Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Istrinya Sedang Hamil Muda


__ADS_3

“Oke... Aku ngaku, wanita yang akan aku nikahi adalah Elsa!” tegas Dimas yang membuat Semuanya terkejut, hingga Suci sangat syok mendengar ucapan Dimas.


Prokk...


Prookk...


Proookkk...


Suci bertepuk tangan dengan aura yang mencekam, “Sungguh kisah cinta yang luar biasa, kamu dengan mudahnya berkata seperti itu padahal kamu jelas tahu jika Elsa adalah sahabatku. Tapi kamu dengan teganya membuat hubungan persahabatan berubah menjadi cinta segitiga, hebat sangat hebat!”


Lisa yang tidak terima pun kembali melontarkan perkataannya, “Sudah puaskah kalian membuat orang sebaik Bu Suci merasakan sakit yang amat sakit!!”


Dion pun yang sangat kecewa dengan sahabatnya kini kembali menyuarakan suaranya, “Ckk!! Dimas, Dimas... Wanita sebaik Suci bisa-bisanya kau tanamkan rasa sakit seperti ini. Jika aku yang menjadi suami dari Suci, maka aku tidak akan pernah tergoda dengan wanita secantik dan sesek*si apapun itu"


"Meskipun dia tidak bisa memberikan seorang anak, tapi aku sudah mendapatkan wanita seperti Suci saja itu adalah anugerah yang besar dari Tuhan”


Dimas yang mendengar itu pun langsung melepas pelukan Elsa, dan kembali menatap tajam ke arah Dion.


“Tahu apa kamu tentang keluargaku, hah! Aku tahu kamu memang menginginkan istri seperti Suci, tapi ingat baik-baik aku tidak akan melepaskannya. Dia akan tatap jadi istriku selamanya” ujar Dimas.


“Lalu bagaimana dengan Elsa Tuan?” tanya Lisa dengan tatapan remes.


Dimas terdiam sejenak, lalu tiba-tiba Elsa yang menjawab ucapan Lisa, “Aku akan menjadi istri kedua Mas Dimas. Aku pula akan memberikannya keturunan untuk Mas Dimas dan aku akan membagi anakku kepada Mbak Suci. Mungkin dengan begitu kami bisa hidup rukun serta bahagia. Lalu Mbak Suci pun tidak akan merasa kesepian”


Kemudian, Suci langsung menjawabnya, “Siapa bilang! Aku tidak mau menerimamu sebagai maduku! Lebih baik aku menerima wanita lain yang jauh dan jauh lebih baik darimu, seorang wanita yang mendapatkan Mas Dimas dengan cara licik bukan dengan cara cantik!”


Lisa tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Suci yang mampu membuat wajah Elsa yang tadinya percaya diri, kini berubah sangat kesal. Dion pun yang ikut mendengar seketika tersenyum licik. Elsa yang awalnya ingin menjawab, namun ia mengurungkan niatnya karena kepalanya semakin terasa pusing. Hingga akhirnya ia jatuh tepat di pelukan Dimas.


“Elsaaa... Hey bangun Sa, bangun... Ada apa denganmu?” tanya Dimas sambil menahan tubuh Elsa dengan wajah khawatir.


“Ckkk! Paling juga pura-pura, biasakan kan begitu sama kaya sinetron haha...” jawab Lisa.


“Diam kamu atau kamu mau saya pecat! Ancam Dimas sambil menatap tajam ke arah Lisa.


“Tidak perlu repot-repot Tuan, saya dengan senang hati keluar dari perusahaan ini. Terima kasih atas tawarannya dan semoga suatu saat nanti Anda bisa mendapatkan ganjaran lebih dari rasa sakit yang Bu Suci rasakan. Lalu untuk Bu Suci, tetaplah jadi wanita kuat. Lisa akan selalu ada buat Bu Suci, saya permisi...” ucap Lisa sambil berbalik dan saat ingin berjalan.


Namun Dion memegang tangannya sambil berkata, “Aku akan ikut Lisa mengundurkan diri dari perusahaan ini. Silahkan kau nikmati semuanya sendiri tanpa seorang sahabat karena aku tidak bisa memiliki sahabat yang sudah menyakiti istrinya sendiri. Meskipun aku pernah menaruh hati dengan Bu Suci, tapi aku tidak akan pernah melebihi batasku. Tidak seperti wanita yang berada di pelukanmu!”

__ADS_1


Dion pun pergi dari ruangan Dimas sambil menarik Lisa, yang membuatnya merasa terkejut dengan apa yang Dion lakukan. Dion yang cuek dan dingin padanya, seketika bisa menjadi super hero untuknya. Apa itu tidak aneh? Ya memang aneh, tapi Lisa sedikit senang namun mereka belum bisa merasakan debaran cinta di hati keduanya.


“Arrrrgghhhhhh... Si*al!! Aku harus bagaimana ini?” pekik Dimas sambil mencoba menyadarkan Elsa.


“Bawa dia ke rumah sakit” ucap Suci yang membuat Dimas menolehnya dan berkata, “Apa kamu mau ikut denganku?"


“Tentu saja, dia sahabatku. Meskipun aku kecewa dengan kalian, tapi aku tidak bisa membenci siapa pun” ucap Suci yang langsung keluar ruangan lebih dulu.


Kemudian Dimas langsung menggendong Elsa dan berjalan mengikuti Suci. Dion dan Lisa yang masih berada di sana menatap kagum terhadap kebesaran hatinya. Tanpa sadar Lisa menyeletuk yang membuat Dion bergidik ngeri.


“Jika aku dulu aku yang menjadi istri dari Tuan Dimas, mungkin aku sudah akan memotong burungnya itu lalu aku cincang habis dan aku jadikan santapan makan siangku” geram Lisa.


Glekk...


Glekk...


Dion menelan air liurnya dengan cepat dan berkata dal hatinya sambil menutupi benda pusaka di dalam sangkarnya, “Astaga, ini cewek kejam amat sampai burung mau di cincang. Jangan-jangan nih cewek kanibal kali ya ugh...”


Seketika Lisa yang tak sengaja melihat tangan Dion pun membuatnya langsung menyeletuk, “Kenapa burungnya, Pak?”


Dion yang mendengar itu langsung berusaha baik-baik saja dan berdiri dengan tegak, penuh dengan kegugupan.


Meskipun keduanya terasa amat sangat berat meninggalkan kantor Dimas, tapi itulah yang terbaik. Mereka tidak bisa melihat Suci yang sudah di anggap sebagai sahabat mereka malah di sakiti oleh suaminya yang mana juga sahabat mereka.


...*...


Setibanya di rumah sakit, Dimas langsung membawa Elsa masuk ke ruangan yang sudah ditunjukkan oleh suster di sana. Suci hanya bisa mengikutinya dan merasakan hatinya campur aduk menjadi satu. Dimas menunggu di depan ruangan dalam keadaan cemas, namun tidak dengan Suci.


Suci yang melihat suaminya begitu perhatian dan khawatir pada Elsa membuat hatinya kembali hancur. Tapi semua rasa itu Suci tahan demi mempertahankan sebuah pernikahan yang sangat sakral. Tak lama pintu ruangan pun terbuka bersamaan dengan munculnya sang dokter dan juga suster di belakangnya.


Ceklek...


Dimas yang melihat itu pun segera mendekati sang Dokter dengan wajah paniknya, “Bagaimana keadaan Elsa, Dok? Apa dia baik-baik saja? Atau dia punya penyakit dalam?”


Dimas mencecar sang dokter dengan beberapa pertanyaan, namun sang dokter hanya bisa tersenyum melihat wajah Dimas yang sepertinya merasa begitu panik.


“Tuan lebih baik tarik nafas terlebih dahulu, agar bisa membuat Tuan lebih tenang karena Nyonya Elsa tidak mengalami penyakit yang cukup serius, tapi...” ucap sang dokter terputus saat Dimas langsung menyerobot pembicaraannya.

__ADS_1


“Tapi apa, Dok? Cepat katakan jangan membuat orang jadi semakin panik!” tegas Dimas.


“Mas Dimas tenang dulu, dokter belum selesai dengan ucapannya tapi kamu malah main asal potong. Dengarkan dokter dulu sampai selesai, habis itu baru bisa bertanya” ucap Suci yang mulai kesal melihat suaminya perhatian dengan wanita lain sampai seperti ini.


Sang dokter pun tetap tersenyum lalu ia menoleh ke arah Suci, “Tidak apa-apa, Nyonya. Wajar saja jika Tuan ini khawatir dengan istrinya. Apa lagi saat ini istrinya sedang hamil muda jadi Tuan ini pasti akan lebih waspada lagi hehe...”


Deghh...


Deegghh...


Deeegghh...


Suci yang mendengar itu pun tubuhnya seketika melemas dan langsung terduduk di kursi depan ruangan sambil memegangi dadanya yang begitu sakit. Dimas yang melihat Suci segera mendekatinya dengan wajah penuh kekhawatiran.


“Dek, kamu gapapa kan? Kenapa dadanya? Apa ada yang sakit?” tanya Dimas.


Suci hanya bisa terdiam menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong dan juga ngeblur hingga membuat Suci tidak sadarkan diri. Dimas, sang dokter dan juga suster langsung segera membawa Suci untuk masuk ke ruangan yang sama dengan Elsa.


Kebetulan di dalam sana ada beberapa bangkar yang tersusun berjejer dengan penghalang tirai. Suci di baringkan tepat di sebelah bangkar Elsa bahhkan tirai yang jadi pembatas dibuka oleh sang suster karena Elsa juga mau melihat Suci. Sang dokter berusaha mengecek semua kondisi Suci, yang membuat Elsa semakin penasaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2