lagi ada Kay yang memang adalah darah daging Dimas. Belum lagi jika Kay tahu tentang ini maka hubungan Dimas dengan Kay akan kembali retak, dimana saat ini Kay sudah mulai menerima Dimas sebagi Ayahnya. Meskipun tidak sepenuhnya dan juga Suci tidak mau semua anaknya tumbuh menjadi anak yang penuh dendam.
...*...
...*...
5 tahun berlalu...
Saat ini usia Kay memasuki usia 13 tahun. Dean, Sean dan Zean mereka sudah berusia 6 tahun. Sedangkan Ara dia berusia 12 tahun. Kay bersekolah di sekolah yang sangat elit, hanya saja dia dan Ara tidak berada di satu sekolah yang sama karena Kay sudah kelas 1 SMP serta Ara baru duduk di kelas 6 SD.
Kay tumbuh menjadi pria sangat tampan hingga ia selalu berusaha menghindari semua wanita yang mencoba untuk mendekatinya. Sifatnya yang dingin membuat Kay sangat irit dalam berbicara, bahkan dia pun lebih suka menyendiri tanpa harus bergerombol seperti teman-temannya yang memiliki Genk tersendiri.
Lalu Ara, dia tumbuh menjadi gadis remaja yang begitu cantik dan juga penuh dengan keceriaan. Diusianya yng mulai beranjak dewasa Ara sudah diajarkan menggunakan hijab supaya bisa menutupi aurat yang selama ini terbuka.
Ya meskipun Ara belum paham sepenuhnya tetapi Kay selalu berusaha memberitahunya supaya Ara tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenisnya. Entah kenapa Ara malah lebih takluk kepada Kay dari pada kedua orang tuanya sendiri, sehingga setiap ada hal yang Ara lakukan salah. Maka Kaylah orang pertama yang diminta untuk memberikan pengertian pada Ara jika apa yang dilakukan salah.
Dean, putri kandung pertama Arsya dan Suci. Tetapi bagi mereka Dean tetaplah anak ke-2 setelah Kay. Dean tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan juga ramah. Belum lagi ketika melihat Dean seperti halnya melihat sosok Suci dimasa kecil lantaran mereka sangatlah mirip bagaikan pinang di belah dua.
Sean merupakan anak ke-3 dari Arsya dan Suci. Sekarang Sean sudah tumbuh menjadi pria kecil yang begitu tampan mewarisi ketampanan Arsya dan juga Kay. Cuman sayangnya, sifat Sean hampir sama 11 12 dengan Abangnya Kay. Hanya saja Sean tidak sedingin Kay.
Dan yang terakhir Zean, dia merupakan anak ke-4 atau anak bontot dari Arsya dan Suci. Zean tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat manja dan juga lucu. Belum lagi sifatnya yang polos, lugu dan juga lemot terkadang mampu membuat semuanya mengelus dada jika harus menjelaskan berulang kali kepadanya. Maka dari itu semua orang selalu menjaga kata-katanya supaya tidak membuat Zean menjadi penasaran serta bingung.
...*...
...*...
Di sisi lainnya seorang gadis penyakitan yang semasa kecilnya hanya di rawat oleh sang Nenek sudah tumbuh menjadi gadis remaja dengan usia 14 tahun. Siapa lagi kalau bukan Diva, anak Elsa dan juga Fajar.
Beberapa kali Diva sempat berpikir bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, namun dia salah. Obat-obatan yang setiap hari dia konsumsi sekarang telah usai bersamaan dengan perginya penyakit Leukimia stadium 3.
__ADS_1
Berkat dukungan yang di berikan oleh Fajar beserta istri dan anaknya, Diva menjadi lebih bersemangat untuk menjalani semua pengobatannya tanpa rasa lelah.
Ya walaupun wajar jika Diva terkadang berpikir bahwasanya dia ingin sekali menyerah dengan penyakitnya. Apa lagi akibat semua pengobatan yang dia jalani rasanya begitu menyakitkan dan membuat kondisi tubuhnya semakin menurun. Tapi siapa sangka perjuangan selama ini mereka lewatkan bersama-sama membuahkan hasil yang tidak diduga-duga.
H-3 menjelang hari ulang tahun Diva yang ke-14 dia telah di nyatakan positif sembuh total dari penyakit yang selama ini dia derita. Rasa syukur dan juga bahagia telah menyelimuti keluarga kecil Fajar, mereka tidak menyangka kalau kekuatan cinta mereka bisa mengalahkan penyakit yang sangat mematikan.
Tepat di hari ini adalah hari ulang tahun Diva, Fajar beserta istrinya membuat sebuah acara meriah. Bahkan tema yang dipakai adalah tema impian Diva, dimana saat ini Diva menjadi seorang putri yang cantik jelita dengan mahkota di atas kepalanya beserta gaun indah menghiasi tubuhnya.
"Astaga, anak Mommy cantik banget sih. Aduhh.. Mommy jadi pangling deh. Mommy kira ada Tuan Putri yang datang menghadiri acara ini, tapi ternyata Tuan Putrinya adalah anak kesayanganku sendiri hihi.."
Seorang wanita cantik bernama Fabricia Rosalie berusia 38 tahun. Ia merupakan istri Fajar yang selama ini benar-benar mengurus Fajar dan anak-anaknya penuh kasih sayang.
Diva tersenyum sangat bahagia dan langsung memeluk Cia. Dimana Diva benar-benar bersyukur karena dia bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu yang selama ini ia rindukan.
"Terima kasih Mom, terima kasih banyak karena Mommy sudah menganggap Diva sebagai anak Mommy. Bahkan Mommy tidak pernah membandingkan Diva dan juga Juna anak Mommy sama Daddy. Sekali lagi terima kasih banyak Mom, Diva harap sampai kapan pun Mommy tidak akan pernah berubah dan akan selalu sayang sama Diva. I love you Mommy Cia"
"Sstt.. anak Mommy yang cantik, sudah dong jangan menangis seperti ini kasihan make up mahalnya nanti luntur loh. Belum lagi Daddy harus membayar 2 kali lipat hanya karena seseorang kembali bekerja keras membenarkan make upmu ini hehe.."
Cia melepaskan pelukannya dan sedikit membungkuk sambil menghapus air mata Diva serta sedikit mencubit kedua pipinya dengan gemas sambil terkekeh.
"Isssshhh.. Mommy, cukup ya jangan iseng terus sama Diva. Malu tahu kalau di liat orang-orang, nanti di sangkanya Diva anak manja lagi" Ucap Diva sambil cemberut.
"Uluhh.. uluhh.. memangnya kenapa kalau kamu dibilang anak manja, hem? Toh kamu itu memang anak manjanya Mommy, kenapa? Enggak suka? Ya sudah Mommy mau cari anak lain saja humpt.."
Cia langsung memasang wajah cueknya sambil berbalik, dan ketika ingin melangkahkan kakinya Diva langsung segera memeluk Cia dari belakang dengan suara rengekkan manjanya. Cia hanya bisa terkekeh kecil sambil menutup mulutnya.
Tanpa mereka sadari ada 2 pria sedang tersenyum lebar ketika melihat orang yang mereka cintai bisa sedekat itu. Siapa lagi jika bukan Fajar dan anaknya Juna.
__ADS_1
Visual Fajar Ari Pratama berusia 40 tahun.
Visual Juna Ikhsan Pratama usia 10 tahun.
Baru kali ini Fajar bisa merasakan hidup yang benar-benar lega, ketika anak yang selama ini ia rindukan sekarang sudah berada tepat di tangannya.
Bahkan ketika Fajar mendengar semua kisah yang Diva katakan membuat hatinya sangat sakit, dimana seharusnya Ibu kandung bisa menyayangi anaknya lebih dari dirinya sendiri. Tapi kali ini malah Ibu sambung yang berperan sebagai Ibu kandung sesungguhnya.
"Dad lihat deh, sekarang Kak Diva bisa tertawa lagi. Aku seneng melihat Kakak tertawa dari pada melihat Kakak menangis menahan rasa sakitnya, dan untungnya sekarang Kakak bisa sembuh. Jadi selesai Kakak ulang tahun kita jalan-jalan ke Paris ya, oke.."
Juna mendongak mentap wajah Fajar yang membuat Fajar langsung menatapnya dan tersenyum sambil mengelus kepala Juna.
"Pastinya dong, kan sekarang sudah tidak ada lagi yang membuat kita menunda liburan. Bahkan Kak Diva sudah sembuh, jadi let's go kita jalan-jalan..." Sahut Fajar.
"Yeeyyy.. asyikk.. kita jalan-jalan.." juna bersorak penuh kegirangan, sedangkan Fajar dia hanya terkekeh melihat tingkah Juna dan juga Diva yang hampir memiliki kesamaan. Mereka memang tipikal anak yang sangat ceria sehingga tingkah mereka selalu saja membuat kedua orang tuanya tertawa gemas.
"Daddy, Juna.. ayo sini. Sebentar lagi acara Kakak mau di mulai, cepatlah.." Teriak Diva sambil melambaikan tangannya.
Juna yang begitu antusias langsung berlari berhamburan meninggalkan Fajar yang hanya berjalan sambil tersenyum dengan kedua tangan di dalam saku celananya.
Diva menggandeng tangan Juna sambil mengajaknya mendekati meja yang di atasnya sudah ada kue ulang tahun begitu mewah. Sedangkan Fajar melingkarkan tangannya di pinggang Cia sambil tersenyum.
Lalu mereka semua berdiri tepat di samping Diva, kemudian seorang MC langsung memulai acara tersebut bersamaan dengan semua orang yang sudah berkumpul untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Diva tersenyum begitu bahagia ketika mendengar semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun begitu meriah, apa lagi Juna. Dia sangat senang ketika mendengar Diva sudah sehat dan sebentar lagi mereka akan mengadakan liburan sekeluarga mengelilingi dunia.
__ADS_1
Tak lupa Fajar mengabadikan momen indah ini dengan menyewa potografer untuk merekam serta memotret semua momen yang mereka lakukan karena suatu saat nanti kenangan masa kecil mereka akan berguna untuk di masa yang akan datang.