
Mungkin mulai sekarang Ara harus segera menyelesakan kuliahnya dan kembali ke Indonesia untuk melakukan sebuah pernikahan yang tidak pernah terbayangkan bahwa Ara harus menikah dengan cara seperti ini.
...*...
...*...
Sebulan, dua bulan Ara lewatkan semuanya penuh semangat lantaran Ara selalu mendapat kabar bahwa keadaan Dion semakin memburuk. Belum lagi Lisa selalu saja menyalahkan Dion atas semua musibah yang menimpa sang suami.
Sehingga akhirnya Ara berusaha keras untuk belajar lebih giat lagi agar dia semakin cepat lulus dan segera kembali ke Indonesia.
Lalu Kay? Kay tidak ada menghubungi Ara sama sekali bahkan untuk menanyakan soal perjodohan Ara pun Kay tidak pernah.
Kay hanya sesekali mengirimkan pesan kepada Ara untuk tetap selalu semangat dalam menjalani masa pendidikan yang sebentar lagi akan berakhir.
Sampai kini, tibalah hari dimana Ara sudah berhasil lulus dengan nilai terbaik. 6 bulan sudah Ara bertahan di negeri orang dengan semua pikiran yang melayang kemana-mana lantaran kedaan Dion semakin memburuk.
Saat ini Ara pulang menggunakam penerbangan biasa bersama beberapa bodyguard tanpa di jemput oleh Dion atau yag lainnya karena sudah berada di tempat pernikahan.
Bahkan ketika sampai di Indonesia juga yang menjemput bukan pihak dari keluarga, melainnya pihak dari rentenir tersebut.
Mau tidak mau Ara menurutinya dengan perasaan sedikit takut, bagaimana Ara tidak takut orang mereka semua bermuka sangar dan juga badannya begitu besar. Bagaikan seorang Ratu yang sedang dikawal oleh beberapa penjaga.
Ara menaiki mobil dimana 2 bodyguard berada di depan dan 2 bodyguard lagi duduk di belakang bersama Ara yang duduk di tengahnya. Mereka benar-benar menjaga ketat Ara tanpa memberikan celah sedikit pun untuk kabur.
"Appa, Amma.. Bagaimana ini? Apakah Ara dan Bang Kay tidak berjodoh? Apakah jodoh Ara sebenarnya adalah anak dari rentenir itu? Lalu apa selama ini Ara hanya menjaga jodoh orang?"
"Ya Allah, jika memang tugas Ara menjaga Bang Kay sudah selesia. Ara mohon berikan dia jodoh yang sangat baik, bahkan lebih baik dari Ara. Tidak apa-apa Ara menikah dengan anak rentenir itu demi Appa, tapi Ara tidak rela jika jodoh Bang Kay orang jahat. Tolong kabulkan doa Ara ya Allah, aamiin.."
Ara berbicara di dalam hatinya sambil sesekali melirik mereka semua yang hanya fokus menatap ke arah depan dengan kaca mata hitamnya.
"Sumpah, kenapa Ara merasa kek ada di film mafia-mafia begitu ya? Wah.. Jangan bilang kalau anak rentenir itu seorang mafia? Astaga, kenapa jadi begini sih. Kalau begini caranya Ara bakalan jadi pemuas nafsu dia dong? Huaaa.. Appa kenapa kau menjebak anakmu di lubang buaya hiks.."
Ara kembali berbicara di dalam hatinya dengan mata sudah berkaca-kaca, sesampainya di sebuah gedung Ara melihat gedung mewah dan megah di hias seindah mungkin. Bahkan warna serta desain ini, benar-benar desain impian Ara ketika dia ingin menikah dengan Kay.
Namun kenapa desain ini bisa di lakukan di pernikahan Ara dengan anak rentenir? Ataukah Lisa dan Dion yang sudah membocorkan impian Ara? Entahlah.. Saat ini Ara tidak bisa berpikir apa-apa.
__ADS_1
Ara hanya bisa mengikuti beberapa bodyguard melewati belakang gedung menuju kamar utama bagi pengantin. Disana Ara bertemu dengan Lisa yang langsung memeluknya sambil menangis, begitu juga Ara.
Sedangkan Suci dia pun meneteskan air matanya ketika melihat Ara sudah tumbuh menjadi seorang wanita cantik yang penuh dengan kedewasaan. Ya walaupun sifat manja di dalam diri Ara masih melekat, tetapi ada sedikit perbedaan dari Ara yang semakin membaik.
Ara langsung memeluk Suci dan meminta maaf bahwa dirinya tidak bisa menjadi menantunya lagi, semua Ara lakukan demi Dion agar dia tidak sampai masuk ke dalam penjara.
Tak lama Ara berganti pakaian serta langsung di rias menggunakan jasa perias yang sangat terkenal. Lagi dan lagi, perias terkenal itu merupakan perias yang Ara inginkan ketika dia akan menikah dengan Kay.
"Ada apa ini? Kenapa semuanya benar-benar seperti apa yang Ara impikan? Hanya saja mempelainya yang salah, jika boleh di putar kembali Ara cuman mau Bang Kay yang menjadi jodoh Ara bukan anak dari rentenir itu!"
"Tapi dimana Bang Kay? Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali. Apa karena Bang Kay sakit hati mendengar Ara menikah dengan pria lain? Atau jangan-jangan Bang Kay tidak mencintai Ara?"
"Ya mungkin saja sih, karena selama ini Ara yang terlalu berharap dengannya. Sedangkan Bang Kay dia selalu menyangkal dan sedikit menjauh ketika Ara dalam mode manja. Tapi ya sudahlah, mungkin ini yang di katakan takdir!"
"Demi Appa, Ara rela membuang jauh-jauh impian Ara menikah dengan Bang Kay. Asalkan Ara bisa selalu melihat Appa sehat tanpa ada beban, anggap saja Ara ini adalah pelunas hutang Appa!"
Ara menangis menatap kaca di depan wajahnya, bahkan beberapa kali perias memberi tahu kepada Ara agar tidak kembali menangis.
Namun susah bagi Ara untuk tidak menangis. Apa lagi rasa sakit di dalam hati Ara benar-benar mampu membuat Ara tidak berdaya menghadapi semua kenyataan pahit ini.
Saat topeng sedang dipasangkan ke arah wajah Ara tiba-tiba terdengar bahwa seorang MC sudah memulai acara tersebut, lalu Lisa mendekati Ara dan kembali memeluknya.
Kali ini Ara hanya terdiam duduk manis ketika ijab kabul di mulai, karena pihak pria meminta Ara keluar dari persembunyiannya setelah ijab kabul terlaksana.
Suara ijab kabul tidak sampai ketelinga Ara karena mereka melakukannya dengan mematikan speker yang ada di setiap ruangan. Jadi hanya terdengar di dalam gedung tempat ijab kabul di langsungkan
Sampai seketika salah satu bodyguard mengatakan bahwa Ara telah resmi menjadi seorang istri.
"Hiks.. Selamat Ara, selamat kamu sudah sah menjadi istri anak rentenir itu hiks.. Ma-maafkan Ama tidak bisa berbuat apa-apa lagi, semua itu gara-gara Appamu yang menyebalkan. Lihat saja setelah ini Amma akan meminta Appa untuk pisah hiks.."
"Stop, Amma stop!! Jangan pernah berbicara seperti itu, udah berapa kali Ara bilang kalau Ara tidak suka Amma selalu menyalakan Appa!"
"Kalian itu suami istri, jika salah satunya lagi rapuh maka satunya harus bisa menjadi perisai baginya. Paham!"
"Ara rela lakuin semua ini agar Appa sama Amma tetap bersama, jadi tolong jangan buat Ara menyesal sudah mengambil langkah ini Amma please hiks.."
__ADS_1
Ara menangis membuat Lisa langsung memeluknya, dia tidak tega melihat anaknya yang seperti ini. Ingin rasanya Lisa menolong Ara, tetapi balik lagi dia tidak berdaya dengan semua kekuasaan yang di miliki oleh keluarga rentenir itu.
Kini waktunya Ara kembali di rombak sedikit hiasannya akibat Ara terlalu sering menangis, setelah kembali rapi Ara langsung keluar bersama Lisa dengan di ikuti oleh beberapa bodyguard. Seakan-akan Ara benar-benar seperti berada di dalam film mafia.
Satu persatu orang menatap kagum ke arah Ara yang sangat cantik, bahkan Suci dan juga Arsya beserta yang lainnya langsung mendekati Ara serta mengucapkan selamat padanya.
Air mata Ara kembali runtuh ketika calon mertuanya mengucapkan kata-kata itu kepada Ara yang menikah dengan orang lain, bukan dengan anak mereka.
"Hiks.. Ba-bang Kay mana Mom, Dad?" tanya Ara sambil menatap ke penjuru gedung.
"Semenjak dia mengetahui perjodohan ini, entahlah keadaan Kay semakin sibuk. Dia seperti berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan agar tidak mengingat tentang perjodohan kamu. Jadi Mommy minta maaf ya, Mommy tidak bisa apa-apa"
"Pria itu sudah menjadi jodohmu, semoga kamu bisa melakukan tugasmu sebagai seorang istri yang baik dan semoga kalian bisa saling mencintai satu sama lain. Selamat Sayang, Mommy sayang Ara"
Suci memeluk Ara sebelum dia menaiki panggung pernikahan, yang di sana sudah terdapat pria gagah berdiri dengan segala kepercayan dirinya menggunakan topeng.
Ara menaiki panggung tersebut dengan bantuan pria yang kini sudah menjadi suaminya, mau tidak mau Ara memegang tangannya cuman demi menaiki anakan tangga.
Lalu, satu persatu para tamu yang hadir berjalan mendekati pengantin untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya.
Pria itu hanya mengangguk kecil dan sedikit tersenyum, sama sekali Ara belum mendengar suara dari pria yang baru beberapa saat tadi telah menjadi suaminya.
"Ya ampun, Appa! Apa Appa tidak salah menjodohkan aku dengan pria gagu seperti ini? Gagah, dan sepertinya tampan sih. Tapi masa iya kalau berbicara harus menggunakan bahasa isyarat atau tulisan. Huaaa.. Begini banget sih nasibmu Ara, Ara!!"
"Udah dijodohin sama anak rentenir, terus juga enggak bisa liat wajahnya dan sekarang tahu kalau tuh cowok gagu huaa.. Lengkap sudah penderitaanmu Ara, di harap mohon bersabarlah karena ini adalah ujian terbesarmu hiks.."
Ara berbicara di dalam hatinya sambil terus menyapa para tamu yang sedang menaiki panggung untuk bersalaman.
Sampai tiba saatnya jam menunjukkan pukul 22.30 malam, para pengantin sudah di suruh untuk turun dari atas panggung pernikahan agar segera pergi ke sebuah hotel yang sudah di tentukan.
Dion tak henti-hentinya memeluk Ara dan mengucapkan kata maaf ketika dia harus terpaksa menikahkan Ara dengan pria yang saat ini sudah menajadi suaminya.
Bahkan Ara pun pergi bersama suaminya menggunakan mobil yang sangat mewah dan hanya ada 3 unit mobil itu di dunia.
Kali ini tidak ada 1 orang pun ikut bersama dia, murni hanya ada suaminya dan juga Ara. Tetapi yang Ara herankan suaminya ini selalu saja diam dan fokus pada setir mobilnya, belum lagi keluarga dari pihak suaminya pun terasa menyeramkan tidak banyak ngomong. Cuman sekalinya ngomong menggunakan nada yang super duper dingin.
__ADS_1