Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Lagi Mau Buka Warung


__ADS_3

“Boleh aku meminta hakku?” ucap sayu Arsya yang membuat Suci pun tak bisa menolaknya lagi.


Suci bisa melihat jika Arsya benar-benar sangat menginginkan tubuhnya sebagai penghangat tubuh. Apa lagi tadi malam niatnya Suci memang sudah ingin untuk menyerahkan dirinya kepada Arsya, tapi gagal akibat Arsya yang sudah tertidur lebih dulu.


Ya mungkin saja sekaranglah saat yang tepat untuk Suci memberikan hak Arsya atas dirinya tanpa ada keraguan sedikit pun. Lalu Suci hanya mengangguk pelan sambil tersenyum menatap wajah Arsya yang juga tersenyum padanya.


“Terima kasih istriku, muuaach...” ucap Arsya sambil mencium kening Suci.


Kini tibalah saat di mana Arsya akan menyatukan bibirnya dengan milik Suci yang sudah hampir saja menempel, tapi seseorang malah mengganggu mereka tanpa dosanya dengan mengetuk pintu kamar Apartemen Arsya dan Suci.


Tokk... tokk... tok...


“Tuan... mohon cepatlah buka pintunya, aku sedang buru-buru” pekik seseorang yang membuat Arsya langsung merasa sangat kesal.


“Ckk... siapa sih itu, gangguin orang aja” Arsya menyingkir dari atas tubuh Suci dengan wajah kesalnya.


“Sabar Mas... kan masih ada waktu lagi kok, jadi lebih baik Mas bukain dulu saja pintunya. Sepertinya itu suara Mas Dion deh... jadi Suci ke kamar mandi dulu ya” ucap Suci yang di angguki oleh Arsya.


Sesegera mungkin Suci berjalan pergi ke dalam kamar mandi. Sedangkan Arsya, ia berjalan keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu utama kamar.


Tokk... tokk... tokk...


“Woii Tuann... cepatan bukanya, keburu terlambat ini. Astagaa... kemana sih nih orang...” ucap seseorang yang tidak lain adalah Dion, yang terlihat sangat cemas sambil membawa map yang berisikan dokumen penting untuk meeting hari ini.


Ceklek !...


Arsya membuka pintu kamar Apartemen mereka yang membuat Dion langsung saja masuk tanpa permisi dan bahkan ia mengoceh-ngoceh tanpa sebab.


“Astaga Tuan... dari mana saja sih, hah! Kenapa juga lama banget buka pintunya, mentang-mentang kalian pengantin baru jadi bangun seenaknya ya. Lihat ini... Ini adalah dokumen meeting hari ini, tetapi kenapa belum kau tanda tangani 3 hari yang lalu, hah? Bukannya aku selalu saja mengingatkanmu tentang hal ini?”

__ADS_1


“Mana 1 jam lagi meeting akan di mulai, tapi berkasnya belum selesai. Ditambah lagi jarak dari kantor ke sini itu 30 menit, jadi bagaimana caraku membagi waktu hahh?” Dion mengoceh tanpa jeda, yang membuat Arsya pun terdiam.


Baru kali ini ada seorang karyawan yang berani memarahi Arsya seperti saat ini, tapi entah kenapa Arsya malah senang karena Arsya melihat jika Dion memang benar-benar orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaannya dengan Lisa dan juga Xan untuk sementara.


“Maaf maaf aku lupa. Baiklah, jadi mana yang harus aku tanda tangani hemm....” ucap Arsya yang langsung mengambil dokumen dari tangan Dion.


Segera Arsya menandatanganinya tanpa dia melihat dokumennya terlebih dahulu, karena Arsya sudah mempercayai Dion sebagai tangan kanannya. Saat Arsya selesai menandatangani dokumen yang Dion bawa, lalu Arsya melihat jika mata Dion berkeliaran kemana-mana seperti sedang mencari seseorang yang mana Arsya sudah sangat hafal dengannya.


“Saat ini istriku sedang mandi dan juga keramas, jadi silahkan keluar dari sini karena urusan kita sudah selesai” ucap Arsya penuh penekanan yang membuat Dion langsung menoleh tak percaya.


“Se-secepat itu kalian me-melakukan hal i-itu? A-apa Suci su-sudah siap?” tanya Dion yang membuat Arsya sangat kesal.


Ini seakan-akan Dion tidak mempercayai Arsya, padahal kenyataannya memang Suci belum siap. Tetapi Arsya tidak mau membuat nama istrinya itu jelek di mata siapa pun, sehingga Arsya mengatakan hal itu seperti itu pada Dion.


“Kamu tidak perlu meragukannya karena istriku berhasil membuatku sangat puas dengan semua gayanya. Dan yang harus kau tahu, kalau kami tadi melakukannya sampai 25 ronde. Bagaimana? Apakah kau masih tidak percaya? Haruskah aku melakukan live padamu?”


Arsya menyindir Dion yang kini terdiam membeku tanpa berkata apa pun. Dion sangat terkejut dengan apa yang Arsya ucapkan, karena dahulu itu Dion pernah mendengar bahwa saat Suci dan Dimas menikah mereka hanya kuat melakukan 2 sampai 3 ronde saja sudah membuat Suci tepar tidak karuan. Namun kali ini Suci benar-benar sudah menunjukkan perubahannya ditangan Arsya.


“Kenapa kamu diam? Katanya mau ada meeting 1 jam lagi kan, jadi kenapa kau sekarang terlihat santai?” tanya Arsya dengan nada dinginnya.


“Astaga... aku lupa. Yasudah Tuan cepat tanda tangani dokumen itu agar aku bisa kembali ke kantor” pekik Dion.


“Sudah aku tanda tangani, jadi silahkan keluar dari kamarku dan jangan pernah menggangguku selama 3 hari ke depan, paham!” ucapan Arsya yang membuat Dion mengangguk, serta dia mengambil dokumen dari tangan Arsya.


Kemudian saat Dion mau melangkahkan kakinya, tiba-tiba aja mereka mendengar suara seseorang yang meneriaki nama Arsya dengan sangat kencangnya dari dalam kamar, siapa lagi jika bukan Suci.


“Mas Arsyyaaaa...” teriak Suci dari balik pintu kamar mandi karena ia paham jika dia teriak dari dalam kamar mandi yang tentu saja Arsya akan mendengarnya.


“Ya sayaang... ada apaaa...” sahut Arsya yang mengeraskan suaranya membuat Dion yang mendengarnya pun semakin penasaran.

__ADS_1


“Mas Arsya buruan deh ke sini... jangan lama-lama, Suci tunggu di kamar mandi. SEKARANG!! ” pekik Suci yang membuat kedua pria melototkan matanya saat mendengar ucapan Suci yang seketika membuat otak kedua merasa lola.


Tapi tidak sampai situ saja, Arsya malah memanfaatkan kesempatan ini untuk memanas-manasin Dion karena Arsya masih sangat kesal karena Dion jadi dia gagal membuka warung bersama Suci.


“Ya sayaaang.. tunggu sebentar lagiii...” jawab Arsya sambil melirik ke arah Dion.


“Bagaimanaaa? Terbukti kan, bahkan 25 ronde saja masih membuat Suci sangat ketagihan. Mungkin aja istriku mau ganti gaya baru di kamar mandi, jadi apa kau mau balik ke kantor atau masih mau di sini? Siapa tahu saja kamu bisa menjadi saksi penyatuan kami yang akan sangat berisik hem...”


Arsya menyindir Dion dan telah berhasil membuat Dion terpancing dan Dion pun masuk ke dalam imajinasi liarnya.


“Huuuaaaa... tidak, tidak, tidak!! Terima kasih, aku pamit aja byeee...” pekik Dion yang langsung kabur begitu saja dengan wajah merah merona.


Sedangkan Arsya malah tertawa sangat puas saat dia berhasil mengelabuhi atau mengerjai Dion. Hitung-hitung ini adalah bayaran yang pas karena Dion sehingga Arsya tidak bisa membuka warungnya.


“Mas Arsya... lama banget sih, cepetan! Suci takut hiks...” Suci berteriak dengan suaranya yang juga di sertai isak tangis hingga Arsya segera menutup dan juga mengunci pintu Apartemen lalu berlari dengan kencang menuju kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2