
“Ya sudah, Bibi keluar sekarang. Aku akan cuci muka dulu dan turun ke bawah” ucap Vina dengan sedikit ketus.
“Baik, Non. Saya permisi...” ucap Bibi yang langsung meninggalkan kamar Vina kembali ke ruang makan untuk menyampaikan pesan Vina.
Di saat Bibi sudah selesai menyampaikan pesan Vina, ia langsung kembali ke belakang rumah untuk menyiram tanaman. Di sela makan Papah Angga dan Mamah Mita, tak lama Vina datang.
“Pagi, Pah... Mah...” ucap Vina sambil mencium pipi Papah Angga dan Mamah Mita bergantian.
Lalu Vina langsung duduk di sebelah Mamah Mita. Papah Angga merasa ada yang aneh saat Vina mencium pipinya, ia tak sengaja mengendus aroma tidak mengenakkan. Langsung saja ia menatap Vina yang sedang mengambil makanan.
“Vina, apa kamu semalam habis minum?” tanya Papah Angga yang membuat Vina menjatuhkan sendok ke lantai.
Praangg !...
“Nj*irrr, dari mana Papah tahu gua habis minum? Perasaan tadi sebelum ke sini gua sudah sikatan gigi deh. Apa jangan-jangan karena gua minum terlalu banyak, jadi baunya susah hilang ?” tanya Vina di dalam hatinya.
“Vina, jawab Papah!!” tegas Papah Angga dengan menatap tajam.
“Hehe... Ma-maaf, Pah. Semalam teman-teman Vina mencekokkan Vina dengan minum, jadi mau tidak mau Vina minum deh hehe... Tapi tenang Pah, Vina enggak mabuk kok kan minumnya cuma sedikit doang” ucap Vina yang mencoba meyakinkan Papah Angga, padahal pada kenyataannya Vina berbohong untuk menutupi kesalahannya.
“Sudah, Pah. Vina cuman minum dikit, lagian juga wajar saja ia minum-minuman namanya juga anak muda. Papah kaya enggak tahu anak muda jaman sekarang” jawab Mamah Mita yang membela Vina.
“Tapi Mah, dia itu wanita jadi tidak seharusnya seperti itu. Mamah apa tidak khawatir dengan Vina, jika sampai ada yang memanfaatkan kondisinya yang sedang mabuk bagaimana? Apa lagi sampai dia hamil, hah!! Apa yang akan Mamah lakukan untuk Vina? Syukur kalau laki-laki itu mau tanggung jawab, tapi kalau kabur bagaimana? Apa Mamah akan senang melihat Vina menderita seperti itu” tegas Papah Angga yang mulai emosi.
“Yaelah, Pah. Santai dong, lagian juga teman-teman Vina pada baik semua kok. Kalau pun Vina mabuk pasti mereka akan membawa Vina pulang ke rumah dengan selamat, jadi apa yang Papah khawatirkan itu tidak akan terjadi” ucap Vina dengan tenang.
“Tuh kan, Pah. Sudah deh ya, jangan berpikir negatif. Omongan adalah doa Pah, jadi jangan pernah berbicara seperti itu pada Vina. Ingat, dia juga anak kamu jadi doakan yang baik-baik saja biar Vina tidak sampai mengalami apa yang Papah ucapkan tadi” jawab Mamah Mita.
“Terserah kalian sajalah, Papah sudah cape menasihati kalian berdua. Di sini Papah diam bukan berarti Papah tidak bisa tegas pada kalian, tapi Papah cape jika harus ribut dengan kalian berdua yang mana susah untuk di kasih tahunya. Papah begini bukan karena Papah tidak sayang sama kamu Vina, tapi karena Papah sangat sayang sama kamu makannya Papah kaya gini”
“Kamu boleh berteman dengan siapa pun yang kamu suka, tapi ingat jangan sampai kamu mengikuti cara mereka bergaul ataupun berteman. Cobalah cari teman yang bisa membawa kamu jadi wanita baik-baik, wanita yang terhormat yang mana kamu tidak akan di pandang remeh dengan laki-laki di luar sana. Apa lagi, bajumu itu semuanya hampir terbuka. Bagaimana laki-laki tidak senang memandang tubuhmu kalau kamu sendiri pun sangat senang memamerkan tubuhmu itu”
__ADS_1
“Ingat, Vina. Banyak di luar sana wanita yang ingin kembali dengan keadaan dimana dia bisa di hargai dengan laki-laki, bahkan mereka banyak yang menyesal setelah menjadi korban laki-laki bej*ad yang tidak mau bertanggung jawab. Bagaimana kalau itu terjadi sama kamu, Papah tidak akan bisa bayangin bagaimana hancurnya hati Papah saat tahu anak yang Papah sangat sayangi telah di hancurkan oleh laki-laki tidak bertanggung jawab”
“Apa kamu tidak bisa bayangkan seandainya jika kamu bernasib sama seperti wanita-wanita di luar sana yang sudah mengandung tanpa adanya sebuah pernikahan bahkan mereka melahirkan anaknya tanpa seorang ayah, bagaimana...”
Papah Angga berbicara dengan tegas sambil matanya berkaca-kaca saat menatap Vina, ia merasa jika Vina sudah salah menjalani kehidupannya. Mamah Mita hanya bisa diam sambil melanjutkan makanannya yang mana ia tidak mau mengambil pusing, fokus dia saat ini adalah Suci.
Bagaimana ia bisa memisahkan Suci dari Dimas, agar Dimas bisa menikah kembali dan melanjutkan kehidupannya bersama istri serta anaknya. Vina yang merasa kupingnya mulai panas pun, seketika hanya bisa mengusapnya sambil kembali makan tanpa mendengar ataupun menjawab ucapan sang Papah.
Sedangkan Papah Angga yang tidak dihargai dengan anak serta istrinya, langsung pergi meninggalkan ruang makan. Dan ia segera pergi ke kantornya sendiri untuk menenangkan hatinya yang begitu sakit. Entah kenapa Papah Angga merasa jika saat ini kehidupan mereka tidaklah seindah saat Dimas dan Vina masih kecil yang sangat penurut.
Namun, di saat sudah besar hanya Dimaslah yang tidak berani membantah ucapan sang Papah. Tapi tidak dengan Vina, ia selalu membantah apa pun yang di ucapkan sang Papah bahkan Dimas sendiri selaku Abangnya. Pergaulan Vina yang sangat buruk membuat Vina semakin terjerumus masuk ke dalam.
Setelah Vina selesai dengan sarapannya bersama sang Mamah, kini waktunya Vina pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Lalu setelah selesai bersiap-siap, ia langsung pergi ke Kampusnya dan Mamah Mita pun pergi ke acara arisan bersama teman-temannya.
...*...
...*...
“Sudah hampir setengah jam aku menunggu dia di sini, tapi kenapa sampai sekarang tidak terlihat?” gumam seseorang tersebut sambil menggenggam ponselnya dan melihat semua arah.
Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang cantik dan seksi menghampiri pria tersebut.
“Sayang? Loh, kok kamu ada di sini? Katanya tadi ada urusan” tanya seorang wanita dengan wajah bingungnya sambil duduk di samping pria tersebut.
Pria itu pun terkejut dan cemas, kenapa bisa ada sang istri di sini? Bagaimana jika dia sampai bertemu dengan kekasih gelapnya? Ini pasti akan jadi sebuah bencana yang akan menimbulkan perang dunia ke-3. Pria tersebut gugup dan tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya bisa merasakan kekhawatiran agar sang kekasih tidak jadi datang.
“Sayang, kenapa diam sih? Atau jangan-jangan kamu selingkuh ya dari aku?” tanya sang istri dengan tatapan mengintimidasi.
Pria itu hanya bisa membolakan mata terkejut saat sang istri bisa mengetahuinya. Namun, pria tersebut mencoba untuk bersikap senetral mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan.
“Eh, e-enggak kok. Loh, kok kamu bisa ada di sini sih. Bukannya tadi kamu izin pergi ke Mall bersama teman-temanmu yang lain? Lalu, kenapa kau bisa ada di sini?” tanya balik sang suami untuk mengalihkannya.
__ADS_1
“Ya nih sayang, tadi niatnya sih begitu. Tapi, mereka membatalkannya secara mendadak” ucap sang istri dengan wajah lesunya.
“Loh, kok bisa? Memangnya kenapa? Apa mereka tidak ada uang? Atau mereka tidak di bolehkan keluar sama orang tua mereka?” ucap sang suami dengan perasaan ketar-ketir melihat ke sana ke sini untuk mencari sang kekasih.
“Aduh, sayang. Kamu ini bagaimana sih, memangnya kita ini masih kecil yang harus di awasi oleh orang tua. Kita sudah besar loh, bahkan temanku juga sudah ada yang menikah seperti aku ini. Ya meskipun kita karena di jodohkan tapi aku senang deh, bisa punya suami yang tampan kaya kamu hehe...” goda sang istri sambil bergelayut di tangan sang suami.
“Ck! Kenapa sih dia harus datang ke sini, dan si Elsa juga lama banget lagi. Semoga saja mereka tidak saling bertemu, kalau bertemu pasti bakalan habis aku. Apa lagi Elsa tipe wanita yang tidak mau kalah, sedangkan si Sindi tipe wanita yang keras, bagaimana ini aduh...” ucap sang suami di dalam hatinya dengan wajah gelisah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu untuk bab hari ini ya semuanya... 😁😁😁
Author minta maaf karena tidak membalas komentar kalian... ☹️😟😟
Author sedang membagi waktu agar bisa selalu up setiap hari... 🥺🥺🥺
Author juga minta maaf karena hanya up 1 bab beberapa hari ini 😢😢😢
Itu karena Author cukup sibuk untuk saat ini semuanya... 😔😔😔
Jadi Author hanya bisa update 1 bab saja setiap harinya 😗😗😗
Semua ini demi kalian pembacaku yang setia mendukungku... 🥰🥰🥰
Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini semuanya... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Author sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati Author... 🙇🏻♀️🙇🏻♀️🙇🏻♀️
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi para pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1