Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Pemandangan Yang Indah


__ADS_3

Namun, Lisa malah seperti ketagihan dengan sentuhan lidah Dion yang seakan-akan sedang menari dia di area leher hingga kupingnya yang begitu sensitif.


"Ssstthhh.. Di-dion..." Suara indah Lisa terdengar begitu nyaman di dalam telinga Dion hingga membuat Dion langsung menatap wajah Lisa sambil meraupnya.


"Aku mencintaimu, Monalisa Prayanti" Ujar Dion dengan mata cantiknya yang kini suaranya sudah mulai terdengah sangat berat.


"A-aku juga me-mencintaimu, Dion Suhendra" Sahut Lisa yang saat ini wajahnya sudah merah merona.


Tanpa menunggu aba-aba lagi, Dion segera menyatukan bibirnya dengan Lisa hingga keduanya saling terpaut satu sama lain dengan keadaan mata terpejam menikmati sentuhan demi sentuhan bibir yang saat ini sudah basah akibat pertukaran air liur.


Hempp.. hempp.. hemp..


Suara penyatuan bibir mereka terdengr sangat berisik hingga akhinya Dion menggiring Lisa untuk mendekati ranjang dan menidurkannya secara perlahan tanpa melepaskan luma*tan bibir mereka.


Kini tubuh Lisa telah berada di bawah kungkuhan Dion yang mana mereka masih sangat asyik dengan melilitkan lidahnya satu sama lain. Sampai seketika Lisa merasakan nafasnya sudah hampir habis lalu, Lisa memukul kecil dada Dion agar membuatnya menghentikan aksi cium*annya.


Hahh.. hahh.. hahh..


Lisa langsung mengambil nafasnya sebanyak mungkin, karena pertempuran bibir mereka begitu dahsyat hingga membuat dirinya hampir kehilangan nyawanya.


"Ya ampun, Dion. Kau ini hampir saja membuatku kehilangan nyawa, apa kau tidak kasihan dengan statusmu yang baru saja menjadi seorang suami kini hanya karena ciumanmu begitu dalam membuat dirimu hampir kehilangan istrimu dan menjadi duda dalam waktu singkat"


Lisa mengoceh tanpa jeda saat melihat wajah Dion kini hanya bisa tersenyum dan terkekeh kecil tepat di depan wajahnya.


"Maaf sayang aku tidak sengaja, habisnya bibirmu itu terasa sangat manis dan juga menggemaskan. Jika mungkin bibirmu itu sebuah permen maka aku akan langsung melahapnya hingga habis tak tersisa haha.."


Dion tertawa dengan begitu lepas yang mana membuat Lisa sangat kesal, hingga Lisa hanya memajukan bibirnya dengan wajah sebalnya saat menatap Dion.


Namun, akibat ulah Lisa seperti itu kembali membuat Dion langsung melu*mat ganas bibirnya dan membuat mereka kembali terhanyut di dalamnya.

__ADS_1


Beberap menit kemudian, Dion melepaskan bibirnya dan kembali menjelajahi leher hingga kuping Lisa yang membuat tubuhnya kembali menegang. Lalu, tanpa di sadari tangan Dion membuka ikatan bathrobe yang Lisa gunakan hingga terbuka lebar dan menunjukkan pemandangan yang sangat indah.


"Di-dion.." Ucap Lisa dengan wajah memerahnya sambil kedua tangan kembali menutup bathrobe yang barusan Dion buka.


"Sudahlah tidak usah menutupinya lagi, aku juga sudah melihatnya kok. Jadi, lepaskan dan nikmatilah permainan malam pertama kita. Aku janji akan bermain dengan lembut sehingga kamu tidak akan merasakan rasa sakit seperti apa yang saat ini ada dibayanganmu"


Dion yang bisa membaca pikiran Lisa lantaran Dion sangat paham, jika membuka segel pada malam pertama membuat seorang wanita akan merasakan sakit yang luar biasa.


"Da-dari mana kau bisa tahu jika aku sedang memikirkan hal itu?" tanya Lisa dengan wajah gugupnya.


"Tidak perlu kamu tahu dari mana, yang penting cobalah untuk rileks serta menikmatilah apa yang saat ini sedang kamu rasakan dan jangan sesekali mencoba untuk menahannya. Lepaskan semua itu yang mana kamu akan merasakan hal yang berbeda"


Dion mencoba untuk membuat Lisa agar tenang dan tidak merasa takut saat melakukan permainan panasnya di malam pertamanya. Lisa yang sudah paham lalu menganggukan kepalanya dengan wajah memerah.


Dion pun tersenyum lebar dan sedikit mengecup bibir Lisa, kemudian menyingkirkan tangan Lisa dan membuka bathrobe yang digunakan hingga kini tubuh polos Lisa terlihat begitu jelas yang mana membuat Dion tidak berkedip sedikit pun.


"Di-dion, su-sudahlah jangan menatap tubuhmu seperti itu. A-aku malu..." Gumam lirih Lisa yang wajahnya semakin merah merona.


"Yaakkkk.. Dion, jangan menggangguku dan hentikan semua lelucon itu. Apa kau tidak tahu betapa malunya aku saat ini. Cepatlah lakukan, atau aku tidak akan memberikan hakmu sampai kapan pun!"


Lisa menutup wajahnya yang kini sudah menjadi tomat yang kematangan, sedangkan Dion yang mendengar Lisa mengancamnya hanya bisa terkekeh saat melihat tingkah lucu istrinya begitu pemalu.


Tanpa aba-aba Dion langsung menjelajahi 2 gunung kembar itu yag membuat Lisa terkejut dengan apa yang Dion lakukan. Lalu, ia membuka tangannya yang menutupi wajahnya.


Di sana Lisa melihat Dion bagaikan Big Baby yang akan haus akan minuman, hingga tanpa sadar tangan Lisa terarah untuk mengelus kepala Dion. Hingga Dion yang menyadari itu semakin membuatnya liar yang kini berhasil membuat satu de*sahan lolos dari mulut Lisa.


"Akkkhhhhh.. Di-dion.. pe-pelan arghhh.. pe-pelan.." Suara indah Lisa kini menjadi semangat untuk Dion yang selalu memberikan sengatan-sengatan di dalam tubuh Lisa, bahkan tangannya tidak tinggal diam untuk mengusap lembut sawah yang kini sudah mulai basah.


Hingga Dion mencari benda kecil yang mana sangat sensitif jika di sentuh, lalu jari Dion memainkannya hingga membuat tubuh Lisa gelajotan hingga kini satu jari lolos memasuki goa tersebut dan menari ria di dalamnya.

__ADS_1


"Hemmp.. Arrghhh.. Di-dion, pleasee.. sa-sakitthh.. le-lepaskan arhhh.." Ucap Lisa yang merasakan goanya di abrak-abrik oleh jari Dion sambil meringis kesakitan.


"Ssssttt.. tenang sayang, coba pejamkan matamu itu dan rasakan sesuatu yang berbeda dari rasa sakit yang kamu rasakan sekarang" Sahut Dion yang membuat Lisa langsung menututinya.


Dan benar saja, Lisa merasakan sensasi yang berbeda sampai seketika Lisa merasa seperti ingin membuang air kecil yang mana membuat Dion tersenyum.


"Hempp.. Di-dion, a-akuh mau pipis dulu arrghhh.. mi-minggirlah dulu aku sudah tidak tahan lagi arghhh..." Ucap Lisa yang tubuhnya mulai bergetr hebat, namun Dion tidak menghiraukannya dan langsung mempercepat jarinya.


Aarrrrggghhhhh...


Lisa melakukan perlepsan pertama yang mana membuat Dion tersenyum lebar saat melihat wajah polos itu benar-benar terlihat sangat cantik. Kemudian Dion mencabut jarinya dan mengemut sisa lahar yang tumpah di tangannya.


"Astaga, Dion! Kau ini jorok banget sih, kenapa pipisku kau jilat huaaa..." Pekik Lisa saat melihat Dion membersihkan tangan.


"Haha.. ini bukan pipismu Lis, tapi ini adalah susu kental yang mana berasal dari sumber tertentu. Nanti kau juga akan merasakannya" Sahut Dion sambil tersenyum miring.


Lisa yang mencerna semua ucapan Dion membuat dirinya terdiam, namun hanya selang beberapa detik saja kini Dion sudah kembali memulai aksi barunya dengan membersihkan daerah mahkota Lisa dengan mulutnya dan lidahnya gencar menari ke sana ke sini.


Dion seperti tidak memberikn Lisa jeda waktu untuk menarik nafas, yang mana tubuh Lisa kembali menegang dan membuat Lisa selalu mengeluarkan suara-suara indahnya yang saat ini menjadi candu bagi Dion.


Lisa yang merasakan sensasi berbeda-beda dari mulai sentuhan leher, dada, jari hingga mulut Dion membuat Lisa tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lisa hanya menikmati sengatan di daerah kewanitaannya dan tangan Lisa terarah untuk menjambak rambut Dion saat merasakan daerah sensitifnya selalu di obrak-abrik olehnya.


"Aaarrrghhhhhh... ge-gelihhhh Di-dion, stop arrghhh..." Suara indah menyelimuti wajah cantik Lisa yang semakin memerah dan juga wajahnya sudah mendongak ke atas.


Namun kini tidak hanya mulut yang bekerja tapi tangan pun bekerja untuk memijit 2 gunung kembar Lisa yang membuat Lisa benar-benar sudah di ujung tanduk.


Sampai seketika Lisa kembali melakukan pelepasan keduanyanya tepat dimulut Dion yang membuat Dion langsung melahapnya serta membersihkannya.


Dion menatap Lisa yang benar-benar terlihat sangat menggemaskan, tanpa basa-basi Dion langsung membuka pakaian yang kini masih melekat di tubuhnya dan Lisa yang melihat tubuh polos Dion begitu indah serta sang Adik yang sudah berdiri gagah membuat Lisa membolakan matanya penuh keterkejutan.

__ADS_1


Sang Adik yang memang berotot, panjang, hingga tak lupa di tumbuhi bulu-bulu halus di sekelilingnya membuat Lisa semakin takjub bukan main. Yang mana wajahnya begitu merona dan segera mungkin Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Lisa yang sudah berhasil membuat Dion tertawa begitu gemas hingga tanpa di sadari kini Dion kembali berada di atas tubuh Lisa dan wajahnya sudah berada tepat di depan wajah Lisa.


__ADS_2