Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Pisang Sunrise


__ADS_3

Semua pun terdiam saling menatap satu sama lain, sampai perbincangan masalah ini semakin serius. Tidak ada lagi penolakan dari kedua pihak, tetapi hanya akan ada persetujuan untuk terus membuat sedikit pelajaran buat Ara agar dia bisa sedikit merasakan bahwa tidak semua hal yang dia inginkan akan terjadi atas kehendanya sendiri. Melainkan semua bisa terjadi sudah kekuasaan Sang Ilahi.


Mereka segera menyusun rencana agar benar-benar seperti reel kenyataan, dimana Dion sama Lisa memerankan perannya seperti korban yang menyedihkan. Sedangkan Arsya sama keluarganya tidak bisa berbuat apa-apa, karena hutang mereka cukup banyak.


Dan Kay, dia berperan seolah-olah menjadi orang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya agar bisa melupakan apa yang terjadi pada Ara akibat rasa sedikit kecewanya.


Sampai akhirnya Ara menyetujui perjodohan itu dan berhasil membuat hati Kay sangat senang, meskipun dengan cara begini tetapi tidak ada niatan mereka semua untuk menyakiti Ara.


Kay beserta keluarga yang lainnya hanya mau membuat Ara agar bisa lebih dewasa lagi menerima kenyataan yang seolah-olah tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.


...Flashback off .....


Ara yang mendengar kisah itu membuatnya tak henti-hentinya memukuli tubuh Kay sampai membuat mereka terjatuh di atas ranjang dalam keadaan posisi Ara berada di bawah Kay.


Kedua manik mata mereka menatap satu sama lain dengan sangat dalam, Kay berusaha mendekatkan bibirnya dengan bibir Ara secara perlahan.


Kay mencium kecil bibir Ara, menggigitnya serta bermain ria di dalam sana. Sedangkan Ara dia hanya sedikit terkejut melihat perlakuan Kay yang membuatnya kalang kabut merasakan sesuatu di dalam tubuhnya.


Kurang lebih 5 menit mereka bermain bibir serta Ara memukul kecil tubuh Kay agar melepaskannya akibat persediaan nafas Ara mulai menipis. Kay melepaskannya sambil mengelus wajah Ara begitu lembut.


Kay tidak pernah menyangka, wanita yang dahulu dia jaga dan selalu mengganggunya sekarang telah resmi menjadi istrinya. Ara mengambil nafas perlahan merasakan deru nafas yang Kay hembuskan karena wajah mereka benar-benar dekat.


"Apa boleh, aku meminta hakku malam ini?" tanya Kay dengan wajah yang sedikit sayu memerah. Apa lagi sang Adik di bawah sana sudah mulai mengeras, ingin rasanya segera memasuki rumahnya.


"Ta-tapi Bang ka-kalau A-ara lumpuh 7 ha-hari 7 ma-malam bagaimana? A-ara ta-takut Bang, ya-yang Ara dengar dan baca-baca katanya seperti itu.."


"Sttttt.. Su-sudah jangan di teruskan lagi aku paham. Ti-tidak apa-apa jika kamu belum siap, kita bisa melakukannya lain waktu saja. Ya sudah kamu tidur gih.. ini sudah larut malam"


Kay berusaha menahan sesyatu yang ingin sekali dia keluarkan, namun dia tidak bisa memaksakan kehendak jika istrinya belum siap dengan semuanya.


Jikalau pun dia paksakan percuma saja, karena itu akan sia-sia. Tidak ada kenikmatan atau pun cinta yang akan mereka rasakan di sela-sela penyatuan hubungan suami-istri.


Ara sangat takut dengan hubungan suami-istri, membuat pikirannya travelling kemana-mana. Ara pun mengangguk kecil kepalanya dan berpura-pura untuk memejamkan matanya.


30 menit berlalu, Kay benar-benar terlihat sangat gelisah ketika sang Adik dari tadi tak mau tertidur. Ara yang melihat kegelisaan di dalam wajah Kay membuat Ara merasa bersalah.


Seharusnya inilah tugas seorang istri yang sebenarnya, siap tidak siap. Mau tidak mau, Ara harus bisa melayani suaminya dengan baik. Sama saja haknya dia sedang mengumpulkan ladang pahala baginya karena sudah berhasil memuaskan suaminya.


"Ba-bang, A-ara siap me-melakukannya. Ta-tapi A-ara mohon pelan-pelan ya.." ucap Ara mampu membuat Kay langsung menoleh ke arahnya.


"Loh, ka-kamu belum tidur?" tanya Kay, yang hanya di balas gelengan kepala oleh Ara.


Perlahan Kay berjalan mendekati Ara di atas ranjang yang sudah duduk menyender, tetapi Kay tidak mau jika ini merupakan rasa ketidak enakan Ara ketika melihat Kay seperti itu.

__ADS_1


Cuman siapa sangka, Ara yang sudah kesal melihat suaminya terus mengoceh langsung mengambil alih bibirnya serta melu*matnya agar Kay tidak banyak berbicara.


Ara sangat mengerti kegelisan di hati Kay, sampai keadaan mereka sudah sama-sama tertidur di atas ranjang membuat tangan Kay mulai menari-nari di atas tubuh Ara.


Rasa geli bercampur nikmat membuat Ara mulai terhanyut dengan sentuhan manja suaminya, tidak terasa kini tubuh mereka telah polos tak mengenakan 1 helai kain pun untuk menutupi tubuhnya.


"Ya-ya ampun Ba-bang, pi-pisangmu ke-kenapa besar sekali. Ba-bagaimana bisa ma-masuk semua? Ya-yang ada aku bisa lu-lumpuh total!" celetuk Ara dengan wajah polosnya menatap pisang Kay di bawah sana.


Kay pun ikut menatapnya dan tersenyum sambil berkata. "Entahlah sayang, aku juga heran kenapa dia bisa sebesar itu. Biasanya kecil bahkan lebih kecil dari pisang lampung, namun sekarang malah bagaikan pisang sunrise hihi.."


"Tapi tenang saja Sayang, aku akan bermain lembut kok. Jadi apa pun yang terjadi kamu jangan melawannya karena itu akan lebih menyakitimu, lebih baik lepaskan dan nikmati semuanya. Cuman jika masih terasa sakit peluklah tubuhku, dan luapkan rasa sakitmu ke punggungku. Pahamkan?" ucap Kay dengan lembut.


"Ta-tapi na-nanti punggungmu akan sakit Bang, a-aku tidak mau menyakitimu" sahut Ara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ssttt.. Jika kamu sakit maka aku pun jauh lebih sakit, jadi stop berpikir seperti itu. Kita itu bagaikan 2 pasang kaki yang selalu berjalan bersama, tetapi jika salah satunya terluka maka satunya pun akan merasakannya. Sampai sini kamu sudah mengertikan?" jawab Kay.


Ara tersenyum menatap pangerannya yang selama ini menjadi idaman baginya, tanpa di sadari Ara memegang rahang Kay sangat lembut pertanda bahwa Ara sudah mulai bisa menerima semuanya.


Disitulah Kay langsung melancarkan aksinya, sampai-sampai membuat tubuh Ara bergetar hebat merasakan sentuhan tangan Kay.


Semua itu berjalan kurang lebih 1 jam lamanya, Ara pun mulai terhanyut dengan permainan yang Kay berikan padanya.


Kini saatnya Kay mencoba melebarkan kedua kaki Ara lalu mengarahkan pisang sunrisenya menuju goa kecil yang sangat indah yang di tumbuhi rerumputan liar, bersamaan dengan sentuhan manja dari bibir Kay.


Perlahan...


Perlahan...


"Sabar Sayang, sedikit lagi.. I-ini baru ujungnya loh. Sabar ya"


Kay terus berusaha agar membuat Ara sedikit tenang, setelah semuanya berjalan membaik Kay kembali meneruskannya.


"Sssttt.. uhhh.. Ke-kenapa milikmu sempit sekali Ara, pu-punyaku sangat sakit untuk bisa menerobos ke dalam huhh.." keluh Kay yang terus berusaha mendorong pisang sunrisenya.


"Hikss.. Ka-kan sudah aku bilang, pisangmu itu gede sekali. Jadi susah buat mas-..."


Aaaaaaa....


Belum selesai Ara berbicara, tetapi Kay malah terus berusaha mendorong keras akibat sudah tidak tahan dengan rasa sakit diujung pisangnya yang begitu ngilu dan juga perih.


Pisang sunrise pun lolos masuk ke goa Ara dengan sangat sempurna bersamaan dengan cakaran maut yang diberikan oleh Ara di punggung Kay. Bagaikan cakaran seekor singa yang menemplok di punggung Kay.


"Hikss.. Ka-kau jahat Bang, kau jahat hiks.. Ka-katanya mau pelan-pelan tapi ini apa, hahh! Apa!! Hiks.. Ra-rasanya tu-tubuhku seperti di hantam benda tajam yang membuat seluruh tulangku terasa sangat menyakitkan hiks.."

__ADS_1


Celoteh Ara terus memukuli dada bidang Kay, namun mata Kay malah menatap ke arah bawah di sela-sela penyatuan mereka akibat ada suatu cairan hangat berwarna merah menetes dari melalui goa Ara dan juga punggung Kay.


Rasa sakit yang Kay rasakan seketika menghilang saat melihat Ara benar-benar sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Terima kasih Sayang, kau sudah menjaganya untukmu. Ma-maaf jika aku terlalu kasar, ka-karena aku sudah tidak tahan lagi"


"Cukup Sayang, jangan menangis seperti ini atau aku akan merasa bersalah seumur hidupku!"


Mata Kay mulai berkaca-kaca. Rasanya Ara yang ingin sekali melontarkan kata-kata kasar pada Kay, cuman terhenti saat matanya melihat cairan merah juga menetes di tubuhnya ulah kukunya yang berhasil membuat luka panjang dipunggung Kay.


Disitulah Ara menangis tak henti-hentinya meminta maaf pada Kay karena sudah melukainya, begitu pun dengan Kay dia selalu berusaha menenangkan Ara dan kembali menyatukan bibirnya.


10 menit berlalu, Ara sudah mulai tenang hingga Kay kembali meneruskan permainannya yang sempat tertunda.


"Aaaa... Hemptt.. E-enak Sayang, mi-milikmu sangat menggigit.." ujar Kay sambil mendongak ke atas dan mengayunkan pinggulnya dengan tempo sedang.


"Bang, Ke-kenapa ra-rasa sakitnya hi-hilang, la-lalu i-ini rasa enak apa ya-yang Ara rasakan Huhh.." sahut Kay berhasil membuat Kay tersenyum, lalu menyambar ganas bibir Ara.


Kay kembali menambahkan temponya sampai berhasil membuat kedua gunung Ara tergoncang-ganjing, menarik perhatian mata Kay dan segera menggulumnya sangat gemas.


Ara hanya bisa tertawa kecil merasakan kegelian dan terus mengeluarkan suara indahnya membuat hasrat Kay semakin memuncak.


Dan akhirnyaa...


Pelepasan pertama mereka lakukan bersama-sama di dalam goa Ara, kemudian tubuh mereka saling berpelukan dengan keadaan bergetar hebat.


Tak stop di sini karena Kay malah menjadi ketagihan dengan apa yang dia lakukan. Belum lagi Ara juga ikut memimpin permainan ganas ini akibat ulah Kay yang terus merengek memintanya untuk bergantian.


Sampai seketika mereka telah berhasil melakukan malam pertamanya dengan sangat panas dan memecahkan rekor tebaru yaitu 20 kali pelepasan Ara dan 16 kali pelepasan Kay.


Kenapa Ara lebih banyak dari pada Kay? Entahlah.. Tanpa di jelaskan pun kalian sudah mengerti, karena Kay selalu berhasil membuat istrinya merasakan surganya dunia.


Kay tergeletak tepat di samping Ara yang sudah tidak kuat lagi membuka kedua matanya. Kay terkekeh melihat ekspresi istrinya yang sangat kelelahan akibat tenaganya di porsil habis olehnya.


"Hihi.. Ma-maafkan aku Sayang sudah membuatmu kelelahan, tetapi aku sangat berterima kasih karena kamu sudah menjadi bagian dari hidupku. Semoga apa yang sudah aku tanam di dalam sini akan segera tumbuh menjadi buah hati yang akan melengkapi keluarga kecil kita"


"Good night Sayang, selamat beristirahat.. I love you so much Ara. Aku berharap semoga kedepannya tidak akan ada masalah apa pun yang terjadi di dalam pernikahan ini, aku hanya mau kita berdua tetap bersama sampai maut memisahkan kita. Aamiin ya Allah.."


Kay mengusap perut Ara dan juga pipinya, akay sedikit terkejut ketika Ara refleks membalikkan tubuhnya memeluk tubuh polos Kay begitu erat sambil berkata. "Aamiin.. Terima kasih Ya Allah karena Engkau telah mengabulkan doa Hambamu yang baik ini, I love you to Bang Kay. Ara sayang Bang Kay selamanya"


Kay terkekeh geli ketika mendengar suara kecil istrinya yang bisa-bisanya menjawab ucapan suaminya di sela tidurnya.


Hingga pada akhirnya Kay membalas pelukan

__ADS_1


istrinya sambil mencium keningnya, lalu ikut tertidur bersama Ara dalam keadaan tubuh yang masih polos dan hanya ditutupi oleh selimut tebal.


__ADS_2