
Saat Mamah Mita berkaut dengan pikirannya, sedangkan Suci hanya bisa menangis karena ia sangat sakit dengan kata-kata yang dilontarkan oleh mertuanya itu tidak lama Dimas pun kembali ke rumah. Karena ini adalah hari Sabtu jadi kantor pun tutup.
Dimas berjalan dengan wajah berseri-seri, karena ia baru saja merasakan jatuh cinta untuk ke dua kalinya bahkan ia pun melupakan bagaimana kabar istrinya. Dimas hanya mencoba untuk menghubungi Suci, namun Suci tidak pernah mengangkat panggilan dari Dimas. Suci hanya ingin membaca beberapa pesan yang Dimas kirimkan tanpa mau membalasnya.
Saat Dimas berjalan memasuki rumah, ia di kejutkan dengan kehadiran Suci. Dimas pun menyipitkan matanya saat melihat Suci menangis tepat di depan Mamah Mita. Lalu Mamah Mita hanya bisa terdiam dengan segala pikirannya sambil tersenyum dan mereka berdua tidak menyadari jika Dimas sudah pulang.
Dengan hati yang bahagia, Dimas langsung berlari sambil berteriak memanggil nama istrinya, “Suciiii...”
Suci yang mendengar suara tidak asing itu pun dengan cepat langsung menoleh dan menatap ke arah Dimas yang telah berlari mendekati Suci hingga akhirnya Dimas memeluk Suci dengan begitu erat.
“Sayaanggg... Aku kangen banget sama kamu, untung saja kamu segera pulang. Aku sangat kesepian di rumah, kau tahu...” ucap Dimas yang masih memeluk Suci.
Suci yang merasa tubuhnya di peluk oleh Dimas pun hanya bisa terdiam mematung di dada bidang suaminya. Entah kenapa seakan-akan rasa sakit yang Suci rasakan tentang apa yang Dimas dan Elsa lakukan seketika kembali terngiang-ngiang di pikiran Suci.
Dimas langsung meraup wajah Suci, lalu ia mencium kening hingga pipi Suci secara bergantian. Kemudian Dimas kembali memeluk Suci dan selang beberapa menit, Dimas melepaskan pelukannya sambil menatap wajah Suci.
“Apa kamu tidak kangen sama aku, Dek? Kok wajahmu terlihat sangat datar, tidak seperti biasanya. Padahal tiap hari kita selalu bersama, namun kali ini untuk yang pertama kita sangat jauh. Tapi kenapa reaksimu seperti ini?” tanya Dimas dengan wajah heran.
Suci memang sudah sangat tidak kuat menahan rasa sakit di dadanya atas ucapan Mamah Mita padanya, dan sekarang ditambah ia pun juga kembali mengingat kisah Dimas dengan Elsa membuat ia berkali-kali lipat merasakan rasa sakit. Dengan langkah cepat, Suci langsung meninggalkan Dimas serta Mamah Mita di bawah lalu ia berlari menuju kamarnya dalam keadaan menutup mulutnya sambil menangis.
Dimas merasa sangat heran dengan sikap Suci yang aneh ini, tapi ia juga mengerti jika kemungkinan Suci masih memiliki rasa kecewa padanya akibat apa yang ia ceritakan kepada Suci seminggu yang lalu tentang dirinya dan Elsa.
“Mah...” tegur Dimas yang melihat Mamah Mita masih melamun karena ia membayangkan saat-saat indah bermain dengan sang cucu.
“Eh... Di-Dimas? Kapan kamu ada di sini?” tanya Mamah Mita yang menatap Dimas dengan keadaan terkejut.
__ADS_1
“Dari tadi Mah, bahkan Dimas juga sudah ketemu Suci. Tapi kenapa Suci belum bisa maafin Dimas ya Mah?” ujar Dimas tanpa sengaja.
“Memangnya kamu melakukan kesalahan apa sampai Suci bisa semarah itu dan kabur dari rumah? Apa kamu tahu jika Mamah dan Papah sampai berdebat sangat hebat dan Papah sangat membela Suci karena Papah menyangka jika Mamah yang menjadi penyebab kepergian Suci” ucap Mamah Mita yang memancing Dimas.
Dimas yang mendengar perkataan dan pertanyaan Mamah Mita itu seketika langsung menjadi gugup, karena yang Dimas tahu masalah antara ia, Elsa dan Suci saat itu hanya dia dan juga Suci saja yang mengetahuinya.
“Ti-tidak ada Mah, cuma kesalahan pahaman sedikit saja, lagian bukan masalah yang besar juga kok Mah haha...” jawab Dimas dengan menutupi kegugupannya dengan kebohongan.
“Sudahlah Dimas Mamah sudah tahu tadi dari Suci, jika kamu dan sahabatnya ada hubungan yang lebih tapi apa itu benar? Atau Suci hanya mengada-ngada saja, karena dia menuduh kamu ada main dengan sahabatnya?” cecar Mamah Mita yang semakin membuat Dimas panas dingin.
Keringat pun mulai bercucuran di dahinya, yang membuat Mamah Mita bisa membaca gelagat Dimas yang gugup sambil mencoba untuk mencari-cari alasan untuk berbohong pada Mamah Mita.
“Sudah tidak usah takut, Mamah setuju kok. Selagi kamu dengan sahabat Suci saling mencintai, Mamah dukung kalian tapi dengan satu syarat. Dia harus bisa memberikan keturunan pada keluarga ini” ucap Mamah Mita yang lagi dan lagi membuat Dimas tidak bisa berkutik.
“Ma-Mamah setuju ji-jika Dimas memiliki wanita lain selain Suci? Apa Mamah tidak marah, kan Dimas sudah menyakiti Suci yang mana Mamah dan Suci sama-sama perempuan. Lalu kenapa Mamah malah mendukung Dimas mengkhianati Suci" ucap Dimas dengan semua rasa cemasnya.
Dimas pun yang mendengar itu seakan-akan malah menjadi senang, sepertinya Dimas merasa jika apa yang dia lakukan dengan Elsa di belakang Suci itu bukanlah sebuah kesalahan setelah mendengar pembelaan dan juga dukungan dari Mamah Mita.
“Tapi Mah, bagaimana dengan Suci dan juga Papah? Apa mereka akan setuju?” tanya Das dengan wajah yang bingung.
“Tenang saja, urusan mereka biar Mamah yang urus. Kamu tinggal jalani saja hubunganmu dengan wanita itu, kalau perlu bawa dia untuk ketemu Mamah karena Mamah mau kalian menikah jika wanita itu memiliki rahim yang sempurna. Tapi jika wanita itu sama seperti Suci, maka Mamah tidak akan pernah menyetujuinya paham!” tegas sang Mamah.
“Ya Mah, Dimas yakin Elsa bisa memberikan Mamah cucu mungkin dengan Dimas memiliki 2 istri itu bisa membuat Mamah dan Suci kembali berbaikan, bukan begitu Mah? Karena masalah Mamah dan Suci hanya sebatas soal keturunan saja kan?” ucap Dimas.
“Pastinya dong. Selagi Suci bisa mengizinkanmu menikah lagi, maka Mamah akan kembali baik sama dia dan kalian bisa hidup bahagia dengan anak-anak yang terlahir dari rahim Elsa. Mamah serta Papah pun akan ikut bahagia karena masa tua kami di penuhi dengan semua tingkah lucu cucu-cucu kami” saut Mamah Mita sambil tersenyum.
__ADS_1
Dimas langsung memeluk Mamah Mita dengan begitu erat, dia merasa jika langkah yang dia ambil adalah benar. Apa lagi Dimas dan Elsa saling mencintai, dan juga Dimas ingat jika Suci bersedia untuk di madu. Jadi apa lagi yang ia takutkan? Pasti semuanya akan berjalan dengan mulus dan bahagia untuk mereka semua.
“Terima kasih Mah, sudah selalu dukung keputusan Dimas. Dimas sayang sama Mamah” ujar Dimas.
“Mamah juga sayang sama Dimas, cepatlah menikah dan berikan Mamah cucu yang banyak ya hehe...” jawab Mamah Mita.
“Siap Komandan, hehe...” jawab Dimas sambil melepaskan pelukannya dari Mamah Mita yang membuat mereka tersenyum bahagia di atas penderitaan Suci yang semakin bertambah.
Lalu Dimas izin pergi ke kamarnya untuk menyusul Suci dan kembali berbaikan dengannya. Dimas akan terus berusaha untuk mencoba menjelaskan pada Suci agar ia bisa memaafkannya dan Elsa sambil menunggu Mamah Mita yang akan meyakinkan Suci dan Papah supaya Dimas bisa diizinkan untuk berpoligami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗
Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊
Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆
__ADS_1
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻