
Mamah Mita menatap Elsa dengan tatapan tajam, dan akhirnya pergi begitu saja menuju kamar Diva. Sedangkan Elsa dia yang sudah sangat kesal ingin sekali mencekik batang leher Mamah Mita akibat ucapannya berhasil membuat Elsa terdiam tak berkutik. Kemudian Elsa langsung pergi ke arah kamarnya dengan perasaan kesal.
...*...
...*...
Tepat pada pukul 8 malam nanti Dimas akan mengajak Elsa dan juga Diva untuk menghadiri acara salah satu kolega penting. Awalnya Elsa menolak dengan berbagai alasan agar tidak sampai membawa Diva, tetapi semua itu tidak membuat Dimas gentar dan akan tetap mengajak Diva karena ini adalah acara kumpul semua keluarga bisnis.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dimana Elsa sedang kebingungan untuk memakai baju apa ketika menghadiri acara penting tersebut, sehingga diatas kasur banyak sekali gaun mahal yang Elsa keluarkan tetapi tidak ada satu pun yang cocok dengannya bahkan sudah sering dia gunakan.
Sampai seketika Dimas yang baru saja selesai mandi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elsa yang dari tadi sibuk sendiri.
"Kamu itu mau ikut aku ke acara atau mau pindahan sih, semua baju di keluarin begitu" Celetuk Dimas sambil berjalan kearah cermin dan mengeringkan rambutnya.
Elsa menoleh kearah punggung polos Dimas yang pinggangnya juga dililit oleh handuk selutut kaki. Lalu Elsa menunjukkan wajah kesalnya dan juga bingung sambil berkata, "Aku bingung Mas mau pakai gaun apa ke acara itu, soalnya semua gaun ini kan sudah pernah aku gunakan kemana-mana di acara penting lainnya"
Dimas yang mendengar keluhan Elsa hanya bisa menatapnya dengan jengah dan menjawab, "Bukannya kemarin kamu habis memborong produk SUAR, lalu kenapa kamu tidak gunakan gaun itu saja. Palingan juga di acara itu banyak yang menggunakan Brand terbaru milik Suci"
Elsa terdiam mencerna ucapan Dimas, dan beberapa detik kemudian ia pun langsung berlari memeluk Dimas dengan sangat erat. "Terima kasih sayang, berkatmu aku baru ingat hihi.."
Elsa pun tersenyum senang menatap Dimas dengan keadaan hanya terbalut handuk di pinggangnya, dengan mata berbinar Elsa mencoba mengarahkan tangannya untuk membuka handuk tersebut, tetapi dengan sigap Dimas langsung memegang tangan Elsa.
"Stop menggangguku, lihat ini sudah jam berapa. Aku tidak mau telat dalam menghadiri acara penting, siapa tahu aku bisa bertemu dengan berbagai kolega dari luar dengan tujuan mereka akan bergabung dengan perusahaanku. Jadi perusahaanku bisa kembali stabil"
Dimas menatap Elsa sambil melepaskan tangan Elsa dari pinggangnya, kemudian Elsa mengangguk langsung pergi ke kamar mandi sambil mencium bibir Dimas sekilas dan Dimas pun hanya bisa tersenyum lalu pergi mengganti pakaian.
Jam menunjukkan pukul 7, segera mungkin mereka langsung menaiki mobil dimana Elsa dan Dimas duduk di depan serta Diva duduk di belakang dengan perasaan yang sangat bahagia. Karena kejadian ini benar-benar langka untuk Diva bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya.
__ADS_1
Ya walaupun Elsa tidak mendadani Diva, tetapi berkat sang Nenek kini Diva bisa terlihat sangat cantik dan juga tidak akan membuat Elsa malu. Tetapi tetap saja Elsa tidak bisa tenang kalau Diva berada di dekatnya, cuman mau bagaimana lagi Elsa harus bersikap normal agar tidak membuat semuanya curiga.
...*...
...*...
Sesampainya di acara tersebut, mereka turun dari mobil dengan di sambut oleh seseorang yang akan mengarahkan mereka untuk berjalan di atas karpet merah. Dengan elegannya Elsa berjalan sambil menggandeng tangan Diva dan juga Diva menggandeng tangan Dimas.
Mereka benar-benar terlihat begitu serasi, hanya saja kalau bukan di acara yang penting Elsa pasti sudah akan mematahkan tangan kecil yang kini sedang menggenggamnya begitu erat. Seakan-akan impian Diva yang ingin berjalan bersama kedua orang tuanya sambil menggandengnya sekarang sudah terkabul.
Namun, tanpa mereka sadari ada mobil yang sangat mengkilap dan juga mewah. Siapa lagi jika bukan tamu kehormatan yang berasal dari keluarga Valleanno. Kemudian Arsya, Suci dan juga Kay mereka turun dari mobil dengan sangat berwibawa serta berkharisma.
Mereka berjalan perlahan tepat di belakang keluarga kecil Dimas memasuki gedung mewah dan langsung di sambut begitu meriah, bahkan Elsa dan Dimas yang merasa tersanjung atas menyambutan mereka membuatnya tersenyum lebar. Tetapi, siapa sangka senyuman itu seketika menghilang bersamaan dengan semua wartawan yang belari melewati mereka.
Cekrekk..
Cekrekk..
Cekrekk..
Kali ini penampilan Suci tidak kaleng-kaleng, semua pusat mata para wanita terpaku melihat desain gaun yang Suci gunakan terlihat begitu indah. Padahal Suci seorang muslim tetapi dia sangat pintar merancang gaun untuk para wanita yang seakan-akan akan menarik para wanita supaya menutup auratnya.
Tapi jangan salah hampir setengah wanita di sana berbusana tertutup dengan memakai Brand SUAR. Ya meskipun ada yang menggunakan hijab serta ada juga yang tidak dan hanya membeli baju yang khusus non muslim tetapi masih dengan desain yang sedikit tertutup.
Ibarat kata Suci seperti membawa pengaruh baik untuk semua wanita yang memakai pakaian kekurangan bahan, sehingga setelah produk Suci diresmikan Suci seperti merasa senang bukan karena omsetnya melesat tinggi. Melainkan karena Suci senang apa yang dia lakukan bisa bermanfaat untuk orang lain dan juga menjadi Brand terfavorite.
Banyak suami yang sangat-sangat bersyukur berkat kedatangan Brand terbaru dari perusahaan SUAR membuat sebagaian suami merasakan adanya perubahan dari istri mereka masing-masing.
__ADS_1
Bahkan para suami rela jika harus mengeluarkan uang yang cukup mahal hanya demi membeli produk dari perusahaan Suci, asalkan istri mereka tidak lagi menggunakan pakaian kekurangan bahan yang cuman bisanya mengundang mata jahat.
Dimas dan Elsa serta Diva langsung membalikan tubuhnya saat semua orang mengerubungi seseorang, yang membuat mereka tidak bisa melihat apa yang telah terjadi pada semua orang.
Ketika security telah berhasil memberikan ruang pada pada keluarga kecil Arsya dari semua wartawan dan juga para tamu undangan, kini mata Elsa dan Dimas membola sangat lebar bahkan hampir saja copot.
Dimas dan Elsa seperti melihat sisi lain Suci yang sangat luar biasa, dimana Suci benar-benar terkesan bagaikan seorang putri cantik jelita dan juga elegand. Belum lagi Suci selalu di kelilingi oleh 2 pangeran tampan yang bersedia menjaganya. Bahagia bukan? Jelas dong, karena apa yang dia tanam maka itulah yang akan di tuai di kemudian hari.
Jadi, bagaimana dengan Elsa dan Dimas? Mereka benar-benar mengakui di dalam hatinya bahwa apa yang mereka bayangkan dulu tidak seperti apa yang di lihat saat ini. Nasib Suci lebih mujur dari pda Elsa sehingga kebencian itu kembali tertanam di dalam diri Elsa, begitu juga dengan Dimas dia sangat tidak suka ketika melihat Suci bisa bahagia di samping pria lain.
Cuman sekarang pandangan Dimas beralih pada anak berusia 6 tahun, siapa lagi jika bukan Kay. Dimas masih sangat penasaran dengan sosok Kay, bagaimana mungkin Kay hadir di saat yang sangat singkat, jika memang Kay anak kandung Suci tetapi jika Arsya Ayahnya itu tidak akan masuk akal di dalam pikiran Dimas saat ini.
Karena usia pernikahan mereka sama usia Kay itu hampir sama, tidak akan mungkin jika dalam waktu beberapa bulan saja Suci sudah bisa hamil sedangkan dulu Suci telah di vonis mandul oleh seorang dokter. Jadi bagaimana mungkin semua bisa terjadi begitu saja? Pasti ada yang tidak beres dengan semua ini.
"Pokonya aku harus mencari tahu semua tentang anak itu, entah kenapa saat aku pertama kali melihatnya jantungku berdebar cukup kuat. Bahkan kemarin saja aku sempat bermimpi tentang anak itu yang memelukku begitu erat dan memanggil namaku dengan sebutan Ayah"
"Ada apa ini? Apa Suci menyembunyikan sesuatu tentang Kay? Mana mungkin Kay bisa terlahir bersamaan dengan pernikahan mereka? Arrrghhh... tidak bisa di biarkan aku harus segera menyewa detektif untuk mencari tahu tentang KAYSAN SUARSYA VALLEANNO bocah kecil yang wajahnya mirip wajahku ketika masih kecil. Aku curiga jika dia adalah anak..."
Dimas bergumam di dalam hatinya dengan tekat yang kuat kalau ia akan mencari tahu semua tentang Kay, apakah benar jika Kay itu adalah anak Suci dan Arsya, ataukah Kay anak? Sudahlah.. kita lihat saja kedepannya siapa yang akan lebih dulu mengetahui kenyataan yang sebenarnya ini. Apakah Kay atau Dimas?!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1