
Kemudian Dimas kembali beristirahat yang mana tubuh dan juga pikirannya terlihat sangat lelah, dimana Elsa malah tidak bisa tenang dan juga selalu berjalan ke sana ke sini menggigit jarinya dengan panik serta ia tidak bisa tertidur pulas sepanjang malamnya.
...*...
...*...
Pagi hari tepat pukul 9, kini Diva yang belum sadarkan diri langsung di bawa ke sebuah ruangan untuk melakukan beberapa tes. Awalnya ada sedikit kendala, tetapi semuanya berjalan lancar setelah Dimas berhasil menghalangi Elsa untuk tidak melakukan drama lagi di hadapannya.
Setelah pengakuan Mamah Mita, Dimas menjadi tidak percaya kepada Elsa sehingga Elsa benar-benar setres harus bersikap bagaimana lagi untuk kedepannya. Tapi masih ada harapan kecil untuk Elsa bahwa Diva adalah anak dari Dimas, karena Dimas dan Diva memiliki kedekatan yang cukup dekat.
Sampai akhirnya tepat di jam makan siang, di sebuah ruangan Suci sedang menyuapi Kay. Belum lagi kali ini mereka hanya berdua di dalam ruangan akibat Arsya mendapat kabar meeting mendadak serta tidak bisa di gantikan.
Lalu Bunda Reni dia lagi ada acara bersama Ayah Al. Dan juga Papah Angga dia lagi menyiapkan semua kebutuhan pernikahannya dengan Umi Lena yang akan diadakan sebentar lagi. Jadi semuanya bisa kembali kumpul di saat sore menjelang malam hari.
"Mom Kay mau nanya, apakah Mommy dengan pria itu benar-benar anak Kakek? Jika benar siapa yang menjadi Kakak, Mommy atau pria itu? Tapi yang buat Kay aneh kenapa Mommy terlihat seperti tidak suka melihat dia?" Cecar Kay sambil mengunyah buburnya dengan perlahan.
"Eee.. i-itu, eee.. a-anu.. hem bagaimana ya. Mommy bingung mau menjelaskannya mulai dari mana, Abang Kay juga msih sakit jadi nunggu Abang Kay sehat dulu ya.. lagian enggak baik kalau makan sambil ngomong nanti bisa-bisa keselek loh.." Jawab Suci sambil menyuapi bubur ke dalam mulut Kay.
"Kok Mommy jawabnya gugup sih, apa ada yang Mommy tutupi dariku? Belum lagi orang itu kemarin terlihat sangat yakin jika wajahku ini mirip dengannya, tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi sedangkan aku kan anak Mommy sama Daddy, kalau memang aku mirip dengannya berarti aku anak dari pria itu dong?" Sahut Kay yang membuat piring di tangan Suci terlepas hingga terjatuh ke lantai.
Praaaangggg! ...
"Mommy!!!!" Pekik Kay sambil melihat tubuh Suci melemas hingga terduduk di kursi samping Kay, kemudian air mata Suci runtuh yang membuat Kay semakin menjadi khawatir.
"Mommy kenapa? Apa kaki Mommy terluka?" Kay bertanya namun Suci tetap diam menatap lurus ke arah depan tanpa bergerak sedikit pun.
Saat ini Suci masih sangat syok mendengar anak sekecil Kay bisa menebak semuanya dengan pas. Benar-benar Kay seperti bukan anak kecil pada umumnya, dia terlalu pintar dan juga pemikirannya melebihi usianya.
__ADS_1
"Ini ada apa sih Mom, kenapa di saat aku mengatakan seperti itu Mommy langsung kaya gini. Apa jangan-jangan benar dugaan Kay kalau pria itu adalah orang tua Kay? Tapi bagaimana mungin terjadi Mom, a-atau Kay adalah a-anak pu-pungut i-iya"
Mata Kay berkaca-kaca bahkan ia yang tidak bisa mengontrol emosi di dalam tubuhnya lantaran bayangan Dimas dan juga ucapannya selalu membuatnya tidak bisa tenang.
Hingga akhirnya Suci yang mendengar itu langsung berdiri serta menatap Kay dengan tajam sampai seketika tanpa di sengaja Suci membentak Kay begitu keras.
"Cukup Kay, cukup!! Hentikan semua ucapanmu itu. Coba lihatlah dirimu, kamu itu masih kecil yang seharusnya cuman memikirkan mainan dan juga pelajaran bukan malah memikirkan hal dewasa!"
"Dan satu lagi, dari mana kamu tahu istilah anak pungut, hahh!! Apa kamu lupa, kamu punya foto masa kecil bahkan saat di dalam perut Mommy"
"Asal kamu tahu Kay, untuk mengandung Mommy membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan setelah kamu hadir Mommy benar-bemar sangat bahagia, apa yang Mommy alami semuanya seperti terbayar lunas. Bahkan selama kurang lebih 9 bulan kamu berada di perut Mommy dan juga Mommy berjuang mempertaruhkan nyawa hanya demi melahirkanmu"
"Jadi please Kay, jangan pernah kamu mengatakan hal seperti itu lagi. Tanpa kamu sadari ucapanmu itu sudah membuat hati Mommy sangat sakit Kay sakit hiks.. lihatlah aku, aku ini Ibumu, Ibu yang melahirkanmu bukan Ibu angkatmu. Jadi tidak seharusnya kamu berkata seperti itu pada Mommy.."
Tanpa di sadari Suci telah meluapkan semua emosinya yang membuat Kay menundukkan kepalanya dan terisak begitu lirih. Ini kali pertamanya Kay melihat Suci semarah ini padanya.
Suci yang menyadari semuanya pun langsung beristigfar serta segera memeluk Kay begitu erat. Suci berkali-kali menyesali kesalahannya karena telah membentak Kay sambil melampiaskan semua rasa ketakutan di dalam dirinya kepada Kay.
Sampai seketika mereka sudah kembali berbaikan dan Suci juga telah berjanji setelah Kay sembuh nanti, dia akan menjawab semua pertanyaan Kay agar tidak lagi membuat Kay menjadi bingung dan kepikiran dengan semua ucapan Dimas.
Siap tidak siap Suci harus bisa mengungkapkan semua kebenaran ini sebelum terlambat, apa lagi Kay bukanlah anak kecil seperti pada umumnya. Jadi Suci harus bisa mengikhlasan semuanya dan kembali menyusun bagaimana caranya agar bisa menjelaskan semua pada Kay tentang kenyataan yang akan membuat hatinya terluka.
...*...
...*...
Di sisi lainnya, Diva yang sudah selesai melakukan beberapa tes kini telah kembali ke ruangan. Namun bukan lagi di ruangan ICU, tetapi di ruang inap VIP 001. Semua duduk sambil menunggu Diva yang masih belum sadarkan diri, dimana Mamah Mita, Dimas dan juga Elsa terlihat begitu tegang menunggu hasil tes.
__ADS_1
Tepat jam 4 sore, sang dokter yang menangani Diva sudah menerima hasil tersebut lalu segera pergi ke kamar Diva untuk menjelaskan kepada semua keluarganya.
Ceklek..
"Permisi semuanya, maaf mengganggu waktunya dan juga maaf jika saya baru sempat ke sini akibat hasil tes Nona Diva sedikit terlambat. Tetapi tenang saja, hasil tesnya sudah ada di tangan saya, jika di izinkan saya akan membaca keseluruhannya terlebih dahulu barulah saya akan menjelaskan kepada kalian semua"
Sang dokter berjalan serta berhenti tepat di samping bangkar Diva sambil tersenyum. Kemudian Dimas, Mamah Mita dan juga Elsa langsung berdiri di dekat sang dokter dengan wajah begitu penasan bercampur panik.
Dokter mencoba membuka amplop putih besar yang berisikan hasil tes mengenai penyakit yang Diva derita. Tak terasa suasanya semakin tegang yang mana wajah sang dokter pun terlihat begitu mengkhawatirkan.
Dimas yang sudah tidak sabar langsung mencecar dokter dengan beberapa pertanyaan hingga membuat sang dokter menatapnya dengan tatapan sendu.
"Kenapa, Dok? Ada apa dengan anak saya? Dia baik-baik saja kan, dia tidak terkena penyakit yang semalam dokter bicarakan kan? Jawab Dok, jawab!! Kenapa diam saja sih!!" Tegas Dimas dengan mata yang mulai memerah. Hingga Dimas yang sudah tidak sabar langsung merebut paksa hasil tes Diva dari tangan dokter.
"Hiks.. sabar Dimas, sabar. Biarkan Dokter menjelaskan semuanya lebih dulu, kembalikan kertas itu. Lagian juga kamu tidak akan mengerti dengan semua hasil tesnya karena kamu bukan Dokter. Ayo kembalikan kertasnya, dan dokter juga ceoat jelaskan pada kami sebenarnya ada apa ini?"
"Kenapa wajahmu terlihat lesu, setelah melihat kertas itu? Bahkan sikapmu membuat kami semakin menjadi khawatir. Dia cucuku, cucu kesayanganku jadi cepat katakan kalau dia baik-baik saja dan tidak terkena penyakit yang mematikan itu!! Saya mohon Dok, hiks.."
Mamah Mita yang mulai khawatir langsung mengambil ahli kertas di tangan Dimas dan kembali memberikannya pada dokter tersebut. Elsa dia hanya menyimak dengan wajah yang penuh dengan kegelisan hingga berkeringat.
Sang dokter menarik nafasnya dengan perlahan sambil menatap ke arah Diva, kemudian kembali menatap semuanya secara bergantian. Lalu sang dokter mengatakan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1